Tepian Langsat

Terletak di sebelah barat kecamatan bengalon, dengan luasan lebih dari satu (1) juta hectare. Desa Tepian langsat merupakan salah

Tepian Langsat

Tepian Langsat

satu desa yang terluas dikecamatan Bengalon dan menjadi tujuan transmigrasi. Meski merupakan Desa yang berumur cukup tua dikecamatan bengalon ini, tidak membuat Tepian Langsat menjadi salah satu desa yang maju dibanding dengan desa-desa yang lainnya. Perpindahan penduduk dari tepian langsat ke sepaso kurang lebih 15 tahun yang lalu membuat perkembangan ditepian langsat terkesan cukup lamban.

Pola kehidupan yang bergantung dengan hasil alam dan hutan merupakan mata pencaharian utama bagi masyarakat. Bertani, mencari binatang buruan/jerat, sarang burung wallet, madu, bekerja kayu, nyadap aren (membuat gula merah), serta mencari ikan merupakan usaha yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka sehari-hari.

Sejak di bukanya perkebunan kelapa sawit sekitar tahun 2008, bertahap desa ini mulai berkembang. Penduduk yang mengandalkan transportasi sungai kini dapat mengakses Jalan perkebunan untuk pergi ke bengalon maupun kota lainnya. “Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) Tepian Langsat” yang beroperasi sejak Desember 2011 membawa roda perekonomian desa semakin bergerak. Usaha mikro seperti warung kopi, air bersih, toko sembako mulai berdiri di setiap rayon pemukiman perkebunan. Truck pengangkut Tandan Buah Segar Kelapa sawit dan Truck Tangki CPO datang dan pergi menghiasi jalan tepian langsat.

Iklan

Bengalon

Adalah sebuah kecamatan di bawah pemerintahan kabupaten kutai timur, kalimantan timur. Desa-desa dari kecamatan Bengalon

simpang perdau

simpang perdau

adalah : Keraitan · Muara Bengalon · Sekerat · Sepaso · Sepaso Barat · Sepaso Selatan · Sepaso Timur · Tebangan Lebak · Tepian Baru · Tepian Indah · Tepian Langsat. Terletak di utara sangata yang dilalui oleh Jalan Poros Sangkulirang – Bengalon.  Dengan 1 jam perjalanan dari Sangatta lewat Jalan Poros Sangata – Bengalon lalu belok kanan saat ketemu persimpangan Perdau. Untuk menuju bengalon biasanya di tempuh dengan mengendarai taksi atau travel yang armadanya berupa innova atau avanza selama kurang lebih 10 jam perjalanan dari bandara sepinggan balikpapan. Travel beroperasi normal berangkat dari bandara jam 8 malam melewati samarinda, sangata dan sampai bengalon jam 5 pagi. Jika kita punya akses bisa naik pesawat dari sepinggan balikpapan ke bandara non komersial KPC di tanjung bara sekitar 1 jam.

Roda perekonomian bengalon sangat hidup dengan adanya aktifitas pertambangan batu bara. Jalan raya selalu di hiasi lalu lalang mobil 4 WD khas pertambangan seperti Ford Ranger atau Mitsubushi Strada Triton yang di beri bendera tinggi agar terlihat oleh operator dump truck saat di area tambang. Minibus juga beroperasi tiap pergantian shift kerja untuk mengangkut pemberangkatan dan pemulangan pekerja pertambangan.

Dump Truck

Dump Truck

Generasi pertama yang datang di kota ini adalah para penebang kayu dan buruh pabrik kayu. Terdapat komplek pabrik kayu yang sudah tutup, perumahan karyawan dan alat berat yang tidak beroperasi menunjukkan sisa sia kejayaan pabrik tersebut. Mulai berkembang pula perkebunan kelapa sawit skala besar dan pabrik pengolah hasil perkebunan tersebut.

Rumah di bengalon kebanyakan berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu. Beberapa perkantoran pemerintahan kecamatan, masjid dan sekolah yang terbuat dari bata dan sebagian rumah yang tergolong mewah juga terbuat dari bata. Ada komplek perumahan kayu berwarna merah terlihat cukup mencolok dan asri milik United Traktor.

Penduduknya sangat majemuk dari beberapa suku. Penduduk asli bengalon adalah Orang kutai dan orang bugis yang sudah menetap secara turun temurun di sana sehingga sebagian besar menjadi tuan tanah. Selanjutnya suku jawa, madura dan beberapa dari batak dll yang datang karena pekerjaan baik kayu, pertambangan dan perkebunan sawit.

Tambang KPC di Bengalon

Tambang KPC di Bengalon

Bisnis hotel, penginapan rumah kos sangat berkembang, juga usaha travel sangat laris karena kendaraan umum sangat terbatas. ATM BNI dan BRI sudah beroperasi dan sangat padat antrian pada awal bulan dan akhir bulan. Meskipun belum ada pusat perbelanjaan, tapi ada beberapa pasar tradisional yang menyediakan kebutuhan penduduk seperti pasar sebongkok. Pasar pagi. Pasar malam yang beroperaasi tiap malam minggu dan malam senin juga ada beberapa ruko dan mini market yang biasanya di jadikan jujukan belanja bagi penduduk. Untuk penerangan dan sumber energi menggunakan Listrik dari PLN, karena masih menggunakan PLTD maka sering terjadi pemadaman.

Prospek Perkembangan Profesi Teknik Industri

Oleh :

Sritomo Wignjosoebroto
Lektor Kepala Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

e-mail :fti_its@rad,net.id

“Industrial engineering is concerned with the design, improvement and instalation of integrated system of people, information, equipment, and energy. It draws upon specialized knowledge and skills in the mathematical, phisical and social sciences, togethe with the principles and methods of analisis and design to specify predict and evaluate the results to be obtained from such system”

(Institute of Industrial Enginereeng – IIE)

1. LATAR BELAKANG HISTORIS

Teknik Industri –istilah ini diterjemahkan dari kata ” indusrial engineering ” —sebagai suatu disiplin ilmu keteknikan teknologi yang tergolong baru dibandingkan dengan disiplin ilmu keteknikan yang lain (teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, dan sebagainya ); lahir dan memiliki akar yang kuat dari proses Revolusi Industri yang berlangsung hampir dua abad yang lalu. Disiplin ini pada awalnya dikembangkan oleh beberapa individu (Tylor, Gilbreth, dll) yang berusaha untuk mencari metoda-metoda untuk meningkatka produktivitas kerja melalui stusi kerja yang lebih efektif-efisien dengan mengkaji interaksi kerja mannusia-mesin sebagai suatu sistem yang integral.

Sekitar satu abad yang lalu, Frederick Winslow Taylor (1856-1915 — seorang insunyur mesin yang masih muda waktu itu —mengembangkan teori ” scientific management “-nya yang menghasilkan pradigma baru yang beranjak dari ekonomi agraris bergerak menuju ekonomi produksi (industri). Apa yang dikembangkan oleh Taylor dengan prinsip-prinsip “scientific management” yang diterapkan melalui studi-studi perancangan kerja (work study/design) tidaklah jauh berbeda dengan apa-apa yang dikerjakan oleh para sarjana teknik industri sekarang ini. Kalau bisa disimpulkan , fokus dari fungsi dan peran disiplin teknik industri akan berkisar pada 2 ( dua ) tema pokok yaitu “interfaces” dari manusia dan mesin dalam sebuah sistem kerja dan analisa sistem produksi (industri) untuk memperbaiki serta meningkatkan performans kerja yang ada. Kedua tema studi ini yang memberikan motifasi utama bagi Taylor untuk melakukan riset-riset di industri (Midvale & Bethlehem Steel Company) saat itu.

Apa yang dilakukan oleh Taylor dengan studi kerja-nya telah membuka lapangan baru dalam disiplin ilmu keteknikan (engineering) yang ternyata tidak harus selalu terlibat dalam masalah-masalah pengembangan teknologi produksi perangkat keras (perancangan produk, rancangan mesin /peralatan kerja, dsb); akan tetapi juga ikut bertanggung-jawab dalam masalah-masalah pengembangan teknologi produksi perangkat lunaknya (metode kerja/produksi, organisasi dan manajemen produksi,dsb) Penelitian kerja yang telah dilaksanakan oleh Taylor di pebrik baja Midvale Bethlehem telah menghasilkan banyak kemaslahatan dan membawa perubahan-perubahan dalam upaya meningkatkan produktivits melalui “sumber daya pasif”, maka Taylor telah mengawali eksperimen-eksperimen untuk meningkatkan produktivitas melalui “sumber daya aktif” (manusia pekerja).

Tiga puluh tahun kemudian terjadi suatu “penyempurnaan” terhadap konsep manajemen ilmiah yang telah dikembangkan oleh Taylor. Dalam hal ini kita jumpai apa-apa yang telah dilakukan oleh pasangan suami-istri Frank & Lilian Gilberth — seorang yang berlantar belakang teknik sipil dan psikolog — yang mencoba lebih “memanusiawikan” prinsip-prinsip manajemen ilmiah-nya Taylor yang pendekatannya cenderung masih serba mekanistik (memperlakukan manusia seperti halnya manusia yang bisa di program secara linierdeterministik). Seperti halnya dengan Taylor, setudi yang dilakukan oleh Gilbreths tetap terfokus pada komponen manusia dalam siste kerja (sistem manusia mesin). Sinergi yang terjadi antara pasangan suami yang insinyur dan istri yang ahli prilaku manusia (psikolog) ini teraasa memberikan agin segar dan wawasan baru terhadap konsep/prinsip manajemen ilmiah yang telah dikembangkan oleh Taylor. Disini prilaku (behavior), maupun pada saat berinteraksi dengan lingkungan kerja fisik (kondisi ergonomis), maupun pada saat berinteraksi dengan sesama manusia yang lain (human relation) akan memberi pengaruh yang singnifikasi didalam segala upaya meningkatkan produktifitas kerja.

2. ARAH PERKEMBANGAN

Dalam sejarah disiplin teknik industri, setudi telaah kerja yang dilakuakn oleh Taylor dan Gilbreths sebaik titik awal muncul, tumbuh dan berkembangnya disiplin tersebut yang kemudian mampu memperkaya kazanah ilmu keteknikan yang ada. Disamping kedua tokoh ini, arah dan pertumbuhan disiplin teknik industri yang diwarnai oleh hasil kerja pionir-pionir lainnya seperti Henry Gantt (Bar/Gantt Charts), Harington Hemorson

Meskipun historis perkembangan disiplin teknik industri berangkat dari disiplin teknik mesin (mechanical engineering dan terutama sekali sangat berhubungan erat dengan sistem manufaktur yang proses transformasi-produksinya terjadi secara fisik; disiplin teknik industri telah berkembang luas dalam dua dekade terahir ini. Sesuai dengan “nature” industri yang pendefinisiannya sangat luas; yaitu mulai dari industri yang menghasilkan produk-barang fisik (manufaktur) atau jasa (service), sampai ke industri hulu/dasar yang banyak berhadapan dengan persoalan-persoalan teknis atau industri hilir yang lebih menonjolkan aspek-aspek ekonomis pemasarannya.Demikian juga problem yang harus dikaji oleh disiplin teknik industri yang awal mulanya lebih terkonsentrasi ke lantai produksi (mikro) terus melebar luas mengarah ke problem manajemen industri (perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengndalian sistem produksi ) yang harus pula mempertimbangkan faktor sistem lingkungan dalam proses pengambilan keputusan. Dalam hal ini disiplin teknik industri mengkedepankan konsep sistem, analisis sistem dan pendekatan sistem dalam setiap proses pangambilan keputusan. Disiplin teknik industri melihat segala permasalahan industri dengan tinjauan dari aspek-aspek teknis (engineering) maupun non teknis ( sosial-ekonomis). Wawasan “tekno-sosio-ekonomis” akan mewarnai penyusunan kurikulum pendidikan teknik industri dan merupakan karakteristik yang khas dan membedakan disiplin ini dibandingkan dengan disiplin-disiplin lainnya.

Sebegitu luasnya ruang lingkup yang bisa dimasuki untuk mengaplikasikan keilmuan teknik industri, bagaimanapun juga hal ini dapat dikelompokkan kedalam 3 ( tiga) topik pokok yang menjadi landasan utama pengembangan disiplin teknik industri. Pertama adalah berkaitan erat dengan permasalahan-permasalahan yang menyangkut dinamika aliran material yang terjadi di lantai produksi. Studi disini akan menekankan pada prinsip-prinsip yang terjadi pada saat proses transformasi / nilai tambah dan aliran material yang terjadi pada sistem produksi yang terus berkelanjutan sampai meningkat ke persoalan aliran distribusi dari produk akhir ( finished goods output ) yang keluar dari pabrik menuju konsumen. Topik kedua adalah berkaitan dengan dinamika aliran informasi. Persoalan pokok yang dipelajari dalam hal ini akan berkaitan dengan aliran informasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut persoalan-persoalan manajemen industri. Pendekatan kedua ini dalam disiplin teknik industri akan memerlukan landasan yang kuat melalui penguasaan matematika, fisik dan engineering sciences. Selanjutnya topik ketiga cenderung untuk bergerak ke arah persoalan-persoalan yang bersifat makro dan strategis. Persoalan yang dihadapi seringkali sudah tidak ada lagi bersangkut-paut dengan problem yang timbul di lini produksi (sistem produksi) ataupun manajemen produksi / industri; melainkan sudah beranjak ke persoalan diluar dinding-dinding pabrik. Hal yang terahir inilah yang cenderung membawa disiplin teknik industri untuk terus menjauhi persoalan-persoalan teknis (eksak, fisik-kuantitatif) yang umum dijumpai di lini sistem produksi dan bergelut dalam persoalan non-teknis yang serba abstraktif-kualitatif.

3. PERAN PROFESI TEKNIK INDUSTRI DI MASA DEPAN

Begitu Luasnya ruang lingkup yang bisa dirambah untuk mengaplikasikan keilmuan teknik industri — walaupun begitu yang masih patut diingat kesemuanya harus tetap berlandaskan ilmu-ilmu fisika, matematika dan sosial-ekonomis — membawa persoalan sendiri bagi profesiona teknik industri (industrial engineer ) pada saat mereka harus menjelaskan secara tepat ” what should we do and where should we work?”. Pertanyaan ini sebetulnya tidak mudah di jawab secara singkat, jelas dan memuaskan mereka yang masih awam dengan keilmuan teknik industri. Kenyataan yang sering dihadapi adalah bahwa seorang yang berlatar-belakang keilmuan teknik industri sering berada dan bekerja dimana-mana mulai dari lini operasional sampai ke lini manajerial. Seorang profesional teknik industri seringkali membanggakan kemampuan dirinya dalam hal merancang dan mengembangkan konsep-konsep yang berwawasan sistem dengan pendekatan yang bersifat komperhensif-integral. Pola pikir dan pola tindak yang berwawasan sistem inilah yang mungkin menjadi “strong basic” dari seorang profesional teknik industri dimasapun dia berada atau bekerja.

Beberapa indifidu yang sukses didalam meningkatkan kinerja perusahaan merasakan betul bagaimana disiplin teknik industri telah mampu menjawab persoalan-persoalan yang dihadapinya. Herm Reininga — adalah President dari Collins Avionices and Comunications Division (CACD),— USA — adalah salah satu contoh manager yang sukses membawa seluruh aktifitas manufactuing CACD selama lebih dari satu dekade, karena latar belakang profesi teknik industri yang dimilikinya. Pada saat ditanyakan kiat kunci sukses yang diraihnya, Reininga menyatakan “…. The industrial engineering dagree gave me a system that the other didn’t have. It gave me the ability to statistically analzed products and processes” (Boggs,1997). Hal yang senada dengan Reininga juga dinyatakan oleh susan Story — Vice President dari Albama Power Co. — seorang yang berlatar belakang pendidikan formalnya sebagai nuclear engineer, tetapi merasakan bahwa sukses karier yang dicapainya lebih banyak ditunjang oleh keikutsertaanya didalam mengikuti “IE training ” pada berbagai kesempatan yang dimilikinya. Pada saat menceritakan kiat-kiat suksesnya , Story menyatakan antara lain ” … a background in industrial engieenering gives you a creadibility you can’t get otherwise. Industrial engineering combines the technical skill with the people skill and some business-type skills that proven to be important in project management and people management ….”(Boggs, 1996)

Kiat-kiat meriah sukses didalam merintis karier seseorang karena ilmu-ilmu TI yang dikuasai, tentunya masih banyak lagi yang bisa diperoleh dari berbagai kisah meraih sukses seseorang. Hal tersebut tidak hanya dijumpai di LN, melainkan bisa juga bisa dipetik dari apa yang pernah dinyatakan oleh seorang Cacuk Sudariyanto — yang berlatar belakang pendidikan formalnya sebagai insinyur pertambangan ITB — pada saat mendongkrak kinerja PT. Telekomunikasi Indonesia bergerak ke arah bisnis global. Dalam pernyataanya didepan peserta kongres dan seminar ITSMI sekitara awal tahun 1990-an dan berbagai kesempatan lainnya, Cacuk menyatakan “kekagumannya” dengan ilmu-ilmu TI yang ternyata cukup efektif dalam memecahkan permasalahan manajemen industri. Begitu pula bagaimana seorang Kuntoro Mangkusubroto dengan latar belakang permasalahan yang kuat bidang operation research dan manajemen industri lainnya mampu melepaskan PT. Timah yang nyaris ambruk sampai menjadi sebuah perusahaan yang sehat. Meskipun pada saat itu orang belum mengenal konsep mengenai “reegineering” , akan tetapi apa yang telah dilakukan oleh kedua sarjana teknik tersebut betul-betul memberikan konstribusi nyata akan peranan disiplin dan profesi teknik indusri didalam “revitalisasi” kinerka perusahaan.

