KEPALA TATA USAHA / KEPALA ADMINISTRASI

Nama Jabatan         : Kepala Tata Usaha (KTU) / Kepala Administrasi (Kasie)

Golongan               : H s/d F

Departemen/Divisi  : Engineering/Operations

Lokasi Kerja           : Pabrik

Atasan Langsung    : Factory Manager

Rekan Sederajat      : Asisten, Asisten Kepala.

Bawahan langsung  : Kerani  Pembukuan, Kasir,  Adm.  Gudang, Kerani Personalia, Kasie.

Hubungan Kerja      : (selain dengan atasan langsung)

Kedalam (Intern & Antar Dept) : Antar Departemen

Keluar: Muspika, Bank, Supplier.

URAIAN JABATAN

  1. U m u m

Mengelola semua kegiatan administrasi dan keuangan dalam lingkungan pabrik untuk mendapatkan data yang benar dan akurat sehingga menghasilkan laporan dan informasi yang tepat waktu, relevan dan konsisten sebagai alat pengendalian, pengamanan aset dan sumber daya serta pengambilan keputusan.

  1. Tugas-tugas Pokok

Perencanaan

Merencanakan persiapan kegiatan pekerjaannya sedemikian rupa sehingga penerimaan data, laporan dan informasi dari seluruh bagian terkordinasi dengan baik dan cepat untuk menghasilkan laporan yang tepat waktu dan relevan.

Koordinasi

  1. Koordinasi dengan Askep dan Asisten dalam administrasi dan rencana penyusunan anggaran tahunan pabrik.
  2. Koordinasi dengan departemen terkait lainnya untuk logistik dan dana.

Pelaksanaan.

  1. Melaksanakan semua sistem dan prosedur administra­si keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan perusahaan.
  2. Melaksanakan  pemeriksaan rutin ke kantor gudang, bengkel, kamar mesin dan laboratorium, untuk memastikan bahwa pencatatan dan pelaporan data serta informasi mengenai produksi, tenaga kerja, persediaan dan pemakaiaan bahan dan alat-alat, semua surat/dokumen dan bukti transaksi telah diadministrasikan dengan baik dan benar sesuai prosedur yang berlaku.
  3. Menyusun dan menyiapkan laporan bulanan yang mencakup :

–        Laporan Permintaan Dana Operasional.

–        Laporan Pertanggungjawaban Dana.

–        Laporan Outstanding PP/PO.

–        Laporan Rekonsiliasi Bank.

–        Laporan Rekening Koran antar Kebun/Pabrik.

–        Laporan Keuangan dan Management.

Pengawasan

  1. Mengawasi penerimaan dan pengeluaran uang, barang dan aktiva lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam rangka kegiatan perusahaan.
  2. Mengawasi agar semua laporan harian, berkala dan insidentil telah disusun sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan disampaikan sesuai jangka waktu yang telah ditetapkan.
  3. Mengawasi semua data dan informasi yang diperoleh dan telah dicatat dengan cara yang benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penyampaian

  1. Menyampaikan kepada Factory Manager hal-hal atau peker­jaan yang diperkirakan akan mengakibatkan biaya melebihi anggaran.
  2. Menyampaikan hasil evaluasi prestasi bawahan kepada atasan.

Menerima

  1. Menerima dan menyampaikan berita via Ratel/SSB dari dan kepada yang berkepentingan.
  2. Menerima laporan Produksi dari asisten laboratorium.
  3. Menerima laporan bulanan Maintenance dari Asisten Maintenance (Mechanical & Electrical) mengenai kondisi dan pemakaian mesin-mesin utama Pabrik dan mesin pendukung Pabrik.
  4. Menerima Rencana Kerja Bulanan dari seluruh Asisten Pabrik.
  5. Menerima barang-barang yang dikirim oleh Kantor Perwakilan, Supplier, Kebun dan Pabrik lainnya.
  6. Uang (dana remise) dari Bank.
  7. Menerima instruksi dan ketetapan dari Factory Manager yang berhubungan dengan pekerjaan administrasi.

Mengusulkan

  1. Mengusulkan perbaikan/penyempurnaan prosedur administrasi.
  2. Mengusulkan pelatihan, pengembangan, mutasi, promosi dan jumlah kompensasi seluruh bawahannya.
  3. Mengusulkan penjualan/penghapusan atas aktiva perusahaan yang tidak bermanfaat lagi/kadaluwarsa.

Evaluasi

  1. Mengevaluasi atas segala dokumen Pabrik sebelum ditandatangani oleh Factory Manager.
  2. Mengevaluasi semua kebenaran dan kewajaran data, informasi dan laporan yang diterima.

Menandatangani

  1. Menandatangani surat pengantar/pengiriman barang.
  2. Menandatangani cek dan giro bersama penerima kuasa lainnya.
  3. Menandatangani Surat Perintah Kerja Lembur karyawan bawahannya.
  4. Menandatangani Surat Pengantar CPO/Kernel serta surat izin masuk/keluar Pabrik bilamana ada otorisasi dari Manager Pabrik.
  1. Tanggung Jawab
  1. Bertanggungjawab atas ketetapan dan keakuratan pelaporan yang dibuatnya.
  2. Bertanggungjawab atas pelaksanaan segala sistem dan prosedur yang berlaku.
  1. Wewenang

Memutuskan Sendiri

  1. Menegur dan mengeluarkan Surat Peringatan kepada bawahannya.
  2. Mengatur kegiatan harian mess dan penempatan tamu di mess.
  3. Mengelola belanja dan kebutuhan harian untuk mess.
  4. Menyetujui/menolak biaya pertanggungjawaban perjalanan dinas bawahan.

Persetujuan Atasan

  1. Menetapkan penerimaan, promosi dan mutasi bawahannya.
  2. Melakukan pembelian lokal
  1. Hubungan Antar Departemen

Membina kerjasama yang baik dengan HRD, Kebun, Transportir, Commercial, Accounting, Budget, Perwakilan, Riset, CCD dan D&L.

  1. Kriteria Keberhasilan

Kebenaran, kewajaran dan ketetapan jadwal pelaporan.

Iklan

ASISTEN PERAWATAN (MAINTENANCE)

Nama Jabatan         : Asisten Maintenance (Mechanical & Electrical)

Golongan               : H s/d F

Departemen/Divisi  : Engineering/Operations

Lokasi Kerja           : Pabrik

Atasan Langsung    : Asisten Kepala

Rekan Sederajat      : Asisten Process & Laboratorium, KTU.

Bawahan langsung  : Mandor Bengkel, Kerani Bengkel, Kepala Tukang.

Hubungan Kerja      : (selain dengan atasan langsung)

Kedalam (Intern & Antar Dept) : Rekan Sederajat

Keluar:  –

URAIAN JABATAN

  1. U m u m
  1. Melaksanakan seluruh program kegiatan/pekerjaan pemeliharaan dan perawatan unit mesin-mesin utama serta mesin pendukung pengolahan buah sawit yang telah ditetapkan.
  2. Mengawasi/mengendalikan seluruh aspek pelaksanaan perawatan dan perbaikan unit mesin pengolahan termasuk pengawasan dan pengendalian waktu dan biaya dengan tetap memperhatikan aspek teknis (kehandalan & Lifetime).
  1. Mengawasi pengoperasian seluruh mesin pengolahan dengan tetap memperhatikan perlakuan yang baik dan benar agar diperoleh efisiensi mesin yang optimal dengan tetap memperhatikan standar perlakuan yang telah ditentukan.
  1. Tugas-tugas Pokok

2.1    Perencanaan

  1. Membuat perencanaan perawatan dan perbaikan mesin secara periodik dengan memperhatikan aspek-aspek :

–        Beban operasi mesin

–        Jam operasi mesin

–        Umur pakai (lifetime) mesin

–        Frekwensi perawatan mesin

–        Waktu dalam kaitannya dengan kondisi/jumlah buah yang tersedia (akan diolah) terutama dalam musim puncak (Peak Crop).

–        Jumlah hari kerja efektif dalam kaitannya dengan hak cuti (libur).

–        Pengadaan/persediaan spare part/material dengan tetap memperhatikan faktor/frekwensi penggunaan (Slow and Fast Moving Stock).

–        Kelengkapan peralatan kerja yang baik dan benar dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan pekerja dan mesin.

  1. Membuat perencanaan kerja dan kebutuhan material/spare part sesuai dengan anggaran yang telah disetujui.
  2. Membuat perencanaan kerja (perawatan dan perbaikan) harian dengan memperhatikan / mempertimbangkan informasi teknis yang diperoleh dari :

–        Jadwal perawatan (Maintenance Schedule)

–        Shift inspection schedule

–        Laporan kondisi mesin selama pengolahan yang dibuat oleh Asisten Processing.

2.2    Koordinasi

  1. Mengkoordinir bawahan langsung (Mekanik) dalam melakukan / melaksanakan perawatan / perbaikan mesin dengan menempatkan mekanik yang tepat dan sesuai.
  2. Membina hubungan / koordinasi kerja yang baik dengan :

–        Asisten processing – informasi tentang operasional mesin.

–        Asisten laboratorium – informasi (Feedback) tentang efisiensi mesin dan kerugian minyak dan inti.

–        KTU – laporan maintenance dan Permintaan Pembelian (PP).

  1. Dalam usaha meningkatkan kelancaran kerja dan produktivitas yang tinggi.

2.3    Pelaksanaan

  1. Melaksanakan seluruh rencana kerja yang telah ditetapkan dalam schedule perawatan untuk setiap mesin pengolahan.
  2. Melaksanakan seluruh instruksi dan petunjuk teknis yang disampaikan oleh atasannya.
  3. Melaksanakan monitoring kondisi kerja mesin secara seksama dengan memperhatikan perlakuan beban operasi.
  4. Melaksanakan pembinaan hubungan kerja yang baik antara sesama mekanik dan operator mesin.
  5. Melakukan kegiatan administratif terhadap seluruh kegiatan perawatan dan perbaikan yang menyangkut :

–        Pencatatan perawatan dan perbaikan mesin

–        Pencatatan biaya spare part/material dan biaya pekerja (upah dan lembur).

Kedua kegiatan diatas dirangkum dalam kartu riwayat mesin (Machinery History Card).

  1. Pembuatan laporan bulanan perawatan mesin (Monthly Maintenance Report) dengan tetap memperhatikan aspek-aspek : kebenaran, ketelitian, tepat waktu (dalam persiapan dan penyelesaian).
  2. Mengusahakan peningkatan dan pengembangan kemampuan pekerja (Mekanik) dengan melakukan pelatihan-pelatihan praktis dengan melakukan pelatihan praktis di lapangan (On the Job Training).
  3. Mengevaluasi kerja tahunan Mekanik.
  4. Menerapkan seluruh peraturan dan ketentuan perusahaan.
  5. Menyusun rencana kebutuhan Spare part/material.
  6. Membuat Permintaan Pembelian material/spare parts dengan tetap memperhatikan posisi stok gudang dan waktu pengadaan (Realisasi PP).
  7. Merawat kondisi stock dengan melakukan penyusunan dan penempatan secara baik dan benar.

2.4    Pengawasan

  1. Melakukan pengawasan terhadap perlakuan-perlakuan operasi dan perawatan dalam usaha meminimalkan Break Down Time serta meningkatkan efisiensi mesin dan kapasitas produksi.
  2. Mengawasi/mengendalikan faktor biaya (Cost) yang menyangkut pengendalian :

–        Penggunaan Spare part/material (Material Usage)

–        Lembur Mekanik (Overtime)

  1. Mengawasi hubungan kerja sama yang baik diantara mekanik.
  2. Mengawasi perlakuan/pemeliharaan terhadap perawatan yang dipergunakan dalam menanggulangi bahaya kebakaran :

–        Diesel Engine Pump

–        Hydrant

–        Flexible Hose dan Coupling

2.5    Penyampaian

  1. Laporan perawatan dan perbaikan mesin secara berkala kepada Factory Manager.
  2. Menyampaikan laporan langsung (segera) kepada Factory Manager untuk kondisi-kondisi darurat (emergency) antara lain :

–        kecelakaan kerja.

–        bahaya kebakaran.

–        kondisi kerusakan mesin  yang tidak dapat segera ditanggulangi.

  1. Menyampaikan rencana kebutuhan biaya operasi bulanan yang menyangkut pengadaan dana untuk pembayaran upah dan lembur.

2.6    Menerima

  1. Menerima petunjuk teknis kerja dari atasan.
  2. Menerima Feedback dari asisten laboratorium tentang efisiensi mesin.
  3. Menerima masukan/informasi dari bawahan tentang kondisi perawatan dan perbaikan prioritas mesin.
  4. Menerima laporan mandor harian.

2.7    Mengusulkan

  1. Mengusulkan penggantian Spare part/perbaikan unit mesin dalam skala yang besar.
  2. Perbaikan dan peningkatan kesejahteraan karyawan dibawah pengawasannya berdasarkan ketentuan yang berlaku.
  3. Perubahan status/kenaikan golongan karyawan (Mekanik).
  4. Penambahan sarana kelengkapan kerja seperti peralatan kerja (Tools) dan perlengkapan keamanan kerja.
  5. Rencana perbaikan/perawatan mesin berdasarkan kondisi aktual.

2.8    Evaluasi

  1. Mengevaluasi kondisi/kemampuan operasi dan efisiensi unit-unit mesin utama dan mesin pendukung pengolahan.
  2. Kinerja karyawan dibawah pengawasannya.
  3. Prioritas kerja perawatan dan perbaikan mesin dalam kondisi waktu yang terbatas.
  4. Mengevaluasi prestasi kerja tahunan terhadap mekanik.

2.9    Menandatangani

  1. Bukti permintaan barang dari gudang.
  2. Perintah kerja lembur dan pembayaran lembur.
  3. Surat ijin/pengantar untuk mendapatkan perawatan kesehatan.
  4. Bukti penerimaan dari Purchasing.
  5. Laporan bulanan perawatan mesin.
  6. Absensi karyawan dibawah pengawasan langsung.
  1. Tanggung Jawab
  1. Kelancaran dan kelangsungan kerja mesin-mesin produksi.
  2. Terlaksananya rencana perawatan mesin yang telah ditetapkan (Maintenance Schedule).
  3. Keutuhan peralatan (Tools) dan sarana keamanan kerja.
  4. Pembinaan hubungan kerja yang baik dan harmonis sesama karyawan dibawah pengawasannya serta karyawan bagian lain.
  5. Peningkatan kemampuan kerja karyawan dibawah pengawasannya.
  6. Kebenaran dan ketepatan waktu penyelesaian laporan bulanan mesin.
  7. Permintaan jumlah jam kerja lembur.
  1. Wewenang

4.1    Memutuskan Sendiri

  1. Menghentikan sementara proses produksi jika mesin diperkirakan akan mengalami gangguan.
  2. Menjatuhkan sanksi indisipliner (teguran) kepada karyawan dibawah pengawasannya (mekanik), kecuali PHK.
  3. Menempatkan mekanik pada objek perbaikan mesin yang sesuai dengan kemampuannya.
  4. Melakukan rotasi kerja di bidang mekanik.

4.2    Persetujuan Atasan

  1. Persetujuan kerja lembur karyawan dibawah pengawasannya.
  2. Menghentikan mesin untuk keperluan perbaikan yang memakan waktu panjang.
  3. Memberi Surat Peringatan (SP) kepada karyawan dibawah pengawasannya.
  1. Kriteria Keberhasilan
  1. Tercapainya kapasitas produksi pabrik secara keseluruhan.
  2. Terkendalinya biaya perawatan dan perbaikan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
  3. Meningkatnya kemampuan kerja, disiplin dan tanggung jawab karyawan dibawah pengawasannya.
  4. Tercapainya Breakdown Time yang memenuhi standar.

ASISTEN PROCESS DAN LABORATORIUM

Nama Jabatan           :  Assisten Process & Laboratorium.

Golongan                  :  H/G

Departemen/Divisi    :  Engineering/Operations.

Lokasi Kerja              :  Pabrik.

Atasan Langsung       :  Asisten Kepala.

Rekan Sederajat        :  Assisten Maintenance (Mechanical & Electrical)

Bawahan Langsung    :  Karyawan Process & Laboratorium

Hubungan Kerja        :  (selain dengan atasan langsung)

Kedalam:  Rekan Sederajat

Keluar:

URAIAN JABATAN

  1. U m u m

Mengusahakan tercapainya sasaran pengolahan dengan memperhatikan mutu, efisiensi dan hasil analisa laboratorium, hasil pengolahan air, pengolahan limbah serta biaya produksi.

  1. Tugas-tugas Pokok

2.1    Perencanaan

  1. Merencanakan jadwal pengolahan sesuai dengan estimasi buah yang akan diterima dari kebun.
  2. Merencanakan penggunaan jumlah tenaga kerja yang diperlukan dalam proses produksi.
  3. Merencanakan ketersediaan sumber daya yang ada dengan memperhatikan :
  4. Cadangan buah yang tersedia
  5. Cadangan bahan baku Boiler (Fibre & Shell)
  6. Cadangan bahan baku Diesel Genset (BBM Solar)
  7. Kondisi kesiapan unit mesin pengolahan
  8. Bahan-bahan penunjang lainnya ; tali manila, angkong, kain majun dan lain-lain.

2.2    Koordinasi

  1. Melakukan koordinasi dengan bagian maintenance, agar mesin pengolahan selalu dalam keadaan baik.
  2. Melakukan koordinasi dengan pihak kebun dan Riset dalam hubungannya dengan pemanfaatan limbah Pabrik.
  3. Melakukan koordinasi dengan pihak kebun dan CCD-CQC dalam hal pemeriksaan mutu buah di loading ramp.
  4. Melakukan koordinasi dengan pihak kebun (bagian traksi) untuk mengatur penggunaan alat berat dalam Pabrik.
  5. Melakukan koordinasi dengan kepala unit-unit kerja (Mandor Pabrik) dalam hal pengaturan jumlah tenaga kerja, start olah Pabrik dan hal-hal yang terkait lainnya.

2.3    Pelaksanaan

  1. Melaksanakan program pengolahan Pabrik sesuai dengan ketentuan buku pedoman Engineering dan petunjuk atasan.
  2. Melaksanakan pemeriksaan mesin-mesin pengolahan Pabrik secara rutin dan teratur.
  3. Melaksanakan seluruh petunjuk/instruksi atasan yang menyangkut aspek teknis dan non teknis Pabrik.
  4. Melaksanakan rapat kerja secara berkala dengan Mandor pengolahan.
  5. Melaksanakan pembinaan karyawan pengolahan/laboratorium, baik melalui pengawasan pekerjaan maupun pelatihan di tempat lokasi kerja atau ditempat latihan khusus.
  6. Memberi instruksi-instruksi kepada bawahan agar pelaksanaan kerja sesuai dengan program yang telah disusun.
  7. Memeriksa persediaan suku cadang atau bahan pembantu guna kelancaran operasional Pabrik.
  8. Melaksanakan program keselamatan kerja, kebersihan lingkungan dan keamanan Pabrik
  9. Melaksanakan proses produksi secara teratur, effisien, guna mencapai produktivitas dan mutu yang tinggi.
  10. Menyusun rencana anggaran pengolahan tahunan.
  11. Menyusun laporan produksi harian dan bulanan.

2.4    Pengawasan

  1. Mengawasi pekerjaan karyawan yang ada dibawah pengawasannya.
  2. Mengawasi secara langsung pengoperasian mesin-mesin pengolahan.
  3. Mengawasi kebersihan, keselamatan kerja dan keamanan di dalam lingkungan Pabrik.
  4. Mengawasi  kerugian (losses) yang terjadi selama proses produksi, guna meningkatkan effisiensi hasil pengolahan.
  5. Mengawasi pengangkutan/pengiriman hasil produksi dari dalam Pabrik.
  6. Mengawasi pelaksanaan pengangkutan janjang kosong produksi abu janjang dan solid serta pengolahan air limbah.
  7. Mengawasi kegiatan laboratorium Pabrik dengan memastikan bahwa pengambilan sampling dilakukan secara teratur dan ketelitian didalam  pemeriksaan.
  8. Mengawasi pemakaian sumber daya (tenaga kerja, bahan & alat) seoptimal mungkin.
  9. Mengawasi limbah buangan pabrik dengan memastikan bahwa buangan tersebut dibawah nilai ambang batas yang telah ditetapkan.
  10. Mengawasi/mengendalikan faktor biaya (cost) yang menyangkut pengendalian :
  11. Penggunaan alat dan bahan.
  12. Lembur proses/laboratorium (Overtime).

2.5    Penyampaian

  1. Menyampaikan laporan secara periodik mengenai keadaan Pabrik dan aspek lainnya kepada atasan.
  2. Menyampaikan segala hasil, kondisi, prestasi seluruh kegiatan dibawah pengawasannya kepada atasan.
  3. Menyampaikan petunjuk penggunaan/pengoperasian mesin-mesin pengolahan yang telah disetujui atasan kepada bawahan.

2.6    Menerima

  1. Menerima instruksi lisan maupun tulisan dari atasan.
  2. Menerima informasi dari Departemen/Divisi lain yang dibutuhkan.

2.7    Mengusulkan

  1. Mengusulkan perubahan sistem teknis karyawan dan aspek kerja sesuai dengan perkembangan perubahan kemajuan teknis kepada atasan.
  2. Mengusulkan sasaran dan perubahan target anggaran pengolahan.
  3. Mengusulkan pelatihan, promosi, mutasi dan jumlah kompensasi untuk karyawan yang berada dibawah pengawasannya.

2.8    Evaluasi

  1. Mengevaluasi hasil produksi baik secara kualitas maupun kuantitas.
  2. Kinerja karyawan yang berada di bawah pengawasannya.
  3. Mengevaluasi biaya yang timbul selama pengolahan.

2.9    Menandatangani

  1. Surat Perintah Kerja lembur bagi karyawan dibawah pengawasan.
  2. Menandatangani catatan jam operasi alat berat.
  3. Menandatangani bon permintaan barang.
  4. Menandatangani laporan harian produksi.
  5. Menandatangani surat teguran kepada bawahan langsung.
  1. Tanggungjawab

Bertanggung jawab atas kelancaran proses produksi dengan memperhatikan semua sasaran, target dan anggaran.

Bertanggungjawab atas ketepatan analisa produk yang dihasilkan oleh pabrik.

  1. Wewenang

4.1    Memutuskan Sendiri

Mengatur pekerja bagian pengolahan & laboratorium

4.2    Memutuskan dengan persetujuan Atasan

  1. Menghentikan mesin pengolahan bila terjadi kelainan untuk menghindari kerusakan.
  2. Mengambil tindakan disipliner/PHK atas pelanggaran dari karyawan di bawah pengawasannya.
  1. Hubungan Antar Departemen
  1. Membina kerjasama dengan bagian Maintenance di lingkungan pabrik, guna kelancaran proses produksi dan mempertahankan mutu hasil produksi.
  2. Melakukan pengawasan atas pelayanan Departemen lain.
  1. Kriteria Keberhasilan
  1. Tercapainya kapasitas produksi
  2. Kelancaran proses produksi
  3. Menekan biaya pengolahan dengan mencapai target produksi optimal.
  4. Terciptanya suasana kerja yang harmonis dan serasi.

ASISTEN KEPALA

Nama Jabatan         : Asisten Kepala (Askep)

Golongan               : F

Departemen/Divisi  : Engineering/Operations

Lokasi Kerja           : Pabrik

Atasan Langsung    : Factory Manager

Rekan Sederajat      : Askep Kebun

Bawahan langsung  : Asisten Pabrik, KTU

Hubungan Kerja      : (selain dengan atasan langsung)

Kedalam (Intern & Antar Dept) : Rekan Sederajat

Keluar: Pabrik/Perkebunan lainnya, Muspida/Muspika, Instansi Pemerintah, Lembaga Penelitian, Kontraktor, Supplier (atas izin atasan).

URAIAN JABATAN

  1. U m u m
  1. Mengelola Pabrik dan seluruh aset, sumber daya dan kegiatan yang berada dibawah pengawasannya.
  2. Menyusun rencana dan anggaran tahunan.
  3. Merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan dan mengawasi kegiatan pengolahan serta aspek lainnya agar mutu dan effisiensi yang tinggi dapat dicapai dengan biaya yang ekonomis.
  4. Mengantisipasi kemungkinan kejadian yang dapat merugikan Perusahaan.
  5. Menciptakan/menumbuhkan “Sense of Belonging” kepada seluruh personil.
  1. Tugas-tugas Pokok

Perencanaan

  1. Menjabarkan  rencana jangka  pendek,  menengah dan jangka panjang yang telah ditetapkan oleh atasan dalam bentuk program dan kegiatan kerja tahunan.
  2. Membuat dan mempersiapkan program dan anggaran tahunan.
  3. Menyusun rencana pengolahan yang disesuaikan dengan estimasi buah yang akan diterima dari kebun.
  4. Menyusun rencana perawatan tahunan untuk instalasi Pabrik dan seluruh mesin-mesin pengolahan agar Pabrik mampu beroperasi secara effisien terhadap kemungkinan fluktuasi panen buah dari Kebun.
  5. Merencanakan pola pengamanan Pabrik dan keselamatan kerja bagi seluruh karyawan (K3).

Koordinasi.

  1. Koordinasi dengan pabrik lainnya dalam rangka mencapai produktivitas maksimal, pengolahan yang lancar dan kualitas produksi yang tinggi.
  2. Mengkoordinasikan sumber daya (personel, alat dan bahan) yang tersedia di Pabrik agar semua kegiatan yang dilakukan dapat terlaksana dengan tingkat effisiensi yang tinggi dan efektif serta sesuai dengan target dan anggaran yang telah ditetapkan.
  3. Koordinasi dengan pihak transportir (angkutan) agar pencapaian dan realisasi pengiriman hasil (produksi) dapat terlaksana secara tepat waktu dan dengan tingkat resiko yang rendah terhadap kemung­kinan kehilangan serta berbagai aspek lainnya.
  4. Koordinasi dengan Purchasing untuk memperoleh dukungan dalam hal pengadaan kebutuhan logistik yang tepat waktu dan sesuai rencana.
  5. Koordinasi dengan pihak Kontraktor dalam rangka perawatan (Service Contract) agar dapat terlaksana dan tepat waktu, dengan kwalitas kerja yang baik dan bermutu.
  6. Koordinasi dengan instansi dan pihak yang berwenang dan berpengaruh terhadap keamanan dan lingkungannya (atas perintah atasan).
  7. Koordinasi dengan Departemen Riset dalam hal analisa dan pemanfaatan limbah (By Product) pabrik.
  8. Koordinasi dengan Departemen Marketing dalam hal pengiriman dan pemasaran hasil.
  9. Koordinasi dengan Bulking Station dalam hal penimbunan hasil (CPO/PKO).
  10. Koordinasi dengan CCD Survey untuk pengukuran dan pemetaan yang diperlukan.
  11. Koordinasi dengan Pabrik lainnya dilingkungan perusahaan.
  12. Koordinasi dengan CCD-CQC dalam rangka pemeriksaan mutu buah di Loading Ramp.
  13. Koordinasi dengan pihak Transportir dan kebun dalam hal kelancaran pengiriman buah ke Pabrik agar tidak berpengaruh terhadap pencapaian kapasitas olah pabrik.

Pelaksanaan

  1. Melaksanakan program kerja Pabrik sesuai dengan ketentuan Buku Pedoman Engineering.
  2. Melaksanakan pemeriksaan mesin-mesin pengolahan Pabrik secara rutin dan teratur.
  3. Melaksanakan seluruh petunjuk/instruksi atasan yang menyangkut Aspek Teknis dan non teknis Pabrik
  4. Memimpin rapat kerja secara berkala dan teratur antar Staff dan Kepala unit-unit kerja (Mandor).
  5. Pembinaan Karyawan baik melalui pengawasan pekerjaan maupun pelatihan ditempat kerja atau ditempat latihan khusus lainnya.
  6. Memberikan instruksi-instruksi kepada bawahan agar pelaksanaan pekerjaan  sesuai dan sejalan dengan program yang telah disusun.
  7. Memeriksa persediaan suku cadang guna mendukung kelancaran operasional pabrik.
  8. Melaksanakan program keselamatan kerja dan keamanan pabrik.
  9. Melaksanakan proses produksi secara teratur, effisien guna mencapai produktivitas yang tinggi.
  10. Melaksanakan Administrasi Pabrik yang dibantu oleh KTU.
  11. Melaksanakan pemeliharaan bangunan Pabrik, Kantor, Rumah Ibadah dan bangunan lainnya yang berada dibawah pengawasannya.

Pengawasan.

  1. Mengawasi pelaksanaan program perawatan mesin-mesin (Schedule Maintenance Programme) yang dilakukan oleh bawahannya (Asisten). Mengawasi pelaksanaan Administrasi Stock Gudang, Stock Produksi dan pengiriman Produksi.
  2. Mengawasi kebenaran atas analisa Laboratorium terhadap kerugian-kerugian di Pabrik serta mutu produksi.
  3. Memonitor dan mengendalikan kegiatan operasional, perawatan, tenaga kerja dan administrasi Pabrik.
  4. Mengawasi pelaksanaan sistim yang digunakan dalam hal pencapaian mutu dan tingkat effisiensi sesuai standar yang telah ditetapkan.
  5. Mengawasi pemakaian anggaran/budget tahunan untuk menjamin efektifitas dan efisiensi penggunaan biaya.
  6. Mengawasi secara keseluruhan aspek pengamanan aset dan sumber daya milik perusahaan yang berada dibawah pengawasannya.
  7. Mengawasi penggunaan biaya secara teliti dan ekonomis.
  8. Mengawasi pelaksanaan keselamatan kerja dan keamanan Pabrik (Security).
  9. Mengawasi kebenaran, ketepatan waktu, tepat guna, akurasi atas seluruh data dan laporan.

Penyampaian

  1. Laporan secara periodik mengenai keadaan Pabrik beserta aspek-aspeknya kepada atasan langsung.
  2. Menyampaikan segala hasil, kondisi, prestasi seluruh kegiatan dibawah pengawasannya kepada atasan langsung.
  3. Menyampaikan hal-hal yang menyangkut perkembangan teknis yang telah disetujui atasannya kepada bawahannya.

Menerima

  1. Laporan secara periodik dari bawahan langsung (Asisten) mengenai segala aspek keadaan Pabrik.
  2. Informasi dari departemen/divisi lain yang dibutuhkan.
  3. Menerima Instruksi, petunjuk  dan informasi secara lisan dan tertulis dari atasan.
  4. Menerima segala hal evaluasi prestasi bawahan.

Mengusulkan

  1. Pelatihan sistem, teknis pekerjaan dan aspek kerja lainnya sesuai dengan perkembangan dan kemajuan teknologi kepada atasannya.
  2. Sasaran dan perubahan target anggaran.
  3. Pelatihan dalam rangka  pengembangan,  mutasi  dan promosi serta jumlah kompensasi untuk seluruh karyawan yang berada di bawah pengawasannya.
  4. Perubahan Kultur teknis sesuai Buku Pedoman Engineering.
  5. Hal-hal yang dianggap perlu untuk peningkatan produksi, menurunkan biaya, percepatan pekerjaan, perawatan dan penyelesaian perbaikan.
  6. Hal-hal yang dianggap perlu untuk mengantisipasi kemungkinan yang dapat merugikan perusahaan.

Evaluasi

  1. Semua hasil kerja dan kegiatan bawahannya Asisten.
  2. Prestasi kerja dari bawahan langsung dan tidak langsung.
  3. Biaya yang sudah dikeluar dan yang akan dikeluarkan lagi dalam hubungannya dengan skala prioritas.

Menandatangani

  1. Menandatangani surat pengantar pengiriman MKS/IKS, izin masuk/keluar pabrik bila telah mendapat otorisasi dari Manager.
  2. Menandatangani Bon Permintaan Barang Gudang.
  3. Menandatangani Berita acara atas kemajuan mengenai jam kerja beserta penjelasannya atas kontrak kerja didalam pabrik.
  1. Tanggung Jawab
  1. Tercapainya semua sasaran (target) dan anggaran dari Pabrik yang berada dibawah pengawasannya.
  2. Terlaksananya seluruh instruksi atasan.
  3. Seluruh kejadian dan kegiatan yang berada dibawah pengawasannya.
  4. Terciptanya suasana yang harmonis/aman tenteram.
  5. Membina kesejahteraan dan kerukunan seluruh masyarakat Pabrik/Kebun seperti : Agama, Pendidikan, Kesehatan/KB, Olah Raga & Rekreasi.
  1. Wewenang

Memutuskan Sendiri

  1. Memutuskan kegiatan operasional harian dalam batas anggaran tahunan yang ditetapkan.
  2. Menyetujui pembayaran sampai jumlah tertentu.
  3. Merevisi, menunda atau membatalkan keputusan bawahan.
  4. Menyetujui/menolak biaya pertanggungjawaban perjalanan dinas bawahan.
  5. Melakukan teguran dan mengusulkan kepada atasan untuk mengeluarkan surat peringatan kepada bawahannya.

Persetujuan Atasan

  1. Dalam hal pemberian sumbangan harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan atasan.
  1. Memutasi/Rotasi sistem dalam lingkungan Pabrik.
  2. Menetapkan evaluasi prestasi bawahan langsung.
  3. Menetapkan jenis, waktu pelatihan dan pengembangan Karyawan.
  1. Hubungan Antar Departemen
  1. Membina kerjasama yang baik dengan HRD, Kebun, Transportir, Commercial,  Accounting, Budget, Perwakilan, Riset, CCD dan D & L.
  2. Menyampaikan informasi/dokumen sesuai dengan kebutuhan, tepat waktu kepada Departemen lain.
  3. Melakukan pengawasan atas pelayanan Departemen lain.
  1. Kriteria Keberhasilan.
  1. Tercapainya target, sasaran dan anggaran.
  2. Tercapainya loyalitas kerjasama, motivasi, disiplin dan kejujuran.
  3. Tercapainya suasana kerja yang serasi dan harmonis.
  4. Laporan yang akurat dan tepat waktu.

Factory Manager

Nama Jabatan         : Factory Manager.

Golongan               : E s/d D

Departmen/Divisi    : Engineering/Operations.

Lokasi Kerja           : Pabrik.

Atasan Langsung    : Area Manager Engineering.

Rekan Sederajat      : Estate Manager, PPD Manager, Accounting Manager, Administration Engineering Manager, Agronomy Manager.

Bawahan Langsung : Askep, Assisten Pabrik, KTU.

Hubungan Kerja      : (selain dengan atasan langsung)

Kedalam (Intern & Antar Dept):  Antar Departemen.

