Pemurnian (Clarification)

Tujuan Utama

Di Pabrik Minyak Sawit, Minyak kasar yang diperoleh dari pengempaan, dibersihkan dari kotoran yang terutama berasal dari daging buah berupa bahan padat dan air.

Maksud dari pada pembersihan/pemurnian Minyak kasar adalah untuk memurnikan Minyak tersebut agar diperoleh mutu sebaik mungkin dan dapat dipasarkan dengan harga yang layak.

Untuk dapat memahami dengan baik tujuan dan hakekat dari pada pemurnian Minyak kasar, maka perlu dipelajari sifat-sifat “fisika-kimiawi” dari Minyak kasar tersebut.

Minyak kasar sebagai hasil pengempaan dapat diperinci sebagai berikut :

a.    Campuran Minyak dan Air

Campuran yang unsurnya (Air dan Minyak) terbagi tidak terlalu halus sehingga dengan cepat dan mudah kedua unsur itu dapat dipisah-pisahkan sesamanya.

Minyak yang sedemikian berasal dari :

  • Bejana pengaduk yang dipanaskan (Digester) yaitu minyak yang keluar sebelum proses pengempaan (Press).
  • Minyak yang keluar dari hasil pengempaan tahap awal dimana tekanan masih rendah.

Minyak dalam campuran ini disebut Minyak bebas karena boleh dikatakan tak mempunyai affinitas apapun dengan air yang mengelilinginya dan yang tercampur dengannya.

Minyak jenis ini bila dibiarkan akan segera memisah ditas lapisan air yang mengendap.

b.   Campuran homogen antara Butir Air dan Minyak

Campuran homogen antara Butir air dan minyak yang terbagi sangat halus. Dalam hal demikian kedua unsur merupakan emulsie yang sangat stabil.

Campuran semacam ini terutama berasal dari tahap terakhir pengempaan yaitu sisa-sisa zat cair dalam ampas yang ditekan dan dipaksakan mencari jalan keluar melalui celah-celah kecil dari dalam ampas pengempaan, sehingga terpecah/terurai menjadi butir-butir molekul dan minyak seakan-akan terhomogenisir didalam lingkungan air.

c.   Emulsi Air/Minyak

 Emulsi semacam ini boleh dikatakan tidak berarti didalam pemurnian minyak di Pabrik Minyak Sawit asalkan dapat dijamin viscositas yang layak (pada suhu 80ºC – 100ºC).

d.    Emulsie Minyak/Air

Jika de-integrasi minyak didalam air sedemikian jauhnya sehingga terjadi homogenisasi maka diperoleh suatu emulsi yang stabil, walaupun diketahui juga bahwa tanpa de-integrasi minyak dalam air yang intensif, akan dapat juga terbentuk emulsie yang stabil berkat adanya emulgator yang aktif.

Asam lemak, zat lendir dan serat halus  serta sisa-sisa sel merupakan emulgator ataupun stabilisator sehingga dapat terjadi emulsie yang hidup dan yang tak hidup.

Minyak kasar yang berasal dari pengempaan terdiri dari butir-butir minyak berbagai ukuran didalam lingkungan air. Air yang dimaksud bukan air murni dalam arti physis, tetapi Phase Disperse dari emulsie.

  • Butir-butir minyak itu menunjukkan gerak kepermukaan. Apabila medium pemisah antara butir-butir itu hilang, maka akan terjadi penggabungan butir kecil menjadi butir-butir yang lebih besar dan dengan demikian gerak kepermukaanpun menjadi dipercepat.
  • Gerak keatas dan penggabungan butir menjadi butir-butir besar adalah gerak kearah keseimbangan sehingga akhirnya terjadi lapisan minyak disebelah atas dan lapisan air bawahnya.
  • Mula-mula pemisahan kedua lapisan itu tidak jelas (kabur) ; butir-butir kecil air didalam lapisan minyak dan butir-butir kecil minyak dalam lingkungan air. Butir-butir air akan dapat mengendap masuk kedalam lingkungan air jika lapisan minyak cukup encer (BJ Air > BJ Minyak).
  • Butir-butir halus minyak lambat sekali bergerak keatas dan sebagian akan tetap berbentuk butir-butir yang halus sekali dan melayang didalam ligkungan air.
  • Emulgator-emulgator dengan muatan listriknya mencegah ataupun memperlambat penggabungan butir-butir halus minyak itu.
  • Butir-butir halus yang bermuatan listrik itu adalah merupakan emulsie yang hidup.
  • Emulsie yang tak hidup diakibatkan oleh gejala absorbsi yang timbul disebabkan adanya zat-zat organik seperti misalnya : sisa sel dan serat-serat halus yang berasal dari daging buah.
  • Dengan pengolahan pendahuluan (Sterilisasi) yang baik maka pengaruh zat-zat lendir dan lilin dari dalam daging buah dapat diperkecil.

Namun demikian tidak boleh diabaikan pengaruhnya sebagai emulgator dan terutama sebagai stabilisator jika zat-zat itu terdapat dalam fat pit meskipun dalam persentase yang rendah, karena mempersukar pemisahan minyak dari dalam fat pit.

Cara-cara untuk memperoleh & memisahkan minyak dari minyak kasar

Ada berbagai cara yang lazim dilakukan dalam pemurnian minyak kasar di pabrik minyak kelapa sawit yaitu :

  • Cara dengan pengendapan (Settling)                                                                                                                                                                           Pemisahan minyak dari minyak kasar terjadi/berlangsung karena pengendapan bagian yang berat (sludge + air) dan minyak yang terpisah berada dilapisan atas.
  • Cara dengan pemusingan (Centrifugal)                                                                                                                                                                        Dengan cara ini waktu pemisahan yang diperlukan menjadi lebih singkat karena bantuan tenaga centrifugal.
  • Cara dengan pengaruh biologis                                                                                                                                                                                              Cara ini adalah merupakan kelanjutan dari kedua cara tersebut diatas dan dilakukan pada proses pemisahan di fat pit atau Sludge Oil Recovery System.

Pada umumnya cara-cara tersebut diatas dilakukan secara tergabung ; baik gabungan dari ketiganya maupun dua dari ketiga cara.

 

Artikel Terkait :

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: