Pabrik Minyak Kelapa Sawit (Palm Oil Mill)

Adalah pabrik yang mengolah tandan buah segar (Fresh Fruit Bunch) menjadi Minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).

Palm Oil Mill

Palm Oil Mill

Selain memproduksi CPO, pabrik ini juga menghasilkan biji kelapa berupa inti (Kernel) untuk di proses menjadi minyak kernel (Palm Kernel Oil) pada pabrik pengolahan yang berbeda (Kernel Crushing Plant).   Produk jadi dari CPO adalah : Mentega, Minyak Goreng, Sabun, Industri Farmasi (Vitamin A), Pelumas (pembuatan lembaran baja), Lilin, dan lain sebagainya. Sedangkan Minyak inti sawit sebagai bahan baku, produk jadinya adalah : Sabun, Minyak Goreng, Kosmetik, dll.

Untuk pabrik dengan kapasitas 30 ton FFB per hour diperlukan minimal 6000 ha kebun. Tanaman kelapa sawit biasanya dipanen setelah berumur + 3 tahun, buah dengan umur pohon dibawah 3 tahun unsur minyaknya sedikit dan biasanya disebut buah pasir. Pohon sawit diremajakan (regenerasi) biasanya umur + 25 tahun.

Effluent Ponds

Effluent Ponds

Pabrik kelapa sawit adalah primadona investasi di indonesia dan nilai eksportnya terbesar di dunia menggeser malaysia. Disamping iklim katulistiwa yang mendukung, lahan yang tersedia juga cukup luas. Teknologi pengolahannya tergolong cukup sederhana dan hampir tidak ada limbah yang terbuang. Sisa hasil Threser berupa janjangan kosong dapat dimanfaatkan utnuk pupuk kompos sebagai penyubur tanaman di perkebunan. sisa pengolahan Pressing dan Kernel Station berupa Fiber dan Shell digunakan sebagai bahan bakar pembangkit tenaga uap pada Boiler, sedangkan limbah cair dari perebusan dan clarifikasi juga bisa dimanfaatkan untuk land Aplication.

Proses-prose utama pengolahan Pabrik Kelapa Sawit adalah :

  1. Penerimaan Buah (Fruit Reception Station)
  2. Perebusan dan Sterilisasi (Sterilizer Station)
  3. Pemisahan dan Penebah (Thresher Station)
  4. Pengadukan dan pemerasan (Pressing Station)
  5. Pemurnian Minyak (Clarification Station)
  6. Pemisahan inti (Kernel Station)

Sedangkan untuk proses pendukung jalannya Pabrik adalah :

  1. Penyediaan dan penjernian air (Water Treatment Plant)
  2. Pemurnian air (Demineralization Plant)
  3. Pembangkit tenaga uap (Boiler Station)
  4. Pembangkit tenaga listrik (Power Station)
  5. Pengolahan air limbah (Effluent Treatment Plant)

 

Artikel Terkait :

Process Flow Diagram Of Palm Oil Mill

Penjelasan Umum “TAKUMA” Boiler

 

Pemisahan Minyak dengan cara Pengendapan (Settling)

Proses pemurnian minyak dilakukan dengan tiga cara yaitu :

–          Cara dengan pengendapan (Settling)

–          Cara dengan pemusingan (Centrifuge)

–          Cara dengan pengaruh biologis.

Penjelasan  dibawah ini akan memberikan gambaran mengenai penggabungan dimaksud serta keterkaitan antara satu proses dengan proses yang menyusul berikutnya.

Continuous Settling Tank

Continuous Settling Tank

 

Proses pendahuluan

Minyak kasar yang diperoleh dari hasil pengempaan (Press) dialirkan ke Saringan Getar (Vibrating Screen) untuk disaring, agar kotoran kasar berupa serabut-serabut dan cangkang yang lolos dari Saringan Press (Press Cage) dapat dipisahkan. Minyak kasar yang telah disaring selanjutnya dimasukkan kedalam suatu bak penampung (Crude Oil Tank), sedangkan kotoran yang berupa Serabut dan Cangkang dikembalikan ke Fruit Elevator untuk di proses ulang (Re-Cycle ke Digester/Press).

Minyak kasar atau Crude Oil yang telah terkumpul didalam Crude Oil Tank kemudian dinaikkan temperaturnya hingga mencapai 95 s/d 100ºC untuk selanjutnya dipompakan ke Tanki Pengendap (Static Clarifier Tank).

Menaikkan temperatur Minyak kasar adalah sangat penting artinya ; yaitu untuk memperbesar perbedaan berat jenis (BJ) antara Minyak, air dan Heavy Sludge yang terkandung didalam minyak kasar tersebut agar pada proses pengendapan minyak yang berat jenisnya lebih ringan akan mudah memisahkan diri dan naik kepermukaan.

Jika Minyak kasar dari pengempaan dibiarkan sementara waktu, maka akan terbentuk lapisan minyak dipermukaan yang semakin lama semakin tebal.

Untuk mendapatkan pengertian yang lebih jauh terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengendapan, maka akan diteliti apakah yang akan terjadi seandaninya cairan yang diendapkan terdiri hanya dari dua unsur yang tidak dapat bercampur (dalam hal ini Air dan Minyak) karena berat jenis yang berbeda-beda sedangkan zat yang terdispersi (Minyak) didalam zat dispersis (Air) berbentuk butir-butir kecil dari berbagai garis menengah.

Diumpamakan bahwa butiran-butiran minyak berbentuk bola. Butiran tersebut apabila dialirkan dalam suatu Tabung berisi media dengan berat jenis yang lebih besar akan mendapat gaya dorong keatas.

Butiran-butiran minyak yang dianggap berbentuk bola mempunyai volume sebagai berikut :

Volume      =    (4/3)    x  phi.  R3            =  1/6 . phi.  d3

Dimana     :  R = jari-jari bola minyak

d = diameter bola minyak

phi = 3.14

Apabila :    – Berat jenis (BJ) dari zat yang terdispersi (Minyak)  =    Y1

– Berat jenis (BJ) dari zat dispersie (Air) ………….    =    Y2

– Garis tengah butir (Minyak) ……………………….  =    d

Maka butir-butir zat yang terdispersi akan bergerak kearah permukaan oleh gaya sebesar :

1/6 p  d3  (Y2 – Y1) ………………………………….. (I)

Pada awalnya gerak ini adalah gerak yang dipercepat yang kemudian menjadi gerak yang beraturan. Pengaruh geseran yang dialami butir-butir minyak dalam geraknya didalam zat dispersie (Air) adalah m,engikuti hukum STOKES.

Menurut hukum STOKES daya gerak butir minyak (P) adalah :

3 phi n d.v  ……………………………………………………….    (II)

Dimana :

n (etha)  =       Viscositas Dynamis

V  =       kecepatan beraturan dari geraknya butir.

Dari persamaan (I) dan (II) apabila gerak dari butiran Minyak untuk mencapai kecepatan beraturan adalah sama, maka :

1/6 p d3 (Y2 – Y1) =  3 p h d.v

Kecepatan beraturan (v) adalah :

= ((1/6 . phi . d3)/(3 . phi . n . d)) x (Y2 – Y1)

= ((d2)/(18n)) x (Y2 – Y1)       ……………………………   (III)

Jalan pemikiran tersebut diatas tidak seluruhnya tepat, meskipun cukup cermat untuk keperluan kita, karena jarak yang telah ditempuh oleh butir minyak sebelum gerak yang dipercepat berobah menjadi gerak yang beraturan, dapat diabaikan saja karena sangat kecilnya.

Contoh       :

Suatu butir minyak (BJ = 0,9) dengan diameter = 0,04 mm, akan bergerak kepermukaan didalam lingkungan air bersuhu 20ºC yang mempunyai viscositas dynamis 0,01 deci-poise dengan kecepatan,

v = (d2 (Y2 – Y1)) / 18

v = ((0.04mm x 103)2 x (1 – 0.9))/ (18 x 0,01 deci-poise)

v = ((0.04)2 x 106 x 0.1)/(18 x 0,01)

v = 900 micron/dt

v = 900  x  10-4  cm/dt

v = 9  x  10-2  cm/dt

Jika pada suatu pengendapan, dengan tinggi apisan cairan (h) = 4 meter, sedangkan dikehendaki tak ada lagi butir-butir minyak ≥ 0,04 mm yang masih belum terpisahkan, maka diperlukan jangka waktu pengendapan :

h/v = (4 x 102 detik)/ 9.10-2 = (4 x 104)/9 = 4.444,44 detik  =  ± 1,23 jam

Sehingga waktu yang diperlukan untuk pemisahan campuran dari 2 unsur (Air dan minyak) dengan pengendapan adalah tergantung dari :

h =   Tinggi lapisan campuran dalam cm

d =   Des-integrasi dari minyak (diameter minyak)

(Y2-Y1)=  Selisih berat jenis

(etha) =  Viscositas dari air

Tingginya Lapisan Campuran

Dari h/v = waktu pengendapan, nyatalah bahwa semakin besar (h)  =  semakin tinggi lapisan cairan, semakin panjang pula jangka waktu yang diperlukan untuk pengendapan.

Karena diutamakan waktu pengendapan yang sependek mungkin maka harus diusahakan lapisan yang setipis mungkin.

Didalam praktek perpendekan ini dapat dicapai dengan pemisahan sehingga cairan terbagi dalam beberpa lapisan-lapisan dan ini didapat misalnya, pada pengendapan Static Clarifier.

Des-integrasi Dari Minyak

Des-integrasi minyak diartikan bahwa halusnya butir-butir minyak atau semakin halus (kecil) akan semakin panjang jangka waktu pengendapan. Oleh karena itu harus tetap diusahakan supaya butir-butir minyak yang keluar dari pengempaan tidak terpecah dalam butir yang halus.

Didalam prakteknya hal yang demikian tergantung dari cara pengempaan dan tak selalu dapat dicapai.

Hal ini disebabkan :

–          Pengadukan yang berlebihan

–          Pengacauan (didalam talang minyak kasar)

–          Pengempaan pada tekanan tinggi dan lain sebagainya.

Selisih berat jenis dari kedua zat yang akan dipisahkan sesamanya, dapat dikatakan tetap karena juga pada umumnya suhu kedua zat adalah sama.

Agar supaya memperoleh gambaran mengenai jalannya proses pengendapan dari minyak kasar yang dihasilkan oleh pengempaan dan yang mengandung banyak zat padat bukan lemak, kita umpamakan tangki terisi oleh minyak kasar.

Jika minyak kasar kita biarkan maka isi tanki akan mengendap dan akan terbentuklah lapisan sebagai berikut :

a.   Lapisan pertama   :     Yang terutama terdiri dari minyak.

b.   Lapisan kedua       :     Terdiri dari Air dan minyak yang mungkin masih dikandungnya dan berada dalam bentuk yang terhomogenisir atau jika berbentuk emulsie maka minyak ini dengan air merupakan emulsie yang masih hidup.

c.   Lapisan ketiga       :     Pada umumnya terdiri dari emulsieminyak/air yang tak terpecahkan; yang menjadi stabilisator dari emulsie yang tak hidup ini terutama adalah zat-zat padat yang dikandung oleh minyak kasar.

Lapisan Pertama

Minyak dari lapisan ini masih mengandung bintik-bintik air dan zaat pengotor lainnya. Untuk memperoleh minyak murni maka kadar air diturunkan dari ± 0,75% sampai seminimal mungkin (atau berkisar £ 0,10%).

Lapisan Kedua

Jika dinilai dari sifat-sifat emulsi yang dikandungnya kecuali dengan oengendapan, minyak didalam lapisan ini dapat dibebaskan dengan proses kimia, umpamanya dengan pembubuhan Electrolyte yang dapat memecahkan emulsie.

Dengan percobaan kearah ini, ternyata hasil yang dicapai tidak memberikan harapan untuk dilakukan secara besar-besaran karena dari percobaan itu didapat kesan bahwa perobahan yang terjadi karena pembubuhan Electrolyte, disamping memecahkan beberapa emulsie yang telah ada, juga menimbulkan emulsie yang baru.

Oleh sebab itu maka pembebasan minyak dari emulsie lapisan kedua dengan jalan pemanasan atau dengan jalan pemusingan (Centrifuge) adalah tetap lebih sederhana.

Lapisan Ketiga

Lapisan ini mengandung emulsie yang tidak hidup dan zat organik yang padat.

Terbentuknya emulsie sangat dipengaruhi oleh tingkat hubungan secara kimiawi maupun physic antara zat padat itu terhadap zat yang meng-emulgeer (air).

Maka dalam hal ini perhatian yang khusus untuk lapisan ketiga tersebut sangat diperlukan, agar supaya kerugian minyak dapat dibatasi serendah mungkin.

Minyak kasar hasil pengempaan yang akan diendapkan mempunyai komposisi sebagai berikut :

  • Minyak : ± 50%
  • Air : ± 42%
  • Zat Padat : ±   8 %

Proses pengendapan (Settling) dilakukan didalam suatu tanki vertikal yang mempunyai daya tampung berkisar 70 M3.

Tanki ini disebut Static Clarifier (Clarification Tank) yang bekerja secara kontinu, artinya ninyak kasar dari Crude Oil Tank dipompakan ke tanki pengendap ini secara terus menerus dan pengeluaran dari tanki ini juga akan berlangsung secara terus-menerus yaitu berupa :

1. Minyak (Top Oil)

Minyak yang diperoleh dari hasil pengendapan ini mempunyai komposisi sebagai berikut :

  • Minyak                        : ± 99%
  • Air                    : ± 0,75%
  • Zat Padat        : ± 0,25%

Selanjutnya minyak ini dialirkan kedalam tangki penampung minyak (Oil Tank) untuk kemudian akan diproses lebih lanjut  dengan menggunakan oil Purifier dan Vacum Dryer.

Pemisahan yang terjadi adalah didasari “Hukum Bejana Berhubungan”’ dimana akan terjadi selisih ketinggian permukaan antara media ringan (minyak) dan media berat (air dan Sludge).

Karena pemisahan yang akan dilakukan adalah secara kontinue, maka selisih ketinggian dari kedua media tadi harus diatur posisinya agar tujuan/hasil pemisahan yang diperoleh enar-benar sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Untuk mengatur selisih permukaan tersebut diatas, maka rumus sederhana yang biasa digunakan adalah sebagai berikut :

->  Po g x + Ps g y = Ps g  z

g    =    Percepatan gravitasi (» 9,81 m/dt2)

Po  =    Berat jenis minyak (» 0,9 gm/cc)

Ps  =    Berat jenis sludge (» 1,0 gm/cc)

Maka persamaan menjadi :

->  Po x + Ps y = Ps  z ………………………………. (1)

Sehingga persamaan (1) menjadi :

->  0,9x + y = z ………………………………………. (2)

Menurut gambar diatas, terlihat : SH + z  = x + y  dimana :

SH =    Selisih permukaan minyak dan sludge

x    =    Tinggi lapisan minyak

y    =    Tinggi lapisan Sludge

z    =    Tinggi lapisan miniyak dan sludge

->  SH =    x  +  y  –  z………………………………..  (3)

SH =    Ketinggian Sludge Skimmer dibandingkan Oil Skimmer.

Substitusi rumus (2) ke (3)

->  SH =  x  +  y  –  (0,9x  +  y)

=  x  +  y  –  0,9x  –  y

=  x  –  0,9x

=  0,1x

Jadi :

->  x  =  10 SH

Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa selisih ketinggian antara permukan minyak dengan saluran keluar sludge atau tinggi SH adalah 1/10x.

2. Lumpur (Sludge)

Sludge yang diperoleh dari hasil pengendapan ini mempunyai komposisi sebagai berikut :

Minyak :  ±  15%

air           :  ±  75%

Zat padat :  ±  10%

Sludge ini kemudian dialirkan ke tanki Sludge untuk kemudian akan diproses lebih lanjut dengan Nozzle Separator atau Decanter.

Hal-hal yang perlu mendapat perhatian pada proses pemisahan dengan cara pengendapan ini antara lain adalah sebagai berikut :

a.   Untuk mendapatkan suatu hasil pemisahan yang baik, maka tangki Clarifier ini harus diisi secara kontinu dengan volume yang teratur dan dengan temperatur crude oil berkisar 95 s/d 100ºC.

Hindari cara pengisian yang berfluktuasi karena hal ini dapat menimbulkan Turbulensi dan mengacaukan lapisan-lapisan yang sudah terbentuk didalam tanki Clarifier.

b.   Tanki Clarifier dilengkapi dengan pipa pemanas (Heating Coil) yang berfungsi untuk memanaskan Crude Oil sisa pengolahan yang lalu dan hanya perlu dioperasikan paling lama 30 menit sebelum dimulainya pengolahan.

Selam proses berlangsung, pipa pemanas (Heating Coil) yang ada didalam tanki Clarifier tidak boleh dibuka/dioperasikan disebabkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Pemanasan oleh Heating Coil akan menyebabkan air yang terkandung ada didalam Heavy Phase dan berada disekitar Heating Coil menjadi mendidih.
  2. Pada air yang mendidih akan timbul gelembung-gelembung udara yang bergerak keatas untuk kemudian menimbulkan arus (Turbulensi) yang akan mengacaukan proses pemisahan serta pengendapan yang sudah mulai terbentuk.
  3. Setiap pagi sebelum pengolahan dimulai dan sebelum dilakukan pemanasan pendahuluan, maka sebahagian kecil dari isi tanki (± 3 m3) perlu dikeluarkan dan dimasukkan kedalam bak penampung (sludge Drain Tank).

Maksud pengeluaran ini adalah agar kotoran dan pasir yang telah mengendap pada saat tangki dalam keadaan diam (Statis) dapat dikeluarkan.

Pada Sludge Drain Tank ini pasir dan kotoran akan dipisahkan dari minyak yang masih terikut bersamanya ; untuk kemudian minyak yang telah bebas dari pasir dan kotoran tersebut dikembalikan ke Clarifier Tank atau ke Crude Oil Tank.

Lightning Protection and Earthing

All structure in factory area protected against direct and indirect lighting strike in accordance with the latest British Standard Code of

Lightning Protection

Lightning Protection

Practice.

The lighting protector shall be of “Early Streamer Emission” system as made by Indelec of France or equivalent.

Earthing system of the lighting protection shall be separated to the electrical earthing system and shall be below of 5 hours.

Number of such preventor, type and installation shall be as recommended by the manufacture as be proposed to the Engineer for approval.

Earthing

Earthing Grounding

Earthing Grounding

Earthing system shall be provided for turbo alternators, diesel alternators, main switch boards, MCC, and sub distribution boards using 5/8” copper and 1” x 1/8” copper strip. Copper rods to be used as electrodes which driven into the ground and interconnected with copper strips in order to obtain a station earth of below one ohm. For regularly inspection purpose some of test links and inspection pits for every connection between electrodes and earthing conductor shall be provided.

 

Related Post :

Main Switchboard (MSB)

Motor Control Centre (MCC) and Distribution Boards (DB)

Power and Lighting Circuits

Kelistrikan Pabrik Kelapa Sawit (Palm Oil Mill)

 

Power and Lighting Circuits

All lighting and power circuits shall be in accordance wit single line diagram, as approved by Engineers. Any addition or deviations in

Lighting Main Building

Lighting Main Building

size, type or route shall be under permission in writing by Engineer. Power cables and wires shall be in compliance with the following specification:

All cable and wire inside buildings shall be of cooper conductor, PVC seated 600/1.000 volt grade insulation, having cross sectional area not less than 2.5 sq.mm and complying with Standard Industri Indonesia (SII). The cable shall be installed and protected mechanically and electrically as necessary in trenches, in conduits, in trays or in trunking. Number and size of cable in any trunking or conduit shall not exceed that given in the current editions of the IEE regulations of PUIL 1987. Cables shall be installed in such manner that it is possible to withdraw any number from the conduit or trunking without disturbing the remainder. Along all circuit shall be installed with earth continuity conductor with cross suction are as necessary. The protective conductor shall be PVC seated with double colour green and yellow.

All cable installed underground outside buildings shall be of cooper conductor having cross sectional are not less than 2.5 sq.mm. PVC seated to 600/1.000 volt insulation grade and armored. The cable shall be laid in trenches; bedding with fine sand compacted and covered with tiles along the route. The depth of the trench to the cable not less than 600 mm, and 900 mm if crossing any roads. At any turn of the cable routes are at every 50 m distant, shall be installed a concrete cable marker that exposed on the ground.

1. Lighting In the Building

Lighting arrangement in the mill and office buildings should be generally in accordance with the following illumination level specifications:

1. General lighting factory in the mill : 150 Lumen/sq. m

2. On task (instrument & machineries) in the mill: 500 lumen/sq. m.

3. Boiler room and power house: 150 lumen/sq.m. With colour corrected mercury vapour lamp.

4. Office (on task above 1 meter from finish floor level) : 1.000 lumen/sq.m.

5. Workshop: 300 lumen/sq.m.

6. Toilet block, mush olla and others: 300 lumen.sq.m.

2. Lighting Fitting in Office, Toilet Block and Musholla

Fluorescent lighting shall be generally installed in the office and other non industrial buildings. The fitting should be recessed ceiling mounted and equipped with reflector and luminance louver of anodized aluminium as made by Philip, Autholite or Europhane of France.

Lighting fitting for over out buildings should be of ceiling mounted with round or square opal methacry late diffuser, integrated control gear ad fully dust proof.

3. Lighting Fitting in The Mill and Workshop

Lighting mill workshop should be of fluorescent tubes mercury or sodium vapour lamp. The fitting should be of anticorrosive material, vibrating proof integrated control gear and in compliance with protection grade IP 54. Lighting for instrumentation and rotating machineries should be arranged to minimize stroboscopic effect.

4. Street and Fencing Lighting

Street and fencing lighting arrangement should be in accordance with the drawing PPD C 246-1/1. Illumination level on the road and fencing should be as following:

1. Average illumination level along the road not less than 20 lumen/sq.m.

2. Average illumination level along the fencing not less than 5 lumen/sq.m.

3. On unloading ramp not less than 300 lumen/sq.m.

Lighting should be of mercury or sodium vapour lamp as described on the drawing. The housing should be of anticorrosive material, weather proof with grade protection IP 65. Lighting fitting should be fixed on hexagonal, octagonal or circular steel lighting columns in cross section. The wall thickness not less than 5 mm galvanized and painted.

Each column shall be provided with a weather proof door with tamper proof locking device to give access to the base compartment. The same pattern lock shall be us for all columns. Door openings shall be to the minimum size consistent with access to the fused cut-out, cable terminations and control gear where fitted in the base compartment.

 

Related Post :

Main Switchboard (MSB)

Motor Control Centre (MCC) and Distribution Boards (DB)

Lightning Protection and Earthing

 

Motor Control Centre (MCC) and Distribution Boards (DB)

Motor control centre MCC and distribution boards (DB) are constructed to a group together motor starters at convenient locations.

MCC Kernel & Clarification

MCC Kernel & Clarification

At the same time to centralize control of equipment or machinery whose operations are inter-related or inter-dependent.

General arrangements of the MMC/Distribution boards are: Isolator shall be provided at the main incoming side. The switch shall be interlocked with the door of its compartment to prevent the door from being opened when the isolator is switched “On”.

At starters compartment, only the push button, pilot lamp and instruments shall be exposed on the door panel. Circuit breaker, contractors and others shall be installed inside. The door shall be keyed or pad-lockable for safety during maintenance.

For large MCC such kernel station shall be provided with mimic diagram, indicating process flow.

Mimic Kernel Plant

Mimic Kernel Plant

Welding sockets 3 phases, 30 ampere shall be provided on the threshing/pressing station, kernel recovery station and boilers motor control centre.

Electric motor starters shall generally be as follows :

a. Induction motors up to 5 Hp shall Direct On Line (DOL) starting.

b. Above 5.5 Hp shall be star-delta configuration or auto-transformator multi step starter as necessary to a particularly load condition.

Interlocking of the starter shall be provided and the stopping or tripping of a

starter shall result in the tripping of the following in sequence:

1. Fibre/shell (fuel) conveyor.

2. Air lock-fibre cyclone.

3. Depericarter fan.

4. Nut polishing drum.

5. Cake breaker conveyor.

6. Screw press.

 

Related Post :

Main Switchboard (MSB)

Power and Lighting Circuits

Lightning Protection and Earthing

 

Main Switchboard (MSB)

Construction:

The main switch board shall consists of switch gears, neutral switches, protective device instruments, power factor regulator device,

Main Switchboard

Main Switchboard

and synchronizer, mounted in sheet steel, floor mounting cubicles type, electrically and mechanically connected to form a composite switchboard.

The switch board and the component shall be fully protected against tropicalized ad climate condition and shall be dust and splash proof.

Rubber gasket plates shall be provided for mounting equipment and insulating panels between compartments shall be of high quality Bakelite.

The switch board shall be designed to serve two (2) units’ turbo alternator, three (3) units’ diesel genset, out-going panel and blank space to future extension of the mill capacity to 60 tons ffb/hour.

All steel used for the switch board construction shall be thoroughly cleaned of

all rust, oil and grease with dioxide or equal before painting. Painting shall be

two (2) coats of zinc chromate primer followed by two (2) coats of semi gloss

finishing synthetic enamel.

Bus Bar

The bus bar shall be tinned, air insulator and capable of carrying continuous load per phase at 3.600 amperes without exceeding the maximum permissible temperature in an ambient temperature of 47 degree C. The cross section for phases of each bar not less than 2.400 sq. mm, and for the neutral not less than 1.200 sq.mm. The bus bar shall be of unit length, of high conductivity hard drawn copper, rectangular bar. Color coding of the bar shall be in accordance with PUIL 1987.

Switch Gear

Five (5) units’ switch gear for turbo alternator and diesel generating sets shall be installed in the main switch board.

Switch board Gear for turbo alternator shall be of horizontally draw out type, airbreak metal clad cubicle type at suitable rating, isolating plugs and socket with

automatic safety shutters and having provision for pad locking. The rupturing capacity shall be minimum 31 MVA at 380 volts. Test certificate proving this rating from “Lembaga Masalah Ketenagaan” (LMK) PLN or other internationally recognized body shall be submitted to the Engineer. The switch gear shall be triple pole, manually operated single air break trip face integrated isolator.

Switch gear for diesel gensets could be of fixed type, there fore 3P-N Isolator or disconnector shall be installed between the bus bar and the switch gear for isolating during maintenance.

Neutral Switch

For neutral switch purpose, single pole knife switch shall be used. Earthing provision for the neutral shall be done at load side of the switch.

Power Factor Corrector

Power factor corrector computerized system as made by Nokia of Finland or equivalent shall be installed the system shall capable to improve power factor from 0.65 to about 0.95.

The power factor corrector in general comprises of reactive computerized power regulator and capacitor bank. The regulator shall be 12 steps, digital display, manual and automatic operations, fast response, panel mounting with minimum face 144 x 144 mm.

The capacitor bank shall include 8 step of capacitor, expandable to 12 steps; capacitor element shall of self healing and dry materials. Insulation level 3 Kv Rms/15 Kv Crest.

Synchronizer

All the six generating sets can be paralleled to the common bus bar at the main switch board. Each of generating set own synchronizing switch and key, Generally the synchronizer comprise of synchronoscope, double volt meter, double frequency meter synchronizing lamp and fuses, that installed in a particularly swing type panel. The panel shall be positioned that easily in monitoring during synchronizing operation.

Protective Device, Instruments and Others

The main switch board also provided with followings:

Protective devices to protect generating sets from reverse power, earth fault, overload and under voltage conditions. If such condition happens, protective device will actuate the switch gear to trip.

Instruments for reading electrical units such ampere meters, volt meters, frequency meters KWH meter, hour counter, KW meters power factor meter and others as necessary. The instruments shall have a minimum 144 mm x 144 mm face of suitable range and rating.

A panel heater, switch and indicator shall be installed in the base of each cubicle to prevent condensation. The heaters’ power not less than 80 watt.

Main switch boards’ lighting shall be installed in the canopy of board. Lighting system shall be arranged that in power interruption condition, some of lighting continuously lit by the Uninterruptible Power System (UPS) that provided for such conditions.

Out Going Feeder Cubicles

Out going panels shall be mechanically and electrically in one composite with the main switch board. The panels shall be provided with appropriate circuit breakers, ampere meters, volt meters, selector switch etc, to serve the following distribution board and motor control centres in and out of the mills:

01. Effluent treatment plant.

02. Office.

03. Oil storage tank.

04. Fruit reception.

05. Boiler demineraliser plant.

06. Studge recovery.

07. Workshop distribution board.

08. Domestic.

09. Water treatment plant.

10. Boiler no.1

11. Boiler no.2

12. Clarification station.

13. Kernel recovery station.

14. Threshing, pressing and depericarping station.

15. Compound lighting.

16. Lighting.

The circuit breaker shall have height breaking capacity, quick make and brake, thermal and magnetic setting adjustable, on and off trip states shall clearly indicated in different colours. The circuit breakers shall be of Merlin Gerin, Mitsubishi.

Out going to compound lighting shall be controlled manually and automatically by time switch.

 

Related Post :

Motor Control Centre (MCC) and Distribution Boards (DB)

Power and Lighting Circuits

Lightning Protection and Earthing

 

Other Building

1. Canteen

Canteen

Canteen

2. Car Park

Car Park

Car Park

3. Bicycle Sheed

Bicycle Sheed

Bicycle Sheed

Mill Workshop And General Store

  • The size of workshop building would be 18 meters span x 30 meters length x 6.5 meters height.

    Workshop

    Workshop

  • Steel column, Tie beam, Purlin and wind bracing would be designed and adequately sized
  • 1/2 brick walls and rendered on both side and followed by wire mesh walls in workshop area.
  • Provided steel door and glass window
  • Accessories one (1) 3 tons overhead traveling crane in workshop hall.

Central Office And Laboratory

One (1) central office block constructed with :

Central Office

Central Office

  • The size of Central Office & laboratory would be 16 m span x 21 m length x 6.5 m height
  • The foundation, column and ground beam constructed from Concrete mix K 225
  • The ring balk would be constructed from reinforced concrete mix. K 175
  • All wails constructed from 114 mm thick red brick which rendered on both sides.
  • Hard wood timber rafter and struts c/w wood ties and purlin.
  • 0.5 mm thick aluminium zinc roofing sheet.
  • Provided with front carport
  • Provided galvanized iron sheets gutter c/w suitable PVC down pipe.
  • Provided with fixed glass windows.
  • Provided with timber flush door c/w latch & lock.
  • Provided with toilet room c/w urinal, water closed, and wash basin.
  • All floor would be constructed with 50 mm thick concrete floor slab and finished with ceramic tiles.
  • The floor and wall up to 1500 mm height at the toilet, laboratory table room finished with ceramic tiles
  • Provided 6 mm thick plywood ceiling on hard wood.
  • Surrounding of building provided drains and where necessary covered with m. s. grating.

Artikel Terkait :

Mushollah

Mill Workshop And General Store

Guard House

Other Building

 

Toilet Block

One (1) unit sanitary block constructed with :

Toilet Block

Toilet Block

  • Footing foundation would be constructed from reinforced concrete mix. K 225 and reinforced concrete ground beam.
  • The column constructed from reinforced concrete K 175.
  • 114 mm thick red brick constructed for the walls, rendered on both side and at top end wall fitted reinforced concrete ring balk.
  • 0.5 mm thick aluminium zinc sheets used for the roofing supported on hard wood purlins and hard wood struts.
  • Floor constructed from 50 mm thick slab concrete slab and finished with ceramic tiles.
  • Up to door height from floor level the inner walls surfaces finished with ceramic tiles.
  • Fitted with fixed glass louvers with hard wood frame.
  • Provided with timber doors.
  • 6 mm thick plywood ceiling on hard wood
  • Provided with water closets and wash basin.
  • Provided with reinforced concrete septic tank and soak away pit c/w suitable sewerage.
  • Steel column, Tie beam, Purlin and wind bracing would be designed and adequately sized