Keluar: Pabrik/Perkebunan lainnya, Muspida/Muspika, Instansi Pemerintah, Lembaga Penelitian, Kontraktor, Supplier.

URAIAN JABATAN

  1. U m u m
  1. Mengelola Pabrik dan seluruh aset sumber daya yang berada dibawah pengawasannya.
  2. Menyusun rencana dan anggaran tahunan.
  3. Merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan dan mengawasi kegiatan pengolahan serta aspek lainnya agar mutu dan effisiensi yang tinggi dapat dicapai dengan biaya yang ekonomis.
  4. Menciptakan/menumbuhkan “Sense of Belonging” kepada seluruh personil.
  5. Dapat  mengantisipasi kejadian yang mungkin merugikan perusahaan.
  1. Tugas-tugas Pokok

2.1    Perencanaan

  1. Menjabarkan rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang telah ditetapkan oleh Atasan dalam bentuk program dan kegiatan kerja tahunan.
  2. Membuat dan mempersiapkan program dan anggaran tahunan.
  3. Menyusun rencana pengolahan yang disesuaikan dengan estimasi buah yang akan diterima dari kebun baik harian, mingguan maupun bulanan.
  4. Menyusun rencana perawatan tahunan untuk instalasi pabrik dan seluruh mesin-mesin pengolahan agar pabrik mampu beroperasi secara effisien terhadap kemungkinan fluktuasi panen buah dari kebun sesuai buku pedoman Engineering.
  5. Merencanakan pola pengamanan pabrik dan lingkungannya, keselamatan kerja bagi seluruh karyawan (K3) serta pengawasan terhadap limbah buangan Pabrik.

2.2    Koordinasi

  1. Koordinasi dengan pabrik lainnya dalam rangka mencapai produktivitas maksimal, pengolahan yang lancar dan kualitas produksi yang tinggi.
  2. Mengkoordinasikan sumber daya (personil,  alat dan bahan) yang tersedia di pabrik agar semua kegiatan yang dilakukan dapat terlaksana dengan tingkat effisiensi yang tinggi dan efektif serta sesuai dengan target dan anggaran yang telah ditetapkan.
  3. Koordinasi dengan pihak transportir (angkutan) agar pencapaian dan realisasi pengiriman hasil (produksi) dapat terlaksana secara tepat waktu dan dengan tingkat resiko yang rendah terhadap kemungkinan kehilangan serta   berbagai aspek lainnya.
  4. Koordinasi dengan Purchasing untuk memperoleh dukungan dalam hal pengadaan kebutuhan logistik yang tepat waktu dan sesuai rencana.
  5. Koordinasi dengan pihak Kontraktor dalam rangka perawatan (Service Contract) agar dapat terlaksana dan tepat waktu, dengan kwalitas kerja yang baik dan bermutu.
  6.    Koordinasi dengan instansi dan pihak yang berwenang dan berpengaruh terhadap keamanan dan lingkungannya.
  7. Koordinasi dengan Departemen Riset dalam hal analisa dan pemanfaatan limbah (By Product) pabrik
  8. Koordinasi dengan Departemen Marketing dalam hal pengiriman dan pemasaran hasil.
  9.    Koordinasi dengan Bulking Station dalam hal penimbunan hasil (CPO/PKO).
  10.   Koordinasi dengan CCD Survey untuk pengukuran dan pemetaan yang diperlukan.
  11. Koordinasi dengan Manager Pabrik lainnya dilingkungan perusahaan.
  12.   Koordinasi dengan CCD-CQC dalam rangka pemeriksaan mutu buah di Loading Ramp.
  13. Koordinasi dengan pihak Transportir dan kebun dalam hal kelancaran pengiriman buah ke Pabrik agar tidak berpengaruh terhadap pencapaian kapasitas olah pabrik.

2.3    Pelaksanaan

  1. Menjabarkan anggaran tahunan.
  2. Melaksanakan program kerja Pabrik sesuai dengan ketentuan Buku Pedoman Engineering.
  3. Melaksanakan pemeriksaan mesin-mesin pengolahan Pabrik secara rutin dan teratur.
  4. Melaksanakan seluruh petunjuk/instruksi atasan yang menyangkut Aspek Teknis dan non teknis Pabrik
  5. Memimpin rapat  kerja  secara  berkala dan teratur antar Staff dan Kepala unit-unit kerja (Mandor).
  6.    Pembinaan Karyawan baik melalui pengawasan pekerjaan maupun pelatihan ditempat kerja atau ditempat latihan khusus lainnya.
  7. Memberikan instruksi-instruksi kepada bawahan agar pelaksanaan pekerjaan  sesuai dan sejalan dengan program yang telah disusun.
  8. Memeriksa persediaan suku cadang guna mendukung kelancaran operasional pabrik.
  9.   Melaksanakan program keselamatan kerja dan keamanan pabrik.
  10.   Melaksanakan proses produksi secara teratur, effisien guna mencapai produktivitas yang tinggi.
  11. Melaksanakan Administrasi Pabrik dan Keuangan dengan dibantu oleh KTU.
  12.   Melaksanakan pemeliharaan bangunan Pabrik, Kantor, Rumah Ibadah dan bangunan lain yang berada dibawah pengawasannya.

2.4    Pengawasan

  1. Mengawasi pelaksanaan  program   perawatan  mesin-mesin (Skedul Maintenance Programme) yang  dilakukan oleh bawahannya (Askep/Asisten).
  2. Mengawasi pelaksanaan Administrasi  Stock  Gudang, Stock Produksi dan pengiriman Produksi.
  3. Mengawasi kebenaran atas analisa Laboratorium terhadap kerugian-kerugian di Pabrik serta mutu produksi.
  4. Memonitor dan mengendalikan pola/mekanisme kegiatan operasional, perawatan, tenaga kerja dan administrasi Pabrik.
  5. Mengawasi pelaksanaan sistem yang digunakan dalam hal pencapaian mutu dan tingkat effisiensi sesuai standar yang telah ditetapkan.
  6. Mengawasi pemakaian anggaran/budget tahunan untuk menjamin efektifitas dan effisiensi penggunaan biaya.
  7. Mengawasi secara keseluruhan aspek pengamanan asset dan sumber daya milik perusahaan yang berada dibawah pengawasannya.
  8. Mengawasi penggunaan biaya secara teliti dan ekonomis.
  9. Mengawasi pelaksanaan keselamatan kerja dan keamanan Pabrik (Security).
  10. Mengawasi kebenaran, ketepatan waktu, tepat guna, akurasi atas seluruh data dan laporan.

2.5    Penyampaian

  1. Laporan secara periodik mengenai keadaan Pabrik beserta aspek-aspeknya kepada atasan langsung.
  2. Menyampaikan segala hasil, kondisi, prestasi seluruh kegiatan dibawah pengawasannya kepada atasan langsung.
  3. Menyampaikan hal-hal yang menyangkut perkembangan teknis yang telah disetujui atasannya kepada bawahannya.
  4. Menyampaikan  laporan  dan  informasi hanya kepada departemen lain yang membutuhkan.

2.6    Menerima

  1. Laporan secara periodik dari bawahan langsung mengenai segala aspek keadaan Pabrik.
  2. Informasi dari departemen/divisi lain yang dibutuhkan.
  3. Menerima instruksi, petunjuk dan informasi secara lisan dan tertulis dari atasan.
  4. Menerima segala hal evaluasi prestasi bawahan.

2.7    Mengusulkan

  1. Pelatihan sistem, teknis pekerjaan dan aspek kerja lainnya sesuai dengan perkembangan dan kemajuan teknologi kepada atasannya.
  2. Sasaran dan perubahan target anggaran.
  3. Pelatihan dalam rangka  pengembangan,  mutasi  dan promosi serta jumlah kompensasi untuk seluruh karyawan yang berada di bawah pengawasannya.
  4. Perubahan Kultur teknis sesuai Buku Pedoman Engineering.
  5. Hal-hal yang dianggap perlu untuk peningkatan produksi, menurunkan biaya, percepatan pekerjaan, perawatan dan penyelesaian perbaikan.
  6. Hal-hal yang dianggap perlu untuk mengantisipasi kemungkinan yang dapat merugikan perusahaan.

2.8    Evaluasi

  1. Semua hasil kerja dan laporan kegiatan bawahannya (Askep, Asisten, KTU).
  2. Prestasi kerja dari bawahan langsung dan tidak langsung.
  3. Biaya yang sudah dikeluar dan yang akan dikeluarkan lagi dalam hubungannya dengan skala prioritas.

2.9    Menandatangani

  1. Menandatangani semua  Dokumen, Laporan, SPK, bukti Kas keluar dan masuk, Permintaan dan Pertanggung jawaban Dana, Cheque Rekonsiliasi Bank dan pesanan barang lainnya dalam batas wewenang yang diberikan perusahaan.
  2. Menandatangani Laporan Periodik & Insidentil, pembayaran gaji dan upah, Permintaan Catu Beras, surat pengantar CPO/Kernel/Perjalanan Dinas, BAPP, Bon Permintaan & Pengeluaran Barang, General Daily Report, Pembayaran Iuran Astek, Pph Karyawan, Surat Teguran/Peringatan, Izin masuk/keluar pabrik dll sesuai dengan sistem dan prosedur Administrasi keuangan yang berlaku.
  1. Tanggung Jawab.
  1. Tercapainya semua sasaran (target) dan anggaran dari Pabrik yang berada dibawah pengawasannya.
  2. Terlaksananya seluruh instruksi atasan.
  3. Seluruh kejadian dan kegiatan di kawasan yang dikelolanya.
  4. Terciptanya suasana yang harmonis/aman dan tenteram.
  5. Membina kesejahteraan dan kerukunan seluruh masyarakat Pabrik/Kebun  seperti : Agama, Pendidikan, Kesehatan/KB, Olah Raga & Rekreasi.
  1. Wewenang.

4.1    Memutuskan Sendiri.

  1. Memutuskan kegiatan operasional harian dalam batas anggaran tahunan yang ditetapkan.
  2. Menyetujui pembayaran sampai jumlah tertentu.
  3. Merevisi, menunda atau membatalkan keputusan bawahan.
  4. Menyetujui/menolak biaya pertanggungjawaban perjalanan dinas bawahan.
  5. Melakukan teguran dan mengeluarkan surat peringatan kepada bawahannya.

4.2    Memutuskan dengan Persetujuan Atasan.

  1. Dalam hal pemberian sumbangan harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan atasan.
  2. Memutasi/Rotasi Asisten dan Askep dalam lingkungan Pabrik.
  3. Menetapkan Permintaan Tambahan dan Perubahan Anggaran untuk meningkatkan kemampuan olah mesin-mesin yang ada.
  4. Menandatangani Cheque bersama VP/AME sampai jumlah tertentu.
  5. Mengeluarkan SPK/PP lokal sampai jumlah tertentu.
  6. Menetapkan evaluasi prestasi bawahan langsung.
  7. Menetapkan jenis, waktu pelatihan dan pengembangan Karyawan.
  1. Hubungan Antar Departemen.
  1. Membina kerjasama yang baik dengan HRD, Kebun, Transportir, Commercial, Accounting, Budget, Perwakilan, Riset, CCD dan D&L.
  2. Menyampaikan informasi/dokumen sesuai dengan kebutuhan dan tepat waktu kepada Departemen lain.
  3. Melakukan pengawasan atas pelayanan Departemen lain.
  1. Kriteria Keberhasilan.
  1. Tercapainya target, sasaran dan anggaran.
  2. Tercapainya loyalitas kerjasama, motivasi, disiplin dan kejujuran.
  3. Tercapainya suasana kerja yang serasi dan harmonis.
  4. Laporan yang akurat dan tepat waktu.