Process Flow Diagram Of Palm Oil Mill

A process flow diagram (PFD) is a diagram commonly used in engineering to indicate the general flow of plant processes and equipment. The PFD displays the relationship between major equipment of a plant facility and does not show minor details such as piping details and designations.

The process of extracting Palm Oil from Oil Palm Fresh Fruit Bunches (FFBs) is long established. It is done using broadly the same technique but with one of three different technologies. A process flow diagram (PFD) of palm oil milling process is shown as figure below.

Process Flow Diagram

Process Flow Diagram

The Process Flow Chart provides a visual representation of the steps in a process. Flow charts are also referred to as Process Mapping or Flow Diagrams. Constructing a flow chart is often one of the first activities of a process improvement effort, because of the following benefits:

  • Gives everyone a clear understanding of the process
  • Helps to identify non-value-added operations
  • Facilitates teamwork and communication
  • Keeps everyone on the same page

A flow chart diagram of palm oil milling process is shown as figure below.

Flow Chart Diagram Of Palm Oil Mill

Flow Chart Diagram Of Palm Oil Mill

Related Post :

Pabrik Minyak Kelapa Sawit (Palm Oil Mill)

Kelistrikan Pabrik Kelapa Sawit (Palm Oil Mill)

Proses Penerimaan Buah

 

Iklan

Pabrik Minyak Kelapa Sawit (Palm Oil Mill)

Adalah pabrik yang mengolah tandan buah segar (Fresh Fruit Bunch) menjadi Minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).

Palm Oil Mill

Palm Oil Mill

Selain memproduksi CPO, pabrik ini juga menghasilkan biji kelapa berupa inti (Kernel) untuk di proses menjadi minyak kernel (Palm Kernel Oil) pada pabrik pengolahan yang berbeda (Kernel Crushing Plant).   Produk jadi dari CPO adalah : Mentega, Minyak Goreng, Sabun, Industri Farmasi (Vitamin A), Pelumas (pembuatan lembaran baja), Lilin, dan lain sebagainya. Sedangkan Minyak inti sawit sebagai bahan baku, produk jadinya adalah : Sabun, Minyak Goreng, Kosmetik, dll.

Untuk pabrik dengan kapasitas 30 ton FFB per hour diperlukan minimal 6000 ha kebun. Tanaman kelapa sawit biasanya dipanen setelah berumur + 3 tahun, buah dengan umur pohon dibawah 3 tahun unsur minyaknya sedikit dan biasanya disebut buah pasir. Pohon sawit diremajakan (regenerasi) biasanya umur + 25 tahun.

Effluent Ponds

Effluent Ponds

Pabrik kelapa sawit adalah primadona investasi di indonesia dan nilai eksportnya terbesar di dunia menggeser malaysia. Disamping iklim katulistiwa yang mendukung, lahan yang tersedia juga cukup luas. Teknologi pengolahannya tergolong cukup sederhana dan hampir tidak ada limbah yang terbuang. Sisa hasil Threser berupa janjangan kosong dapat dimanfaatkan utnuk pupuk kompos sebagai penyubur tanaman di perkebunan. sisa pengolahan Pressing dan Kernel Station berupa Fiber dan Shell digunakan sebagai bahan bakar pembangkit tenaga uap pada Boiler, sedangkan limbah cair dari perebusan dan clarifikasi juga bisa dimanfaatkan untuk land Aplication.

Proses-prose utama pengolahan Pabrik Kelapa Sawit adalah :

  1. Penerimaan Buah (Fruit Reception Station)
  2. Perebusan dan Sterilisasi (Sterilizer Station)
  3. Pemisahan dan Penebah (Thresher Station)
  4. Pengadukan dan pemerasan (Pressing Station)
  5. Pemurnian Minyak (Clarification Station)
  6. Pemisahan inti (Kernel Station)

Sedangkan untuk proses pendukung jalannya Pabrik adalah :

  1. Penyediaan dan penjernian air (Water Treatment Plant)
  2. Pemurnian air (Demineralization Plant)
  3. Pembangkit tenaga uap (Boiler Station)
  4. Pembangkit tenaga listrik (Power Station)
  5. Pengolahan air limbah (Effluent Treatment Plant)

 

Artikel Terkait :

Process Flow Diagram Of Palm Oil Mill

Penjelasan Umum “TAKUMA” Boiler

 

Perawatan (Maintenance) Boiler

Perawatan yang baik pada boiler dapat menjamin umur teknis dan umur ekonomis yang relatif panjang. Dibawah ini di jelaskan cara-cara perawatan boiler, bila mana dilakukan lebih sering lebih menjamin amannya pengoperasian boiler  tersebut.

Setiap 1 s/d 2 minggu :

–          Memeriksa dan membersihkan strainer (saringan), air maupun steam.

–          Memerika dan membersihkan pipa dan dinding batu api dari semua abu dan kerak pembakaran yang melekat di dinding.

–          Memeriksa rotor (impeller) blower  terutama impeller blower ID Fan atas kemungkinan abu yang melekat.

Setiap 1 s/d 3 bulan.

–          Memeriksa dan membersihkan bagian luar dan dalam boiler.

–          Membersihkan bagian dalam semua water tube (pipa) dan semua header serta drum dari scale (kerak).

–          Memeriksa roster dan menggantinya jika ada yang patah/rusak

–          Membersihkan semuam abu dari dalam chimney.

Diatas 1 tahun :

–          Periksa dan perawatan pada casing (dinding)

–          Periksa dan perawatan pada gas duct dan dust collector.

–          Periksa dan perawatan pada collector, peralatan dan instrument.

–          Periksa dan perawatan pada kerangan, cock dan piping.

Setiap 2 tahun :

Setiap 2 tahun di lakukan pemeriksaan berkala yang disaksikan oleh depnaker setempat.

 

Artikel Terkait :

Penjelasan Umum “TAKUMA” Boiler

Persiapan Pengoperasian Boiler Baru

Stop Operasi Boiler

 

Pemberhentian Mendadak Pada Boiler (Emergency Stop)

Sumber : Manual Book “Takuma Boiler ”

Mati Listrik

  • Alihkan secepatnya sistem pengisian air umpan dari electric pump ke steam pump.
  • Tutup penuh kerangan main steam (kerangan induk)
  • Buka semua pintu dapur dan pintu abu bagian depan
  • Buka damper ID Fan 100% secara normal, dengan jalan menarik Arm (tuas) pembuka damper ID fan.
  • Alihkan pengisian air umpan dari system automatic water regulating control ke sistem by pass.

Apabila level air terus menerus jatuh :

  • Pemeriksa semua kerangan buangan condesate dan blow down apakah ada yang terbuka, terutama kerangan blow down dari header dan dari lower drum
  • Jaga agar temperatur air pengisi boiler tidak lebih dari 100oC. Temperatur air pengisi > 100oC, air sudah bercampur dengan uap, sehingga dapat menyebabkan kevacuman di dalam pompa dan dapat mengakibatkan kerusakan pada pompa maupun turunnya kapasitas pompa.
  • Periksa kondisi air dalam feed water tank dan peralatan pendukung pada feed water tank.
  • Periksa kondisi pompa pengisi air boiler yang di gunakan.

Akibat kekurangan airpada boiler.

Jika ternyata level air gelas penduga di bawah batas terendah, segera hentikan pemasukan bahan bakar (matikan rotary feeder), matikan seluruh blower, tutup kerangan uap utama dan kerangan supplay uap lainnya untuk memelihara jumlah air yang masih ada dalam boiler.

Cari sebab – sebabnya dengan melakukan pemeriksaan pada bagian – bagian peralatan seperti :

–          Indicator level air pada upper drum

–          Regulator level air pada drum

–          Meter air pengisi (water flow meter)

–          Tekanan pada inlet dan outlet pompa air pengisi boiler

–          Level air dalam feed water tank

–          Pompa air pengisi (feed water pump)

–          Pemipaan air pengisi

Dan lain – lainnya yang mencurigakan.

Apabila telah di dapatkan penyebabnya, dasar level air harus didapat kembali. Apabila dasar level air pada boiler dalam batas – batas yang di izinkan, maka alihkan pengisian air dari automatis water regulating control ke sistem by pass. Selanjutnya boiler dapat dioperasikan kembali sesuai dengan petunjuk pengoperasian.

Apabila air dalam gelas penduga kondisi kosong sama sekali, sehingga tidak diketahui sampai dimana titik terendah kondisi air didalam boiler, sementara boiler full operation maka  boiler tidak boleh langsung di isi secara tiba –tiba. Sebab bila pipa dalam drum telah memperoleh panas yang berlebihan, dan apabila di isi secara tiba – tiba maka pipa – pipa pada drum yang dipasang dengan sistem expander (pengerolan) akan terjadi penyusutan yang dapat mengakibatkan kebocoran pada expander dan pipa – pipa boiler tersebut berubah bentuk serta drum akan bergeser dari posisinya.

Hal – hal yang harus kita lakukan pada kondisi sepeti ini :

  • Menutup semua kerangan supply uap untuk menjaga jumlah air yang ada di dalam boiler.
  • Hentikan supplay bahan bakar, matikan blower – blower dan double damper dust collector.
  • Tutup penuh semua damper pada ID Fan, FD Fan dan Secondary FD Fan.
  • Secepatnya pembakaran di dalam ruang dapur di matikan dan semua sisa pembakaran dikeluarkan.
  • Seluruh pintu dapur di tutup dengan rapat agar jangan ada udara luar yang masuk ke ruang dapur pembakaran yang dapat menurunkan temperatur boiler secara drastis dan juga mengakibatkan penyusutan air di dalam boiler dengan cepat.
  • Perlakukan boiler dengan kondisi tersebut di atas selama +- 3 hari agar temperatur turun secara alamiah
  • Setelah temperatur boiler benar – benar dingin, air dalam boiler di kosongkan, handhole  dan manhole dibuka semua.
  • Periksa seluruh pengerolan (expanding) pada pipa (water tube), apakah terjadi perubahan pengerolan (expanding) dari pipa atau water tube, dan laporkan ke depnaker setempat untuk mendapat petunjuk.
  • Bila tidak terdapat perubahan pastikan dengan melakukan hydrostatic test sebesar tekanan kerja +- 3 kg/cm2 (P + 3 kg/cm2), seijin depnaker.
  • Bila terjadi kebocoran maka laksanakan pengerolan (expanding) sesuai dengan prosedur yang berlaku dan bila dilaksanakan hydrotest tidak terdapat kebocoran maka boiler dapat di operasikan kembali dengan mengadakan pemanasan awal, seijin depnaker setempat.

Lightning Protection and Earthing

All structure in factory area protected against direct and indirect lighting strike in accordance with the latest British Standard Code of

Lightning Protection

Lightning Protection

Practice.

The lighting protector shall be of “Early Streamer Emission” system as made by Indelec of France or equivalent.

Earthing system of the lighting protection shall be separated to the electrical earthing system and shall be below of 5 hours.

Number of such preventor, type and installation shall be as recommended by the manufacture as be proposed to the Engineer for approval.

Earthing

Earthing Grounding

Earthing Grounding

Earthing system shall be provided for turbo alternators, diesel alternators, main switch boards, MCC, and sub distribution boards using 5/8” copper and 1” x 1/8” copper strip. Copper rods to be used as electrodes which driven into the ground and interconnected with copper strips in order to obtain a station earth of below one ohm. For regularly inspection purpose some of test links and inspection pits for every connection between electrodes and earthing conductor shall be provided.

 

Related Post :

Main Switchboard (MSB)

Motor Control Centre (MCC) and Distribution Boards (DB)

Power and Lighting Circuits

Kelistrikan Pabrik Kelapa Sawit (Palm Oil Mill)

 

Power and Lighting Circuits

All lighting and power circuits shall be in accordance wit single line diagram, as approved by Engineers. Any addition or deviations in

Lighting Main Building

Lighting Main Building

size, type or route shall be under permission in writing by Engineer. Power cables and wires shall be in compliance with the following specification:

All cable and wire inside buildings shall be of cooper conductor, PVC seated 600/1.000 volt grade insulation, having cross sectional area not less than 2.5 sq.mm and complying with Standard Industri Indonesia (SII). The cable shall be installed and protected mechanically and electrically as necessary in trenches, in conduits, in trays or in trunking. Number and size of cable in any trunking or conduit shall not exceed that given in the current editions of the IEE regulations of PUIL 1987. Cables shall be installed in such manner that it is possible to withdraw any number from the conduit or trunking without disturbing the remainder. Along all circuit shall be installed with earth continuity conductor with cross suction are as necessary. The protective conductor shall be PVC seated with double colour green and yellow.

All cable installed underground outside buildings shall be of cooper conductor having cross sectional are not less than 2.5 sq.mm. PVC seated to 600/1.000 volt insulation grade and armored. The cable shall be laid in trenches; bedding with fine sand compacted and covered with tiles along the route. The depth of the trench to the cable not less than 600 mm, and 900 mm if crossing any roads. At any turn of the cable routes are at every 50 m distant, shall be installed a concrete cable marker that exposed on the ground.

1. Lighting In the Building

Lighting arrangement in the mill and office buildings should be generally in accordance with the following illumination level specifications:

1. General lighting factory in the mill : 150 Lumen/sq. m

2. On task (instrument & machineries) in the mill: 500 lumen/sq. m.

3. Boiler room and power house: 150 lumen/sq.m. With colour corrected mercury vapour lamp.

4. Office (on task above 1 meter from finish floor level) : 1.000 lumen/sq.m.

5. Workshop: 300 lumen/sq.m.

6. Toilet block, mush olla and others: 300 lumen.sq.m.

2. Lighting Fitting in Office, Toilet Block and Musholla

Fluorescent lighting shall be generally installed in the office and other non industrial buildings. The fitting should be recessed ceiling mounted and equipped with reflector and luminance louver of anodized aluminium as made by Philip, Autholite or Europhane of France.

Lighting fitting for over out buildings should be of ceiling mounted with round or square opal methacry late diffuser, integrated control gear ad fully dust proof.

3. Lighting Fitting in The Mill and Workshop

Lighting mill workshop should be of fluorescent tubes mercury or sodium vapour lamp. The fitting should be of anticorrosive material, vibrating proof integrated control gear and in compliance with protection grade IP 54. Lighting for instrumentation and rotating machineries should be arranged to minimize stroboscopic effect.

4. Street and Fencing Lighting

Street and fencing lighting arrangement should be in accordance with the drawing PPD C 246-1/1. Illumination level on the road and fencing should be as following:

1. Average illumination level along the road not less than 20 lumen/sq.m.

2. Average illumination level along the fencing not less than 5 lumen/sq.m.

3. On unloading ramp not less than 300 lumen/sq.m.

Lighting should be of mercury or sodium vapour lamp as described on the drawing. The housing should be of anticorrosive material, weather proof with grade protection IP 65. Lighting fitting should be fixed on hexagonal, octagonal or circular steel lighting columns in cross section. The wall thickness not less than 5 mm galvanized and painted.

Each column shall be provided with a weather proof door with tamper proof locking device to give access to the base compartment. The same pattern lock shall be us for all columns. Door openings shall be to the minimum size consistent with access to the fused cut-out, cable terminations and control gear where fitted in the base compartment.

 

Related Post :

Main Switchboard (MSB)

Motor Control Centre (MCC) and Distribution Boards (DB)

Lightning Protection and Earthing

 

Motor Control Centre (MCC) and Distribution Boards (DB)

Motor control centre MCC and distribution boards (DB) are constructed to a group together motor starters at convenient locations.

MCC Kernel & Clarification

MCC Kernel & Clarification

At the same time to centralize control of equipment or machinery whose operations are inter-related or inter-dependent.

General arrangements of the MMC/Distribution boards are: Isolator shall be provided at the main incoming side. The switch shall be interlocked with the door of its compartment to prevent the door from being opened when the isolator is switched “On”.

At starters compartment, only the push button, pilot lamp and instruments shall be exposed on the door panel. Circuit breaker, contractors and others shall be installed inside. The door shall be keyed or pad-lockable for safety during maintenance.

For large MCC such kernel station shall be provided with mimic diagram, indicating process flow.

Mimic Kernel Plant

Mimic Kernel Plant

Welding sockets 3 phases, 30 ampere shall be provided on the threshing/pressing station, kernel recovery station and boilers motor control centre.

Electric motor starters shall generally be as follows :

a. Induction motors up to 5 Hp shall Direct On Line (DOL) starting.

b. Above 5.5 Hp shall be star-delta configuration or auto-transformator multi step starter as necessary to a particularly load condition.

Interlocking of the starter shall be provided and the stopping or tripping of a

starter shall result in the tripping of the following in sequence:

1. Fibre/shell (fuel) conveyor.

2. Air lock-fibre cyclone.

3. Depericarter fan.

4. Nut polishing drum.

5. Cake breaker conveyor.

6. Screw press.

 

Related Post :

Main Switchboard (MSB)

Power and Lighting Circuits

Lightning Protection and Earthing