PENGOPERASIAN GENSET 2 X 400 kW dan 1 x 200 kW CUMMIN

Genset CUMMIN

Genset CUMMIN

1. Cek engine system : Fuel, oil, coolent, electrical system (batteray, air accu 6 bulan, alternator 25 V, kode trauble). Mechanical ( belt, air cleaner, kebocoran).

2. System operation.

2.1. Local Start.

  • Tekan tombol manual.
  • Tekan tombol start. (engine idle sampai temperatur 38 oC.).

2.2. Local close breaker.

  • Naikkan knife switch untuk memasukkan netral panel
  • Tekan tombol close untuk masuk breaker.
  • Tekan tombol open untuk melepas breaker.

3. Local synchrone.

  • Lakukan operasi (2a).
  • Pilih menu pararel.
  • Plih synchrone check pada nilai derajat terkecil.
  • Lakukan local close breaker (2b).

4. Remote operation.

CUMMIN Operation Module

CUMMIN Operation Module

  • Tekan tombol auto pada display Genset.
  • Tekan tombol start engine pada MSB (tekan sampai frekuaensi normal 50 Hz)
  • Tekan tombol stop engine untuk mematikan Genset.
  • Tekan tombol close breaker pada MSB untuk memasukkan power.
  • Tekan tombol open breaker pada MSB untuk memutuskan power.

5. Remote synchrone.

  • Lakukan operasi (4a).
  • Pilih nomer pada selector switch pada panel synchrone sesuai dengan Genset yang akan di masukkan.
  • Putar key switch pada panel MSB Genset yang mau di synchrone
  • Pilih nilai derajat terkecil pada synchronoscope meter dan lampu synchrone padam.
  • Tombol close breaker pada genset yang akan di synchrone.

6. System pembebanan / load system.

Cummin load share module

Cummin load share module

  • Load share system yaitu melakukan pararel 2 (dua) genset 400 kW untuk genset no. 2 dan no. 3. System ini bersifat membagi beban secara merata.
  • Base load system yaitu melakukan pararel 2 genset atau lebih no. 1, 2, 3 dan turbine. System ini bersifat membagi beban sesuai kebutuhan.
  • Load share hanya berlaku untuk genset no. 2 dan no. 3. Namun jika genset no. 1 atau turbine sudah masuk di main bus semua menjadi hubungan system base load.
Main Switchboard

Main Switchboard

7. Pengaturan beban/ base load.

  • Kondisi genset 1 200 kw atau turbine running (on bus), Point 2, 3, 4 telah dilakukan.
  • Kondisikan potensio 0 – 5 Vdc untuk pengambilan beban (0 berarti 0% load, 5 berarti max load)
  • Operator harus bisa membaca beban yang akan di ambil, jika beban total hanya 200 kW jangan posisikan di 5 Vdc karena akan terjadi reverse power.
  • Pengaturan kVAR. Adalah pengaturan cos Q/ ampere sesuai dengan kebutuhan, berlaku untuk base load dan bersifat konstan. Contoh : saat pembebanan cos Q dengan menggunakan potensio kVAR kita posisikan 0,8 leaging (induktif), seterusnya genset akan mempertahankannya 0,8. Selebihnya akan di berikan pada genset no. 1 atau turbine dan capasitor bank.

2 Tanggapan

  1. Bagaimana cara mengetahui konsumsi bbm PL 500?

    Dikirim dari smartphone Sony Xperia™

    • pada module operation Genset ada display yang bisa di pilih menunya. pilih genset data, di situ ada informasi alternator dan engine termasuk fuel consumption. informasi yang ada bersifat komulatif jadi harus di kurangi sendiri konsumsi terakhir sebelum start dan konsumsi saat stop (liat gambar display module operation).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: