PEREBUSAN (STERILISASI)

1.    Pendahuluan

Tahap pertama setelah melalui Loading Ramp, yang harus dijalani oleh Buah Kelapa Sawit dalam rangka pengolahan untuk memperoleh Minyak dan Inti Sawit adalah proses perebusan atau lazim disebut proses sterilisasi.

Didalam proses perebusan Buah Kelapa Sawit dibiarkan selama 80 sampai 90 menit berada dibawah pengaruh panas dari uap air (Steam) dengan tekanan sampai 2.8 kg/cm2.

Setiap Pabrik Kelapa Sawit tentunya menginginkan hasil minyak dengan tingkat keasaman yang rendah, Minyak dengan kwalitas baik, juga menginginkan Minyak yang mudah dipucatkan (Bleaching).

Buah yang terlalu matang (Over Ripe) dari kebun, pengurasan udara yang kurang baik dari Ketel Rebusan, waktu perebusan terlalu lama dan suhu perebusan terlalu tinggi mengakibatkan Minyak yang diperoleh akan lebih sulit dipucatkan.

2.    Maksud Sterilisasi

Maksud dari Sterilisasi antara lain adalah sebagai berikut :

a.   Menghentikan Perkembangan ALB (FFA)

Pada awalnya perebusan dimaksudkan adalah untuk menghentikan kenaikan kadar Asam Lemak Bebas (ALB) atau Free Fatty Acid yang berasal dari buah, dengan cara menghentikan kegiatan enzym penyebab Hidrolisa Minyak.

Telah dibuktikan bahwa untuk menghentikan enzym sudah cukup dengan merebus sampai suhu 50°C selamma beberapa menit saja.

Ditinjau dari sudut lain perebusan mempunyai sangkut paut dengan langkah pengolahan selanjutnya jika diinginkan hasil yang lebih baik. Maksud perebusan tidak dapat ditinjau dari segi menghentikan kegiatan enzym saja, sehingga perebusan yang baik harus dilakukan dengan suhu tinggi dan lebih dari beberapa menit.

b. Memudahkan Pemipilan (Stripping/Threshing)

Untuk melepaskan brondolan (Spikelets Fruits) dari tandan secara manual sebenarnya sudah cukup merebus dalam air mendidih.

Akan tetapi untuk melepaskan buah dari tandan dengan Stripper, perebusan cara diatas tidak memadai dan disini diperlukan uap jenuh bertekanan rendah agar diperoleh suhu yang semestinya dibagian dalam tandan buah.

Kenaikan suhu di dalam tandan buah dapat dihambat oleh adanya udara sekeliling tandan, jadi udara ini harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum dimulai perebusan yang sebenarnya.

Untuk ini uap masuk dikeluarkan lagi sampai dua kali sebelum dimulai perebusan.

Selama pengeluaran uap dua kali ini, sekeliling tandan sudah bebas udara dan pada pemasukan uap yang terakhir diharapkan suhu dalam tandan dapat bertambah.

Cara kerja perebusan yang telah disempurnakan, disebut perebusan tiga puncak (Triple Peak Sterilization), dimana dua puncak pertama uap masuk dan keluar dipergunakan untuk membebaskan udara sekeliling tandan dan puncak terakhir khusus untuk merebus dan menaikkan suhu tandan.

c. Penyempurnaan dalam Pengolahan

Selama perebusan tiga puncak kadar air dalam buah menjadi berkurang atau dengan kata lain kadar air itu sebagian telah diuapkan dari dalam buah. Dengan berkurangnya air, susunan daging buah (Pericarp) menjadi berobah satu sama lain sehingga pengambilan Minyak dari serat selama proses pengempaan dan memisahkan dari zat bukan lemak (Non Oil Solid) pada proses pemurnian akan lebih mudah dikerjakan.

Pada waktu bersamaan sel-sel Minyak akan pecah dan berada dalam keadaan bebas saat pengeluaran uap perebusan (puncak ketiga).

Senyawa Protein dalam hal ini merupakan cairan Emulsi yang berbeda sehingga lapisan Minyak lebih mudah dipisahkan sewaktu proses pemurnian.

Untuk keseluruhannya dengan perebusan tiga puncak, akibat dari penguapan sebagian air dalam daging buah, maka kemungkinan kehilangan Minyak didalam serat maupun dalam lumpur buangan pada proses pemurnian akan menjadi lebih kecil.

d. Penyempurnaan dalam Pengolahan Inti Sawit

Yang utama dihadapi pada proses pengolahan Inti Sawit adalah sifat lekat dari Inti Sawit terhadap cangkang, dimana Inti terikat kuat pada cangkangnya. Dengan proses perebusan maka kadar air dalam biji sebagian dikurangi sehingga daya lekat Inti Sawit terhadap cangkangnya menjadi berkurang.

Pada proses perebusan tiga puncak pengurangan kadar air dalam biji juga relatif lebih besar hingga proses pengolahan biji tidak akan mengalami kesulitan lagi.

Artikel Terkait :

Cara Perebusan

Pemeriksaan Sebelum Rebusan Dioperasikan

Perawatan Rebusan

 

Satu Tanggapan

  1. Reblogged this on MUTOHAROH's .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: