Palm Oil Mill 45 Ton FFB per Hour

Pabrik Minyak Kelapa Sawit Kapasitas 45 Ton TBS per Jam

Pendahuluan

Pabrik kelapa sawit ini menggunakan rebusan 4 buah vertical sterilizer dengan kapasitas masing- masing 25 ton. Untuk mengurangi losses pada rebusan di pasang Empty Bunch Shreder dan Press untuk mengutip minyak pada janjang kosong. Proses pemurnian minyak dari minyak mentah menjadi CPO digunakan Decanter 3 Phase dan Separator dengan system D3 PRO. Untuk memperoleh kualitas Kernel yang bagus dan bersih, Nut sebelum masuk Ripple Mill di sortir berdasarkan dimensi dengan Nut Grading Drum. Pemisahan campuran pecahan Kernel dan Shell setelah LTDS 2 menggunakan Hydrocycole sehingga prosesnya bersih dan tanpa menggunakan bahan kimia seperti pada Claybath.

Denah Pabrik

Factory Layout Diagram

Denah Pabrik

Keterangan

No. Description No. Description
 1.  Jembatan Timbang  14.  Boiler Station
 2.  Central Office  15.  Threshing Station
 3.  Mushollah  16.  Pressing Station
 4.  Car Park  17.  Kernel Recovery Station
 5.  Despatch Sheet  18.  Empty Bunch Shreder And Press
 6.  Loading Ramp  19.  Sludge Pit
 7.  Storage Tank  20.  Clarification Station
 8.  Canteen  21.  Kernel Storage
 9.  Mill Office  22.  Composting Plant
10.  Sterilizer Station  23.  Toilet Block
 11.  Water Treatment Plant  24.  Wharehouse
 12.  Power Station  25.  Workshop
 13.  Demineralization Plant

Stasiun Proses

1. Stasiun Penerimaan Buah (Fruit Reception) Loading Ramp

Dengan menggunakan rebusan vertical sterilizer maka untuk menerima tandan buah segar dan mengirimkannya ke rebusan cukup dengan menggunakan scrapper bar conveyor yang di gerakkan oleh Hydraulic motor. Cages (lori) tidak di gunakan seperti pada system Horizontal sehingga kebutuhan bangunan juga tidak terlalu luas.

2. Stasiun Rebusan (Sterilizer Station)

Terpasang 4 buah unit Vertical Sterilizer kapasitas masing-masing 25 ton yang di kontrol secara interlock melalui Cylinder Hydraulic dan valve menggunakan control Pneumatic. Control system menggunakan unit PLC dan untuk berkomunikasi (menginput variable yang di perlukan) antara mesin dengan operator terdapat piranti HMI yang terpasang panel panel kontrol.

Stasiun Rebusan

Stasiun Rebusan

3. Stasiun Penebah (Threshing Station)

Pemisahan antara buah dengan janjang kosong menggunakan 2 unit Thresher Drum dengan kapasitas masing-masing 45 ton/jam yang di gerakkan oleh geared motor 22 kW. Janjang kosong yang ada tidak langsung di buang tetapi melewati mesin pencacah dan pemeras untuk mengutip sisa minyak yang ada sehingga hasil akhir dari proses ini janjang kosong sudah berubah menjadi fiber.

Stasiun Penebah

Stasiun Penebah

4. Stasiun Kempa (Pressing Station)

Pengutipan minyak dari buah menggunakan 4 buah Digester dengan kapasitas masing-masing 4500 liter  dan mesin Press dengan kapasitas masing-masing 15 Ton/jam yang di gerakkan oleh geared motor 30 kW.

Pressing Station

Stasiun Kempa

5. Stasiun Pengutipan Inti (Kernel Recovery Station)

Hal yang penting menjadi catatan dari stasiun ini adalah terdapat Nut Grading Drum untuk membagi berdasarkan besaran Nut sehingga mempermudah dalam penyetelan Ripple MIll. Penggunaan Hydrocyclone untuk membuat proses pemisahan menjadi bersih dan tidak menggunakan bahan kimia.

Kernel Recobery Station

Stasiun Pengutipan Inti

6. Stasiun Klarifikasi (Clarification Station)

Proses pemurnian minyak menggunakan 1 buah Decanter 3 Phase yang di gerakkan oleh motor 55 kW dan 1 buah Separator 45 kW untuk mengutip minyak pada slude. Dengan Proses D3 PRO selain menghasilkan CPO dengan kualitas bagus dan Sludge juga menghasilkan limbah solid sehingga memerlukan conveyor solid dan sebuah Hooper penampung limbah solid.

Clarification Station

Stasiun Pemurnian Minyak

7. Stasiun Boiler (Boiler Station and Demineralization Plant)

Uap diperlukan untuk membangkitkan listrik, proses memasak dan proses pabrik. Digunakan 1 buh Boiler kapasitas 27 Ton /jam. Boiler memerlukan Bahan Bakar berupa Fiber dan Shel sehingga di perlukan Material Handling berupa Conveyor untuk melengkapinya. Air yang di supplay dari Water Treatment Plant untuk di masak pada boiler sebelumnya harus melalui proses Demineralization untuk menetralkan mineral air yang ada.

Boiler Station

Stasiun Pembangkit Tenaga Uap

8. Stasiun Tenaga (Power Station)

Dalam proses normal, kebutuhan power listrik pabrik di supplay oleh 1 buah Turbine Uap kapasitas 1400 kW. Untuk pembangkitan awal sebelum boiler siap dan turbine belum beroperasi digunakan 2 buah Generator Set kapasitas 500 kW dan 1 buah Generator Set 200 kW.

Engine Room

Stasiun Pembangkit Tenaga Listrik

9. Stasiun Penjernihan Air (Water Treatment Plant)

Kebutuhan air untuk pabrik di suplay dari sungai terdekat dari area kebun kemudian di tampung oleh waduk buatan. Air dalam waduk di pompa dengan menggunakan multistage pump kapasitas 45 kW ke pabrik melalui proses injeksi kimia dan di endapkan pada water basin. air yang terdapat pada water basin kemudian di pompakan melewati penyaringan pada presure sand filter yang di dalamnya terdapat pasir kuarsa menuju Over Head Water Tank. Air Ini di gunakan untuk Boiler, Kebutuhan Proses Panas dan dingin, Keperluan Domestik, Washer (bersih-bersih pabrik) dan suplay untuk Fire Hydrant.

Water Treatment Plant

Stasiun Penjernihan Air

10. Kolam Limbah (Effluent Treatment Plant)

Effluent Treatment Plant

Kolam Pengolahan Limbah

Kolam limbah terdiri dari :

  • 2 unit kolam pendinginan (Cooling pond)
  • 3 unit kolam pembiakan bakteri (Mixing Pond)
  • 2 unit kolam Anaerobic
  • 3 unit kolam pengendapan
  • 1 unit kolam aerasi
  • 1 unit kolam pelepasan

Bangunan Penunjang

1. Weightbridge 11. Canteen dan Locker Karyawan
2. Loading Ramp 12. Mushola
3. Condensate Pit and Sludge Pit 13. Toilet
4.Acces Road, Culvet and Drainasee 14. Power Panel Control Room
5. Gate and Fencing 15. Raw Water River Pump House
6. Guard House 16. Water Treatment Pump House
7. Car Port 17. Raw Water Reservoir ( waduk air )
8. Head Office 18. Water Clarifier Resevoir kap 600 sd 800 m3
9. Work Shop dan  Ware House 19. Pump sheed for Condensate, Sludge Pit, Effluent Pump
10. Mill Office dan Laboratorium
Iklan

Penimbunan Tandan

Unit Penimbunan Tandan Buah Segar ( bunch loading ramp ) yang berkapasitas sekitar 180 ton/TBS.

Pada Unit Penimbunan Tandan ( bunch loading ramp ) tersedianya pelataran untuk kendaraan truck, trailer pada saat proses penerimaan atau bongkar muatan TBS ke Penimbun Tandan.

Ukuran pelataran (apron loading ramp) tidak kurang dari 45.000 x 30.000 mm terdiri dari atas 18 by/hopper, tebal lantai beton pelataran apron adalah 200 mm ( detail spesifikasi sipil diterangkan pada pekerjaan sipil ).

18 bay/hopper/pintu Penimbunan Tandan yang berkapasitas tidak kurang dari 10 ton/TBS, sehingga total kapasitas Loading Ramp tidak kurang dari 180 ton atau setara dengan proses pengolahan 4 jam.

Lantai bay/hopper dengan kemiringan 27 denjat terhadap bidang datar. Pada bagian sisi atas ( arah masuk TBS ) dari bahan plat MS tebal 6 mm yang diperkuat dengan besi siku 65 rrm x 55 mm, dilaskan diatas gelagar besi IWF 250 mm X 125 mm. Dan plate lantai atas akan dibuat menutupi cansteen beton bibir lantai plafform pelataran lgading ramp dengan ms Plate 8 mm.

Tiang utama dari pada penimbunan tandan adalah bahan besi profil IWF 250 mm X 125 mm dipasang dibarisan tengah dan ujung pengeluaran TBS.

Masing-masing kamar ( hopper ) dilengkapi dengan pintu yang digerakkan oleh Hydraulik dalam posisi dijalankan vertical.

Pintu-pintu “hoppet” loading ramp dijalankan/digbrakkan dengan menggunakan system hydraulik dengan kapasitas tidak kurang dari 75 liter dan dengan pompa hydraulik tidak kurang 7,5kw ( 10 hp ).

Masing-masing pintu digerakkan naik turun atau buka tutup dengan cylinder hydraulik jenis “double acting ” melalui control valve dengan operasi yang mudah.

Pintu jenis vertical naik turun yang digunakan harus dirancang sederrikian rupa sehingga operasinya sangat mudah dan dilengkapi dengan guide roller kiri dan kanan tiang.

Bahan plat yang dipakai untuk pintu ini adalah tebal 6 mm dan sebagai rangka pintu dengan besi UNP 75.

Detail design/gambar harus mendapat persetujuan Engineer.

Untuk loading ramp ” power pack ” hydraulik yarrg digunakan mengikuti spesifikasi sebagai berikut:

a. Kapasitas tangki hydraulik tidak kurang 75 hter, terbuat dari plat MS tebal tidak kurang 5mm

b. 7,5 kw ( L0 hp ), 4 pole,380 volt, 3 phase, 50 Hz jenis motor ” flanged vertical” yang digunakan untuk penggerak pompa hydraulik.

c. Pompa hydraulik jenis ” Vane Pr-p ” dengan kapasitas 2S l;iter/ menit dan tekananoperasi maximum 175bat

d. Katup pengaman yang dapat distel/di adjust, tekanan manifold, penunjuk tekanan jenis ” glycerine filled ” dan isolasi yang baik.

e. Saringan untuk aliran kembali dengan 10 microru saringan 125 micron dan saringan 15 micronuntuk buangan

f. Panel listrik untuk operasi, Operasi katup kontrol minimal untuk dua pintu bersamaan buka/tutup.

Cylinder hydraulik yffig digunakan dapat memenuhi spesifikasi sebagai berikut:

a. Cylinder hydraulik yang digunakan adalah jenis ” tie rod heavy duty cylinders” dengan tekanan operasi maksimum 210 bar.

b. Tabung cylinder minimum diameter 63 mm, dengan ketebalan minimum 6,25 mm dan kehalusanpermukaan adalah 010 micron.

c. Panjang langkah cylinder adalah 910 – 920 mm, double acting.

d. Diameter piston rod cylinder tidak kurang dafl44 mm dengan jenis ” hard crome “, kehalusan permukaan 0,25 – O40 micron.

e. Hydraulik seal kit yang dipakai jenis ” double back up rings ” yang kuat dan friksi yang rendah.

f. Dudukan ” both ends ” yangdapat distel/diadjust.

g. Ukuran yang disarankan adalah NPFA standars.

Penawar dapat mengajukan penawaran sistem hydraulik ini buatan ” Vickers

atau Rexroth “.

JembatanTimbang

1 ( satu ) Unit Jembatan Timbang yang disarankan adalah produk pabrik AVERY – UK jenis Loadcell type J 311 dengan bentuk pondasi ” pitless “.

Ukuran paltform adalah 12 m X 3 m X 12 mm plat besi jenis ” chequered plate “atau polos.

Kapasitas tidak kurang dari 40.000 kg sd 50.000 kg dengan ketelitian toleransi +/- 10kg.

4 ( empat ) Unit Loadcell jenis tahan air dari bahan stainless steel-

Indicator dengan memori minimal 500 penimbangan per hari.

Angka penimbangan 7 digital, tanggal 6 digit, jam masuk dan keluar 6 digit, Nomor/code kendaraan 8 digit, Nomor material 8 digit, Nomor konsumen 8 digit, Nomor Seri:3 digit.

Alpha numeric keyboard dan dapat membuat laporan harian berdasarkan No Serial, No Kendaraan, No Material dan No Konsumen.

Printer yang digunakan adalah dot matriks atau sejenisnya.

Back up power dengan lnternal rechargeable battery atau UPS 1 KVA

1 ( satu ) unit personal computer melengkapi supply dari pada system timbangan ini, persedian “carbonless ticket ” 4 ( empat ) salinan sebanyak

5.000 ticket dengan nomor seri, kertas dan bentuk lay out dari pada ticket harus disetujui oleh Engineer.

Jembatan Timbang ini harus dilengkapi dengan sistem penangkal petir sebagai pengaman.

Pengurusan kalibrasi dan izin pemakaian dari Dinas Meteorologi setempat

harus ditakukan oleh Penawar.

Penawar harus menyertakan surat jaminan pelayanan purna jual ( after sales service ) jasa dan suku cadang dari supplierf agen selama ilrasa pemeliharaan selama 52 minggu setelah berita acara serah terima pelaksanaan dibuat.