Perawatan (Maintenance) Boiler

Perawatan yang baik pada boiler dapat menjamin umur teknis dan umur ekonomis yang relatif panjang. Dibawah ini di jelaskan cara-cara perawatan boiler, bila mana dilakukan lebih sering lebih menjamin amannya pengoperasian boiler  tersebut.

Setiap 1 s/d 2 minggu :

–          Memeriksa dan membersihkan strainer (saringan), air maupun steam.

–          Memerika dan membersihkan pipa dan dinding batu api dari semua abu dan kerak pembakaran yang melekat di dinding.

–          Memeriksa rotor (impeller) blower  terutama impeller blower ID Fan atas kemungkinan abu yang melekat.

Setiap 1 s/d 3 bulan.

–          Memeriksa dan membersihkan bagian luar dan dalam boiler.

–          Membersihkan bagian dalam semua water tube (pipa) dan semua header serta drum dari scale (kerak).

–          Memeriksa roster dan menggantinya jika ada yang patah/rusak

–          Membersihkan semuam abu dari dalam chimney.

Diatas 1 tahun :

–          Periksa dan perawatan pada casing (dinding)

–          Periksa dan perawatan pada gas duct dan dust collector.

–          Periksa dan perawatan pada collector, peralatan dan instrument.

–          Periksa dan perawatan pada kerangan, cock dan piping.

Setiap 2 tahun :

Setiap 2 tahun di lakukan pemeriksaan berkala yang disaksikan oleh depnaker setempat.

 

Artikel Terkait :

Penjelasan Umum “TAKUMA” Boiler

Persiapan Pengoperasian Boiler Baru

Stop Operasi Boiler

 

Iklan

Pemberhentian Mendadak Pada Boiler (Emergency Stop)

Sumber : Manual Book “Takuma Boiler ”

Mati Listrik

  • Alihkan secepatnya sistem pengisian air umpan dari electric pump ke steam pump.
  • Tutup penuh kerangan main steam (kerangan induk)
  • Buka semua pintu dapur dan pintu abu bagian depan
  • Buka damper ID Fan 100% secara normal, dengan jalan menarik Arm (tuas) pembuka damper ID fan.
  • Alihkan pengisian air umpan dari system automatic water regulating control ke sistem by pass.

Apabila level air terus menerus jatuh :

  • Pemeriksa semua kerangan buangan condesate dan blow down apakah ada yang terbuka, terutama kerangan blow down dari header dan dari lower drum
  • Jaga agar temperatur air pengisi boiler tidak lebih dari 100oC. Temperatur air pengisi > 100oC, air sudah bercampur dengan uap, sehingga dapat menyebabkan kevacuman di dalam pompa dan dapat mengakibatkan kerusakan pada pompa maupun turunnya kapasitas pompa.
  • Periksa kondisi air dalam feed water tank dan peralatan pendukung pada feed water tank.
  • Periksa kondisi pompa pengisi air boiler yang di gunakan.

Akibat kekurangan airpada boiler.

Jika ternyata level air gelas penduga di bawah batas terendah, segera hentikan pemasukan bahan bakar (matikan rotary feeder), matikan seluruh blower, tutup kerangan uap utama dan kerangan supplay uap lainnya untuk memelihara jumlah air yang masih ada dalam boiler.

Cari sebab – sebabnya dengan melakukan pemeriksaan pada bagian – bagian peralatan seperti :

–          Indicator level air pada upper drum

–          Regulator level air pada drum

–          Meter air pengisi (water flow meter)

–          Tekanan pada inlet dan outlet pompa air pengisi boiler

–          Level air dalam feed water tank

–          Pompa air pengisi (feed water pump)

–          Pemipaan air pengisi

Dan lain – lainnya yang mencurigakan.

Apabila telah di dapatkan penyebabnya, dasar level air harus didapat kembali. Apabila dasar level air pada boiler dalam batas – batas yang di izinkan, maka alihkan pengisian air dari automatis water regulating control ke sistem by pass. Selanjutnya boiler dapat dioperasikan kembali sesuai dengan petunjuk pengoperasian.

Apabila air dalam gelas penduga kondisi kosong sama sekali, sehingga tidak diketahui sampai dimana titik terendah kondisi air didalam boiler, sementara boiler full operation maka  boiler tidak boleh langsung di isi secara tiba –tiba. Sebab bila pipa dalam drum telah memperoleh panas yang berlebihan, dan apabila di isi secara tiba – tiba maka pipa – pipa pada drum yang dipasang dengan sistem expander (pengerolan) akan terjadi penyusutan yang dapat mengakibatkan kebocoran pada expander dan pipa – pipa boiler tersebut berubah bentuk serta drum akan bergeser dari posisinya.

Hal – hal yang harus kita lakukan pada kondisi sepeti ini :

  • Menutup semua kerangan supply uap untuk menjaga jumlah air yang ada di dalam boiler.
  • Hentikan supplay bahan bakar, matikan blower – blower dan double damper dust collector.
  • Tutup penuh semua damper pada ID Fan, FD Fan dan Secondary FD Fan.
  • Secepatnya pembakaran di dalam ruang dapur di matikan dan semua sisa pembakaran dikeluarkan.
  • Seluruh pintu dapur di tutup dengan rapat agar jangan ada udara luar yang masuk ke ruang dapur pembakaran yang dapat menurunkan temperatur boiler secara drastis dan juga mengakibatkan penyusutan air di dalam boiler dengan cepat.
  • Perlakukan boiler dengan kondisi tersebut di atas selama +- 3 hari agar temperatur turun secara alamiah
  • Setelah temperatur boiler benar – benar dingin, air dalam boiler di kosongkan, handhole  dan manhole dibuka semua.
  • Periksa seluruh pengerolan (expanding) pada pipa (water tube), apakah terjadi perubahan pengerolan (expanding) dari pipa atau water tube, dan laporkan ke depnaker setempat untuk mendapat petunjuk.
  • Bila tidak terdapat perubahan pastikan dengan melakukan hydrostatic test sebesar tekanan kerja +- 3 kg/cm2 (P + 3 kg/cm2), seijin depnaker.
  • Bila terjadi kebocoran maka laksanakan pengerolan (expanding) sesuai dengan prosedur yang berlaku dan bila dilaksanakan hydrotest tidak terdapat kebocoran maka boiler dapat di operasikan kembali dengan mengadakan pemanasan awal, seijin depnaker setempat.

Persiapan Pengapian

Persiapan-persiapan oengapian ini harus dipenuhi setiap akan mengoperasikan boiler antara lain :

Pengisian ketel dengan air

Operasikan electric feed water pump untuk pengisian air boiler dengan mengikuti prosedur-prosedur di bawah ini :

Periksa banyaknya air yang terkandung didalam tangki air, bukan hanyadi lihat melalui level penunjuk air (level indicator) tetapi harus juga di lihat langsung ke dalam tangki.

Periksa semua kerangan, apakah kerangan yang seharusnya terbuka sedah benar terbuka dan yang seharusnya tertutup sudah benar tertutup periksa semua handle operasinya apakah sudah mudah di operasikan.

Perhatikan khusus pada kerangan-kerangan di sekitar pompa :

Electric Feed Water Pump

Electric Feed Water Pump


Lihat Gambar

–          Kerangan No. 3 (kerangan air balik) harus tetap terbuka.

–          Buka kerangan No. 1 (inlet); perhatikan compound gauge “A” untuk mengetahui ada tidaknya air yang masuk ke pompa.

–          Jika jarum penunjuk pada compound gauge menunjuk ke nilai bawah nol (negative), berati tidak ada air masuk ke dalam pompa, pompa tidak boleh di operasikan.

–          Jika jarum penunjuk pada compound gauge menunjuk ke angka positif.

–          Operasikan pompasetelah elctro motor beroperasi normal. Buka kerangan No. 2 perlahan-lahn dan amati ampere meter di panel agar jangan melebihi 70% dari ampere maximum.

Pada saat itu pula periksa pompa tersebut terhadap bunyi-bunyi yang upnormal, periksa pipa-pipa air pengisi, periksa semua kerangan, periksa semua handhole serta manhole atas kemungkinan terdapat kebocoran atau kesalahan fungsi, jika terdapat kebocoran harus segera di perbaiki, sebelum boiler dioperasikan.

–          Operasikan electric feed water pump hingga air dalam gelas penduga mencapai high water level dan alarm untuk HWL berbunyi serta lampu hijau pada panel menyala, dan perhatikan apakah kondisi air dalam gelas penduga berada pada +100 mm diatas normal water level.

–          Lakukan blow down secara perlahan-lahan sehingga air dalam gelas penduga turun sampai +85 mm diatas normal water level, alarm HWL akan berhenti dan lampu hijau pada panel mati.

Gelas Penduga High Water Level

Gelas Penduga High Water Level


Lakukan blow down kembali sehingga air dalam gelas penduga turun sampai 1st low water level, air dalam gelas penduga harus berada pada -60 mm di bawah NWL dan alarm untuk 1st low water level berbunyi dan bersamaan lampu kuning menyala.

Operasikan kembai feed water pump sehingga dalam gelas penduga naik sampai -50 mm di bawah NWL dan alarm untuk 1st low water level berhenti dan lampu kuning mati.

Gelas Penduga 1st Low Water Level

Gelas Penduga 1st Low Water Level


Lakukan blow down sehingga air dalam gelas penduga turun sampai 1st low water level pada saat alarm 1st low water level berbunyi, dan lampu kuning menyala, alarm 1st low water level di reset. Lalu lakukan blow down sehingga air di dalam gelas penduga harus berada pada -120 mm di bawah NWL dan alarm untuk 2nd LWL berbunyi dan bersamaan lampu merah menyala. Operasikan kembali feed water pump, sehingga air dalam gelas penduga berada pada -105 mm di bawah NWL, dan alarm untuk 2nd low water level berhenti dan lampu merah mati.

Setelah HWL, 1st LWL, 2nd LWL alarm serta lampu indikator bekerja dengan baik, operasikan kembali feed water pump sehingga air dalam gelas penduga tepat pada normal water level.

“jangan mengoperasikan feed water pump dlam keadaan kosong (tanpa air masuk ke pompa). Hal ini akan mengakibatkan pompa menjadi panas dan rusak.

Jangan mulai mengoperasikan (start) pompa jika kerangan outlet dalam keadaan terbuka lebar. Hal ini akan mengakibatkan ampere motor menjadi sangat tinggi sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada elektro motor maupun komponen listrik yang lainnya.

Setiap akan mengoperasikan boiler, sistim kontrol untuk HWL dan LWL harus docoba fungsinya sesuai dengan tata cara yang di uraikan di atas”.

Pengaman untuk low water level

Takuma boiler dilengkapi dengan pengaman untuk kondisi low water level

Selector Switch Untuk Automatic / Manual

Selector Switch Untuk Automatic / Manual

Manual : semua blower dan peralatan dapat beroperasi walaupun kondisi air dalam boiler berada pada atau di bawah low water level dan cutoff sistem tidak berfungsi.

Automatic : semua blower dan peralatan akan “cut off” (mati) apabila kondisi air dalam boiler berada pada atau di bawah low water level kecuali electric feed water pump.

Operasikan feed water pump hingga high water level. Operasikan semua blower dan peralatan sesuai dengan prosedur pengoperasian. Lakukan blow down secara perlahan-lahan hingga air dalam gelas penduga turun sampai -60mm di bawah NWL (pada kondisi 1st LWL), maka timer 1 bekerja dan dalam waktu +- 3 menit semua peralatan dan blower secara automatic akan mati (Cut Off) kecuali electric feed water pump.

Operasikan kembali feed water pump sehingga air dalam gelas penduga naik kembali sampai NWL ( lampu kuning mati). Operasikan kembali semua blower dan peralatan sesuai dengan prosedur pengoperasian.

Lakukan blow down secara perlahan-lahan sehingga air dalam gelas penduga turun sampai -120 mm di bawah NWL (pada kondisi 2nd LWL), timer 2 bekerja dalam waktu +- 10 detik semua peralatan dan blower secara automatic akan mati (cut off ) kecuali electric feed water pump.

“setiap mengoperasikan boiler siste, automatic / cut off pada boiler tersebut harus terlebih dahulu di uji coba kefungsiannya seperti cara yang di uraikan sebelumnya. Hal tersebut sangat penting untuk menghindari kerusakan pada boiler yang di sebabkan oleh kekurangan air.

Jangan mengoperasikan boiler pada posisi manual.

Key selector switch arus di simpan oleh orang yang berwenang (Mill manager)”.

Inspeksi dan persiapan pengapian

Yakinkanlah bahwa semua yang berputar dan bergerak / bergeser telah di beri minyak pelumas secukupnya. Pemberian jenis bahan mutu minyak pelumas agar disesuaikan dengan standart yang diperlukan.

Masuklah ke dalam ruang pembakaran dan periksa secara hati-hati kondisi roster, kondisi dinding  dapur dan nozzle-nozzle udara apakah kemungkinan tersumbat, pastikan tidak ada orang tertinggal di dalam dapur maupun boiler proper dan gas duct.

Yakinkanlah bahwa alat kontrol tekanan ruang dapur telah berfungsi dengan sempurna.

Periksalah semua damper pengatur udara untuk dicoba dan di teliti, ratio (perbandingan) pembukaan alat penyetel dengan posisi damper, buka penuh damper induced draft fan.

Periksa banyaknya bahan bakar apakah sudah cukup tersedia untuk pengoperasian awal

Periksa banyaknya air dalam feed water tank.

Periksa pemasangan kerangan – kerangan dan apendages apakah sudah benar sesuai fungsinya.

Buka kerangan air vent pada drum 100% dan kerangan starting valve 100%.

Jika boiler di lengkapi dengan super heater, buka kerangan starting valve pada seperheater dan flue gas (gas buang)

Operasikan peralatan pengisian bahan bakar dalam keadaan kosong untuk mengamati operasinya, apabila telah operasi normal masukkan bahan bakar ke dalam ruang bakar hingga merata diatas rangka bakar.

“khusus untuk boiler yang di lengkapi dengan superheater, pada saat pemanasan awal kerangan blow down pada seperheater header dan kerangan starting valve harus terbuka penuh.

Supaya uap dapat mengalir melalui pipa superheatersehingga pipa tersebut tidak terpanggang.

Kedua kerangan ini boleh di tutup penuh setelah main steam valve (kerangan utama) di buka dan uap sudah mengalir secara teruys menerus (kontinu) dan dalam jumlah yang cukup untuk menjaga agar pipa superheater tidak terpanggang”.

 

Artikel Terkait :

 

Persiapan Pengoperasian Boiler Baru

Semua perlengkapannya harus dioperasikan menurut prosedur yangx tercantum dalam buku petunjuk. Dengan mentaati buku petunjuk ini adalah sangat penting untuk menghindari bahaya dalam pengoperasiaan dan pemeliharaanya.

Baik untuk boiler baru, atau boiler yang telah lama tidak di jalankan, atau boiler yang terbuka dibersihkan atau di reparasi, boiler harus di start dengan mengikuti isi buku petunjuk ini. Buku di sini hanya untuk boiler yang sudah dilakukan pengeringan dengan perlahan-lahan dan di beri tonic soda.

Pemeriksaan upper drum dan lower drum

Buka manhole dan periksa pemasangan packing-packing dan baut-baut internal upper drum, apakah sudah terpasang secara sempurna.

Periksa apakah nozzle-nozzle pipa di dalam drum sudah terpasang dan dengan arah yang benar.

Periksa apakah masih ada orang , peralatan kain kotor dan barang asing lainnya yang tertinggal di dalam, setelah yakin dalam drum telah bersih.

Pintu manhole di tutup.

“Pemasangan internal upper drum sangat memegang peranan penting untuk menentukan faktor kekeringan produksi uap pada boiler tersebut”.

Pemeriksaan casing

Perhatikan pemasangan baut pada casing yang terletak di bawah upper drum lubang baut berbentuk panjang (oval) dan pemasangan bautnya harus mempunyai spasi +- 20 mm. (lihat gambar)

Lobang Oval Pada Fitting Casing

Lobang Oval Pada Fitting Casing

“pemasangan baut casing dengan spasi lobang 20 mm adalah sangat penting untuk memungkinkan upper drum berekspansi jika boiler tersebut beroprasi. Pemasangan baut casing tanpa spasi obang yang cukup akan mengakibatkan baut pengikat putus bila terjadi ekspansi”.

Pemeriksaan kerangan dan flange

Periksa pemasangan kerangan secara cermat dan teliti terutama terhadap arah aliran masuk dankeluar dan spesifikasi materialnya apakah telah sesuai untuk setiap jenis pemakaian. Periksa apakah semua packing-packing dan baut-baut pada sambungan flange sudah terpasang secara sempurna. Perhatian khusus sangat diperlukan dalam pemeriksaan kerangan dan flange untuk menjaga terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan pada saat pengoperasian boiler.

“kelalaian pemasangan packing pada sambungan kerangan dan flange akan sangat berbahaya bagi operator dan orang orang di sekitarnya pada saat boiler tersebut di operasikan”.

Pemeriksaan switch board dari instrument panel serta electro motor

Periksa apakah semua komponen listrik dan pasangan wiringnya sudah benar dan dapat berfungsi dengan baik. Check apakah motor pada semua alat satu persatu. Perlu diperhatikan untuk mengecek arah putaran electro motor, sebaiknya sambungan coupling dan belting di buka. Hal ini untuk menghindari kemungkinan kemungkinan yang tidak diinginkan. Periksa instrument panel apakah sistem control pada boiler tersebut semuanya sedah bekerja secara semourna, terutama sekali sistem control pada tinggi rendah air dalam boiler.

“sistem control tinggi/rendah air dalam boiler sangat perlu di perhatikan untuk mencegah over heating maupun carry over”.

Pemeriksaan draft control

TAKUMA BOILER dengan sistem balancing draft dilengkapi dengan suatu regulator tekanan dapur yang memelihara tekanan dalam dapur agar lebih konstan. Kegagalan berfungsinya alat ini akan dapat menyebabkan back fire di dalam ruang dapur sehingga membahayakan operator serta orang-orang si sekitarnya. Oleh sebab itu perhatian khusus harus diberikan dan sangat perlu sekali menjaga tekanan dapur ketel ini pada :

-5 s/d -10 mm H2O

Untuk memperoleh nilai tersebut di atas dapat kita stel melalui setting unit pada alat tersebut.

Unit pemasangan dan pengaturan

Setting Unit Draft Control

Setting Unit Draft Control

Alatini bekerja dengan sistem hydraulic, oleh sebab itu kondisi olie di dalam alat tersebut dijaga agar tetap pada batas level yang di tentukan. Perlu diperhatikan dengan teliti perbandingan (ratio) pembukaan dan penutupan damper dengan gerakan ‘Arm” (stang) pada alat tersebut.

“jangan mengoperasikan boiler dengan menyetel setting unit ke skala positif. (lihat gambar ). hal ini sangat berbahaya, sebab akan menimbulkan tekanan balik (back fire) di dalam ruang dapur)”.

Skema Peralatan Draft Control

Skema Peralatan Draft Control


 

Pemeriksaan blower (fan)

Takuma boiler dilengkapi dengan blower-blower (fan) yang effisiensi tinggi yang terdiri dari :

–          Induced draft fan

–          Forced draft fan

–          Secondary forced draft fan ( sec. FD Fan)

Sebelum blower siap untuk di operasikan bagian-bagian yang harus diperiksa dan diteliti adalah sebagaiberikut :

–          Periksa dengan teliti bagian dalam blower dan pastikan bahwa tidak ada lagi barang-barang asing yang tertinggal di dalamnya.

–          Periksa angker-angker baut mur dan baut-baut sambungan flange sisi isap dan sisi tolak, centering dari sambugan coupling serta protector untuk pengaman, apakah telah terpasang dengan sempurna.

–          Periksa kondisi pelumasan.

–          Periksa kawat proteksi pada inlet udara, yang berfungsi mencegah bahan-bahan asing terisap ke dalamnya.

–          Gerakkan bagian-bagian yang berputar dengan tangan untuk memeriksa apakah didapat kondisi yang upnormal.

Sebelum blower dioperasikan secara terus menerus (kontinue) operasikan dahulu untuk selang waktu yang pendek untuk memeriksa apakah ada kemungkinan terdapatnya bunyi atau vibrasi (getaran) yang kurang normal

Operasikan fan tersebut dengan damper tertutup penuh (tanpa beban) sambil mengamati amper meter. Yakinkanlah bahwa fan itu sudah mencapai kecepatan yang di tentukan dan ampere dalam keadaan stabil.

Selama operasi perhatikan casing, ducting, bearing (lahar) dan komponen-komponen lainnya akan kemungkinan terdapatnya bunyi, vibrasi atau kepanasan yan kurang normal

Pada waktu operasi dihentikan, periksa setia baut, bearing 9lahar) dan komponen lainnya akan adanya kemungkinan menjadi longgar

Pergunakan minyak pelumas kwalitas baik dengan jumlah yang memadai

“jangan start operasi fan dengan kondisi damper terbuka (beban penuh) untuk menghindari start current ataupun over current yang tinggi sehingga dapat merusak electro motor maupun component listrik lainnya”.

Hydrostatic Test

Sebelum dioperasikan harus terlebih dahulu dilakukan hydrotest guna mengetahui apakah sistem expander (pengerolan) pipa –pipa water tube tersebut tidak terdapat kebocoran-kebocoran.

Ketentuan hydrotest adalah sebagai berikut :

Untuk boiler baru :            Tekanan kerja > 10 kg/cm2

Tekanan uji = tekanan kerja x 1 ½

Untuk boiler yang sudah dipakai

Tekanan uji = tekanan kerja + maksimum 3 kg/cm2

Penjelasan Umum “TAKUMA” Boiler

Takuma

Boiler takuma ada beberapa type N & NS dengan bahan bakar sisa kayu, bagasse, kelapa sawit dll. Ketel ini dirancang dengan sistim balanced draft dan sirkulasi natural. Ketel ini dalah type dengan konstruksi dinding dapur ng sama sekali didinginkan dengan air yang dapat menyerap panas radiasi secara effective dalm dapur pembakaran ( combustion camber), hingga mempunyai efisiensi yang tinggi dan sangat fleksible terhadap fluktuasi beban.

Ketel dengan konstruksi sederhana, kokoh dan compact ini menjamin kemudahan dalam pengoperasian dan pengamanannya, dengan factor keamanan yang tinggi, sehingga mempunyai umur ekonomis yang relatif panjang. Perlengkapannya yang berkualitas tinggi menjamin kemudahan dalam operasi, pemeliharaan dan inspeksinya.

Konstruksi dan perlengkapannya.

Badan ketel dan dapur pembakaran (boiler proper dan combustion chamber)

1. Susunan pipa – pipa air.

Pipa-pipa air (water tube) diklasifikasikan kedalam pipa-pipa air boiler proper, pipa-pipa air combustion chamber dan pipa pipa air yang tidak dipanasi (pipa down comer) pipa pipa tersebut terhubung dari drum atas dan drum bawah dengan pembesaran (expanding)

Kedua ujung pipa pipa air boiler proper yang di susun tegak lurus antara drum atas dan drum bawah itu di tekuk dan dihubung di kedua drum tersebut. Pipa pipa itu di susun sedemikian untuk menambah perpindahan panas secara kontak langsung. Pipa pipa air combustion chamber dibagi kedalam beberapa dinidng dinding pipa (tube walls).

Pipa pipa air tersebut adalah pada dinding atap , dinding bagian depan, dinding bagian samping , dinding bagian belakang dan dinding baffle (baffle wall) yang memisah combustion chamber dengan boiler proper. Pipa pipa pada dinding samping, dinding belakang dan beberapa pipa di dinding depan di susun dengan jarak (pitch) yang sesuai, membangun satu dinding air yang sempurna sebagai satu penutupan / batasan dapur untuk menyerap secara efektif panas radiasi di dalam combustion chamber dan menghindari kehilangan panas.

2. Boler supporting structure.

Drum atas dan drum bawah juga beberapa pipa pipa air di dukung oleh support lower drum yang berbentuk setengah bulatan (cradle), dan beberapa pipa pipa air didukung oleh setiap header dalam susatu design sehingga semuanya menjadi fleksibel terhadap pemuaian atau penyusutan akibat perubahan panas.

3. Konstruksi combustion chamber.

Combustion chamber, seperti terlihat di gambar 2-1 terdiri dari dapur utama (primary furnace) dan dapur kedua (secondary furnace) pada primary furnace dipasang dengan roster dan firegrate.

4. Alur gas pembakaran.

Gas pembakaran (combustion gases) masuk ke susunan pipa pipa air di boiler proper dari dapur utama (primary furnace) dan langsung masuk ke dust collector (penangkap abu) lalu ke cerobong asap.

5. Sirkulasi dari ketel.

Air pengisi masuk ke dalam drum atas melalui feed water inner tube (pipa air di dalam drum atas), untuk air pengisian dan akan bersirkulasi menurut sistem sbb :

Air pengisi pertama di supplay untuk badan ketel (boiler proper) yang terpasang pada daerah temperatur rendah, kemudian turun ke pipa air untuk badan ketel yang terpasang pada daerah temperatur tinggi, lalu menyerap panas melalui permukaan pemanas. Kemudian naik kembali sebagai campuran air dan uap, lalu turun melalui pipa down commer dan masuk ke pipa air yang terpasang dalam dapur pembakaran, dimana akan menyerap panas radiasi secara effective dalam perjalanannya yang naik kembali ke atas.

6. Pemisah air dan uap.

Dalam drum atas terpasang plat penyangga dari besi dan pemisah air/uap untuk meningkatkan kekeringan dari uap.

7. Alarm level air tinggi/rendah : meer level & meter tekan.

Sistem alarm level air tinggi/rendah di pasang pada drum atas sekalian dengan meter level air (gelas penduga). Dan meter tekanan (pressure gauge) di letakkan pada tempat yang tepat yang dengan mudah dapat di lihat dari posisi mana ketel itu di operasikan.

8. Frame dan casing

Casing dari besi plat dipasang sebagai protektor untuk badan ketel dan dinding dapur pembakaran, serta alat pelindung dari udara luar dan mencegah masuknya air hujan pada bagian tertentu, structur frame di pakai untuk memperoleh kekuatan yang memadai.

9. Gang way dan operating plat form.

Gang way dan hand rail dipasang untuk mempermudah menuju ketempat mana, automatic regulator air pengisi, meter level air, kerangan-kerangan pada drum atas.

Takuma Boiler

Takuma Boiler


Automatic regular air pengisi

Automatic regular air pengisi terdiri control valve, control unit dan modulating control head (level sensor) dan pemipaan yang terhubung dengandrum atas mengatur jumlah aliran air dengan membuka dan menutup control valve sesuai dengan variasi level air dalam drum atas.

Mechanical soot blower (alat tiup abu mekanik)

Soot blower element (pipa) harus terpasang pada badan soot blower sebelum soot blower (peniup abu) dilakukan. Soot blowing dioperasikan dengan semprotan uap dari soot blower yang elemennya berada di susunan pipa pipa boiler. Soot blower type rotary (diputar) dapat dioperasikandari lantai, soot blower dirancang dengan spesial design agar masukan udara yang berlebihan dapat dihindari. Element soot blower yang dipakai untuk daerah temperatur tinggi di buat dari baja special agar tahan terhadap temperature tinggi.

Forced draft fan dan 2nd FD Fan

Satu unit forced draft fan dan satu unit 2nd FD fan yang dibuat oleh PT SAS dengan merek Chicago yang mendapat lisensi dari chicago amerika yang dipasangkan untuk mensupplay udara untuk pembakaran bahan bakar, pendingin roster dan penyebaran bahan bakar.

Induced draft fan

Induced draft fan yang di buat oleh PT SAS dengan merek chicago dengan type V belt atau direct coupling (dengan coupling) dipasangkan untuk menginduksi gas sisa dari bahan bakar kedalam cerobong dan menjaga tekanan dapur berada pada tekanan semulanya / tekanan yang di rencanakan.

Peralatan pembakaran

Dalam sistem pembakaran ini dapur primer dipasang dengan rooster yang di susun sedemikian rupa untuk meningkatkan efisiensi pembakaran.

Bahan untuk dapur

Badan ketel dan ruang pembakaran di tutup dengan batu tahan api yang berbentuk khusus batu tahan api biasa, batu insulasi serta lapisan insulasi lainnya dan di bangun sedemikian rupa untuk menjamin insulasi panas yang sempurna. Kualitas bahan tahan panas, insulasi dan elasticicty untuk pemuaian di pilih dan dipergunakan sesuai dengan kondisi tempat dimana bahan itu di pasang guna menghindari retak dan kerusakan yang mungkin timbul karena panas.

Dust collector

Gas-gas asap yang membawa jumlah abu ke cerobong asap terdiri dari abu-abu halus yang akan terbawa oleh gas asap dan akan menimbulkan polusi. Oleh sebab itu dipasang dust collector dan dilengkapi dengan daun kupu-kupu yang dapat menangkap abu-abu halus tersebut sehingga gas asap yang keluar kecerobong asap lebih bersih. Dust collector juga berfungsi untuk menambah daya tahan dan umur teknis pada blower induced draft fan.

 

Artikel Terkait :

Persiapan Pengoperasian Boiler Baru

Persiapan Pengapian

Pengapian dan Pengoperasian Boiler

Pengawasan Selama Boiler Beroperasi