Bulking Station

Pendahuluan

jetty bulking

jetty bulking

Bulking Station adalah Fasilitas penimbunan CPO yang terdiri dari beberapa tangki timbun CPO yang tempatnya berada di dekat pelabuhan. Bulking bertujuan untuk mempermudah proses bongkar muat pengapalan CPO, mengefisiensikan waktu dengan memperpendek waktu sandar kapal dan mengontrol kualitas mutu CPO sebelum di kapalkan menuju pabrik refinery.

Dalam satu group perusahaan sering kali memiliki dua atau lebih pabrik kelapa sawit yang jarak antara Pabrik dengan pelabuhan memerlukan perjalanan kurang lebih 2 – 3 jam perjalanan. kapasitas mobil tangki CPO adalah 6 – 8 kL sehingga diperlukan banyak armada truk dengan beberapa kali rate untuk memenuhi kapasitas kapal 2000 – 5000 dwt. Dengan jarak tersebut, jika tidak terdapat bulking maka waktu sandar kapal akan lama dan temperatur CPO akan turun.

Denah Lokasi

BULKING STATION LAYOUT

BULKING STATION LAYOUT

Keterangan

 No. Description  No. Description
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

 

Pos jaga

Rumah Manager

Rumah Staff

Jembatan timbang

Office and lab

Gudang kernel

Gudang shell / bahan bakar

 

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

 

Boiler and demin plant

Engine Room

Pompa pengiriman CPO

Water Treatment Plant

Tangki Solar

Penerimaan CPO (Drop Tank)

Storage Tank

 

Peralatan Utama

1. Stasiun Penerimaan Minyak

CPO yang diangkut dalam Truck harus melewati Jembatan timbang untuk di ukur beratnya kemudian di tuang secara grafitisai dalam “Tangki penampungan”. Tangki ini terletak under ground, terbuat dari concrete berukuran 16x3x2 dilengkapi  dengan instalasi pipa, steam Coil dan valve. CPO yang terkumpul dari beberapa truck tanki selanjutnya oleh “Pompa transfer” dengan kapasitas 130 m3/hr, 22 kW di transfer ke Tangki Timbun CPO (Storage Tank). Tangki timbung CPO kapasitas masing-masing 2000 Ton dilengkapi dengan instalasi pipa, steam Coil dan Mixer yang di gerakkan motor 2.2 kW.

CPO Collecting Tank

CPO Collecting Tank

Bulking Storage Tank

Bulking Storage Tank

2. Stasiun Pengiriman CPO

Stasiun ini berfungsi untuk mengirimkan CPO dari Storage Tank menuju kapal tanker CPO yang sandar di pelabuhan. Stasiun ini di lengkapi dengan Pompa pengiriman CPO kapasitas 250 m3/hr, 45 kW.

Shipping Pump

Shipping Pump

Selain Pompa juga di lengkapi dengan Air compressor c/w receiver berfungsi mendorong peluru (bola busa/karet) dalam intalasi pipa untuk memebersihkan kotoran sisa pengelasan, kotoran plastik atau sisa minyak dalam pipa. Peluru ini di masukkan melalui pig launcher kemudian terdorong udara bertekanan sepanjang instalasi pipa menuju pig receiver.

Air Compressor

Air Compressor

3. Stasiun Boiler

Stasiun Boiler adalah stasiun pembangkit tenaga uap yang di gunakan untuk pemanasan CPO agar tetap pada temperatur yang di inginkan. Stasun ini dilengkapi dengan instalasi Demineralization plant untuk memurnikan kualitas Air sesuai dengan baku mutu air yang di rekomendasikan boiler. kelengkapan standart Demin Plant adalah :

  • Boiler feed water tank
  • Deaerator
  • Boiler chemical doosing pump
  • Steam condensate return system
  • Elevated water storage tank
  • Water transfer pump
Water Treatment Plant

Water Treatment Plant

Boiler yang di gunakan adalah Saturated Boiler dari INDOMARINE, Type HRC – 60, Max. Allowable working pressure 10 kg/cm2G, Steam temperature Saturated. Heat surface 182 m2, Capacity 6000 kg/hr, Serial No. FS 620 IM, Year built 2012.

saturated boiler

saturated boiler

4. Engine Room

Stasiun pembangkit tenaga listrik diperlukan untuk menyediakan energi listrik untuk Pompa dan peralatan listrik yang ada, juga untuk kebutuhan penerangan bangunan penunjang yang di kontrol dari Main Switchboard, Panel MCC dan SDP. Engine Room ini dilengkapi dengan :

  • Tangki timbun solar
  • Diesel fuel pump
  • Tangki solar harian
  • Diesel genset 250 kva
  • Diesel genset 45 kva
Engine Room

Engine Room

5. Water Treatment Plant

Berfungsi untuk penjernihan air yang di ambil dari air tanah melalui sumur bor. Air tanah di pompa oleh“Deep Well Pump” kemudian di tampung dan di endapkan di “Water basin“. Air yang ada di proses menggunakan system “Reverse Osmosis” dengan kapasitas 5 m3/hr.

WTP PUMP HOUSE

WTP PUMP HOUSE

REVERSE OSMOSIS KAP 5 M3 PERHOUR

REVERSE OSMOSIS KAP 5 M3 PERHOUR

Bangunan Penunjang

  • Bangunan Utama (Main Building) ukuran 42 x 12 m. di gunakan untuk gudang bahan Bakar Boiler, Stasiun Boiler, Engine Room dan Stasiun Pengiriman CPO.
Main Building

Main Building

  • Bangunan Gudang Kernel ukuran 12 x 12 m, tinggi 6 m.
Kernel Store

Kernel Store

  • Bangunan Kantor Bulking ukuran 11 x 10 m, tinggi dinding 4 m. c/w Jembatan Timbang.
Office And Lab

Office And Lab

  • Bangunan Pos Jaga ukuran 4 x 6 m, tinggi dinding 4 m.
  • Bangunan Rumah Tinggal Manager ukuran 14 x 10 m, tinggi dinding 4 m.
  • Bangunan Rumah Tinggal Staff ukuran 10 x 10 m, tinggi dinding 4 m.
Manager And Staff House

Manager And Staff House

Iklan

Analisa Laboratorium Untuk Menentukan Kualitas Mutu CPO Pada Palm OIl Mill

Pendahuluan

analytical balance

analytical balance

Tujuan analisa ini adalah untuk menilai mutu minyak yang disimpan. Pengambilan contoh/sampel dilakukan setiap hari, pada pagi hari dengan volume berkisar 200 ml.

Jenis analisa   :

  1. Penentuan kandungan asam lemak bebas (FFA)
  2. Penentuan kadar air dalam minyak (Moisture)
  3. Penentuan kadar kotoran dalam minyak (Dirty)
  4. Penentuan bilangan peroksida

Alat-alat     :

  1. Timbangan elektronik cap. 200 gr
  2. Water Bath
  3. Piring kristal
  4. Oven
  5. Desikator
  6. Kertas saring GF/B
  7. Gooch crucible
  8. Batang pengaduk
  9. Pompa vacuum
  10. Automatic burrete cap. 25 ml
  11. Erlenmeyer
  12. Pipet
  13. Plat Pemanas (Hot Plate)

Bahan reaksi   :

  • Hexane
  • Larutan Penolphthalein AR (analitical reagent) 1%. Cara membuat : timbang 1 gram dari penolpthalein dan campurkan dengan 100 ml ethanol.
  • Sodium hydroxide AR 0,1 N lihat bagian lain-lain (seksi 7.4) mengenai standarisasi dari sodium hydroxide.
  • Iso propil alkohol (IPA) yang telah dinetralkan lebih dahulu dengan menggunakan indikator pp dan larutan NaOH.

Catatan    :

Pengambilan sampel dilakukan dengan mempergunakan alat pengambil sampel kapasitas 200 cc.

Satu sampel harus diambil dari bagian atas, satu dari tengah dan satu lagi dari dasar tangki (menyentuh plat).

A)   Penentuan Kandungan Asam Lemak Bebas (Free Fatty Acid) FFA.

Prosedur    :

  1. Timbang 5 gram minyak sampai 0,0001 gram terdekat dalam tabung kerucut.
  2. Ukur 50 ml IPA dan masukkan dalam gelas erlemeyer kapasitas 250 ml, tambahkan 4 tetes phenophtalein dan digoyang hingga campur dengan baik.
  3. Titrasi dengan 0,1 N Sodium hydroxide (NaOH) tetes demi tetes dengan buret sampai larutan menjadi berwarna jingga yang lemah.
  4. Pindahkan IPA yang telah dinetralisir kedalam erlemeyer yang berisi minyak.
  5. Letakkan gelas erlemeyer dan isinya pada magnetic stirrer, biarkan campuran tersebut mendidih perlahan-lahan. Sementara itu digoyang agar minyak pecah menjadi tetesan kecil-kecil.
  6. Titrasi dengan larutan 0,1 N NaOH, goyang terus hingga timbul warna jingga yang tidak hilang selama 30 detik.

Kalkulasi    :

% FFA sebagai palmitic acid        = (25,6  x  t  x  N) / W

dimana :

t     =    Larutan NaOh dalam ml.

N   =    Normalitas Hydroxida

W   =    Berat minyak yang dipakai (gram)

B)   Penentuan Kadar Air (Moisture)

Pertama kali sebelum menganalisa harus diperhatikan suhu minyak tersebut ± 55 – 66 derajat dan sudah homogen sebelum dilakukan sub sampling.

Prosedur    :

  1. Keringkan piring kristal yang bersih dalam oven selama 15 menit pada 105ºC.
  2. Biarkan menjadi dinginkan dalam desikator ± ½ jam
  3. Timbang piring yang kering ini sampai 0,0001 gram terdekat. (W1)
  4. Timbang sampel minyak kira-kira 20 gr ± 0,1 gr (W2)
  5. Keringkan minyak dalam oven selama 6 jam pada temperatur 105ºC.
  6. Dinginkan sampel tersebut didesikator selama ½ jam sebelum ditimbang kembali. (W3)

Kalkulasi    :

% Kadar air           =  ((W2  –  W1) – (W3-W1) / (W2  –  W1))  x  100

C)   Penentuan Kadar kotoran (Dirty)

Prosedur    :

  1. Letakkan selembar kertas whatmant GF/B pada gooch crucible, cuci dengan hexana kira-kira 10 ml.
  2. Keringkan pada 105ºC selama 30 menit
  3. Dinginkan dalam desikator selama ½ jam dan timbang sampai 0,0001 gram terdekat. (W1)
  4. Sebuah piring kristal yang telah dikeringkan dan dingin ditimbang sampai 0,0001 gram terdekat. (W2)
  5. Ambil ± 20 gr sampel kedalam piring kristal. (W3)
  6. Tambah 100 ml hexana dan aduk hingga homogen
  7. Biarkan selama 5 menit sampai benda-benda yang tidak dapat larut mulai tenang.
  8. Tuangkan cairan ini dengan hati-hati kedalam gooch crucible dengan dihisap oleh vacum pump.
  9. Pergunakan hexana baru untuk memindahkan minyak dan benda yang tidak larut kedalam wadah gooch dan cuci gelas erlemeyer tersebut hingga bersih sampai tidak ada minyak.
  10. Bilamana semua pencucian telah selesai melewati filter, lepaskan vacuum.
  11. Angkat wadah dan usap bagian luarnya dengan kertas tissue yang bersih.
  12. Keringkan didalam oven pada 105ºC selama ½ jam.
  13. Dinginkan dalam desikator selama ½ jam & timbang kembali wadah gooch dengan isinya sampai 0,0001 gram terdekat. (W4)

Kalkulasi    :

% Kotoran             = ((W4  –  W1) / (W3  –  W2)) x 100

Catatan     :     Hasilnya harus dinyatakan dalam 3 desimal.

D)   Penentuan Bilangan Peroksida (Volatile Matter)

Alat-alat     :

1.   Pipet berskala 2  x  1 ml.

2.   Labu bulat 150 atau 250 ml

3.   Gelas Ukur 100 ml

4.   Buret Automatis 25 ml pembagian 0,05 ml

5.   Neraca analitis, mampu menimbang sampai 0,1 mg

6.   Stop Watch, clock atau timer

Bahan-bahan   :

  • Pelarut asam cuka : khloroform 3:2 (AR-grade)
  • Larutan Kalium Iodida jenuh
  • Natrium Tiosulfat standard N/500 atau N/100
  • Indikator kanji

Persiapan  :

Sediakan larutan Kalium Iodida jenuh dengan menambahkan Kalium Iodida (AR) dengan 25 ml air suling yang barusan dididihkan, sampai tidak ada lagi kristal Kalium Iodida yang melarut.

Indikator kanji baru dibuat, yaitu timbanglah ± 0,5 gram pasta kanji kedalam gelas piala 100 ml. Tambahkan 50 ml air suling. Tempatkan gelas piala dan isinya diatas hot-plate, didihkan sambil diaduk. Kanji akan larut segera setelah pendidihan yang singkat. Angkat dari hot-plate.

Prosedur    :

  1. Tempatkan contoh minyak dalam oven yang suhu sekitar 45 – 50ºC sampai jernih seluruhnya.
  2. Timbanglah dengan seksama 5 gr minyak kedalam labu.
  3. Tambahkan 30 ml pelarut asam cuka-khloroform dan goyang-goyang hingga semua minyak tadi larut.
  4. Tambahkan 0,5 ml larutan kalium iodida jenuh dengan mempergunakan pipet berskala dan goyang sampai semua ikut tercampur. Diamkan larutan selama 1 menit ditempat gelap dan selama detik-detik ini labu dapat digoyang-goyang, lalu setelah satu menit berlalu tambahkan 30 ml air suling.
  5. Tambahkan 0,5 ml larutan kanji dan selanjutnya titrasi dengan larutan natrium tiosulfat, sambil titrasi sambil digoyang. Titik akhir dari titrasi ialah saat warna biru kehitam-hitaman (dibentuk oleh complex kanji iodida) hilang.

Kalkulasi    :

PV meq      = (t  x  N  x  1000) / B

dimana      :

t     =    Volume titrasi (ml)ml.

N   =    Normalitas dari Natrium Thiosulphate

B          =          Berat contoh minyak (gr)