Pengujian Unit Pengaman OCR/EFR Type SPAJ 140c ABB Menggunakan Relay Test Unit SVERKER 750 dengan Injection Current

Pendahuluan

Proteksi didalam sistem tenaga listrik adalah untuk mengamankan peralatan/sistem sehingga kerugian akibat gangguan dapat dihindari atau dikurangi menjadi sekecil mungkin dengan cara:

a) Mendeteksi adanya gangguan atau keadaan abnormal lainnya yang dapat membahayakan peralatan atau sistem.

b) Melepaskan (memisahkan) bagian sistem yang terganggu atau yang mengalami keadaan abnormal lainnya secepat mungkin sehingga kerusakan instalasi yang terganggu yang dilalui arus gangguan dapat dihindari atau dibatasi seminimum mungkin dan bagian sistem lainnya tetap dapat beroperasi.

ACB 2500A FUJI

Gambar 1. ACB 2500A Fuji (covered open)

Proteksi terdiri dari perangkat peralatan yang merupakan sistem yang terdiri dari komponen komponen berikut :

a) Relay utama dan Relay Bantu (auxiliary relay)

b) CT dan VT

c) Pemutus Tenaga (ACB/MCCB)

d) Power supply AC dan atau DC

e) Rangkaian control

Jika salah satu komponen dari perangkat proteksi tidak bekerja sebagaimana mestinya, maka proteksi tersebut akan gagal bekerja.

Peralatan pengaman yang terpasang pada Mainswitch Board (MSB) adalah :

  1. Over Under Voltage Relay (OUVR)
  2. Reverse Power Relay (RPR)
  3. Over Current Relay (OCR)
  4. Earth Fault Relay (EFR)

SPAJ 140c Merk ABB adalah peralatan pengaman yang menggabungkan Fungsi Over Current Relay (OCR) dan fungsi Earth Fault Relay (EFR). OCR tujuannya memproteksi pada beban lebih dan hubung singkat, sedangkan untuk EFR memproteksi arus bocor ke tanah.

SPAJ 140C

Gambar 2. Unit SPAJ 140C ABB

Maksud dan Tujuan

Kalibrasi Protection Relay biasanya dilakukan secara berkala misalnya setiap 2 tahun sekali (atau disesuaikan dengan Standard yg berlaku) dengan maksud dan tujuan sebagai berikut :

a) Memastikan Relay tersebut bekerja saat terjadinya gangguan.

b) Waktu dan Nilai Setting untuk Trip sesuai yang diinginkan.

c) Mengecek Karekteristik Relay

d) Memastikan semua rangkaian & peralatan control terhubung dan bekerja dengan baik.

 

Alat dan Bahan

Untuk Test dan Kalibrasi Relay diperlukan alat-alat sebagai berikut :

a) Relay Test Unit (SVERKER 750)

sverker 750

 Gambar 3. Relay Test Unit SVERKER 750

b) Insulation Resistance Tester (Megger Tester)

c) Test Pen, Multi Tester & Tang Amper.

d) Tang, Kunci Pas & Obeng (+/-)

e) Control Cable (Cable Set)

f) Stabilizer 1000 VA.

 

Pelaksanaan

Persiapan sebelum melakukan pengetesan relay dan kalibrasi, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :

a) Pastikan Alat-alat Test sudah lengkap dan dapat dioperasikan.

b) Switch off Power yang masuk ke Panel yang akan dikalibrasi.

c) Grounding-kan Main Busbar untuk membuang arus yang tersimpan pada Capacitor Bank.

d) Pastikan Main Busbar sudah tidak berarus listrik dengan cara mengukur dengan Voltmeter/Test Pen.

e) Lepaskan kabel dari CT pada terminal Relay dan ujung ujung kabel di short untuk menghindari kerusakan CT.

f) Selanjutnya ikuti prosedur kalibrasi pada Item

 

Pelaksanaan kalibrasi

Kalibrasi yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan metode Secondary Injection. Metode ini dilakukan dengan menyalurkan Arus (Ampere) atau inject langsung pada unit SPAJ untuk signal on operation of the overcurrent unit dan signal on operation of the eart-fault unit. Sedang besarnya Arus yang diinject harus disesuaikan dengan hasil perhitungan.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari                :   …………….

Tanggal          :   …………….

Jam                 :   08.00 – 16.00

Tempat          :

1. Workshop Fabricator Panel

2. di Site Project

 

Kalibrasi Over Current Relay (OCR) & Earth Fault Relay (EFR) Unit SPAJ 140C ABB.

Langkah-langkah pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

a) Catat spesifikasi yang tercantum pada name plate machineries yang akan diprotect misalnya untuk Generator (kW, Rating Ampere) dan ratio CT yang dihubungkan pada OCR

b) Dari data yang didapat hitung nilai kalibrasi yang akan di-inject ke OCR

c) Pastikan bahwa input OCR dari Current Transformer (CT) sudah dilepas (open) dari hubungan ketiga phasenya (R, S dan T) dan diberikan label/tanda untuk memudahkan re-connection. Untuk keamanan dari CT, kabel dari terminal CT dihubung-singkatkan.

d) Check auxiliary contact dan coil OCR tersebut terhadap adanya kerusakan. Untuk memastikannya, ukur dengan menggunakan Ohm Meter untuk mengecek apakah auxiliary contact dan coil OCR berfungsi dengan baik.

e) Jika dalam pelaksanaan kalibrasi mengalami kesulitan karena posisi relay yang sulit dijangkau maka unit OCR bisa dilepas terlebih dahulu setelah itu baru dikalibrasi.

wiring SPAJ 140C

Gambar 4. Conection diagram for the combined OCR and EFR type SPAJ 140C ABB

 

Nilai Setting Kalibrasi

Nilai Kalibrasi yang dikehendaki untuk Relay Proteksi ditentukan berdasarkan kapasitas mesin yang diproteksi, misalnya berapa % mesin itu dapat beroperasi terus menerus tanpa trip dan akan trip jika arus yang mengalir pada mesin tersebut melebihi nilai setting

 

pengujian SPAJ

Gambar 5. Pengujian SPAJ 140c dengan Relay Test Unit (INJECT CURRENT)

 

Pencatatan dan Pengesahan Hasil Kalibrasi

Kalibrasi yang telah dilakukan dicatat dalam Format disediakan dan dilaporkan hasilnya.

 

Lampiran

  1. Nilai setting kalibrasi
  2. Hasil kalibrasi

 

calibration report

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: