ASISTEN PERAWATAN (MAINTENANCE)

Nama Jabatan         : Asisten Maintenance (Mechanical & Electrical)

Golongan               : H s/d F

Departemen/Divisi  : Engineering/Operations

Lokasi Kerja           : Pabrik

Atasan Langsung    : Asisten Kepala

Rekan Sederajat      : Asisten Process & Laboratorium, KTU.

Bawahan langsung  : Mandor Bengkel, Kerani Bengkel, Kepala Tukang.

Hubungan Kerja      : (selain dengan atasan langsung)

Kedalam (Intern & Antar Dept) : Rekan Sederajat

Keluar:  -

URAIAN JABATAN

  1. U m u m
  1. Melaksanakan seluruh program kegiatan/pekerjaan pemeliharaan dan perawatan unit mesin-mesin utama serta mesin pendukung pengolahan buah sawit yang telah ditetapkan.
  2. Mengawasi/mengendalikan seluruh aspek pelaksanaan perawatan dan perbaikan unit mesin pengolahan termasuk pengawasan dan pengendalian waktu dan biaya dengan tetap memperhatikan aspek teknis (kehandalan & Lifetime).
  1. Mengawasi pengoperasian seluruh mesin pengolahan dengan tetap memperhatikan perlakuan yang baik dan benar agar diperoleh efisiensi mesin yang optimal dengan tetap memperhatikan standar perlakuan yang telah ditentukan.
  1. Tugas-tugas Pokok

2.1    Perencanaan

  1. Membuat perencanaan perawatan dan perbaikan mesin secara periodik dengan memperhatikan aspek-aspek :

-        Beban operasi mesin

-        Jam operasi mesin

-        Umur pakai (lifetime) mesin

-        Frekwensi perawatan mesin

-        Waktu dalam kaitannya dengan kondisi/jumlah buah yang tersedia (akan diolah) terutama dalam musim puncak (Peak Crop).

-        Jumlah hari kerja efektif dalam kaitannya dengan hak cuti (libur).

-        Pengadaan/persediaan spare part/material dengan tetap memperhatikan faktor/frekwensi penggunaan (Slow and Fast Moving Stock).

-        Kelengkapan peralatan kerja yang baik dan benar dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan pekerja dan mesin.

  1. Membuat perencanaan kerja dan kebutuhan material/spare part sesuai dengan anggaran yang telah disetujui.
  2. Membuat perencanaan kerja (perawatan dan perbaikan) harian dengan memperhatikan / mempertimbangkan informasi teknis yang diperoleh dari :

-        Jadwal perawatan (Maintenance Schedule)

-        Shift inspection schedule

-        Laporan kondisi mesin selama pengolahan yang dibuat oleh Asisten Processing.

2.2    Koordinasi

  1. Mengkoordinir bawahan langsung (Mekanik) dalam melakukan / melaksanakan perawatan / perbaikan mesin dengan menempatkan mekanik yang tepat dan sesuai.
  2. Membina hubungan / koordinasi kerja yang baik dengan :

-        Asisten processing – informasi tentang operasional mesin.

-        Asisten laboratorium – informasi (Feedback) tentang efisiensi mesin dan kerugian minyak dan inti.

-        KTU – laporan maintenance dan Permintaan Pembelian (PP).

  1. Dalam usaha meningkatkan kelancaran kerja dan produktivitas yang tinggi.

2.3    Pelaksanaan

  1. Melaksanakan seluruh rencana kerja yang telah ditetapkan dalam schedule perawatan untuk setiap mesin pengolahan.
  2. Melaksanakan seluruh instruksi dan petunjuk teknis yang disampaikan oleh atasannya.
  3. Melaksanakan monitoring kondisi kerja mesin secara seksama dengan memperhatikan perlakuan beban operasi.
  4. Melaksanakan pembinaan hubungan kerja yang baik antara sesama mekanik dan operator mesin.
  5. Melakukan kegiatan administratif terhadap seluruh kegiatan perawatan dan perbaikan yang menyangkut :

-        Pencatatan perawatan dan perbaikan mesin

-        Pencatatan biaya spare part/material dan biaya pekerja (upah dan lembur).

Kedua kegiatan diatas dirangkum dalam kartu riwayat mesin (Machinery History Card).

  1. Pembuatan laporan bulanan perawatan mesin (Monthly Maintenance Report) dengan tetap memperhatikan aspek-aspek : kebenaran, ketelitian, tepat waktu (dalam persiapan dan penyelesaian).
  2. Mengusahakan peningkatan dan pengembangan kemampuan pekerja (Mekanik) dengan melakukan pelatihan-pelatihan praktis dengan melakukan pelatihan praktis di lapangan (On the Job Training).
  3. Mengevaluasi kerja tahunan Mekanik.
  4. Menerapkan seluruh peraturan dan ketentuan perusahaan.
  5. Menyusun rencana kebutuhan Spare part/material.
  6. Membuat Permintaan Pembelian material/spare parts dengan tetap memperhatikan posisi stok gudang dan waktu pengadaan (Realisasi PP).
  7. Merawat kondisi stock dengan melakukan penyusunan dan penempatan secara baik dan benar.

2.4    Pengawasan

  1. Melakukan pengawasan terhadap perlakuan-perlakuan operasi dan perawatan dalam usaha meminimalkan Break Down Time serta meningkatkan efisiensi mesin dan kapasitas produksi.
  2. Mengawasi/mengendalikan faktor biaya (Cost) yang menyangkut pengendalian :

-        Penggunaan Spare part/material (Material Usage)

-        Lembur Mekanik (Overtime)

  1. Mengawasi hubungan kerja sama yang baik diantara mekanik.
  2. Mengawasi perlakuan/pemeliharaan terhadap perawatan yang dipergunakan dalam menanggulangi bahaya kebakaran :

-        Diesel Engine Pump

-        Hydrant

-        Flexible Hose dan Coupling

2.5    Penyampaian

  1. Laporan perawatan dan perbaikan mesin secara berkala kepada Factory Manager.
  2. Menyampaikan laporan langsung (segera) kepada Factory Manager untuk kondisi-kondisi darurat (emergency) antara lain :

-        kecelakaan kerja.

-        bahaya kebakaran.

-        kondisi kerusakan mesin  yang tidak dapat segera ditanggulangi.

  1. Menyampaikan rencana kebutuhan biaya operasi bulanan yang menyangkut pengadaan dana untuk pembayaran upah dan lembur.

2.6    Menerima

  1. Menerima petunjuk teknis kerja dari atasan.
  2. Menerima Feedback dari asisten laboratorium tentang efisiensi mesin.
  3. Menerima masukan/informasi dari bawahan tentang kondisi perawatan dan perbaikan prioritas mesin.
  4. Menerima laporan mandor harian.

2.7    Mengusulkan

  1. Mengusulkan penggantian Spare part/perbaikan unit mesin dalam skala yang besar.
  2. Perbaikan dan peningkatan kesejahteraan karyawan dibawah pengawasannya berdasarkan ketentuan yang berlaku.
  3. Perubahan status/kenaikan golongan karyawan (Mekanik).
  4. Penambahan sarana kelengkapan kerja seperti peralatan kerja (Tools) dan perlengkapan keamanan kerja.
  5. Rencana perbaikan/perawatan mesin berdasarkan kondisi aktual.

2.8    Evaluasi

  1. Mengevaluasi kondisi/kemampuan operasi dan efisiensi unit-unit mesin utama dan mesin pendukung pengolahan.
  2. Kinerja karyawan dibawah pengawasannya.
  3. Prioritas kerja perawatan dan perbaikan mesin dalam kondisi waktu yang terbatas.
  4. Mengevaluasi prestasi kerja tahunan terhadap mekanik.

2.9    Menandatangani

  1. Bukti permintaan barang dari gudang.
  2. Perintah kerja lembur dan pembayaran lembur.
  3. Surat ijin/pengantar untuk mendapatkan perawatan kesehatan.
  4. Bukti penerimaan dari Purchasing.
  5. Laporan bulanan perawatan mesin.
  6. Absensi karyawan dibawah pengawasan langsung.
  1. Tanggung Jawab
  1. Kelancaran dan kelangsungan kerja mesin-mesin produksi.
  2. Terlaksananya rencana perawatan mesin yang telah ditetapkan (Maintenance Schedule).
  3. Keutuhan peralatan (Tools) dan sarana keamanan kerja.
  4. Pembinaan hubungan kerja yang baik dan harmonis sesama karyawan dibawah pengawasannya serta karyawan bagian lain.
  5. Peningkatan kemampuan kerja karyawan dibawah pengawasannya.
  6. Kebenaran dan ketepatan waktu penyelesaian laporan bulanan mesin.
  7. Permintaan jumlah jam kerja lembur.
  1. Wewenang

4.1    Memutuskan Sendiri

  1. Menghentikan sementara proses produksi jika mesin diperkirakan akan mengalami gangguan.
  2. Menjatuhkan sanksi indisipliner (teguran) kepada karyawan dibawah pengawasannya (mekanik), kecuali PHK.
  3. Menempatkan mekanik pada objek perbaikan mesin yang sesuai dengan kemampuannya.
  4. Melakukan rotasi kerja di bidang mekanik.

4.2    Persetujuan Atasan

  1. Persetujuan kerja lembur karyawan dibawah pengawasannya.
  2. Menghentikan mesin untuk keperluan perbaikan yang memakan waktu panjang.
  3. Memberi Surat Peringatan (SP) kepada karyawan dibawah pengawasannya.
  1. Kriteria Keberhasilan
  1. Tercapainya kapasitas produksi pabrik secara keseluruhan.
  2. Terkendalinya biaya perawatan dan perbaikan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
  3. Meningkatnya kemampuan kerja, disiplin dan tanggung jawab karyawan dibawah pengawasannya.
  4. Tercapainya Breakdown Time yang memenuhi standar.
About these ads

2 Tanggapan

  1. untuk ideal mekanik dengan kapasitas pabrik 60 ton/jam, vertical sterilizer 5, empty bunch press 3, turbine 1, boiler 1, press 5, slusge separator 2, single line, berapa jumlah anggotanya?

  2. Slmt mlm mas Surya, perkenalkan saya Denny Sianipar, bekerja di pks grup Sinarmas di Kapuas Huliu Kalbar, mhn bantuannya untuk kirim flow process dan layout pks yg pakai Vertical Sterilizer ?.Tks atas bantuannya.email saya sianipardenny@gmail.com

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: