PERENCANAAN INSTALASI LISTRIK

1. PERTIMBANGAN UMUM

Dalam merencanakan system instalasi kelistrikan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan peralatan pengaman dan penghantar adalah :

  • Ketahanan arus hubung pendek
  • Susut tegangan
  • Pemutus tegangan
  • Kemampuan hantaran arus

1.1       Ketahanan arus hubung pendek

Kapasitas penghantar harus tahan terhadap kemungkinan terjadinya hubungan pendek dan berlaku juga untuk peralatan peralatan seperti : Switchboard, Fuse, Circuit breaker dan lain-lain.

1.2       Susut tegangan

  • Susut tegangan pada kondisi beban penuh dan kondisi starting motor sesuai dengan standart dan permintaan proyek harus mengikuti :
    • Tidak lebih dari 5 % pada kondisi arus nominal kondisi kontinu pada sirkuit AC
    • Tidak lebih dari 20 % pada kondisi arus starting motor pada sirkuit AC
  • Generator harus memenuhi ketentuan yang berlaku. Pada waktu dimasukkan beban penuh turun tegangan sebaiknya tidak melebihi 25% dan dalam waktu 0,5 detik tegangan sudah pulih kembali dalam batas 5% dari tegangan normal. (PUIL 8.21.3.2.3)
  • Susut tegangan antara terminal konsumen dan sembarang titik dari instalasi tidak boleh melebihi 5 % dari tegangan pengenal pada terminal konsumen. (PUIL 4.2.3.1)

1.3       Pemutus tegangan

  • Setiap motor harus dilengkapi dengan sarana pemutus tersendiri, kecuali motor dengan daya pengenal tidak lebih dari 1,5 kW. (PUIL 5.5.8.2)
  • Sarana pemutus harus mempunyai kemampuan arus sekurang-kurangnya 115 persen dari arus beban penuh motor. (PUIL 5.5.8.3.3)
  • Gawai proteksi harus dipilih yang mempunyai nilai arus pengenal lebih rendah atau sama dari KHA penghantar.

1.4       Kemampuan hantaran arus

1.4.1    Penentuan luas penampang kabel

  • Penghantar dari terminal generator ke proteksi pertama harus mempunyai kemampuan arus tidak kurang dari 115 % dari arus pengenal yang tertera pada pelat nama generator. (PUIL 5.6.1.3)
  • Penghantar sirkit akhir yang menyuplai motor tunggal tidak boleh mempunyai KHA kurang dari 125 % arus pengenal beban penuh. Di samping itu, untuk jarak jauh perlu digunakan penghantar yang cukup ukurannya hingga tidak terjadi susut tegangan yang berlebihan. Penghantar sirkit akhir untuk motor dengan berbagai daur kerja dapat menyimpang dari ketentuan di atas asalkan jenis dan penampang penghantar serta pemasangannya disesuaikan dengan daur kerja tersebut. (PUIL 5.5.3.1)

1.4.2    Faktor koreksi

KHA yang tercantum dalam tabel 7.3.5a harus dikoreksi sebagai berikut:

  • Untuk kabel tanah berinti lebih dari 4 serta berluas penampang 1,5 mm² sampai dengan 10 mm² dan bertegangan 0,6/1 kV (1,2 kV), KHA harus dikoreksi sesuai dengan Tabel 7.3-13.
  • Untuk kabel tanah yang ditanam dalam tanah bersama-sama, KHA harus dikoreksi dengan faktor-faktor yang tercantum dalam Tabel 7.3-16a untuk a.s. dan a.b., sedangkan Tabel 7.3-16b dan 7.3-17 untuk a.b.
  • Untuk kabel tanah yang dipasang bersama-sama di udara, KHA harus dikoreksi dengan faktor yang tercantum dalam Tabel 7.3-19 dan 7.3-20 untuk sistem a.s. dan a.b. Dalam penggunaan tabel tersebut harus diperhatikan faktor dan jumlah kabel seperti yang tercantum pula dalam kedua Tabel 7.3-19 dan 7.3-20 tersebut.

Artikel Terkait :

Methodology Perhitungan

Cable Current Rating (Kabelindo Technical Data)

Cable Resistance & Reactance (Nexans Technical Data)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: