Water Treatment Plant

The raw water would be taken from the river at nearest from the mill site.

The quality of the water product is suitable for process water, domestic supply and for general supply.

 

TRANSFER POND 

Transfer Pond

Transfer Pond

Quantity          : One (1) length of channel

Type                : EarthWork

Capacity          : 2000 m3

Construction   :

  • For Connecting the river to reservoir.
  • Excavated from the ground to form a trapezium pond.
  • The base of channel would be constructed 1,500mmminimumbelow river base.

Dimension       : 10,000mm wide x 50,000mm length approx. to be suit on site.

 

RAW WATER PUMPS HOUSE

Raw Water Pump House

Raw Water Pump House

Quantity          : One (1) set.

Type                : Raw water intake pump house or Ms. Pontoon.

Construction   :

  • Pontoon fabricated from 5 mm thick ms. Plate off all construction.
  • Provided with two (2) 10” dia. schedule 80 steam pipe piling for guided of Pontoon on water level.
  • Fitted with suitable retaining pipe 5” dia. schedule 80 c/w bracing 3” dia. Black steel pipe.
  • Provided with access platform covered with chequered plate 5 mm thick.

WATER RESERVOIR

Quantity          : One (1) lengths of channel

Water Reservoir

Water Reservoir

Capacity          : 300,000m3 approx. in total

Type                : Earth ponds

Construction   :

  • Excavated from the ground to form a trapezium pond.
  • Working depth of the pond would be 8,000mmand 2,000mmof free board.
  • The total depth of the pond 10,000 mm.

Dimension       : Suit be drawing.

Iklan

KARYAWAN

1. KEPALA SATPAM

ABATAN                  : KEPALA SATPAM

ATASAN LANGSUNG : – Askep Pabrik

– KTU Pabrik

BAWAHAN                : Anggota Satpam

WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB.

  1. Menerima dan memeriksa Surat Pengantar (D.O) dari supir truk/tanki.
  2. Menyiapkan Surat Izin Masuk Pabrik, Surat Izin Keluar Pabrik dan Surat Izin Masuk Umum.
  3. Memeriksa tamu dan mengatur kendaraan yang akan masuk dan keluar dari lingkungan pabrik.
  4. Membantu operator jembatan timbang agar dapat melaksanakan penimbangan sesuai peraturan yang telah ditetapkan.
  5. Mencegah sembarang orang berkeliaran dalam lingkungan Pabrik.
  6. Melakukan tindakan yang dianggap perlu untuk mengamankan aktiva Pabrik.

KRITERIA KEBERHASILAN.

  1. Tingkat gangguan yang terjadi di lingkungan Pabrik.
  2. Ketertiban di areal Pabrik.

2. PEMBUKUAN

JABATAN                  : PEMBUKUAN

ATASAN LANGSUNG : KTU Pabrik

BAWAHAN                : –

WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB.

  1. Menerapkan sistem dan prosedur akuntansi yang telah ditetapkan.
  2. Menyusun laporan bulanan dan laporan keuangan.
  3. Menerapkan sistem file yang benar dan mudah ditelusuri.
  4. Membuat Jurnal Memorial, Jurnal Koreksi, Rekening Koran antar kebun/pabrik dan Rekonsiliasi Bank.
  5. Memeriksa hasil print out komputer atas data pembukuan (GL, Payroll, Inventory).

KRITERIA KEBERHASILAN.

  1. Laporan-laporan yang akurat dan tepat waktu.
  2. Tingkat kerusakan peralatan kantor.
  3. Usulan-usulan yang diajukan untuk memperbaiki kegiatan administrasi Pabrik.
  4. Penerapan prosedur administrasi dan internal kontrol.

3. OPERATOR KOMPUTER

JABATAN                  : OPERATOR KOMPUTER

ATASAN LANGSUNG : KTU Pabrik

BAWAHAN                : –

WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB.

  1. Menginput data Cash Voucher/Bank Voucher dan Memorial ke dalam program General Ledger (GL).
  2. Menginput Bukti Penerimaan (CR) dan Bukti Pengeluaran (CU) ke dalam program stock.
  3. Menginput data pengupahan karyawan kedalam Program Payroll.
  4. Merawat semua peralatan komputer yang berhubungan dengan kelancaran pengoperasian, seperti CPU, Monitor, Keyboard dan UPS.
  5. Mencetak hasil/print out data yang telah diinput, misal Trial Balance, General Ledger serta data yang berhubungan dalam pembuatan laporan bulanan dan laporan maintenance.

KRITERIA KEBERHASILAN.

  1. Tingkat ketelitian dalam menginput data.
  2. Kelancaran sistem administrasi komputer.
  3. Ketepatan dalam mempersiapkan (print out) data dari masing-masing department.

4. KASIR / PAYROLL

JABATAN                  : KASIR / PAYROLL

ATASAN LANGSUNG : KTU Pabrik

BAWAHAN                : –

WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB.

  1. Mencatat seluruh penerimaan/pengeluaran yang berhubungan dengan Kas/Bank serta membuat bukti atas transaksi tersebut dalam voucher Kas/Bank.
  2. Menyimpan uang kas perusahaan.
  3. Melakukan pembayaran sesuai bukti yang telah disyahkan KTU/Factory Manager.
  4. Membuat rekapitulasi data kepegawaian & laporan posisi pegawai.
  5. Mencatat absensi karyawan setiap hari.
  6. Menghitung gaji dan upah para karyawan untuk setiap masa pembayaran.
  7. Membuat laporan-laporan.

KRITERIA KEBERHASILAN.

  1. Tingkat ketelitian dan kejujuran.
  2. Kebenaran Voucher Kas & Bank.
  3. Kerapihan, kelengkapan dan kebenaran arsip para karyawan.

5. KERANI GUDANG

JABATAN                  : KERANI GUDANG

ATASAN LANGSUNG : KTU Pabrik

BAWAHAN                : Pembantu gudang

WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB.

  1. Memeriksa semua barang yang akan disimpan di gudang kemudian menerima dan menyimpannya dengan baik.
  2. Melakukan pengeluaran barang sesuai permintaan kepala seksi yang lain.
  3. Membuat bukti penerimaan dan pengeluaran barang dari gudang.
  4. Membantu internal audit atau pihak lain yang akan melakukan stock opname.
  5. Mencegah sembarang orang keluar masuk gudang.
  6. Melakukan tindakan yang dianggap perlu untuk mengamankan barang-barang yang berada di bawah pengawasannya.

KRITERIA KEBERHASILAN.

  1. Keutuhan barang yang disimpan digudang.
  2. Pemeliharaan tempat kerjanya.
  3. Kerapihan penyimpanan barang-barang di gudang.
  4. Laporan mutasi barang yang tepat waktu.
  5. Kelengkapan, kerapihan dan kebenaran bukti penerimaan dan pengeluaran barang yang dibuatnya.

6. KERANI PRODUKSI

JABATAN                  : KERANI PRODUKSI

ATASAN LANGSUNG  : KTU Pabrik

BAWAHAN                : –

WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB.

  1. Melakukan Sounding atas Minyak dan Inti Sawit setiap pagi hari.
  2. Mencatat hasil pemeriksaan produksi (sounding) dalam buku “Register Produksi Harian” dan dilaporkan kepada Asisten Laboratorium.
  3. Mengetahui hasil Analisa Mutu Produksi.
  4. Mencatat total buah masuk/diolah setiap hari dan mengestimasi sisa buah diolah.
  5. Mengecek hasil “Grading” Tandan Buah Segar.
  6. Membuat Laporan harian produksi untuk segera dikirimkan melalui SSB ke Kantor Perwakilan Pekanbaru.
  7. Menyusun Laporan Produksi (bulanan) Tahap I.
  8. Melaporkan setiap Pengiriman Hasil Produksi ke Dapartemen Marketing Jakarta.

KRITERIA KEBERHASILAN.

  1. Laporan-laporan yang akurat dan tepat waktu.
  2. Kerapihan pencatatan.

7. KERANI PENGIRIMAN

JABATAN                  : KERANI PENGIRIMAN

ATASAN LANGSUNG  : KTU Pabrik

BAWAHAN                : –

WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB.

  1. Mengawasi dan mengecek pemuatan serta penimbangan atas Minyak dan Inti Sawit maupun pemasangan nomor segel pada truk tangki.
  2. Memeriksa setiap pengiriman produksi sesuai jumlah kontrak pada setiap D.O dan dicatat dalam buku “Realisasi Produksi”.
  3. Membuat “Surat Pengantar” untuk ditandatangani supir dan disyahkan Manager Pabrik.
  4. Membuat laporan rekapitulasi pengiriman produksi.

KRITERIA KEBERHASILAN.

  1. Kelancaran pengiriman produksi.
  2. Laporan-laporan yang tepat waktu.

8. KERANI TIMBANG

JABATAN                  : KERANI TIMBANG

ATASAN LANGSUNG : KTU Pabrik

BAWAHAN                : –

WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB.

  1. Melakukan penimbangan masuk dan keluar atas kendaraan angkutan MKS/IKS/TBS dan kendaraan angkutan lainnya.
  2. Memastikan kendaraan dalam keadaan siap untuk di timbang.
  3. Melaporkan secepat mungkin kepada bagian teknik jika timbangan tidak dapat berfungsi dengan baik.
  4. Membuat rekapitulasi data timbangan menurut pabrik dengan data timbangan menurut pihak ketiga.

KRITERIA KEBERHASILAN.

  1. Tingkat kerusakan jembatan timbang, komputer jembatan timbang dan perlengkapan penunjang lainnya yang ada dibawah pengawasannya.
  2. Ketepatan hasil penimbangan di pabrik.
  3. Laporan-laporan yang tepat waktu.

KEPALA TATA USAHA / KEPALA ADMINISTRASI

Nama Jabatan         : Kepala Tata Usaha (KTU) / Kepala Administrasi (Kasie)

Golongan               : H s/d F

Departemen/Divisi  : Engineering/Operations

Lokasi Kerja           : Pabrik

Atasan Langsung    : Factory Manager

Rekan Sederajat      : Asisten, Asisten Kepala.

Bawahan langsung  : Kerani  Pembukuan, Kasir,  Adm.  Gudang, Kerani Personalia, Kasie.

Hubungan Kerja      : (selain dengan atasan langsung)

Kedalam (Intern & Antar Dept) : Antar Departemen

Keluar: Muspika, Bank, Supplier.

URAIAN JABATAN

  1. U m u m

Mengelola semua kegiatan administrasi dan keuangan dalam lingkungan pabrik untuk mendapatkan data yang benar dan akurat sehingga menghasilkan laporan dan informasi yang tepat waktu, relevan dan konsisten sebagai alat pengendalian, pengamanan aset dan sumber daya serta pengambilan keputusan.

  1. Tugas-tugas Pokok

Perencanaan

Merencanakan persiapan kegiatan pekerjaannya sedemikian rupa sehingga penerimaan data, laporan dan informasi dari seluruh bagian terkordinasi dengan baik dan cepat untuk menghasilkan laporan yang tepat waktu dan relevan.

Koordinasi

  1. Koordinasi dengan Askep dan Asisten dalam administrasi dan rencana penyusunan anggaran tahunan pabrik.
  2. Koordinasi dengan departemen terkait lainnya untuk logistik dan dana.

Pelaksanaan.

  1. Melaksanakan semua sistem dan prosedur administra­si keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan perusahaan.
  2. Melaksanakan  pemeriksaan rutin ke kantor gudang, bengkel, kamar mesin dan laboratorium, untuk memastikan bahwa pencatatan dan pelaporan data serta informasi mengenai produksi, tenaga kerja, persediaan dan pemakaiaan bahan dan alat-alat, semua surat/dokumen dan bukti transaksi telah diadministrasikan dengan baik dan benar sesuai prosedur yang berlaku.
  3. Menyusun dan menyiapkan laporan bulanan yang mencakup :

–        Laporan Permintaan Dana Operasional.

–        Laporan Pertanggungjawaban Dana.

–        Laporan Outstanding PP/PO.

–        Laporan Rekonsiliasi Bank.

–        Laporan Rekening Koran antar Kebun/Pabrik.

–        Laporan Keuangan dan Management.

Pengawasan

  1. Mengawasi penerimaan dan pengeluaran uang, barang dan aktiva lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam rangka kegiatan perusahaan.
  2. Mengawasi agar semua laporan harian, berkala dan insidentil telah disusun sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan disampaikan sesuai jangka waktu yang telah ditetapkan.
  3. Mengawasi semua data dan informasi yang diperoleh dan telah dicatat dengan cara yang benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penyampaian

  1. Menyampaikan kepada Factory Manager hal-hal atau peker­jaan yang diperkirakan akan mengakibatkan biaya melebihi anggaran.
  2. Menyampaikan hasil evaluasi prestasi bawahan kepada atasan.

Menerima

  1. Menerima dan menyampaikan berita via Ratel/SSB dari dan kepada yang berkepentingan.
  2. Menerima laporan Produksi dari asisten laboratorium.
  3. Menerima laporan bulanan Maintenance dari Asisten Maintenance (Mechanical & Electrical) mengenai kondisi dan pemakaian mesin-mesin utama Pabrik dan mesin pendukung Pabrik.
  4. Menerima Rencana Kerja Bulanan dari seluruh Asisten Pabrik.
  5. Menerima barang-barang yang dikirim oleh Kantor Perwakilan, Supplier, Kebun dan Pabrik lainnya.
  6. Uang (dana remise) dari Bank.
  7. Menerima instruksi dan ketetapan dari Factory Manager yang berhubungan dengan pekerjaan administrasi.

Mengusulkan

  1. Mengusulkan perbaikan/penyempurnaan prosedur administrasi.
  2. Mengusulkan pelatihan, pengembangan, mutasi, promosi dan jumlah kompensasi seluruh bawahannya.
  3. Mengusulkan penjualan/penghapusan atas aktiva perusahaan yang tidak bermanfaat lagi/kadaluwarsa.

Evaluasi

  1. Mengevaluasi atas segala dokumen Pabrik sebelum ditandatangani oleh Factory Manager.
  2. Mengevaluasi semua kebenaran dan kewajaran data, informasi dan laporan yang diterima.

Menandatangani

  1. Menandatangani surat pengantar/pengiriman barang.
  2. Menandatangani cek dan giro bersama penerima kuasa lainnya.
  3. Menandatangani Surat Perintah Kerja Lembur karyawan bawahannya.
  4. Menandatangani Surat Pengantar CPO/Kernel serta surat izin masuk/keluar Pabrik bilamana ada otorisasi dari Manager Pabrik.
  1. Tanggung Jawab
  1. Bertanggungjawab atas ketetapan dan keakuratan pelaporan yang dibuatnya.
  2. Bertanggungjawab atas pelaksanaan segala sistem dan prosedur yang berlaku.
  1. Wewenang

Memutuskan Sendiri

  1. Menegur dan mengeluarkan Surat Peringatan kepada bawahannya.
  2. Mengatur kegiatan harian mess dan penempatan tamu di mess.
  3. Mengelola belanja dan kebutuhan harian untuk mess.
  4. Menyetujui/menolak biaya pertanggungjawaban perjalanan dinas bawahan.

Persetujuan Atasan

  1. Menetapkan penerimaan, promosi dan mutasi bawahannya.
  2. Melakukan pembelian lokal
  1. Hubungan Antar Departemen

Membina kerjasama yang baik dengan HRD, Kebun, Transportir, Commercial, Accounting, Budget, Perwakilan, Riset, CCD dan D&L.

  1. Kriteria Keberhasilan

Kebenaran, kewajaran dan ketetapan jadwal pelaporan.

ASISTEN PERAWATAN (MAINTENANCE)

Nama Jabatan         : Asisten Maintenance (Mechanical & Electrical)

Golongan               : H s/d F

Departemen/Divisi  : Engineering/Operations

Lokasi Kerja           : Pabrik

Atasan Langsung    : Asisten Kepala

Rekan Sederajat      : Asisten Process & Laboratorium, KTU.

Bawahan langsung  : Mandor Bengkel, Kerani Bengkel, Kepala Tukang.

Hubungan Kerja      : (selain dengan atasan langsung)

Kedalam (Intern & Antar Dept) : Rekan Sederajat

Keluar:  –

URAIAN JABATAN

  1. U m u m
  1. Melaksanakan seluruh program kegiatan/pekerjaan pemeliharaan dan perawatan unit mesin-mesin utama serta mesin pendukung pengolahan buah sawit yang telah ditetapkan.
  2. Mengawasi/mengendalikan seluruh aspek pelaksanaan perawatan dan perbaikan unit mesin pengolahan termasuk pengawasan dan pengendalian waktu dan biaya dengan tetap memperhatikan aspek teknis (kehandalan & Lifetime).
  1. Mengawasi pengoperasian seluruh mesin pengolahan dengan tetap memperhatikan perlakuan yang baik dan benar agar diperoleh efisiensi mesin yang optimal dengan tetap memperhatikan standar perlakuan yang telah ditentukan.
  1. Tugas-tugas Pokok

2.1    Perencanaan

  1. Membuat perencanaan perawatan dan perbaikan mesin secara periodik dengan memperhatikan aspek-aspek :

–        Beban operasi mesin

–        Jam operasi mesin

–        Umur pakai (lifetime) mesin

–        Frekwensi perawatan mesin

–        Waktu dalam kaitannya dengan kondisi/jumlah buah yang tersedia (akan diolah) terutama dalam musim puncak (Peak Crop).

–        Jumlah hari kerja efektif dalam kaitannya dengan hak cuti (libur).

–        Pengadaan/persediaan spare part/material dengan tetap memperhatikan faktor/frekwensi penggunaan (Slow and Fast Moving Stock).

–        Kelengkapan peralatan kerja yang baik dan benar dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan pekerja dan mesin.

  1. Membuat perencanaan kerja dan kebutuhan material/spare part sesuai dengan anggaran yang telah disetujui.
  2. Membuat perencanaan kerja (perawatan dan perbaikan) harian dengan memperhatikan / mempertimbangkan informasi teknis yang diperoleh dari :

–        Jadwal perawatan (Maintenance Schedule)

–        Shift inspection schedule

–        Laporan kondisi mesin selama pengolahan yang dibuat oleh Asisten Processing.

2.2    Koordinasi

  1. Mengkoordinir bawahan langsung (Mekanik) dalam melakukan / melaksanakan perawatan / perbaikan mesin dengan menempatkan mekanik yang tepat dan sesuai.
  2. Membina hubungan / koordinasi kerja yang baik dengan :

–        Asisten processing – informasi tentang operasional mesin.

–        Asisten laboratorium – informasi (Feedback) tentang efisiensi mesin dan kerugian minyak dan inti.

–        KTU – laporan maintenance dan Permintaan Pembelian (PP).

  1. Dalam usaha meningkatkan kelancaran kerja dan produktivitas yang tinggi.

2.3    Pelaksanaan

  1. Melaksanakan seluruh rencana kerja yang telah ditetapkan dalam schedule perawatan untuk setiap mesin pengolahan.
  2. Melaksanakan seluruh instruksi dan petunjuk teknis yang disampaikan oleh atasannya.
  3. Melaksanakan monitoring kondisi kerja mesin secara seksama dengan memperhatikan perlakuan beban operasi.
  4. Melaksanakan pembinaan hubungan kerja yang baik antara sesama mekanik dan operator mesin.
  5. Melakukan kegiatan administratif terhadap seluruh kegiatan perawatan dan perbaikan yang menyangkut :

–        Pencatatan perawatan dan perbaikan mesin

–        Pencatatan biaya spare part/material dan biaya pekerja (upah dan lembur).

Kedua kegiatan diatas dirangkum dalam kartu riwayat mesin (Machinery History Card).

  1. Pembuatan laporan bulanan perawatan mesin (Monthly Maintenance Report) dengan tetap memperhatikan aspek-aspek : kebenaran, ketelitian, tepat waktu (dalam persiapan dan penyelesaian).
  2. Mengusahakan peningkatan dan pengembangan kemampuan pekerja (Mekanik) dengan melakukan pelatihan-pelatihan praktis dengan melakukan pelatihan praktis di lapangan (On the Job Training).
  3. Mengevaluasi kerja tahunan Mekanik.
  4. Menerapkan seluruh peraturan dan ketentuan perusahaan.
  5. Menyusun rencana kebutuhan Spare part/material.
  6. Membuat Permintaan Pembelian material/spare parts dengan tetap memperhatikan posisi stok gudang dan waktu pengadaan (Realisasi PP).
  7. Merawat kondisi stock dengan melakukan penyusunan dan penempatan secara baik dan benar.

2.4    Pengawasan

  1. Melakukan pengawasan terhadap perlakuan-perlakuan operasi dan perawatan dalam usaha meminimalkan Break Down Time serta meningkatkan efisiensi mesin dan kapasitas produksi.
  2. Mengawasi/mengendalikan faktor biaya (Cost) yang menyangkut pengendalian :

–        Penggunaan Spare part/material (Material Usage)

–        Lembur Mekanik (Overtime)

  1. Mengawasi hubungan kerja sama yang baik diantara mekanik.
  2. Mengawasi perlakuan/pemeliharaan terhadap perawatan yang dipergunakan dalam menanggulangi bahaya kebakaran :

–        Diesel Engine Pump

–        Hydrant

–        Flexible Hose dan Coupling

2.5    Penyampaian

  1. Laporan perawatan dan perbaikan mesin secara berkala kepada Factory Manager.
  2. Menyampaikan laporan langsung (segera) kepada Factory Manager untuk kondisi-kondisi darurat (emergency) antara lain :

–        kecelakaan kerja.

–        bahaya kebakaran.

–        kondisi kerusakan mesin  yang tidak dapat segera ditanggulangi.

  1. Menyampaikan rencana kebutuhan biaya operasi bulanan yang menyangkut pengadaan dana untuk pembayaran upah dan lembur.

2.6    Menerima

  1. Menerima petunjuk teknis kerja dari atasan.
  2. Menerima Feedback dari asisten laboratorium tentang efisiensi mesin.
  3. Menerima masukan/informasi dari bawahan tentang kondisi perawatan dan perbaikan prioritas mesin.
  4. Menerima laporan mandor harian.

2.7    Mengusulkan

  1. Mengusulkan penggantian Spare part/perbaikan unit mesin dalam skala yang besar.
  2. Perbaikan dan peningkatan kesejahteraan karyawan dibawah pengawasannya berdasarkan ketentuan yang berlaku.
  3. Perubahan status/kenaikan golongan karyawan (Mekanik).
  4. Penambahan sarana kelengkapan kerja seperti peralatan kerja (Tools) dan perlengkapan keamanan kerja.
  5. Rencana perbaikan/perawatan mesin berdasarkan kondisi aktual.

2.8    Evaluasi

  1. Mengevaluasi kondisi/kemampuan operasi dan efisiensi unit-unit mesin utama dan mesin pendukung pengolahan.
  2. Kinerja karyawan dibawah pengawasannya.
  3. Prioritas kerja perawatan dan perbaikan mesin dalam kondisi waktu yang terbatas.
  4. Mengevaluasi prestasi kerja tahunan terhadap mekanik.

2.9    Menandatangani

  1. Bukti permintaan barang dari gudang.
  2. Perintah kerja lembur dan pembayaran lembur.
  3. Surat ijin/pengantar untuk mendapatkan perawatan kesehatan.
  4. Bukti penerimaan dari Purchasing.
  5. Laporan bulanan perawatan mesin.
  6. Absensi karyawan dibawah pengawasan langsung.
  1. Tanggung Jawab
  1. Kelancaran dan kelangsungan kerja mesin-mesin produksi.
  2. Terlaksananya rencana perawatan mesin yang telah ditetapkan (Maintenance Schedule).
  3. Keutuhan peralatan (Tools) dan sarana keamanan kerja.
  4. Pembinaan hubungan kerja yang baik dan harmonis sesama karyawan dibawah pengawasannya serta karyawan bagian lain.
  5. Peningkatan kemampuan kerja karyawan dibawah pengawasannya.
  6. Kebenaran dan ketepatan waktu penyelesaian laporan bulanan mesin.
  7. Permintaan jumlah jam kerja lembur.
  1. Wewenang

4.1    Memutuskan Sendiri

  1. Menghentikan sementara proses produksi jika mesin diperkirakan akan mengalami gangguan.
  2. Menjatuhkan sanksi indisipliner (teguran) kepada karyawan dibawah pengawasannya (mekanik), kecuali PHK.
  3. Menempatkan mekanik pada objek perbaikan mesin yang sesuai dengan kemampuannya.
  4. Melakukan rotasi kerja di bidang mekanik.

4.2    Persetujuan Atasan

  1. Persetujuan kerja lembur karyawan dibawah pengawasannya.
  2. Menghentikan mesin untuk keperluan perbaikan yang memakan waktu panjang.
  3. Memberi Surat Peringatan (SP) kepada karyawan dibawah pengawasannya.
  1. Kriteria Keberhasilan
  1. Tercapainya kapasitas produksi pabrik secara keseluruhan.
  2. Terkendalinya biaya perawatan dan perbaikan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
  3. Meningkatnya kemampuan kerja, disiplin dan tanggung jawab karyawan dibawah pengawasannya.
  4. Tercapainya Breakdown Time yang memenuhi standar.

ASISTEN PROCESS DAN LABORATORIUM

Nama Jabatan           :  Assisten Process & Laboratorium.

Golongan                  :  H/G

Departemen/Divisi    :  Engineering/Operations.

Lokasi Kerja              :  Pabrik.

Atasan Langsung       :  Asisten Kepala.

Rekan Sederajat        :  Assisten Maintenance (Mechanical & Electrical)

Bawahan Langsung    :  Karyawan Process & Laboratorium

Hubungan Kerja        :  (selain dengan atasan langsung)

Kedalam:  Rekan Sederajat

Keluar:

URAIAN JABATAN

  1. U m u m

Mengusahakan tercapainya sasaran pengolahan dengan memperhatikan mutu, efisiensi dan hasil analisa laboratorium, hasil pengolahan air, pengolahan limbah serta biaya produksi.

  1. Tugas-tugas Pokok

2.1    Perencanaan

  1. Merencanakan jadwal pengolahan sesuai dengan estimasi buah yang akan diterima dari kebun.
  2. Merencanakan penggunaan jumlah tenaga kerja yang diperlukan dalam proses produksi.
  3. Merencanakan ketersediaan sumber daya yang ada dengan memperhatikan :
  4. Cadangan buah yang tersedia
  5. Cadangan bahan baku Boiler (Fibre & Shell)
  6. Cadangan bahan baku Diesel Genset (BBM Solar)
  7. Kondisi kesiapan unit mesin pengolahan
  8. Bahan-bahan penunjang lainnya ; tali manila, angkong, kain majun dan lain-lain.

2.2    Koordinasi

  1. Melakukan koordinasi dengan bagian maintenance, agar mesin pengolahan selalu dalam keadaan baik.
  2. Melakukan koordinasi dengan pihak kebun dan Riset dalam hubungannya dengan pemanfaatan limbah Pabrik.
  3. Melakukan koordinasi dengan pihak kebun dan CCD-CQC dalam hal pemeriksaan mutu buah di loading ramp.
  4. Melakukan koordinasi dengan pihak kebun (bagian traksi) untuk mengatur penggunaan alat berat dalam Pabrik.
  5. Melakukan koordinasi dengan kepala unit-unit kerja (Mandor Pabrik) dalam hal pengaturan jumlah tenaga kerja, start olah Pabrik dan hal-hal yang terkait lainnya.

2.3    Pelaksanaan

  1. Melaksanakan program pengolahan Pabrik sesuai dengan ketentuan buku pedoman Engineering dan petunjuk atasan.
  2. Melaksanakan pemeriksaan mesin-mesin pengolahan Pabrik secara rutin dan teratur.
  3. Melaksanakan seluruh petunjuk/instruksi atasan yang menyangkut aspek teknis dan non teknis Pabrik.
  4. Melaksanakan rapat kerja secara berkala dengan Mandor pengolahan.
  5. Melaksanakan pembinaan karyawan pengolahan/laboratorium, baik melalui pengawasan pekerjaan maupun pelatihan di tempat lokasi kerja atau ditempat latihan khusus.
  6. Memberi instruksi-instruksi kepada bawahan agar pelaksanaan kerja sesuai dengan program yang telah disusun.
  7. Memeriksa persediaan suku cadang atau bahan pembantu guna kelancaran operasional Pabrik.
  8. Melaksanakan program keselamatan kerja, kebersihan lingkungan dan keamanan Pabrik
  9. Melaksanakan proses produksi secara teratur, effisien, guna mencapai produktivitas dan mutu yang tinggi.
  10. Menyusun rencana anggaran pengolahan tahunan.
  11. Menyusun laporan produksi harian dan bulanan.

2.4    Pengawasan

  1. Mengawasi pekerjaan karyawan yang ada dibawah pengawasannya.
  2. Mengawasi secara langsung pengoperasian mesin-mesin pengolahan.
  3. Mengawasi kebersihan, keselamatan kerja dan keamanan di dalam lingkungan Pabrik.
  4. Mengawasi  kerugian (losses) yang terjadi selama proses produksi, guna meningkatkan effisiensi hasil pengolahan.
  5. Mengawasi pengangkutan/pengiriman hasil produksi dari dalam Pabrik.
  6. Mengawasi pelaksanaan pengangkutan janjang kosong produksi abu janjang dan solid serta pengolahan air limbah.
  7. Mengawasi kegiatan laboratorium Pabrik dengan memastikan bahwa pengambilan sampling dilakukan secara teratur dan ketelitian didalam  pemeriksaan.
  8. Mengawasi pemakaian sumber daya (tenaga kerja, bahan & alat) seoptimal mungkin.
  9. Mengawasi limbah buangan pabrik dengan memastikan bahwa buangan tersebut dibawah nilai ambang batas yang telah ditetapkan.
  10. Mengawasi/mengendalikan faktor biaya (cost) yang menyangkut pengendalian :
  11. Penggunaan alat dan bahan.
  12. Lembur proses/laboratorium (Overtime).

2.5    Penyampaian

  1. Menyampaikan laporan secara periodik mengenai keadaan Pabrik dan aspek lainnya kepada atasan.
  2. Menyampaikan segala hasil, kondisi, prestasi seluruh kegiatan dibawah pengawasannya kepada atasan.
  3. Menyampaikan petunjuk penggunaan/pengoperasian mesin-mesin pengolahan yang telah disetujui atasan kepada bawahan.

2.6    Menerima

  1. Menerima instruksi lisan maupun tulisan dari atasan.
  2. Menerima informasi dari Departemen/Divisi lain yang dibutuhkan.

2.7    Mengusulkan

  1. Mengusulkan perubahan sistem teknis karyawan dan aspek kerja sesuai dengan perkembangan perubahan kemajuan teknis kepada atasan.
  2. Mengusulkan sasaran dan perubahan target anggaran pengolahan.
  3. Mengusulkan pelatihan, promosi, mutasi dan jumlah kompensasi untuk karyawan yang berada dibawah pengawasannya.

2.8    Evaluasi

  1. Mengevaluasi hasil produksi baik secara kualitas maupun kuantitas.
  2. Kinerja karyawan yang berada di bawah pengawasannya.
  3. Mengevaluasi biaya yang timbul selama pengolahan.

2.9    Menandatangani

  1. Surat Perintah Kerja lembur bagi karyawan dibawah pengawasan.
  2. Menandatangani catatan jam operasi alat berat.
  3. Menandatangani bon permintaan barang.
  4. Menandatangani laporan harian produksi.
  5. Menandatangani surat teguran kepada bawahan langsung.
  1. Tanggungjawab

Bertanggung jawab atas kelancaran proses produksi dengan memperhatikan semua sasaran, target dan anggaran.

Bertanggungjawab atas ketepatan analisa produk yang dihasilkan oleh pabrik.

  1. Wewenang

4.1    Memutuskan Sendiri

Mengatur pekerja bagian pengolahan & laboratorium

4.2    Memutuskan dengan persetujuan Atasan

  1. Menghentikan mesin pengolahan bila terjadi kelainan untuk menghindari kerusakan.
  2. Mengambil tindakan disipliner/PHK atas pelanggaran dari karyawan di bawah pengawasannya.
  1. Hubungan Antar Departemen
  1. Membina kerjasama dengan bagian Maintenance di lingkungan pabrik, guna kelancaran proses produksi dan mempertahankan mutu hasil produksi.
  2. Melakukan pengawasan atas pelayanan Departemen lain.
  1. Kriteria Keberhasilan
  1. Tercapainya kapasitas produksi
  2. Kelancaran proses produksi
  3. Menekan biaya pengolahan dengan mencapai target produksi optimal.
  4. Terciptanya suasana kerja yang harmonis dan serasi.

Thermal Deaerator

a) Deaerator

Thermal Deaerator

Thermal Deaerator

Quantity          : One (1) unit.

Type                : Low pressure.

Capacity          : 45 m³/hour

Operating pressure : 0.35 kg/cm²

Design pressure : 2.5 kg/cm²

Test pressure   : 3.5 kg/cm²

Construction   :

  • Fabricated from 8 mm thick stainless steel plate SUS 304 of all welded construction.
  • Provided with tube sprayer of stainless steel.
  • Provided with overflow vacuum system.
  • Fitted with manhole.
  • Provided with vacuum breaker and pressure reducing valve.
  • All valves and fitting necessary would be provided.
  • External of vessel would be insulated with 50 mm thick rockwool and covered with 1 mm thick aluminium sheets.

Dimension       : 1.900 mm dia. x 3.750 mm length.

Accessories     :

  • A pressure gauge 4” dia. 0 – 6 kg/cm²
  • A thermometer 6” dia. 0 – 120 degree C.
  • A pressure relief valve and float control valve
Deaerator Platform

Deaerator Platform

b) Steel Structure

Quantity          : One (1) Lot.

Function          : To support the deaerator.

Construction   :

  • The column fabricated from 250 x 125 mm m.s IWF.
  • The column braced with 75 x 75 x 7 mm m.s angle bar.
  • Suitable platform, covered with 5 mm thick m.s chequered plate c/w 1”

and 1 ¼” dia. black steel pipe hand rail.

  • Provided with ladder.

c) Booster Pump for Deaerator

Deaerator Booster Pump

Deaerator Booster Pump

Quantity          : Two (2) units’, One (1) unit as standby.

Capacity          : 45 m³/hour, each.

Type                : Multistage.

Total head       : 60 m

Pump speed     : 2.900 rpm

Make               : Allen Gwynness

Construction   :

  • Shaft : Stainless steel.
  • Body casing : Cast Iron.
  • Impeller : Stainless steel.
  • Seal : Mechanical
  • Unit drive : Direct coupled 22 kW/ 30Hp Teco, Electrim electromotor on common base plate.

Accessories     : Pressure gauge and control valve.

Boiler Water Treatment Plant

Quality of the water from the raw water treatment plant would be better than below :

Colour             : Not detectable.

Turbidity         : 1 mg/1

Iron (Fe)          : 0.3 ppm

P.H                  : 7 – 8