Tantangan global yang membawa dampak kearah suasana persaingan yang lebih keras, tentu saja akan memberikan nuansa perubahan san pradigma baru yang harus mampu diantisipasi oleh seorang manajer perusahaan mulai dari lini produksi/operasional sampai ke lini penentu kebijaksanaan dan pengambil keputusan strategis. Menghadapi situasi semacam ini tentu saja diperlukan seorang majer industri yang memiliki bekal kuat yang tidak saja menguasai kemampuan-kemampuan teknis operasional (enginereering design/processes) ; tetapi juga harus menguasai dengan baik kemampuan mengenai persoalan manusia (human skill), selain juga kemampuan didalam memformulasikan da melahirkan konsep-konsep baru yang secara efektif-efisien bisa memberikan terobosan dalam memecahkan permasalahan industri yang semakin kompleks dan penuh dengan ketidakpastian.

 

4. Kepustakaan

Boggs, Kathryn C. IE Successes : IE helps Story Succeesd as VP II-Solution, September 1996.

Boggs, Kathryn C. IE Successes Provides Skills For Success. IIE-Solutions, February 1997.

Emerson, Howard P.& Douglas C.E. Naehring . Origins of Industrial Engineering : The Early Years of a Professions. Atlanta, Norcross-Georgia : Industrial Engineering & Management Press, II,1988.

Kimbler, D.L. The Development of Modern Industrial Engineering. Printed in Engineering Horizons, Sparing 1995. A peterson’s /COG Publication.

Wignjosoebroto,Sritomo. Pengantar Teknik Industri. : PT. Guna Widya, 1993

Wignjosoebroto,Sritomo. Sejarah Dan Perkembangan Keilmuan Teknik Industri : Gejala “Back To Basic ” Dalam Menghadapi Perkembangan Industri. Makalah yang disampaikan dalam acar Pekan Ilmiah Industri 1997 – Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta pada tanggal 17 Maret 1997

Wignjosoebroto,Sritomo. Prospek perkembangan profesi teknik industri dalam menunjang kinerja perisahaan. Makalah disampaikan dalam acara IE-Award97 Himpunan Mahasiswa Teknik Inedustri – Institut Teknologi Nasional , Malang pada tanggal 19 Juni 1997.

KHUTBAH TERAKHIR ROSULULLAH

(Khutbah ini disampaikan oleh Rasulullah SAW pada 9 Dzulhijjah 10 H

di lembah Uranah, Arafah)

Ya, saudara-saudaraku, perhatikan apa yang akan aku sampaikan, aku tidak tahu

apakah tahun depan aku masih berada di  antara kalian. Dengan itudengarkan

baik-baik apa yang kukatakan dan  sampaikan ini kepada mereka yang tidak

dapat hadir pada waktu  ini.

Ya, saudara-saudaraku, seperti kita ketahui, bulan ini, hari ini dan kota ini adalah suci, oleh itu pandanglah kehidupan dan milik setiap orang Muslim sebagai kepercayaan yang suci.

Kembalikan barang-barang yang diamanah kepadamu kepada pemilik yang sebenarnya. Jangan kau lukai orang lain sebagaimana orang lain tidak melukaimu.

Ingatlah bahwa kamu akan bertemu dengan Allah SWT dan Dia akan memperhitungkan amalanmu dengan

sebenar-benarnya. Allah SWT telah  melarang mu memungut riba, oleh itu mula dari sekarang ini dan untuk  seterusnya kewajiban membayar riba dihapuskan.

Waspadalah terhadap  syaitan, demi keselamatan Agamamu. Dia telah kehilangan semua  harapannya untuk membawa kalian pada kesesatan yang nyata, tapi  waspadalah agar tidak terjebak pada tipuan halusnya.

Ya, saudara-saudaraku, adalah benar kamu mempunyai hak tertentu terhadap isteri-isterimu, tapi mereka juga mempunyai hak atas dirimu

Apabila mereka mematuhi hakmu maka mereka memperoleh haknya untuk mendapat makanan dan

pakaian secara layak.

Ya, saudara-saudaraku, dengarkanlah baik-baik, sembahlah Allah, Solat Lima kali dalam sehari, laksanakan Puasa selama bulan Ramadhan, dan

tunaikanlah Zakat, serta  laksanakan ibadah Haji bila mampu.  Ketahuilah bahwa sesama Muslim  adalah bersaudara. Kamu semua adalah sederajat. Tidak ada Perbedaan satu terhadap yang lain kecuali Ketaqwaan dan Amal Shalih. Ingatlah,

Suatu hari kamu akan menghadap Allah dan harus mempertanggung jawabkan semua amalanmu. Karena itu berhati-hatilah jangan menyimpang dari jalan kebenaran setelah kepergianku nanti.

Perlakukanlah isteri-isterimu dengan baik dan bersikaplah manis terhadap mereka, karena mereka adalah pendampingmu dan penolong mu yang setia. Dan adalah hakmu untuk melarang mereka berteman dengan orang-orang yang tidak kamu sukai, dan juga terlarang melakukan perzinaan.

Ya, saudara-saudaraku, tidak akan ada Nabi atau Rasul sesudahku dan tidak akan ada agama lain yang lahir. Oleh itu dengarlah baik-baik ya Saudaraku,

dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu, bahwa aku meninggalkan dua pusaka, Al-Qur’an dan contoh-contohku sebagai As-Sunnah dan bila kalian

mengikutinya tidak mungkin akan  tersesat.

Siapa yang mendengarkan perkataanku ini wajib menyampaikannya kepada

Yang lain dan seterusnya dan mungkin yang  terakhir memahami kata-kataku ini akan lebih baik dari yang langsung  mendengarkan. Demi Allah aku bersaksi bahawa aku telah menyampaikan  ajaran-Mu kepada umatku ya Allah.

SILAHKAN SAMPAIKAN PESAN INI KEPADA SAUDARA KITA YANG LAIN DAN SEMOGA ALLAH SWT AKAN MEMBERIKAN RAHMAT-NYA. AMIN YA RABBAL ALAMIN.

RAMALAN JOYO BOYO

Iki sing dadi tandane zaman kolobendu :
Lindu ping pitu sedino, lemah bengkah, manungsa pating galuruh, akeh kang nandang lara, pagebluk rupo-rupo, mung setitik sing mari akeh-akehe pada mati;

Zaman kalabendu iku wiwit yen: wis ana kreto mlaku tampo jaran, tanah jawa kalungan wesi, prau mlaku ing nduwur awang-awang, kali ilang kedunge, pasar ilang kumandange, wong nemoni wolak-walik ing zaman, jaran doyan sambel, wong wadon menganggo lanang;

Zaman kalabendu iku koyo-koyo zaman kasukan, zaman kanikmatan donya, nanging zaman iku sabenere zaman ajur lan bubrahing donya;

Mulane akeh bapak lali anak, akeh anak wani ngalawan ibu lan nantang bapak, sedulur pada cidro cinidro, wong wadon ilang kawirangane, wong lanang ilang kaprawirane, akeh wong lanang ora duwe bojo, akeh wong wadon ora setia karo bojone, akeh ibu pada ngedol anake, akeh wong wadon ngedol awakke, akeh wong ijol bojo, akeh udan salah mongso, akeh prawan tuwo, akeh rondo ngalairake anak, akeh jabang bayi nggoleki bapake, wong wodan ngalamar wong lanang, wong lanang ngasorake drajate dewe, akeh bocah kowar, rondo murah regane, rondo ajine mung sak sen loro, prawan rong sen loro, dudo pincang payu sangang wong.

Zamane zaman edan, wong wadon nunggang jaran, wong lanang lungguh plengki, wong bener tenger-tenger, wong salah bungah-bungah, wong apik ditapik-tampik, wong bejat munggah pangkat, akeh ndandhang diunekake kuntul, wong salah dianggap bener, wong lugu kebelenggu, wong mulyo dikunjara, sing culika mulya sing jujur kojur, para laku dagang akeh sing keplanggrang, wong main akeh sing ndadi, linak lijo linggo lica (lali anak lali bojo lali tangga lali konco), duwit lan kringet mung dadi wolak-walik kertu, kertu gede dibukake ngguyu pating cekakak, ning mulih main kantonge kempes, krugu bojo lan anak nangis ora di rewes;

Abote koyo ngopo sa bisa-bisane aja nganti wong kelut, keliring zaman kalabendu iku.
Amargo zaman iku bakal sirno lan gantine joiku zaman ratu adil, zaman kamulyan.

Mula sing tatag, sing tabah, sing kukuh, jo kepranan ombyak ing zaman. Entenana zamanne kamulyan zamaning ratu adil