Analisa Risiko Dan Pemilihan Jenis Kontrak 2

1. Identifikasi Resiko

Dalam manajemen risiko, langkah awal sebelum mengerjakan proyek adalah dengan melakukan studi risiko. Studi risiko dibuat dengan cara mengidentifikasi peristiwa, penyebab dan kemungkinan yang akan terjadi disetiap fungsi kerja. Informasi dan prediksi di kumpulkan sebanyak mungkin kemudian di catat dalam daftar kejadian, risiko dan dampak yang di akibatkan. Daftar identifikasi risiko yang mungkin terjadi dapat dilihat pada tabel 1.

 NO PERISTIWA RISIKO AKIBAT
1 Pekerjaan yang tidak terhitung atau volume yang ditawarkan tidak sesuai. Gambar tender yang tidak lengkap dan detail. Turunnya margin dari yang direncanakan.
2 Pekerjaan repair atau rework. Kualitas pekerjaan tidak diterima Owner Penambahan biaya langsung dari yang direncanakan.
3 Kenaikan harga material, upah dan alat akibat kenaikan BBM Kenaikan harga BBM dan TDL Turunnya margin dari yang direncanakan.
4 Rework pekerjaan galian atau urugan. Elevasi dasar bangunan tidak jelas pada gambar tender. Penambahan biaya pada pekerjaan galian dan urugan.
5 Progres proyek terhambat akibat Keterlambatan supply material. Terlambatnya skedul proyek secara keseluruhan.
6 Keterlambatan pendatangan material Keterlambatan pembayaran terhadap vendor Penambahan biaya tak langsung yang berdampak penurunan margin.
7 Komplain dari Pemerintah Daerah maupun dari masyarakat sekitar. Tanah dan debu berterbangan mengotori jalan umum Denda ataupun biaya kompensasi terhadap masyarakat sekitar.
8 Kehilangan margin yang disebar pada item pekerjaan terkait material SBO tersebut. Terdapat sebagian material supplied by owner (SBO) Turunnya margin dari yang direncanakan.
9 Penambahan biaya akibat penambahan nilai slump untuk workability beton Lalu lintas menuju lokasi proyek cukup padat dan memperpanjang waktu perjalanan truk readymix Turunnya margin dari yang direncanakan.
10 Pembayaran material impor akan mempengaruhi biaya proyek secara signifikan. Kenaikan kurs USD Penambahan biaya tak langsung yang berdampak penurunan margin.
11 Perubahan design/metode pekerjaan pondasi tiang pancang. Struktur tanah tidak mendukung untuk pondasi tiang pancang. Penambahan biaya langsung dari yang direncanakan.
12 Adanya perubahan design atau spesifikasi Perubahan design atau spesifikasi yang merupakan permintaan dari pihak owner Penambahan waktu, biaya langsung dan tak langsung dari yang direncanakan.
13 Kerusakan atau kehilangan material Tempat/ stok material kurang aman Penambahan biaya langsung dari yang direncanakan.
14 Produktifitas tenaga kerja yang rendah Tenaga kerja dilapangan ketrampilannya kurang baik. Penambahan biaya langsung dari yang direncanakan.
15 Kondisi struktur tidak sesuai standard Perancah dan bekisting sudah tidak layak. Penambahan biaya langsung dari yang direncanakan.

2. Analisa Risiko

Analisa risiko dilakukan dengan menjabarkan risiko yang dapat terjadi dan dampak yang ditimbulkannya kemudian di buatlah variable risiko untuk dikelompokkan sesuai bagian atau fungsi kerja masing-masing sesuai Tabel 2.

No. Variabel Risiko Notasi
1 Risiko Engineering A
2 Risiko Komersial B
3 Risiko Produksi C
4 Risiko Keuangan D
5 Risiko SHE E
6 Risiko QA F
7 Risiko Pengadaan G

Dari daftar risiko dan akibat yang di timbulkan di lakukan penilaian berdasarkan 2 (dua) kriteria yaitu Rating kemungkinan risiko tersebut terjadi (Sangat besar, Besar, Sedang, Kecil, Sangat Kecil) sesuai tabel 3..

Rating Kemungkinan Kuantitatif Kualitatif
I Sangat Besar Diatas 80% Dipastikan akan sangat mungkin terjadi
II Besar Diatas 60% s.d 80% Kemungkinan besar dapat terjadi
III Sedang Diatas 40% s.d 60% Sama kemungkinannya antara terjadi atau tidak terjadi
IV Kecil Diatas 20% s.d 40% Kemungkinan kecil dapat terjadi
V Sangat Kecil s.d 20% Dipastikan akan sangat tidak mungkin terjadi

 

dan kriteria Rating akibat yang di timbulkan (Tidak berat, Agak berat, Berat, Sangat berat, Fatal) terdapat Lampiran 4. Selanjutnya hasil dari analisa risiko rating kemungkinan dan rating akibat ditunjukkan pada tabel 4 di bawah ini.

NO RISIKO AKIBAT RATING

AKIBAT

PROBA-

BILITAS

A1 Gambar tender yang tidak lengkap dan detail. Turunnya margin dari yang direncanakan. Sangat Berat Sedang
A2 Elevasi dasar bangunan tidak jelas pada gambar tender. Penambahan biaya pada pekerjaan galian dan urugan. Berat Besar
A3 Struktur tanah tidak mendukung untuk pondasi tiang pancang. Penambahan biaya langsung dari yang direncanakan. Sangat Berat Besar
A4 Perubahan design atau spesifikasi atas permintaan owner Penambahan waktu, biaya langsung dan tak langsung dari yang direncanakan Berat Sedang
B1 Kenaikan harga BBM dan TDL Turunnya margin dari yang direncanakan. Sangat Berat Sedang
B2 Terdapat sebagian material supplied by owner (SBO) Turunnya margin dari yang direncanakan. Berat Sedang
C1 Lalu lintas menuju lokasi proyek cukup padat dan memperpanjang waktu perjalanan truk readymix Turunnya margin dari yang direncanakan. Berat Sedang
C2 Tenaga kerja dilapangan ketrampilannya kurang baik. Penambahan biaya langsung dari yang direncanakan. Agak Berat Kecil
D1 Keterlambatan pembayaran terhadap vendor Terlambatnya skedul proyek secara keseluruhan. Sangat Berat Sedang
E1 Tanah dan debu berterbangan mengotori jalan umum Denda ataupun biaya kompensasi terhadap masyarakat sekitar. Tidak Berat Kecil
F1 Kualitas pekerjaan tidak diterima Owner Penambahan biaya langsung dari yang direncanakan. Sangat Berat Sedang
F2 Perancah dan bekisting sudah tidak layak. Penambahan biaya langsung dari yang direncanakan. Sangat Berat Sedang
G1 Keterlambatan pendatangan material. Penambahan biaya tak langsung yang berdampak penurunan margin. Sangat Berat Sedang
G2 Kenaikan kurs USD Penambahan biaya tak langsung yang berdampak penurunan margin. Sangat Berat Sedang
G3 Tempat/ stok material kurang aman Penambahan biaya langsung dari yang direncanakan. Agak Berat Kecil

3. Tindak Lanjut

Proses pengendalian risiko dilakukan dengan melakukan penanganan meliputi : menghindari risiko, mengurangi sumber risiko, merubah kemungkinan terjadinya, merubah dampak atau berbagi risiko dengan pihak lain. Untuk memutuskan pilihan tersebut maka dibuatlah Rencana Tindak Lanjut penanganan risiko.

Rencana tindak lanjut dilakukan oleh masing-masing penanggung jawab sesuai dengan fungsi kerja dengan tujuan untuk menurunkan tingkat risiko yang akan terjadi. Memberikan opsi tindak lanjut yang memungkinkan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk melaksanakan opsi tersebut serta bagaimana cara memonitornya

4. Hasil Tindak Lanjut

5. Pengendalian Risiko

6. Kriteria Penting Dalam Memilih Metode Kontrak

  • Keterlibatan Employer dengan Proses Konstruksi
  • Pemisahan desain dari manajemen
  • Penyediaan Hak Employer Untuk Mengubah Spesifikasi
  • Kompleksitas Proyek
  • Kecepatan mulai sampai selesai
  • Kejelasan Perbaikan Kontrak
  • Kepastian Harga

 

7. Menentukan Jenis Kontrak

Pemilik proyek dalam hal ini PT. XXX yang akan mendanai pembangunan akan menjadi klien dari proyek konstruksi. PT. YYY sebagai kontraktor yang di tunjuk untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Keputusan berikutnya adalah apakah paket pekerjaan termasuk desain, atau perlu membuat desain sebelum pelaksanaan pekerjaan. Dalam hal ini paket pekerjaan dalam kontrak adalah perencanaan dan pembangunan. pengawasan dilakukan oleh in house atau tim internal Employer dengan nilai kontrak yang telah di tetapkan.

Karena gambar tender yang diterima tidak lengkap dan tidak detail maka deviasi pekerjaan saat tender dengan pelaksanaan berpotensi tinggi. Namun kontraktor bertanggung jawab untuk membuat desain dan gambar detail pelaksanaan sehingga dapat di sesuaikan. Jenis kontrak yang paling tepat menurut kontraktor berdasarkan delivery metode adalah Perencanaan dan pembangunan (Design and Built) dengan perhitungan biaya Kontrak Lumpsum Fix Prize.

8. Kesimpulan

Dari analisa risiko, hasil tindak lanjut dan pengendalian risiko menemukan bahwa gambar tender yang tidak lengkap dan detail, struktur tanah tidak mendukung untuk pondasi tiang pancang, kenaikan harga BBM dan TDL, kualitas pekerjaan tidak di terima oleh owner adalah variable yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Berdasarkan analisa risiko disimpulkan jenis kontrak yang paling tepat menurut kontraktor berdasarkan delivery metode adalah Perencanaan dan Pembangunan (Design and Built) dengan perhitungan biaya Kontrak Lumpsum (Fix Price Contract).

Kontraktor menerima semua risiko yang ada kemudian untuk mengurangi risiko akibat gambar tender yang tidak lengkap dan detail dengan mentransfer risiko, memberikan pekerjaan perencanaan kepada konsultan perencana dan menyesuaikan desain dengan penawaran.