Proses Penerimaan Buah

1.     Penerimaan Buah (Bunch Reception)

Setiap truck yang membawa Buah Kelapa Sawit terlebih dahulu harus ditimbang pada jembatan timbang (Weighbridge), untuk kemudian menuangkan (Unloading) buah tersebut ke Loading Ramp. Truck kosong yang kembali dari Loading Ramp sebelum keluar dari lokasi Pabrik harus ditimbang kembali sehingga berapa jumlah Buah Kelapa Sawit yang masuk ke Pabrik dapat diketahui beratnya.

Disamping hal diatas jembatan timbang juga berfungsi untuk menimbang Minyak Kelapa Sawit dan Inti Sawit yang akan dipasarkan.

Unit-unit pendukung Station Bunch Reception (penerimaan buah) antara lain adalah :

–          Weighbridge (Jembatan Timbang)

–          Loading Ramp

–          Dirt Conveyor/Dirt Vibrating Screen

2.     Jembatan Timbang (Weighbridge)

Weighbridge (Jembatan Timbang) berfungsi untuk menimbang berapa banyak Buah Kelapa Sawit yang masuk kedalam Pabrik dan juga berfungsi untuk menimbang produksi yang diangkut keluar dari Pabrik untuk diserahkan kepada pembeli.

Unit jembatan timbang terdiri dari :     – Timbangan Mekanis

– Timbangan Elektronik

– Lantai Jembatan Timbang

Saat ini jembatan timbang yang ada di Minamas Plantation adalah berkapasitas 30 ton s/d 40 ton sekali timbang.

3.     Loading Ramp

Truck berisi buah yang sudah ditimbang dituang ke Loading Ramp.

Lantai Loading Ramp dilengkapi dengan kisi-kisi yang mempunyai celah (± 10 mm) yang berguna untuk memisahkan pasir/sampah dari buah agar kotoran-kotoran tersebut tidak sampai terikut dan merusak instalasi pengolahan.

Pengisian buah kedalam lori agar diatur semaksimal mungkin karena hal ini berhubungan dengan effisiensi penggunaan uap di Rebusan dan berhubungan juga dengan kapasitas olah Pabrik.

Pada Loading Ramp, hal penting yang perlu mendapat pengawasan dan perhatian adalah terutama pada saat Loading Ramp tersebut penuh dan sebahagian buah berada di atas lantai beton.

Pada saat itu, truck-truck yang akan membongkar buah harus diawasi untuk tidak menggilas (menggiling) buah yang berada diatas lantai beton, karena buah-buah/brondolan yang hancur/lumat tersebut akan menjadi penyebab tingginya kerugian minyak pada Kondensat Rebusan. Walaupun minyak-minyak tersebut masih dapat dikutip pada Fat Pit, tetapi tentunya FFA akan meningkat dan sebaiknya hal ini dicegah.

4.     Dirt Conveyor/Dirt Vibrating Screen

Dirt Conveyor berfungsi untuk menghantar sampah ke tempat pembuangan melalui Dirt Vibrating Screen.

Brondolan yang tersaring dikumpul dan dimasukkan kembali kedalam lori sehingga kehilangan minyak dapat dihindarkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: