Pengempaan (Pressing)

Tujuan Utama

Tujuan utama dari proses pengempaan (Pressing) adalah mengeluarkan Minyak dari bubur buah yang telah diaduk. Secara umum pengambilan minyak nabati dari sumbunya disebut “ekstraksi minyak atau lemak.”

Pekerjaan ekstraksi minyak dapat dilakukan dengan cara :

  1. Ekstraksi Minyak (lemak) secara mekanis.
  2. Ekstraksi Minyak (lemak) secara Fisis.
  3. Ekstraksi Minyak (lemak) secara Mekanis dan fisis.
  4. Ekstraksi Minyak (lemak) secara Biologis.

Pada umumnya ekstraksi Minyak Kelapa Sawit dilakukan secara Mekanis yaitu dengan pengepressan atau pengempaan.

Dengan pengepressan atau pengempaan minyak yang ada pada bubur Buah Kelapa Sawit akan dibebaskan dari bubur buah dan terpisah dari serat dan biji Sawit.

Jenis alat kempa yang dikenal, yaitu :

  1. Kempa Hydraulik (Hydraulic Press)
  2. Kempa Ulir (Screw Press).

Kempa Ulir (Screw Press) dalam penggunaannya lebih menguntungkan dibandingkan dengan kempa Hydraulik (Hydraulic Press).

Keuntungan-keuntungan yang diperoleh antara lain :

  1. Bekerja secara kontinyu.
  2. Kapasitas Olahnya tinggi.
  3. Efisiensi pengempaan lebih tinggi (kehilangan Minyak kecil).
  4. Pemakaian tenaga (Operator) yang sedikit.

“Kelemahan Screw Press terutama adalah karena tingginya persentase biji yang pecah & kadang-kadang sulit untuk dimonitor secara visual”.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Pengempaan (Pressing) :

  1. Suhu air panas harus mencapai 90ºC.
  2.  Tekanan Press harus diatur sedemiian rupa agar kerugian minyak didalam ampas cukup rendah sedangkan sebaliknya biji-biji yang pecah atau hancur harus juga rendah.
  3.  Setiap Press harus distop dari pemakaian untuk direkondisi (Rebuilt) Screwnya setelah berjalan ± 500 jam.

Screw yang sudah aus melebihi 5 s/d 6 mm akan menyebabkan tingginya percentage biji pecah dan disamping itu akan juga mempercepat kerusakan Saringan Press (Press Cage).

Artikel Terkait :

Pemurnian (Clarification)

Process Flow Diagram Of Palm Oil Mill

 

2 Tanggapan

  1. Mengapa Setiap Press harus distop dari pemakaian untuk direkondisi (Rebuilt) Screwnya setelah berjalan ± 500 jam.Sementara Life Time shaft screw press dan Worm Screw ± 1200 jam. Bagaimana cara untuk memperpanjang Life Time dari shaft screw press dan Worm Screw agar biaya pemeliharaan relatif rendah. saya punya solusinya itu pun kalau Bapak mau menerimanya yaitu 􀂙 Melakukan penambahan Bearing pada Worm Lenthening.
    Atas dasar keterbatasan Spare part kami dari PKS Sei Silau mencoba untuk sedikit melakukan modifikasi bentuk dari Press tersebut dari awalnya dimana Worm Lenthening tidak ikut berputar dan di rubah menjadi ikut berputar sesuai dengan putaran shaft Press dimana Worm Lenthening diikat dengan Tierood dan Tierood diikat pada Shaft Press.
    Dari hasil percobaan tersebut ternyata kami dapat memperpanjang waktu ( life time ) dari Shaft dan Worm Screw Press.

    • saran yang cukup konstruktif bagi kami pak. kami juga sedang mencoba membuat worm screw dengan life time yang lebih panjang dan sedang di uji cobakan di astra agro lestari group

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: