Pengoperasian Turbine SHINKO

DEFINISI

Sebuah mesin yang di gerakan oleh uap bertekanan untuk mengerakan generator sehingga menghasilkan sehingga menghasil arus listik.

SEBELUM OPERASI

Check alat berikut perangkat pendukungnya,( pastikan dalam kondisi baik dan siap dioperasikan).

Periksa level oil pada tangki minyak .

Steam Flow Diagram

Steam Flow Diagram

PENGOPERASIAN MESIN

  1. Buka kran uap exhaust BPV (turbine). Pastikan saluran condensat BPV, By Pass Condensat, Turbine Condensat telah di buka dan semua air condensat telah di keluarkan sepenuhnya.
  2. Buka drain-drain turbine dan uap separator, buka valve keluar ( outlet valve ) air injector. valve ini hendaklah senantiasa dibuka sampai Turbine beroperasi.
  3. Hidupkan air dan pompa oli, buka valve  masuk dan valve keluar bagi oil cooler.
  4. Jalankan p0mpa minyak pelincir (L.O Pump) secara auto dengan memutarkan tombol suis kedudukan AUTO pada panel suis Turbine. Pastikan pressure minyak melebihi 0.3 kg/cm2.
  5. Buka Valve EXHAUST sepenuhnya.
  6. Resetkan ke semua Trip device dengan menekan butang reset dan dengan mengangkat kembali Hand Trip knob. Pastikan governor di setkan pada kelajuan yang minimum.
  7. Panaskan turbine, buka kran uap masuk 10 – 15 kg. buka sedikit inlet steam valve untuk memanaskan Turbine selama 15 menit.Jalankan Turbine pada kecepatan 100-200 RPM. Periksa Turbine, gearbox dan alternator apakah terdapat bunyi kuat atau getaran.
  8. Pastikan kesemua drain valve ditutup setelah kesemua air condensate dikeluarkan.
  9. Tripkan turbine dengan menggunakan Hand Trip Knob untuk memastikan governor tertutup dengan sekaligus.
  10. Jika sudah panas, kembali tutup valve uap masuk.
  11. Naikkan alat trip,
  12. Putar load limit posisi 4
  13. Tekan reset yang berwarna kuning
  14. Buka kran uap masuk turbine perlahan lahan sampai habis
  15. Jangan lupa putar load limit penuh atau 10
  16. Naikkan speed setting atau rpm turbine perlahan lahan sampai 1500 rpm
  17. Pastikan suhu bearing tidak melebihi 80° C.
  18. Tutup kran drain-drain di turbine dan separator
  19. Pastikan tidak ada kebocoran di mana-mana.
  20. Sinkronkan beban turbine sama genset

MENGHENTIKAN MESIN

  1. Kurangkan load turbine.
  2. Tutup steam inlet
  3. Apabila kelajuan turbin telah menurundan tekanan minyak kurang dari pada 0.45 – 0.50 kg/cm2.pastikan pump minyak oil (L.O pump) dijalankan secara auto untuk memastikan minyak oil selalu diberikan kepada bearing dan gear wheel.
  4. Setelah turbine berhenti total,tutup EXHAUST valve,dan buka kesmua drain valve untuk mengeluarkan steam condensate.
  5. Pastikan miyak oli (L.O Pump) dijalankan sekurang-kurangnya 10 menit setelah tuebine stop.ini adalah untuk menyejukkan suhu bearing turbine.
  6. Tutup valve air masuk dan valve air keluar untuk air cooler.
  7. Turunkan hand trip knob dan tekan butang emergency stop untuk memberhentikan turbine sepenuhnya.

 

Iklan

Pemisahan Biji Dan Sabut

Pendahuluan

Proses pemisahan serabut dari biji pada ampas hasil pengempaan bertujuan terutama untuk memperoleh biji sebersih mungkin yang kemudian akan menghasilkan Inti Sawit secara rationil, yaitu kerugian yang sekecil-kecilnya dengan hasil dan mutu Inti Sawit yang setinggi mungkin.

Meskipun proses itu sendiri tidak mempunyai segi-segi teknologis yang berarti namun tujuan untuk memperoleh biji yang sebersih mungkin dari dalam gumpalan sampah/ampas pengempaan sangat dipengaruhi oleh segi teknologis dari proses yang mendahuluinya.

Untuk itu perlu dimengerti/dipahami tujuan dari proses perebusan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi pada proses pengadukan agar tujuan dari proses pemisahan serabut dari biji dapat dicapai sebaik mungkin.

Hal-hal yang akan timbul pada pemisahan Biji dan Serabut

Jika proses pemisahan serabut dari biji tidak menghasilkan biji yang bersih, maka sebab-sebab utama dari padanya adalah :

a. Kegagalan dalam mencapai syarat tersebut dari proses perebusan.

b. Tidak terpenuhinya syarat tersebut dari proses pengadukan.

c. Pengempaan yang tidak dapat menghaaasilkan ampas pengempaan cukup kering (Ampas Press basah karena masih banyak mengandung minyak).

Perhatian   :     Dalam urutan tersebut diatas terdapat hubungan sebab dan akibat yang erat sekali meskipun tidak terdapat pada proses pemisahan itu sendiri, tetapi merupakan sebab-sebab utama yang akan mengganggu proses pemisahan antara serabut dengan biji.

d.   Pemuatan/pengisian alat pemisah yang melebihi kemampuannya (Over capacity). Hal ini harus dihindari dengan jalan :

  • Pemuatan/pengisian yang teratur dan yang disesuaikan dengan daya muat alat itu.
  • Memasang alat pemisah dengan kapasitas yang sesuai dengan banyaknya ampas pengempaan yang harus diproses.

e. Jumlah pusingan Trommol alat pemisah yang tidak sesuai.

f. Jumlah pusingan kipas (Ventilator) yang tidak cukup.

g. Kemungkinan adanya kebocoran pada saluran hisap (Ducting)

Akibat-akibat yang akan timbul sehubungan dengan hal tersebut diatas adalah :

Gesekan antar biji & gesekan antara biji dengn dinding Trommol (Polishing Drum) tidak cukup besar untuk mengkompensir/ mengimbangi/menghilangkan/mentiadakan akibat-akibat dari kegagalan dalam proses perebusan, pengadukan dan pengempaan sehingga pemisahan tidak menghasilkan biji yang bersih.

Biji kotor terdiri dari biji yang masih banyak mengandung serabut dan ini menyebabkan terjadinya hal-hal sebagai berikut :

  • Penurunan kadar air dari biji pada saat dikeringkan menjadi terhalang. Penurunan kadar air biji diperlukan sebelum biji-biji tersebut dipecahkan didalam alat-alat pemecah biji (Nut Cracker)
  • Serabut yang masih melekat pada biji akan merupakan pelindung biji terhadap benturan/gesekan yang menjadi dasar dari proses pemecahan biji dan berarti menurunkan effek pemecahan biji dengan akibat selanjutnya.
  • Biji yang tidak pecah (biji Balen) pada bagian pemecahan biji akan meningkat & menurunkan kapasitas pada unit pemecah biji karena biji tersebut harus dipecah kembali.
  • Kerugian karena biji setengah pecah dan inti pecah akan meningkat.
  • Serabut/sampah akan mengotori dan menggangu bekerjanya alat pemecah  dan alat pemisahan.
  • Kadar kotoran pada produksi Inti akan meningkat & menyebabkan terjadinya penurunan mutu kernel.

 

Artikel Terkait :

Pemurnian (Clarification)

 

Pemisahan dengan cara Biologis

Pemisahan secara biologis yang dimaksudkan disini adalah pemisahan (pengutipan minyak) yang dilakukan pada fat pit (sludge oil recovery system).

Minyak yang di fat pit tersebut umumnya berasal dari :

–     Pembuangan (blow down) dari stasiun rebusan.

–     Lumpur/air buangan stasiun clarificatis yaitu antara lain berasal dari Decanter, Nozzle Separator dan Sand Tank.

–     Minyak-minyak yang terikut ke pembuangan pada saat pencucian, dll.

Minyak-minyak yang diperoleh di fat pit sebahagian adalah karena proses pengendapan dan sebahagian lagi adalah karena proses biologis, yaitu terjadinya pemecahan molekul-molekul minyak sebagai akibat fermentasi.

Minyak yang diperoleh dari fat pit tersebut selanjutnya dipompakan kembali ke crude oil tank untuk diproses ulang sedangkan sisa lumpur (sludge) dan air dialirkan ke kolam limbah (effluent treatment plant).

Walaupun telah dilakukan upaya pengutipan minyak semaksimal mungkin, namun pada lumpur/air buangan fat pit masih saja ada minyak yang terikut dan ini selanjutnya dihitung sebagai kerugian.

Batasan kerugian yang dapat ditolerir untuk ini adalah maksimum 1% terhadap kadar basah (on wet basis).

Artikel Terkait :

Pemurnian (Clarification)

Pemisahan Minyak dengan cara Pengendapan (Settling)

Pemisahan dengan cara Centrifuge

 

Process Flow Diagram Of Palm Oil Mill

A process flow diagram (PFD) is a diagram commonly used in engineering to indicate the general flow of plant processes and equipment. The PFD displays the relationship between major equipment of a plant facility and does not show minor details such as piping details and designations.

The process of extracting Palm Oil from Oil Palm Fresh Fruit Bunches (FFBs) is long established. It is done using broadly the same technique but with one of three different technologies. A process flow diagram (PFD) of palm oil milling process is shown as figure below.

Process Flow Diagram

Process Flow Diagram

The Process Flow Chart provides a visual representation of the steps in a process. Flow charts are also referred to as Process Mapping or Flow Diagrams. Constructing a flow chart is often one of the first activities of a process improvement effort, because of the following benefits:

  • Gives everyone a clear understanding of the process
  • Helps to identify non-value-added operations
  • Facilitates teamwork and communication
  • Keeps everyone on the same page

A flow chart diagram of palm oil milling process is shown as figure below.

Flow Chart Diagram Of Palm Oil Mill

Flow Chart Diagram Of Palm Oil Mill

Related Post :

Pabrik Minyak Kelapa Sawit (Palm Oil Mill)

Kelistrikan Pabrik Kelapa Sawit (Palm Oil Mill)

Proses Penerimaan Buah

 

Pabrik Minyak Kelapa Sawit (Palm Oil Mill)

Adalah pabrik yang mengolah tandan buah segar (Fresh Fruit Bunch) menjadi Minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).

Palm Oil Mill

Palm Oil Mill

Selain memproduksi CPO, pabrik ini juga menghasilkan biji kelapa berupa inti (Kernel) untuk di proses menjadi minyak kernel (Palm Kernel Oil) pada pabrik pengolahan yang berbeda (Kernel Crushing Plant).   Produk jadi dari CPO adalah : Mentega, Minyak Goreng, Sabun, Industri Farmasi (Vitamin A), Pelumas (pembuatan lembaran baja), Lilin, dan lain sebagainya. Sedangkan Minyak inti sawit sebagai bahan baku, produk jadinya adalah : Sabun, Minyak Goreng, Kosmetik, dll.

Untuk pabrik dengan kapasitas 30 ton FFB per hour diperlukan minimal 6000 ha kebun. Tanaman kelapa sawit biasanya dipanen setelah berumur + 3 tahun, buah dengan umur pohon dibawah 3 tahun unsur minyaknya sedikit dan biasanya disebut buah pasir. Pohon sawit diremajakan (regenerasi) biasanya umur + 25 tahun.

Effluent Ponds

Effluent Ponds

Pabrik kelapa sawit adalah primadona investasi di indonesia dan nilai eksportnya terbesar di dunia menggeser malaysia. Disamping iklim katulistiwa yang mendukung, lahan yang tersedia juga cukup luas. Teknologi pengolahannya tergolong cukup sederhana dan hampir tidak ada limbah yang terbuang. Sisa hasil Threser berupa janjangan kosong dapat dimanfaatkan utnuk pupuk kompos sebagai penyubur tanaman di perkebunan. sisa pengolahan Pressing dan Kernel Station berupa Fiber dan Shell digunakan sebagai bahan bakar pembangkit tenaga uap pada Boiler, sedangkan limbah cair dari perebusan dan clarifikasi juga bisa dimanfaatkan untuk land Aplication.

Proses-prose utama pengolahan Pabrik Kelapa Sawit adalah :

  1. Penerimaan Buah (Fruit Reception Station)
  2. Perebusan dan Sterilisasi (Sterilizer Station)
  3. Pemisahan dan Penebah (Thresher Station)
  4. Pengadukan dan pemerasan (Pressing Station)
  5. Pemurnian Minyak (Clarification Station)
  6. Pemisahan inti (Kernel Station)

Sedangkan untuk proses pendukung jalannya Pabrik adalah :

  1. Penyediaan dan penjernian air (Water Treatment Plant)
  2. Pemurnian air (Demineralization Plant)
  3. Pembangkit tenaga uap (Boiler Station)
  4. Pembangkit tenaga listrik (Power Station)
  5. Pengolahan air limbah (Effluent Treatment Plant)

 

Artikel Terkait :

Process Flow Diagram Of Palm Oil Mill

Penjelasan Umum “TAKUMA” Boiler

 

Perawatan (Maintenance) Boiler

Perawatan yang baik pada boiler dapat menjamin umur teknis dan umur ekonomis yang relatif panjang. Dibawah ini di jelaskan cara-cara perawatan boiler, bila mana dilakukan lebih sering lebih menjamin amannya pengoperasian boiler  tersebut.

Setiap 1 s/d 2 minggu :

–          Memeriksa dan membersihkan strainer (saringan), air maupun steam.

–          Memerika dan membersihkan pipa dan dinding batu api dari semua abu dan kerak pembakaran yang melekat di dinding.

–          Memeriksa rotor (impeller) blower  terutama impeller blower ID Fan atas kemungkinan abu yang melekat.

Setiap 1 s/d 3 bulan.

–          Memeriksa dan membersihkan bagian luar dan dalam boiler.

–          Membersihkan bagian dalam semua water tube (pipa) dan semua header serta drum dari scale (kerak).

–          Memeriksa roster dan menggantinya jika ada yang patah/rusak

–          Membersihkan semuam abu dari dalam chimney.

Diatas 1 tahun :

–          Periksa dan perawatan pada casing (dinding)

–          Periksa dan perawatan pada gas duct dan dust collector.

–          Periksa dan perawatan pada collector, peralatan dan instrument.

–          Periksa dan perawatan pada kerangan, cock dan piping.

Setiap 2 tahun :

Setiap 2 tahun di lakukan pemeriksaan berkala yang disaksikan oleh depnaker setempat.

 

Artikel Terkait :

Penjelasan Umum “TAKUMA” Boiler

Persiapan Pengoperasian Boiler Baru

Stop Operasi Boiler

 

Pemisahan dengan cara Centrifuge

Pendahuluan

  • Minyak dan Sludge yang diperoleh dari hasil pemisahan dengan cara pengendapan kemudian dialirkan kedalam masing-masing tanki untuk diproses lebih lanjut.

    Sludge Centrifuge

    Sludge Centrifuge

  • Seperti yang telah dijelaskan terdahulu bahwa didalam minyak hasil pemisahan ini masih mengandung unsur-unsur :
  1. Air                    :  ±  0,75%
  2. Zat padat       :  ±  0,25%
  • Minyak dengan kandungan  tersebut diatas masih belum memenuhi standard mutu jual, sehingga harus diproses lebih lanjut untuk menurunkan kadar air dan zat padat yang terkandung didalamnya (proses penjernihan).
  • Proses lanjutan (penjernihan) ini sebenarnya masih dapat dilakukan dengan cara pemanasan dan pengendapan tetapi akan memakan waktu yang lebih lama dan dengan segala resikonya antara lain :
  1. Perlu adanya penambahan tanki-tanki.
  2. Sebagai akibat pemansan yang berlebihan untuk waktu yang lama, maka bilangan peroxida didalam minyak akan meningkat akibat oxidasi. Hal ini sangat tidak diinginkan karena akan menurunkan harga jual minyak sawit.
  • Dengan penjelasan tersebut diatas dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa penggunaan Centrifuge adalah lebih sesuai, karena waktu pemisahan yang lebih cepat/singkat dan dengan tingkat oxidasi yang jauh lebih kecil.

Tujuan Penggunaan Centrifuge

Centrifuge adalah mesin berputaran sangat tinggi yang digunakan untuk memisahkan cairan-cairan yang tidak saling bersenyawa (tidak saling melarutkan), mempunyai BJ yang berbeda dan sekaligus juga benda padat yang terkandung didalamnya. Dengan kata lain Centrifuge dapat digunakan dalam berbagai proses untuk pemisahan cairan-cairan atau antara cairan dengan bahan padat yang terkandung didalam.

Dengan bantuan gaya Centrifugal, komponen-komponen yang akan dipisahkan dipengaruhi oleh kekuatan yang ribuan kali lebih besar dari gaya gravitasi bumi, sehingga pemisahan minyak, air dan zat padat yang terkandung akan jauh lebih cepat didalam sebuah Bowl yang berputar.

Apa yang dikehendaki dari suatu Centrifuge dalam applikasinya di pabrik kelapa sawit adalah untuk melakukan tugas-tugas sebagai berikut :

1. Untuk membersihkan minyak (top oil) yang dihasilkan dari proses pemisahan pada clarifier tank sebelum diproses (dikeringkan) di Vacuum dryer. Jenis centrifuge yang digunakan untuk aplikasi ini adalah Oil Purifier, yaitu yang bertugas untuk memisahkan minyak dari air dan kotoran-kotoran ringan yang masih terkandung didalamnya.

2. Untuk mengambil kembali minyak yang masih terikut dengan sludge (lumpur) yang berasal dari clarifier tank.

Jenis centrifuge yang digunakan untuk aplikasi ini adalah Nozzle Separator atau Decanter atau kombinasi dari kedua nya.

Perbedaan jenis centrifuge tersebut diatas adalah disebabkan adanya perbedaan komposisi dari masing-masing produk yang akan diolah yaitu sebagai berikut :

  • Minyak dari Top Oil Tank terdiri dari :
  1. Air                    :  ± 0,75%
  2. Minyak           :  ± 99%
  3. Zat Padat       :  ± 0,25%
  • Sludge (lumpur) Clarifier Tank terdiri dari :
  1. Air                    :  ± 75%
  2. Minyak           :  ± 15%
  3. Zat Padat       :  ± 10%

Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa komposisi masing-masing produk sangatlah berbeda walaupun produk-produk tersebut terdiri dari komponen yang sama, yaitu : minyak, air dan zat padat yang terkandung didalamnya, namun pengolahan dari ketiga produk tersebut haruslah menggunakan jenis Centrifuge yang berbeda agar dapat diperoleh hasil yang optimal.

Gaya Centrifugal

Dengan bantuan gaya centrifugal, komponen-komponen yang akan dipisahkan dipengaruhi oleh kekuatan yang ribuan kali lebih besar dari gaya gravitasi bumi, sehingga pemisahan minyak, air dan zat padat yang terkandung didalamnya akan jauh lebih cepat didalam sebuah bowl yang berputar.

Untuk jelasnya, dibawah ini diberikan suatu dasar perhitungan untuk mendapatkan gambaran dari perbedaan pemisahan dengan gaya gravitasi (alamiah) dan pemisahan dengan bantuan gaya centrifugal yang terjadi didalam suatu bowl yang berputar yaitu sebagai berikut :

Apabila Percepatan Radial (a) dalam Separator adalah :

=V2/R………………………….           (1)

dan Kecepatan Radial (V)

V = (n/60)  x  2  π  R ………………(2)

dimana :

n =  jumlah putaran permenit (RPM)

R = Jari-jari (Radial distance)

maka subsitusi persamaan (2) ke (1) merupakan percepatan radial adalah :

= (n2  x  4 π2  R2)/(3600  x R)

= (n2  x  π2  R)/900  ………………………(3)

Percepatan Gravitasi adalah :

=  981 cm/sec2 ……………………….(4)

Maka apabila persamaan dibagi dengan persamaan 4 akan didapat berapa kali percepatan pemisahan Centrifugal terhadap percepatan gravitasi, atau menurut rumus :

= (n2  x  π2  R)/(900 x 981) …………………(5)

Contoh :

Suatu Separator dengan jari-jari Bowl (R) = 40 cm, pada putaran (n) = 3000 RPM, maka percepatan memisah bila di bandingkan dengan percepatan gravitasi (menurut persamaan 5) adalah sebesar :

= (n2  x  π2  R)/(900  x  981)

= ((3000)2  x  (3,14)2  x  40)/(900  x  981)

= 4020 kali ≈ 4000 kali percepatan gravitasi

Pada pemakaian Separator dapat disimpulkan bahwa partikel minyak yang berputar dalam mesin centrifugal, dengan jari-jari Bowl ® 40 cm dari sumbu putar pada 3000 RPM (n) gaya pemisahannya 4000 kali lebih besar dari pemisahan dengan cara gravitasi, misalnya pada Static Clarifier.

Untuk mengetahui hubungan berapa kali percepatan gravitasi terhadap jari-jari Bowl (R) dan putaran Sludge Separator (n) dapat dilihat pada tabel-1

Jari – jari (R) dalam Cm

N = RPM

10

20

30

40

50

800

1.000

1.200

1.400

1.600

1.800

2.000

2.500

3.000

71

111

160

218

285

360

444

694

1.000

142

222

320

436

570

720

888

1.388

2.000

213

333

480

654

755

1.080

1.332

2.082

3.000

284

444

640

872

1.140

1.440

1.776

2.776

4.000

355

555

800

1.090

1.425

1.800

2.220

3.470

5.000

Tabel-1 : Hubungan percepatan gravitasi terhadap jari-jari Bowl dengan putaran sludge Separator (n)

Sebelum diolah oleh mesin Nozzle Separator hal yang perlu diperhatikan :

  • Sludge harus bertemperatur tinggi (minimal 95º) agar viskositas minyak rendah dan mudah untuk dipisahkan.
  • Sludge tersebut harus melalui Ritary Brush Strainer dan Sand Cyclone. Tujuan digunakan Rotary Brush Strainer untuk menyaring fibre beserta kotoran, hal ini akan memperkecil viskositas, sedangkan Sand Cyclone untuk membebaskan pasir agar Nozzle tidak cepat aus dan tidak cepat sumbat.

Maka untuk memperoleh gambaran penggunaan Brush Strainer dalam memperkecil viscositas dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel-2 : Viskositas sebelum dan sesudah Brush Strainer pada temperatur yang konstan (80º).

Nomor Sample

Apparent viscositas centipoise

Sludge sebelum Brush Strainer

Sludge setelah Brush Strainer

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

142,0

89,6

73,4

48,1

39,4

26,6

22,1

15,2

12,9

10,4

76,8

50,5

42,3

30,0

25,3

17,6

14,7

10,5

9,2

7,6