Peralatan Laboratorium dan Bahan Kimia Pabrik Minyak Kelapa Sawit

Pendahuluan

Laboratorium CPO

Laboratorium CPO

Pengertian pengendalian mutu adalah kegiatan terpadu mulai dari pengendalian standar mutu bahan, standar proses produksi, barang setengah jadi,barang jadi, sampai standar pengiriman produk akhir ke konsumen agar barang (jasa) yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi mutu yang direncanakan

(Prawirosentono, 2007:74).
Tugas dan fungsi utama Laboratorium selain pencatatan dan pelaporan adalah dapat menganalisa faktor penyebab terjadinya penyimpangan kualitas CPO sehingga dapat dilakukan action pencegahan dan perbaikan oleh manajemen. faktor – faktor pembentuk kulaitas CPO adalah faktor bahan baku, metode kerja,manusia, mesin, metode kerja, serta lingkungan kerja. Di mana faktor yang secara umum paling berpengaruh adalah bahan baku, metode kerja, serta manusia.

Fungsi dan Tugas Laboratorium

  1. Analisa mutu minyak sawit (CPO) dan inti sawit (Kernel)
  2. Analisa oil losses. Prosentase kehilangan minyak per FFB (Oil looses/FFB) pada :
    • Janjang kosong
    • Brondolan dalam janjang kosong
    • Janjang keras
    • Ampas fibre pada press
    • Biji / Nuts
    • Sludge ex separator
    • Solid basah ex Decanter
    • Limbah pabrik terakhir (Effluent)
  3. Analisa kernel losses. Prosentase kehilangan kernel per FFB (Kernel Loss/FFB) pada :
    • Brondolan dalam janjang kosong
    • Janjang keras
    • Fibre Cyclone
    • Cangkang Hydrocyclone
    • LTDS
  4. Menganalisa Raw water ( bahan baku air, yang pada umum nya diperoleh dari pembuatan waduk konvensional atau dari air sungai) dan Boiler water
  5. Memonitor perubahan anaerobik dengan melakukan analisa rutin limbah (PME, Palm Mill Effluent).

 

Palm Oil Mill Laboratorium

Palm Oil Mill Laboratorium

Parameter Mutu Minyak Sawit

Selama ini standart mutu yang digunakan oleh Pabrik Minyak Kelapa Sawit cenderung mengikuti kontrak kerja yang ditetapkan oleh pembeli utamanya seperti PT. Willmar.
Pemerintah melalui BSN telah menetapkan standarisasi mutu CPO yang dimuat dalam SNI-01-2901-2006 yaitu:
No Karakteristik Keterangan
1 Kadar asam lemak bebas < 5,00 %
2 Kadar air < 0,50 %
3 Kadar kotoran < 0,50 %
4 Bilangan Yodium 50 – 55 g / 100 g TBS
5 Warna CPO (crude palm oil) Jingga kemerah-merahan
Dalam prakteknya untuk menghasilkan kualitas mutu CPO yang di hasilkan dari proses pengolahan di tetapkan baku mutu sebagai berikut :
  • Nilai FFA dalam CPO sebaik nya tidak lebih dari 4%.
  • Nilai kadar air (moisture content) pada CPO sebaik nya tidak lebih dari 0,4%.
  • Nilai Kadar kotoran (dirt content) pada CPO sebaik nya tidak lebih dari 0,04%.
  • Nilai Peroxide value pada CPO sebaik nya tidak lebih dari 1 meq/kgl.
  • Nilai Dobi yang baik harus lebih dari 2,5. Semakin tinggi nilai DOBI pada CPO menunjukkan mutu CPO yang bersangkutan semakin baik.

Peralatan Laboratorium Pabrik Minyak Kelapa Sawit

No. Description MODEL/TYPE QTY
1 Analitical balance C/W

piring tunggal

Meetler AE-200, Cap. 200 gr 1
Timbangan elektronik Sartorius A200S divisi 0,0001 gr, max 200 gr
2 Triple bean balance Ohaus, 2610 gr 1
Timbangan digital Sartorius 1002, 0,1-500 gr 1
Timbangan analitic Sartorius 1702/ 1712, 0,1-200 gr 1
3 Ton pan balance Skala 1 kg, cap. 50 kg 1
4 Timbangan set 238 Ohaus %, 1mg-200 gr 1
214   – 11 USA, ½ kg-5kg
5 Ekstraksi Sokhlet Termostat kotrol 230-V, pemanas listrik u/250ml, tabung komplit tiang penyangga boss head & kle penjepit gelas kondensor, 6×150 w, cat.No.EME 6, 0250/C 2
6 Ekstraktor Quickfit 200ml, Socket 40/38, kerucut 29/32 15
7 Kondensor Quickfit 200 ml, kerucut 40/38 15
8 Flat bottom flask Quickfit : 250 gr, Socket 29/32 20
9 Hexana distilasi set :
a. Isopad isomantel Electro mantel, 1000 ml 1
b. Leibig kondensor socket & kerucut, 24/29 1
c. Deliveri adapter socket 24/29 1
d. Plain still Head socket 14/23, kerucut 24/29
e. Round bottom flask soket 24/29 1
10 VFA distilasi set :
a. Leibig kondensor NS 29/32, 500 ml 1
b. flat bottom flask NS 29/32 1
c. Still two head cone NS 29/32,u/n uap Receiver adapter 1
d. (palaintbent) NS 29/32 1
11 Oven listrik  C/W thermostat Binder F 53 T, 400 x 400, V – 53 ltr, 330 mm, 220 v, min 200 c 2
12 Flat pemanas listrik model IKAMAG RH, 220 vlt,

415 kw, 22-2000rpm, C/W stirrer magnit dan kaki buret otomatis

1
13 Pompa vacum RRC 2 x 0.5, max. tor 5×0.0001 1
14 Vacum flask schot/duran 1000 ml 2
15 Electri water still IKA DEST model 3000 1
16 Desikator dan

vacum break

memmert 350 – 6 lubang 220 v, NS 850.067, dia 25 cm 2
18 Pengukur konduktif

(TDS meter)

Myron Model 532T1/USA, 0-5000 ppm 1
19 Flokulator u/Jar test PCI (Paterson), candy int. ltd 1
20 pH meter digitalt : Corning Model 220, Digital pH meter, Range : 0.00 to-14.00 in 0.001 1
21 Centrifuge Electric 4 tabung 1
22 Silica Test Kit Merk : Lamote, Range 0-10 ppm 1
23 Alat test air boiler  c/w chemical dan reaktif 1
24 StopwatcH 2
25 Alat penghitung 4 angka 3
26 Thermometer 30 cm 0-150 C 6
27 Penjepit gelas kimia Quickfit 600 ml 1
28 Slang plastik william int dia 5/16, u/ hubungan kondensor pada suply air 10m
29 Cawan porselein 75 ml 24
30 mortar&pestle porselein RRC – dia 13 cm 2
31 Gelas ukur 1000 ml 2
32 Gelas ukur 100 ml 3
33 Gelas ukur 50 ml 3
34 Gelas ukur 25 ml 4
35 Gelas ukur 10 ml 2
36 Burete otomatis

c/w 500 ml botol plastik

Brand Germany, 15×0,1 ml 2
37 Burete otomatis

c/w 500 ml botol plastik

Brand Germany, 25×0,1 ml 2
38 Beaker gelas pirex/duran, 1000 ml 2
39 Beaker gelas pirex/duran, 500 ml 12
40 Beaker gelas pirex/duran, 250 ml 10
41 Beaker gelas pirex/duran, 100 ml 12
42 Beaker gelas pirex/duran, 50 ml 6
43 Corong plastik dia 10 cm 4
44 Corong plastik dia 6 cm 4
45 Bottol gelas droping 100 ml 4
46 Crystallising Dish Dia 70mm x T.40mm, 150 ml 18
47 Tabung centrifuge kapasitas 15 ml, 10×0,1 ml 12
48 Tabung dgn ukuran isi 1000 ml 4
49 Pipet bola 20 ml 1
50 Pipet bola 10 ml 2
51 Pipet berukuran 10 ml 2
52 Pipet berukuran 5 ml 2
53 Gooch crusible dia. Dasar 25 mm, 50 ml 12
54 Petri dish dia 100mm 10
55 Botol bahan kimia 250 ml 6
56 Erlemeyer pirex/duran, 1000 ml 2
57 Erlemeyer pirex/duran, 500 ml 2
58 Erlemeyer pirex/duran, 250 ml 12
59 Erlemeyer pirex/duran, 150 ml 12
60 Botol timbangan 15 ml 1
61 Tangkai pengaduk gelas pirex/duran, 20 cm 2
62 Bidal ekstraksi (timbel) whatman 25 pcs, 33×110 mm 6
63 Filter GF/B whatman, dia 2,5 cm 6
64 Whatman kertas filter I dia 12,5 3
65 Silika gel  u/desikator 6
66 Silikon grease  u/desikator 1
67 Spatula besi 150 mm 2
68 Botol plastik dg tutup 250 ml 350
69 Botol plastik dg tutup 1 galon 20
70 Botol pencuci d/plastik 500 ml 3
71 Corong plastik dia 1 dm3 1
72 Labu ukur 1000 ml 2
73 Labu ukur 100 ml 2
74 PIpa gelas dia 9 mm 1 kg
75 Rubber cone 1”x 4 cm 2
76 Pipet dg penekan karet 2
77 Pemadam kebakaran 6 kg 1
78 Kantong plastik tebal lbr 26 cm, T 40 cm 5 kg
79 Nampan sampel Aluminium 2
80 Tempat mengambil

sampel storage tank

200 ml 1
81 Pisau Stainless steel 2
82 Kampak 0,5 kg 1
83 Sikat tabung percobaan 2

 

Laboratorium PMKS

 

Bahan Kimia Laboratorium Pabrik Minyak Kelapa Sawit

No. Description Model/Type QTY
1 Pellets NaOH merck ART.5033, 1000 gr/b 1 btl
2 Pottasium hydrogen phthalate merk ART.4874, 500 gr/b 1 btl
3 Bubu phenophthalein merk ART.7233, 100 gr/b 1 btl
4 Bubuk methil orange merk ART.1322, 100 gr/b 1 btl
5 Iso propil alkohol AR.grade 96%, 2,5 ltr/b 2 btl
6 Hexana Commercial grade, 250 ltr/dr 1 drum
7 Konsentrat asam sulfat AR. Grade 95-97%, 5 ltr/btl 2 btl
8 Asam asetat, glacial UNIVAR UN 2789, 2,5 ltr/b 1 btl
9 Ethanol UNIVAR 95% murni, 2,5 ltr/b 1 btl
10 Wol katun 4 kg
11 Bubuk ammonium molybdat UNIVAR (81-83%), 10 gr/100 cc H20, 500 gr/btl 1 btl
C. Spares
1 Mantel pemanas untuk ekstraksi dg soklet 150 watt 6

Palm Oil Mill 45 Ton FFB per Hour

Pabrik Minyak Kelapa Sawit Kapasitas 45 Ton TBS per Jam

Pendahuluan

Pabrik kelapa sawit ini menggunakan rebusan 4 buah vertical sterilizer dengan kapasitas masing- masing 25 ton. Untuk mengurangi losses pada rebusan di pasang Empty Bunch Shreder dan Press untuk mengutip minyak pada janjang kosong. Proses pemurnian minyak dari minyak mentah menjadi CPO digunakan Decanter 3 Phase dan Separator dengan system D3 PRO. Untuk memperoleh kualitas Kernel yang bagus dan bersih, Nut sebelum masuk Ripple Mill di sortir berdasarkan dimensi dengan Nut Grading Drum. Pemisahan campuran pecahan Kernel dan Shell setelah LTDS 2 menggunakan Hydrocycole sehingga prosesnya bersih dan tanpa menggunakan bahan kimia seperti pada Claybath.

Denah Pabrik

Factory Layout Diagram

Denah Pabrik

Keterangan

No. Description No. Description
 1.  Jembatan Timbang  14.  Boiler Station
 2.  Central Office  15.  Threshing Station
 3.  Mushollah  16.  Pressing Station
 4.  Car Park  17.  Kernel Recovery Station
 5.  Despatch Sheet  18.  Empty Bunch Shreder And Press
 6.  Loading Ramp  19.  Sludge Pit
 7.  Storage Tank  20.  Clarification Station
 8.  Canteen  21.  Kernel Storage
 9.  Mill Office  22.  Composting Plant
10.  Sterilizer Station  23.  Toilet Block
 11.  Water Treatment Plant  24.  Wharehouse
 12.  Power Station  25.  Workshop
 13.  Demineralization Plant

Stasiun Proses

1. Stasiun Penerimaan Buah (Fruit Reception) Loading Ramp

Dengan menggunakan rebusan vertical sterilizer maka untuk menerima tandan buah segar dan mengirimkannya ke rebusan cukup dengan menggunakan scrapper bar conveyor yang di gerakkan oleh Hydraulic motor. Cages (lori) tidak di gunakan seperti pada system Horizontal sehingga kebutuhan bangunan juga tidak terlalu luas.

2. Stasiun Rebusan (Sterilizer Station)

Terpasang 4 buah unit Vertical Sterilizer kapasitas masing-masing 25 ton yang di kontrol secara interlock melalui Cylinder Hydraulic dan valve menggunakan control Pneumatic. Control system menggunakan unit PLC dan untuk berkomunikasi (menginput variable yang di perlukan) antara mesin dengan operator terdapat piranti HMI yang terpasang panel panel kontrol.

Stasiun Rebusan

Stasiun Rebusan

3. Stasiun Penebah (Threshing Station)

Pemisahan antara buah dengan janjang kosong menggunakan 2 unit Thresher Drum dengan kapasitas masing-masing 45 ton/jam yang di gerakkan oleh geared motor 22 kW. Janjang kosong yang ada tidak langsung di buang tetapi melewati mesin pencacah dan pemeras untuk mengutip sisa minyak yang ada sehingga hasil akhir dari proses ini janjang kosong sudah berubah menjadi fiber.

Stasiun Penebah

Stasiun Penebah

4. Stasiun Kempa (Pressing Station)

Pengutipan minyak dari buah menggunakan 4 buah Digester dengan kapasitas masing-masing 4500 liter  dan mesin Press dengan kapasitas masing-masing 15 Ton/jam yang di gerakkan oleh geared motor 30 kW.

Pressing Station

Stasiun Kempa

5. Stasiun Pengutipan Inti (Kernel Recovery Station)

Hal yang penting menjadi catatan dari stasiun ini adalah terdapat Nut Grading Drum untuk membagi berdasarkan besaran Nut sehingga mempermudah dalam penyetelan Ripple MIll. Penggunaan Hydrocyclone untuk membuat proses pemisahan menjadi bersih dan tidak menggunakan bahan kimia.

Kernel Recobery Station

Stasiun Pengutipan Inti

6. Stasiun Klarifikasi (Clarification Station)

Proses pemurnian minyak menggunakan 1 buah Decanter 3 Phase yang di gerakkan oleh motor 55 kW dan 1 buah Separator 45 kW untuk mengutip minyak pada slude. Dengan Proses D3 PRO selain menghasilkan CPO dengan kualitas bagus dan Sludge juga menghasilkan limbah solid sehingga memerlukan conveyor solid dan sebuah Hooper penampung limbah solid.

Clarification Station

Stasiun Pemurnian Minyak

7. Stasiun Boiler (Boiler Station and Demineralization Plant)

Uap diperlukan untuk membangkitkan listrik, proses memasak dan proses pabrik. Digunakan 1 buh Boiler kapasitas 27 Ton /jam. Boiler memerlukan Bahan Bakar berupa Fiber dan Shel sehingga di perlukan Material Handling berupa Conveyor untuk melengkapinya. Air yang di supplay dari Water Treatment Plant untuk di masak pada boiler sebelumnya harus melalui proses Demineralization untuk menetralkan mineral air yang ada.

Boiler Station

Stasiun Pembangkit Tenaga Uap

8. Stasiun Tenaga (Power Station)

Dalam proses normal, kebutuhan power listrik pabrik di supplay oleh 1 buah Turbine Uap kapasitas 1400 kW. Untuk pembangkitan awal sebelum boiler siap dan turbine belum beroperasi digunakan 2 buah Generator Set kapasitas 500 kW dan 1 buah Generator Set 200 kW.

Engine Room

Stasiun Pembangkit Tenaga Listrik

9. Stasiun Penjernihan Air (Water Treatment Plant)

Kebutuhan air untuk pabrik di suplay dari sungai terdekat dari area kebun kemudian di tampung oleh waduk buatan. Air dalam waduk di pompa dengan menggunakan multistage pump kapasitas 45 kW ke pabrik melalui proses injeksi kimia dan di endapkan pada water basin. air yang terdapat pada water basin kemudian di pompakan melewati penyaringan pada presure sand filter yang di dalamnya terdapat pasir kuarsa menuju Over Head Water Tank. Air Ini di gunakan untuk Boiler, Kebutuhan Proses Panas dan dingin, Keperluan Domestik, Washer (bersih-bersih pabrik) dan suplay untuk Fire Hydrant.

Water Treatment Plant

Stasiun Penjernihan Air

10. Kolam Limbah (Effluent Treatment Plant)

Effluent Treatment Plant

Kolam Pengolahan Limbah

Kolam limbah terdiri dari :

  • 2 unit kolam pendinginan (Cooling pond)
  • 3 unit kolam pembiakan bakteri (Mixing Pond)
  • 2 unit kolam Anaerobic
  • 3 unit kolam pengendapan
  • 1 unit kolam aerasi
  • 1 unit kolam pelepasan

Bangunan Penunjang

1. Weightbridge 11. Canteen dan Locker Karyawan
2. Loading Ramp 12. Mushola
3. Condensate Pit and Sludge Pit 13. Toilet
4.Acces Road, Culvet and Drainasee 14. Power Panel Control Room
5. Gate and Fencing 15. Raw Water River Pump House
6. Guard House 16. Water Treatment Pump House
7. Car Port 17. Raw Water Reservoir ( waduk air )
8. Head Office 18. Water Clarifier Resevoir kap 600 sd 800 m3
9. Work Shop dan  Ware House 19. Pump sheed for Condensate, Sludge Pit, Effluent Pump
10. Mill Office dan Laboratorium

SOP KOLAM LIMBAH

Tujuan

Pengoperasian kolam limbah secara benar dan tepat untuk mendapatkan hasil pengolahan yang optimum sehingga air limbah yang diolah sesuai dengan baku mutu limbah cair yang berlaku.

Definisi

Kolam limbah adalah suatu unit instalasi pengolahan air limbah yang terdiri dari kolam Mixing Pond, Anaerobik Primer 1,  Anaerobik Primer 2, Anaerobik Sekunder 1,Anaerobik Sekunder, Fakultatif , Aerobik 1,Indikator 1, Indikator 2, Indikator 3, yang berguna sebagai tempat mengolah limbah cair (menurunkan kadar polutan hingga sesuai dengan baku mutu limbah cair) sebelum dialirkan ke lahan.

Penanggung jawab

Mill Manager

Ruang Lingkup

SOP ini berlaku dalam kawasan Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT. ………………………………

Referensi

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
  3. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 28 Tahun 2003 tentang Pedoman Teknis Pengkajian Pemanfaatan Air Limbah dari Industri Minyak Sawit pada Tanah di Perkebunan Kelapa Sawit.
  4. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 29 Tahun 2003 tentang Pedoman Syarat dan Tata Cara Perizinan Pemanfaatan Air Limbah Industri Minyak Sawit pada Tanah di Perkebunan Kelapa Sawit.
  5. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-51/MENLH/10/1995 Baku Mutu Limbah Cair untuk industri
  6. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: 122 Tahun 2004 tentang perubahan atas Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-51/MENLH/10/1995,Baku Mutu Limbah Cair untuk industri

Prosedur

a. Persiapan kegiatan

  1. Pastikan jumlah pekerja yang mengawasi kegiatan pada instalasi pengolahan air limbah cukup.
  2. Periksa semua kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) untuk pekerja (Masker, sarung tangan karet, sepatu boot)
  3. Pengawas harus dilengkapi alat komunikasi (HT)
  4. Berikan briefing singkat sebelum memulai pekerjaan (Safety Talks).
  5. Periksa semua pompa, valve (katup/keran), kondisi system pemipaan dalam lokasi IPAL..

b. Pelaksanaan kegiatan

  1. Periksa ketinggian maksimum air limbah pada masing-masing kolam. Periksa semua saluran antar kolam.
  2. Periksa semua tanggul kolam pastikan tidak terdapat rembesan dan kebocoran.
  3. Lakukan perawatan tanaman penutup tanah pada semua tanggul.
  4. Lakukan pengambilan solid pada permukaan kolam anaerob 1 bila sudah tebal.
  5. Lakukan pengambilan sampel pada kolam anaerobik 2,indikator 1 dan indikator 3

c. Penghentian kegiatan

  1. pastikan semua peralatan dalam kondisi tidak aktif
  2. pastikan semua peralatan kerja dikumpulkan dan terawat dengan baik.

d. Pelaporan

  1. Jumlah limbah harian yang dihasilkan PKS
  2. pH harian limbah yang dihasilkan PKS
  3. Pengambilan sampel air dan analisis dari kolam limbah kontrol setiap 1 bulan sekali.
  4. Pengambilan sampel air dan analisis dari sungai pondok damar setiap 1 bulan sekali.

 

Ketentuan K3

  1. Petugas harus menjamin bahwa tugasnya dilaksanakan secara penuh perhatian terhadap K3
  2. Peralatan K3 yang sesuai ( helm, sarung tangan dan masker) harus dipakai selama bekerja

Pemisahan Minyak Dengan Decanter dan Separator

  1. Introduction

D3 PRO adalah suatu system pengolahan minyak tanpa menambahkan air pengencer setelah Minyak kotor keluar dari screw press (sedangkan steam dan hot water di proses sebelumnya tidak di ubah, tidak ada perubahan di dalam extraction efficiency).

UNDILUTED CRUDE hasil screw press setelah melalui desander cyclone akan langsung di dimasukkan ke decanter yg mempunyai gaya centrifugal ~3000 G force, dimana apapun jenis dan- merk decanter nya , crude oil ini akan terpisah-kan dan membentuk lapisan berdasarkan perbedaan berat jenis menjadi:

a. Oil (light phase)

b. Emulsion if any + water with nos (heavy Phase)

c. Solid

decanter 3 phase

decanter 3 phase

2. Process Flow

Clarification Station

Stasiun Pemurnian Minyak

Crude oil dari press masuk ke sand trap tank. Overflow dari sand trap tank mengalir ke COT pertama yang berkapasitas 7 m3. dengan terlebih dahulu melalui Vibrating screen double deck dengan mesh 20 untuk ke dua deck.

Dari COT 1 di pompakan ke COT 2 yang mempunyai kapasitas sama dengan COT 1 melalui Sand Cyclone Singgle Stage (SSC). Dari COT 2 crude oil dipompakan ke Decanter buffer tank yang berkapasitas 3-6 M3 dengan terlebih dahulu melalui sand cyclone double stage. Dari Decanter feed tank crude oil di proses oleh decanter, dimana out put dari decanter terdiri dari 3 phase :

  1. Solid (biasanya di tampung di hopper seberum diaplikasi ke lapangan).
Solid Hooper

Solid Hooper

  1. Light phase dengan kandungan kotoran di bawah 0.05 persen akan di tampung di light phase tank untuk di simpan ke skimming tank dengan kapasitas 30 ton. Setelah itu minyak murni tersebut akan di proses oleh vacuum drier untuk di kurangi kandungan moistnya menjadi di bawah 0.2 persen. Hasil dari Vacuum drier akan di kirim ke oil storage tank untuk selanjutnya dijual ke customer
  2. Heavy phase dengan kandungan minyak di bawah 8 persen akan di tampung di heavy phase tank, untuk selanjutnya di tampung di sludge tank dengan kapasitas 30 ton, untuk selanjutnya di pompakan ke sludge buffer tank dengan kapasitas 3-5 M3 sebagai umpan dari slude separator. Light phase dari sludge separator akan di kirim kembali ke process yang sebelumnya akan di koleksi di reclaimed tank, sedangkan heavy phase separator dengan kandungan minyak di bawah 1 persen to O/WM akan dikirimkan ke final effluent, untuk selanjutnya di kirim ke kolam limbah.

Untuk condensate dari sterilizer akan di kutip di fat-pit untuk di ambil minyaknya dan di kumpulkan di reclaimed tank, untuk selanjutnya di olah kembali ke process bersamaan dengan light phase separator.

Sludge Separator

Sludge Separator

3. D3 PRO Unit

Heavy Phase Pump

Heavy Phase Pump

Standart unit yang dipakai untuk system D3 PRO adalah :

  1. Sand trap tank dengan kapasitas 10 M3 (by kontraktor)
  2. Vibrating screen double deck dengan mesh 20 (by kontraktor)
  3. Crude oil tank 1 kapasitas 7 M3 (by kontraktor)
  4. Sand cyclone singgle stage/SSC c/w pompa (by AIfa Laval)
  5. Crude oil tank 2 kapasitas 7 M3 (by Kontraktor)
  6. Sand cyclone second stage/STC c/w pompa (by Alfa Laval)
  7. Decanter feed tank kapasitas 5 M3 (by kontraktor)
  8. Decanter (by Alfa Laval)
  9. Light phase tank kap 3 M3 (by kontraktor)
  10. Pompa dari light phase tank ke pure oil tank (by kontraktor)
  11. Pure oil tank kapasitas 30 M3 (by kontraktor)
  12. Pompa pure oil tank ke skimmed tank (by kontraktor)
  13. Skimmed oil tank kapasitas 30 M3 + stand by pump (by kontraktor)
  14. Vacuum drier c/w vacuum pump & drier oil pump (alfa laval)
  15. Heavy phase tank kap 3 M3 (by kontraktor)
  16. Pompa dari heavy phase tank ke sludge tank (by kontraktor)
  17. Sludge tank kap 30 M3 (by kontraktor)
  18. Hot water tank kapasitas 3 M3 (by kontraktor)
  19. Sludge separator PASX 710 (by Alfa laval)
  20. Solid conveyor (by kontraktor)
  21. Reclaimed oil tank kapasitas 3 M3 (by Kontraktor)

 

4. Lay Out Dimention

D3 PRO LAYOUT

D3 PRO LAYOUT

  1. Luas bangunan stasiun klarifikasi : 21 x28 M2
  2. Ketinggian dari lantai ke ujung buffer tank : 13 M
  3. Luas platform decanter & vacuum Drier 5 x 10 M2 dengan ketinggian 3.5 M dari lantai
  4. Luas plat form untuk decanter feed tank : 5 x 6 M2 dengan ketinggian dari lantai 11 M

5. Referensi

Alfa Laval D3 Pro System Project

“CHD” Vertical Sterilizer

CHD VERTICAL STERILIZER PATENT

CHD VERTICAL STERILIZER PATENT

Penjelasan Umum

Vertical Sterilizer Body

Vertical Sterilizer Body

Ketel rebusan jenis Vertical Sterilizer ini di desain untuk tekanan kerja uap 3.5 bar berkapasitas 25 ton TBS per Cycle perebusan dengan pintu charge atas dan discharge bawah jenis clutch door system buka tutup dan lock ring menggunakan hydraulic power pack.

Untuk memasukkan buah, ketel rebusan ini di lengkapi dengan telescopic chute dan sliding dor yang terpasang pada conveyor pembagi yang digerakkan oleh hydraulic cylinder. Pada posisi pintu discharge dilengkapi dengan ” Auger” screw conveyor untuk bantu keluarkan TBS yang sudah masak yang dapat di atur kecepatannya melalui inverter (variable speed control). Pasa posisi tengah tabung rebusan dilengkapi dengan ” Arch Breaker ” jenis screw conveyor untuk membantu menurunkan TBS masak dengan cover plate untuk melindungi hantaman TBS saat pengisian rebusan.

Rebusan ini dilengkapi dengan system hydraulic dan pneumatic yang akan di kendalikan oleh sebuah panel pusat PLC dengan mimic diagram dan display record juga lokal panel yang terpasang pada lantai atas dan lantai bawah rebusan.

Konstruksi pembuatan ketel rebusan ini mengikuti peraturan IPNKK ( Depnaker ) atau setara dengannya dan dapat diterima.

VERTICAL STERILIZER DIAGRAM

VERTICAL STERILIZER DIAGRAM

Konstruksi dan perlengkapannya.

1. Badan ketel rebusan

Stasiun Rebusan

Stasiun Rebusan

  • Ukuran dari Vertical Sterilizer adalah 3200 mm I/D dengan tinggi 6700 mm setara dengan kapasitas 25 Ton TBS per Cycle rebusan
  • Unit VS terbuat dari material boiler SA516 G70 x 14 mm tebal. Pabrikasi dan machinery material yang dipakai mengacu pada standart unfired pressure vessel yang telah di sahkan oleh peraturan pemerintah
  • Didasar ketel rebusan dibuat lubang-lubang pengeluaran air kondensate.
  • Badan ketel rebusan dibungkus isolasi rockwool, tebal ninimal 50 mm dan kepadatan 90 kg/rn3, diikat dengan plat strip kemudian dibungkus plat aluminium tebal 0,7 mm sedemikian rupa khusus pada bagian las-lasan memanjang dan keliling dapat dibuka/ditutup kembali guna pemeriksaan INPKK ( Depnaker ).

2. Dish end & bottom cone

The top dished end and bottom cone will be lined with 3mm thick STAINLESS STEEL G304 plate.

3. Sterilizer doors

  • 2 x 1200 mm I/D SFB discharge quick actuating safety STAINLESS STEEL G304 door
  • One discharge regulator
  • Arch breaker device
  • The door will be actuated by manual or hydraulic device.

4. SFB Discharge Regulator & Arch Breaker

  • 1 ( satu ) buah Arch breaker jenis screw conveyor dipasang lengkap dengan packing pelindung uap (air tight packing) yang di gerakkan oleh electric motor 5.5 kW lengkap dengan pulley, belt, pulley guard dan base plate motor.
  • 1 ( satu ) buah discharge auger jenis screw conveyor dipasang lengkap dengan packing pelindung uap (air tight packing) yang digerakkan oleh reduction gearmotor 11 kW, di control oleh panel inverter (variable speed control)

5. Susunan katup ( valve ) pipa uap dan Condensate

  • Uap masuk melalui Header 8” pipa uap seamless sch 40 dicabangkan menjadi 3 pipa lingkar 6” masuk ke rebusan dan di ujung pipa header vertical dipasang steam trap menuju drainase.
  • Katup uap ( steam valve ) masuk dari jenis butterfly diameter 8” dapat dioperasikan secara manual atau pneumatic ( automatic control ), instalasi pipa ini dilengkapi dengan katup jenis globe valve dan katup pencegah balik ( check valve ) diameter 8” kemudian di reducer pipa diameter 6”.
  • 1 ( satu ) katup pengaman diameter 6” jenis double bore relief valve dipasang di salah satu ujung ketel dan dapat distel/diadjust sampai tekanan maksimun 4 kg/cm2.
  • Uap keluar ( exhaust ) melalui katup uap diameter 8” jenis butterfly dan dapat dioperasikan secara manual ataupun pnuematic ( automatic control ). Katup uap ( steam valve ) diameter 2” juga terpasang secara by pass pada exhaust.
  • Instalasi pipa keluar ( exhaust) menuju blow down chamber dilengkapi dengan katup pencegah balik ( check valve ) diameter 8”.
CHD VS Top Deck

CHD VS Top Deck

6. Instruments

2 ( dua ) manometer model bulat ( Pressure Gauge ) dengan penunjukan jarum, berdiameter 203 mm, range tekanan 0 – 4kg/cm2, masing-masing dipasang di kedua ujung rebusan posisi diatas pintu lengkap dengan O-siphon, 1/2 “ ball valve dan nipple.

1 ( satu ) termometer model bulat ( Temperature Gauge ) dengan penunjuk jarum, diameter 152 mm, suhu 0 – 200 derajat celcius untuk mengukur dibagian bawah rebusan dan terpasang ditengah rebusan.

Pada posisi Blind Flange bagian atas VS terdapat 3 ( tiga ) sock drat untuk :

  • Temperature transmitter.
  • Pressure gauge lengkap dengan O-siphon, ½” ball valve, nipple.
  • Pressure transmitter lengkap dengan O-siphon, ½” ball valve, nipple.

7. Air Compressor dan Air dryer

Satu (1) unit air compressor jenis single stage dan air dryer kapasitas 700 litre/minute, tekanan 8 bar lengkap dengan receiver tank, relief valve, pressure gauge, air hose, pressure differential sensor for automatic stop/start. Digerakkan oleh electric motor 5 HP, 3 Phase, 380 VAC, 50 Hz.

Telescopic Chute dan Sliding door

Setiap vertical sterilizer dilengkapi dengan telescopic chute ( corong ) pemasukan TBS dan sliding dor pada Conveyor Distributor ke Vertical Sterilizer. Chute ini dirancang sedemikian rupa dapat bergerak turun saat pintu atas VS di buka, kemudian sliding dor yang terpasang pada bottom conveyor distribusi akan membuka jalannya TBS untuk turun saat pengisian. Apabila pengisian VS selesai ( penuh ), sliding dor akan menutup disusul telescopic chute akan bergerak naik kemudian pintu atas sterilizer akan menutup dan ring lock akan mengunci pintu sterilizer.

VS Mimic Diagram

VS Mimic Diagram

Programmable Logic Control (PLC) Centre Control Board

Rebusan yang terpasang akan dilengkapi dengan Panel Pusat ( pengatur perebusan otomatis ) lengkap dengan Mimic Diagram, PLC,

CHD Automation Control Panel

CHD Automation Control Panel

HMI/Touch screen dan accessories di dalamnya. Fungsi dari panel utama adalah :

  • Time and Pressure

  • Parallel Control Mechanical and electrical installation of instrumentation system,pneumatic tubing, copper tubing and electrical wiring.

  • Back Pressure Control system (Modulating System)

  • Pressure recorder

Pada posisi atas terdapat remote panel lengkap dengan push button dan indicator lamp pada setiap rebusan untuk menggerakkan 4 cylinder hydraulic yaitu : sliding door, telescopic chute, door open dan ring lock.

Pada posisi bawah terdapat remote panel ( 1 set 2 rebusan) untuk menggerakkan cylinder hydraulic door, ring lock, arch breaker screw, auger screw untuk rebusan 1 dan 2.

Sistem Hydraulic

Hydraulic Panel Top Dor

Hydraulic Panel Top Dor

Sebuah sistem instalasi hydraulic yang terdiri dari Hydraulic power pack, hose, tubing, fittings, manifold dan solenoid valve untuk menggerakkan cylinder.  Cylinder tersebut terpasang pada tiap individual door, lock ring, sliding door dan telescopic chute yang bekerja secara interlock. System interlock bekerja melalui proximity switch yang terpasang 2 (dua) unit pada tiap cylinder hydraulic.

Sistem Pneumatic

Sebuah sistem instalasi pneumatic yang terdiri dari air compressor, air dryer, hose, tubing dan fittings untuk menggerakkan pneumatic valve yang di control secara electric dari panel PLC. Pneumatic valve tersebut terpasang pada tiap inlet pipa steam dan pipa exhaust rebusan. Instalasi pneumatic juga di gunakan untuk air guns pada pintu atas dan bawah untuk memebersihkan pintu dari kotoran sebelum di tutup.

Sumber :

CHD Manual Book (CHD IP TECHNOLOGY sdn bhd)

Rencana Kerja dan Syarat (TIMBERKAH)

Foto Proyek PT. Boma Bisma Indra (PERSERO)

Clarification Station

Tujuan dari Clarifier adalah untuk memproses atau memurnikan jumlah maksimum Crude Palm Oil (CPO) dari CPO dan Non Oily Solids (NOS) yang tidak larut sehingga menghasilkan CPO yang baik bersih dan kering. produk akhir CPO harus memiliki kandungan kotoran (dirt) tidak lebih dari 0,02% dan kadar air (moisture) tidak lebih dari 0,01%. CPO hasil pressing ini direbus dengan air panas (steam) kemudian di diamkan agar terjadi proses pengendapan, dimana minyak akan mengambang dan sludge akan mengendap untuk memperoleh proses pemurnian selanjutnya. Setelah menetap itu dialirkan ke bagian bawah kompartemen menetap luar. Dari sini itu diperbolehkan meluap ke Heat Exchanger / pengering sebelum mentransfer melalui Tank dikalibrasi dengan metode pilihan penyimpanan atau kemasan.

Clarification Process

Palm Oil Mill Clarification Process

Di Pabrik Minyak Sawit, Minyak kasar yang diperoleh dari pengempaan, dibersihkan dari kotoran yang terutama berasal dari daging buah berupa bahan padat dan air. Maksud dari pada pembersihan/pemurnian Minyak kasar adalah untuk memurnikan Minyak tersebut agar diperoleh mutu sebaik mungkin dan dapat dipasarkan dengan harga yang layak.

Flow Proses

Crude Oil dari Screw Press masuk ke Sand Trap tank melalui sebuah talang (Gutter). Overflow dari Sand Trap Tank mengalir ke Crude Clarification StructureOil Tank (COT) melalui Vibrating Screen double deck dengan mesh 20.

Dari COT Crude Oil dipompakan melewati Crude Oil Buffer Tank menuju Vertical Continuous Settling Tank (CST) kapasitas 120 m3. minyak mentah ditahan untuk pengendapan dalam CST untuk memisahkan minyak bagus dan sludge.

Kebutuhan air panas untuk proses klarifikasi dan pressing di suplay dari Hot Water Tank kapasitas 6 m3 dengan over flow menuju Hot Well Tank yang akan dipompakan kembali oleh Hot Well Pumps menuju Hot Well Tank.

Pemisahan Biji Dan Sabut

Pendahuluan

Proses pemisahan serabut dari biji pada ampas hasil pengempaan bertujuan terutama untuk memperoleh biji sebersih mungkin yang kemudian akan menghasilkan Inti Sawit secara rationil, yaitu kerugian yang sekecil-kecilnya dengan hasil dan mutu Inti Sawit yang setinggi mungkin.

Meskipun proses itu sendiri tidak mempunyai segi-segi teknologis yang berarti namun tujuan untuk memperoleh biji yang sebersih mungkin dari dalam gumpalan sampah/ampas pengempaan sangat dipengaruhi oleh segi teknologis dari proses yang mendahuluinya.

Untuk itu perlu dimengerti/dipahami tujuan dari proses perebusan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi pada proses pengadukan agar tujuan dari proses pemisahan serabut dari biji dapat dicapai sebaik mungkin.

Hal-hal yang akan timbul pada pemisahan Biji dan Serabut

Jika proses pemisahan serabut dari biji tidak menghasilkan biji yang bersih, maka sebab-sebab utama dari padanya adalah :

a. Kegagalan dalam mencapai syarat tersebut dari proses perebusan.

b. Tidak terpenuhinya syarat tersebut dari proses pengadukan.

c. Pengempaan yang tidak dapat menghaaasilkan ampas pengempaan cukup kering (Ampas Press basah karena masih banyak mengandung minyak).

Perhatian   :     Dalam urutan tersebut diatas terdapat hubungan sebab dan akibat yang erat sekali meskipun tidak terdapat pada proses pemisahan itu sendiri, tetapi merupakan sebab-sebab utama yang akan mengganggu proses pemisahan antara serabut dengan biji.

d.   Pemuatan/pengisian alat pemisah yang melebihi kemampuannya (Over capacity). Hal ini harus dihindari dengan jalan :

  • Pemuatan/pengisian yang teratur dan yang disesuaikan dengan daya muat alat itu.
  • Memasang alat pemisah dengan kapasitas yang sesuai dengan banyaknya ampas pengempaan yang harus diproses.

e. Jumlah pusingan Trommol alat pemisah yang tidak sesuai.

f. Jumlah pusingan kipas (Ventilator) yang tidak cukup.

g. Kemungkinan adanya kebocoran pada saluran hisap (Ducting)

Akibat-akibat yang akan timbul sehubungan dengan hal tersebut diatas adalah :

Gesekan antar biji & gesekan antara biji dengn dinding Trommol (Polishing Drum) tidak cukup besar untuk mengkompensir/ mengimbangi/menghilangkan/mentiadakan akibat-akibat dari kegagalan dalam proses perebusan, pengadukan dan pengempaan sehingga pemisahan tidak menghasilkan biji yang bersih.

Biji kotor terdiri dari biji yang masih banyak mengandung serabut dan ini menyebabkan terjadinya hal-hal sebagai berikut :

  • Penurunan kadar air dari biji pada saat dikeringkan menjadi terhalang. Penurunan kadar air biji diperlukan sebelum biji-biji tersebut dipecahkan didalam alat-alat pemecah biji (Nut Cracker)
  • Serabut yang masih melekat pada biji akan merupakan pelindung biji terhadap benturan/gesekan yang menjadi dasar dari proses pemecahan biji dan berarti menurunkan effek pemecahan biji dengan akibat selanjutnya.
  • Biji yang tidak pecah (biji Balen) pada bagian pemecahan biji akan meningkat & menurunkan kapasitas pada unit pemecah biji karena biji tersebut harus dipecah kembali.
  • Kerugian karena biji setengah pecah dan inti pecah akan meningkat.
  • Serabut/sampah akan mengotori dan menggangu bekerjanya alat pemecah  dan alat pemisahan.
  • Kadar kotoran pada produksi Inti akan meningkat & menyebabkan terjadinya penurunan mutu kernel.

 

Artikel Terkait :

Pemurnian (Clarification)