Starting Motor With Auto Transformator (Auto Trafo)

Pendahuluan

Inti dari starting motor adalah bagaimana mengurangi arus start yang dapat mencapai 6 x In (arus nominal). Pada mode starting ini , tegangan awal yang dberikan pada motor mengalami pengurangan melalui sebuah autotransformator dan setelah beberapa detik kecepatan steady motor tercapai , tegangan yang menuju terminal stator motor dikembalikan keposisi nilai tegangan normal melalui perpindahan rangkaian kontak seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Auto-Transformer biasanya mempunyai 3 pilihan taps pada masing-masing fasa (50%, 65%, 80%), sehingga karakteristik start motor dapat di pilih sesuai dengan kondisi beban.

Auto Trafo Centrado

Gambar 1. Auto Trafo CENTRADO.

Alat dan Bahan

Alat kerja :

  1. Bor tangan
  2. Hole Cutter
  3. Tool kitt (obeng, tang, dll)
  4. Tang Press, Crimping atau schoen
  5. Cutter

Bahan kerja :

  • 1 bh Box Panel type MCC, Free Standing
  • 1 bh Auto Trafo, 55 kW, CENTRADO
  • 1 bh MCCB 3 phs, 150A, FUJI
  • 4 bh Magnetic Contactor, 150A, FUJI
  • 1 bh Thermal Over load,
  • 2 bh Time Delay Relay
  • 1 bh MCB 1 phs, 6A
  • 2 bh relay, LY-2, OMRON.
  • 1 bh CT 150/5A, GEA.
  • 1 bh Ampere meter, 0 – 150A, GEA.
  • 1 bh Hour Meter
  • 1 bh Push button On (hijau)
  • 1 bh Push button Off (merah)
  • 1 bh Pilot lamp On signal (hijau)
  • 1 bh pilot lamp Trip signal (kuning)
  • 1 lot cable power NYAF 1c x 35 sqmm.
  • 1 lot accessories include terminal, cable wiring, skun, bolt & nut dll.

Gambar Kerja

Autotrafo Starter Power Diagram

Gambar 2. Power Diagram Auto Trafo Starter

wiring auto trafo

Gambar 3. Wiring Diagram Auto Trafo Starter

Prinsip Kerja

Line On

Start Pertama :

MC 1 – On

MC 2 – On

Selang waktu 10 detik MC 2 – Off

MC 1 – On

MC 3 – On

Langkah kedua :

Selang waktu 10 detik

MC 1 – Off

MC 2 – Off

MC 3 – Off

Langkah ketiga : MC 4 – On

 

Panel Auto Trafo

Gambar 4. Panel Auto Trafo.

Kesimpulan

  1. Auto Trafo Starter biasanya digunakan untuk starting motor dengan daya 30kW atau lebih
  2. Selain Auto Trafo, starter motor untuk daya besar juga bisa menggunakan system soft starter.
  3. Auto trafo mempunyai keunggulan kemudahan perawatan, kehandalan dan ketahanan system jika dibanding dengan soft starter.

Pengujian Unit Pengaman OCR/EFR Type SPAJ 140c ABB Menggunakan Relay Test Unit SVERKER 750 dengan Injection Current

Pendahuluan

Proteksi didalam sistem tenaga listrik adalah untuk mengamankan peralatan/sistem sehingga kerugian akibat gangguan dapat dihindari atau dikurangi menjadi sekecil mungkin dengan cara:

a) Mendeteksi adanya gangguan atau keadaan abnormal lainnya yang dapat membahayakan peralatan atau sistem.

b) Melepaskan (memisahkan) bagian sistem yang terganggu atau yang mengalami keadaan abnormal lainnya secepat mungkin sehingga kerusakan instalasi yang terganggu yang dilalui arus gangguan dapat dihindari atau dibatasi seminimum mungkin dan bagian sistem lainnya tetap dapat beroperasi.

ACB 2500A FUJI

Gambar 1. ACB 2500A Fuji (covered open)

Proteksi terdiri dari perangkat peralatan yang merupakan sistem yang terdiri dari komponen komponen berikut :

a) Relay utama dan Relay Bantu (auxiliary relay)

b) CT dan VT

c) Pemutus Tenaga (ACB/MCCB)

d) Power supply AC dan atau DC

e) Rangkaian control

Jika salah satu komponen dari perangkat proteksi tidak bekerja sebagaimana mestinya, maka proteksi tersebut akan gagal bekerja.

Peralatan pengaman yang terpasang pada Mainswitch Board (MSB) adalah :

  1. Over Under Voltage Relay (OUVR)
  2. Reverse Power Relay (RPR)
  3. Over Current Relay (OCR)
  4. Earth Fault Relay (EFR)

SPAJ 140c Merk ABB adalah peralatan pengaman yang menggabungkan Fungsi Over Current Relay (OCR) dan fungsi Earth Fault Relay (EFR). OCR tujuannya memproteksi pada beban lebih dan hubung singkat, sedangkan untuk EFR memproteksi arus bocor ke tanah.

SPAJ 140C

Gambar 2. Unit SPAJ 140C ABB

Maksud dan Tujuan

Kalibrasi Protection Relay biasanya dilakukan secara berkala misalnya setiap 2 tahun sekali (atau disesuaikan dengan Standard yg berlaku) dengan maksud dan tujuan sebagai berikut :

a) Memastikan Relay tersebut bekerja saat terjadinya gangguan.

b) Waktu dan Nilai Setting untuk Trip sesuai yang diinginkan.

c) Mengecek Karekteristik Relay

d) Memastikan semua rangkaian & peralatan control terhubung dan bekerja dengan baik.

 

Alat dan Bahan

Untuk Test dan Kalibrasi Relay diperlukan alat-alat sebagai berikut :

a) Relay Test Unit (SVERKER 750)

sverker 750

 Gambar 3. Relay Test Unit SVERKER 750

b) Insulation Resistance Tester (Megger Tester)

c) Test Pen, Multi Tester & Tang Amper.

d) Tang, Kunci Pas & Obeng (+/-)

e) Control Cable (Cable Set)

f) Stabilizer 1000 VA.

 

Pelaksanaan

Persiapan sebelum melakukan pengetesan relay dan kalibrasi, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :

a) Pastikan Alat-alat Test sudah lengkap dan dapat dioperasikan.

b) Switch off Power yang masuk ke Panel yang akan dikalibrasi.

c) Grounding-kan Main Busbar untuk membuang arus yang tersimpan pada Capacitor Bank.

d) Pastikan Main Busbar sudah tidak berarus listrik dengan cara mengukur dengan Voltmeter/Test Pen.

e) Lepaskan kabel dari CT pada terminal Relay dan ujung ujung kabel di short untuk menghindari kerusakan CT.

f) Selanjutnya ikuti prosedur kalibrasi pada Item

 

Pelaksanaan kalibrasi

Kalibrasi yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan metode Secondary Injection. Metode ini dilakukan dengan menyalurkan Arus (Ampere) atau inject langsung pada unit SPAJ untuk signal on operation of the overcurrent unit dan signal on operation of the eart-fault unit. Sedang besarnya Arus yang diinject harus disesuaikan dengan hasil perhitungan.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari                :   …………….

Tanggal          :   …………….

Jam                 :   08.00 – 16.00

Tempat          :

1. Workshop Fabricator Panel

2. di Site Project

 

Kalibrasi Over Current Relay (OCR) & Earth Fault Relay (EFR) Unit SPAJ 140C ABB.

Langkah-langkah pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

a) Catat spesifikasi yang tercantum pada name plate machineries yang akan diprotect misalnya untuk Generator (kW, Rating Ampere) dan ratio CT yang dihubungkan pada OCR

b) Dari data yang didapat hitung nilai kalibrasi yang akan di-inject ke OCR

c) Pastikan bahwa input OCR dari Current Transformer (CT) sudah dilepas (open) dari hubungan ketiga phasenya (R, S dan T) dan diberikan label/tanda untuk memudahkan re-connection. Untuk keamanan dari CT, kabel dari terminal CT dihubung-singkatkan.

d) Check auxiliary contact dan coil OCR tersebut terhadap adanya kerusakan. Untuk memastikannya, ukur dengan menggunakan Ohm Meter untuk mengecek apakah auxiliary contact dan coil OCR berfungsi dengan baik.

e) Jika dalam pelaksanaan kalibrasi mengalami kesulitan karena posisi relay yang sulit dijangkau maka unit OCR bisa dilepas terlebih dahulu setelah itu baru dikalibrasi.

wiring SPAJ 140C

Gambar 4. Conection diagram for the combined OCR and EFR type SPAJ 140C ABB

 

Nilai Setting Kalibrasi

Nilai Kalibrasi yang dikehendaki untuk Relay Proteksi ditentukan berdasarkan kapasitas mesin yang diproteksi, misalnya berapa % mesin itu dapat beroperasi terus menerus tanpa trip dan akan trip jika arus yang mengalir pada mesin tersebut melebihi nilai setting

 

pengujian SPAJ

Gambar 5. Pengujian SPAJ 140c dengan Relay Test Unit (INJECT CURRENT)

 

Pencatatan dan Pengesahan Hasil Kalibrasi

Kalibrasi yang telah dilakukan dicatat dalam Format disediakan dan dilaporkan hasilnya.

 

Lampiran

  1. Nilai setting kalibrasi
  2. Hasil kalibrasi

 

calibration report

commissioning pabrik kelapa sawit

Pendahuluan

Tahap terakhir dari perjalanan panjang proses pembangunan pabrik kelapa sawit yang di mulai dengan proses desain drawing, pengadaan raw material dan vendor part, transport material ke site, proses konstruksi bangunan, erection mechanical, instalasi listrik dan pipa adalah commissioning.

Commissioning adalah suatu proses dan tahapan yang dilakukan sehingga peralatan yang terinstal dapat beroperasi dan bekerja. Serangkaian kegiatan tersebut untuk menguji dan menjamin semua system dan komponen yang terpasang pada pabrik kelapa sawit sesuai dengan desain rencana, pemasangan, operasi, fungsi, perawatan dan performa mesin maupun system keseluruhan sesuai dengan kapasitas yang di harapkan.

Jadwal Pelaksanaan

schedule commissionig

Pelaksanaan

Tahapan kegiatan commissioning pabrik kelapa sawit adalah :

Mechanical completion

Penyelesaian mekanik definisikan sebagai keadaan di mana semua sistem termasuk perlengkapan dan fasilitas tambahan telah mencapai kondisi lengkap secara mekanik dan mendapat persetujuan dari perusahaan.

Penyelesaian mekanis dari suatu sistem meliputi hal-hal berikut namun tidak terbatas pada:

  • Semua desain dan rekayasa telah selesai
  • Semua pekerjaan instalasi untuk sistem termasuk semua peralatan telah diselesaikan sesuai dengan gambar “Approved for Construction”, spesifikasi, kode aplikasi dan peraturan yang berlaku serta penerapan teknik yang baik.
  • Semua instrumen telah diinstal.
  • Semua koneksi tie-in telah dibuat.
  • Semua tes penerimaan pabrik dan semua kegiatan pengujian dan inspeksi lainnya telah selesai.
  • Studi Keamanan telah dilakukan dan “Persyaratan Keamanan” telah dipenuhi termasuk dokumentasi yang di perlukan
  • Semua dokumentasi dan sertifikasi dokumen yang diperlukan telah disediakan.
  • Semua prosedur operasi dan prosedur perawatan telah diteruskan dan di review oleh perusahaan
  • Semua item yang menjadi tanggung jawab kontraktor yang berhubungan dengan pihak ketiga, regulasi pemerintah atau persetujuan vendor telah dipenuhi dan memperoleh konfirmasi dokumentasi dari Perusahaan.

 

Individual test

Kegiatan yang dilakukan setelah Penyelesaian Mekanis sebuah peralatan atau sistem adalah menguji secara individu apakah peralatan tersebut siap untuk menerima bahan baik berupa buah, nut, fiber, kernel atau fluida berupa air, steam, Crude Oil maupun Sludge .  kegiatan pengujian secara individu antara lain :

  • Penyelesaian dan pengujian peralatan & platform sistem.
  • Pengujian semua bagian dan sistem dari Pekerjaan termasuk komunikasi sistem (jika diperlukan).
  • Penyediaan mengisi awal kemasan, bahan kimia, inhibitor, pelumas, Greas, air dan lainnya yang diperlukan.
  • Memeriksa putaran motor, geared motor, gear box dan pompa.
  • Flushing pembersihan vessels & pipe
  • Kalibrasi PSVs.
  • Kalibrasisemua instrumen .
  • Memeriksa loop.
  • Pemeriksaan lengkap pada sistem keamanan.
  • Cek pada sistem listrik dan paket vendor lainnya.
  • Hydrotest dan pneumatik test pada vessels.
  • Pelatihan dan pengarahan personel yang terlibat di commissioning.
  • Penghapusan semua puing-puing dan peralatan konstruksi.

Loading test

Performance test

Lampiran

Precommissioning Ceck List :

  1. General Procedures
  2. Packing and Seals
  3. Removal of Temporary Supports
  4. Alignment of Rotating Equipment
  5. System Check/Inspection
  6. Site Modifications
  7. Flushing
  8. Temporary Screens, Strainers and Blinds
  9. Vacuum Test
  10. Safety Devices
  11. Purging
  12. Drying out
  13. Lubricants and chemicals
  14. House keeping
  15. Equipment Protection and Spare Parts
  16. Chemical Cleaning
  17. Fire Fighting & Life Saving Equipment

PENGOPERASIAN GENSET 2 X 400 kW dan 1 x 200 kW CUMMIN

Genset CUMMIN

Genset CUMMIN

1. Cek engine system : Fuel, oil, coolent, electrical system (batteray, air accu 6 bulan, alternator 25 V, kode trauble). Mechanical ( belt, air cleaner, kebocoran).

2. System operation.

2.1. Local Start.

  • Tekan tombol manual.
  • Tekan tombol start. (engine idle sampai temperatur 38 oC.).

2.2. Local close breaker.

  • Naikkan knife switch untuk memasukkan netral panel
  • Tekan tombol close untuk masuk breaker.
  • Tekan tombol open untuk melepas breaker.

3. Local synchrone.

  • Lakukan operasi (2a).
  • Pilih menu pararel.
  • Plih synchrone check pada nilai derajat terkecil.
  • Lakukan local close breaker (2b).

4. Remote operation.

CUMMIN Operation Module

CUMMIN Operation Module

  • Tekan tombol auto pada display Genset.
  • Tekan tombol start engine pada MSB (tekan sampai frekuaensi normal 50 Hz)
  • Tekan tombol stop engine untuk mematikan Genset.
  • Tekan tombol close breaker pada MSB untuk memasukkan power.
  • Tekan tombol open breaker pada MSB untuk memutuskan power.

5. Remote synchrone.

  • Lakukan operasi (4a).
  • Pilih nomer pada selector switch pada panel synchrone sesuai dengan Genset yang akan di masukkan.
  • Putar key switch pada panel MSB Genset yang mau di synchrone
  • Pilih nilai derajat terkecil pada synchronoscope meter dan lampu synchrone padam.
  • Tombol close breaker pada genset yang akan di synchrone.

6. System pembebanan / load system.

Cummin load share module

Cummin load share module

  • Load share system yaitu melakukan pararel 2 (dua) genset 400 kW untuk genset no. 2 dan no. 3. System ini bersifat membagi beban secara merata.
  • Base load system yaitu melakukan pararel 2 genset atau lebih no. 1, 2, 3 dan turbine. System ini bersifat membagi beban sesuai kebutuhan.
  • Load share hanya berlaku untuk genset no. 2 dan no. 3. Namun jika genset no. 1 atau turbine sudah masuk di main bus semua menjadi hubungan system base load.
Main Switchboard

Main Switchboard

7. Pengaturan beban/ base load.

  • Kondisi genset 1 200 kw atau turbine running (on bus), Point 2, 3, 4 telah dilakukan.
  • Kondisikan potensio 0 – 5 Vdc untuk pengambilan beban (0 berarti 0% load, 5 berarti max load)
  • Operator harus bisa membaca beban yang akan di ambil, jika beban total hanya 200 kW jangan posisikan di 5 Vdc karena akan terjadi reverse power.
  • Pengaturan kVAR. Adalah pengaturan cos Q/ ampere sesuai dengan kebutuhan, berlaku untuk base load dan bersifat konstan. Contoh : saat pembebanan cos Q dengan menggunakan potensio kVAR kita posisikan 0,8 leaging (induktif), seterusnya genset akan mempertahankannya 0,8. Selebihnya akan di berikan pada genset no. 1 atau turbine dan capasitor bank.

HORIZONTAL STERILIZER WITH INDEXER SYSTEM

Flow Diagram Indexer System

Flow Diagram Indexer System

I. STASIUN LOADING RAMP

1. Loading Ramp (12-doors) Hydraulics Systems

12 Doors Loading Ramp

12 Doors Loading Ramp

Each lot consist of :

  • 5kW Vickers Hydraulic Power Unit Twin Systems (160 liter) c/w valves and accessories
  • 6 Nos Vickers Hydraulic manual control valve (Part # CM11N02R15-DDE-21)
  • 12 Nos Vickers Hydraulic cylinders (Bore 63 x Rod 35 x Stroke 914mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for 12doors site installation
  • 1 No of Starter Panel for 2×5.5kW (Incoming wiring not included)

2. FFB Conveyor #2, 5 x Hopper Door (Feeding).

Hopper feedeng for 3 Cages Feeding (each Cage with 2 Hopper Door) – Last Door always open 5 x Hopper door mec structures

5 x Hopper Door Hydraulic Systems, consist of:

  • 4kW (or 5.5 HP) Vickers Hydraulic Power Unit (80 liter) c/w valves and accessories
  • 5 Nos Vickers Hydraulic manual control valve (Part # CM11-N02-R15-DE-21)
  • 5 Nos Vickers Hydraulic cylinder (Bore 63 x Rod 35 x Stroke 914mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for 5-doors site installation
  • 1 No of Starter Panel for 4Kw
FFB Hooper Door

FFB Hooper Door

3. Intermediate And FFB Feeding Line Indexer.

Indexer #7 & #8: Indexer Structure c/w frame; roller and pulling pad. a) One indexer at Feeding Line to push loaded cages to Dry End Transfer Carriage. Movable trolley with pulling and pushing pad sitting on it

FFB Feeding Line Indexer Hydraulic Systems

Each lot consist of:

  • 15kW (or 20HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 liter) c/w valves and accessories
  • 1 No Vickers hydraulic cylinders (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for installation

II. STATION STERILIZERS

Criteria as following…Sterilizer 30ton (2x15t FFB Cage), sterilizer door 3200mm; Dished End body & Insulation). Each sterilizer door has two door lock/unlock cylinders bracket provided by Door OEM and a door open/close cylinderbracket

1. Transfer Carriage (Dry End & Wet End)

10-ton Transfer Carriage Structure (Rotary Lock; Sprocket (Drive and Driven); Wheels a) Transfer carriage length 6.8m, width 1.6 meter, height 1m, 2 pillar block with wheels driven by hydraulisc, with hydraulics driven rotary lock. 2 sets of rotary lock structure, bumper hump to align transfer carriage structure while loading and unloading cage. b) Indexer structure c/w frame; roller and pulling pad. (Indexer TC #1 & TC#2)
Hydraulic Group TC : 10-ton Transfer Carriage (Indexer, Rotary Lock n Travelling) Hydraulics Systems

Dry End Transfer Carriage

Dry End Transfer Carriage

Each lot consist of:

  • 15kW Vickers Hydraulic Power Unit (160 liter) c/w valves and accessories
  • 2 Nos. Char-Lynn Hydraulic motors for travelling drive (Part #: 112-1068-006)
  • 2 Nos. Char-Lynn Hydraulic motors for rotary lock – self-aligning locking mechaniniscm (Part # 112-1068-006)
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for installation
Wet End Transfer Carriage

Wet End Transfer Carriage

2. FFB Bay (Dry End) Drawbridge And Indexer.

Drawbridge 3.6 meter length w/ Drawbridge structure, base plate sitting double pillar block for trunnion drawbridge. Indexer Structure (#1; #3) at FFB Bay c/w frame; roller and pulling pad at dry end to push Cages into each Steriliser (FFB Bay) Movable trolley with pushing pad siiting into it. Base plate for trunnioin mounting included.

Hyd Grouping: Single HPU to be shared by 2 x Sterilizer Doors; 2 x Drawbridge and 2 x Indexer (facing Sterilizer) Hydraulic Systems

FFB BAY (DRY END) DRAWBRIDGE AND INDEXER

FFB BAY (DRY END) DRAWBRIDGE AND INDEXER

Each lot would consist of:

  • 15kW (or 20 HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 ltr) c/w valves and accessories
  • 2 Nos. Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door opening/closing (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 540*mm stroke cylinder)
  • 4 Nos.Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door locking/locking (Bore 80 x Rod 50 x Stroke 225*mm stroke cylinder)
  • 2 Nos. Vickes hydraulic cylinders for 2 x Drawbridge (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 657mm stroke cylinder)
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders for 2 x Indexers (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • = final cylinder stroke to suit specs of St Door OEM chosen
  • 1 lot of connecting materials for installation

3. SFB Bay (Wet End) Drawbridge And Indexer.

Drawbridge 3.6 meter length w/ Drawbridge structure, base plate sitting double pillar block for trunnion drawbridge. Indexer Structure (#2; #4) at SFB Bay c/w frame, roller and pulling pad to push Cages out of Sterilizers (SFB Bay). Movable trolley with pushing pad siiting into i. Base plate for trunnioin mounting included.

Hyd Grouping: Single HPU to be shared by 2 x Sterilizer Doors; 2 x Drawbridge and 2 x Indexer (facing Sterilizer) Hydraulic Systems

SFB BAY WET END DRAWBRIDGE AND INDEXER

SFB BAY WET END DRAWBRIDGE AND INDEXER

Each lot would consist of:

  • 15kW (or 20 HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 ltr) c/w valves and accessories
  • 2 Nos. Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door opening/closing (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 540*mm stroke cylinder)
  • 4 Nos.Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door locking/locking (Bore 80 x Rod 50 x Stroke 225*mm stroke cylinder)
  • 2 Nos. Vickes hydraulic cylinders for 2 x Drawbridge (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 657mm stroke cylinder)
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders for 2 x Indexers (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • = final cylinder stroke to suit specs of St Door OEM chosen
  • All cylinders in SFB Bay are using stainless steel barrel and rod
  • 1 lot of connecting materials for installation

4. Before And After Tippler Indexer.

Single HPU to be shared by two indexers (Indexer # 5 and #6)

  • Indexer #5: Indexer Structure c/w frame; roller and pulling pad. indexer Before Tipper to push loaded cage precisely to Tipper. Movable trolley with pushing pad sitting on it.
  • Indexer #6: Indexer Structure c/w frame; roller and pulling pad. indexer After Tipper to push cage to Feeding Line. Movable trolley with pulling and pushing pad sitting on it.

Hydraulic Grouping : 2 Indexers Hydraulics Systems

Tippler Indexer

Tippler Indexer

Each lot consist of:

  • 15kW (or 20HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 liter) valves and accessories
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders for 2 x Indexers (Bore 100 x Rod 70 x Stroke2100mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for installation

5. Cage Tippler.

10-ton Cage Tipper with Diameter 3.3mm, length 6.5m with fixed based roller for tipper web plate 32mm to sit. Well engineering designed steel structured to ensure light weight and rigid feature. Tipper capable of rotating the single Cage with full SFB inside Cage without vibration. Counterweight is installed to ensure smooth downturn. Calculation provided. Scope of supply complete with accessories as stated in drawing provided (tensioner; tipper chain), inclusive of Hydraulics Drive Foot bracket adn Drive Coupling.

10-ton Tipper & SFB hopper Autofeeder   Hydraulic Systems

TIPPLER

TIPPLER

Each lot consist of :

  • 15kW VickersHydraulic Power Unit (twin pump systems) c/w valves and accessories c/w valves and accessories
  • 1 Nos Vickers Hydraulic motor + reducer (Part # GM54BZD120221)
  • 1 Nos Vickers Hydraulic cylinder M3000-25-1200
  • 1 lot of connecting materials for installation

6. Indexer Trench and Rail Track

  • Sterilizer line indexer trench (length 2x33m) consist of Indexer Trench (UNP150x75)
  • Tipper and Feeding line indexer trench (length 2x52m) consist of Indexer Trench (UNP150x75)

III. Automation & Control

1. Electrical and Control Integration Works and Automation

Control Stations for Indexer Systems: Eaton proposed design comes with Feeder Panel (Qty: 1 Lot); Individual Remote Consoles (Qty: 5 Sets), to be located on-top catwalk platform and Panels for Remote IOs, to be located on the ground. Feeder Paenl is proposed to be located in Control Room together with Sterilizer Automation Panel. Each Remote Console is solid floor standing type and equipped with MIMIC diagram showing the operations on relevant equipments for Auto / Manual Control. Local Panel for each Transfer Carriage provide. Principle of design is based on Distributed Control and running on Eaton SmartWire-DT commmunication.

PANEL FEEDER WITH PLC AUTOMATION

PANEL FEEDER WITH PLC AUTOMATION

2. Feeder Panel with Starter (in CONTROL ROOM)

2.1. Transfer Carriage.

Remote Console #4 (RC4) : Auto and Manual for Transfer Carriage (TC#1), Indexers (#1) (FFB Bay or Dry End). and Indexers (#9) (intermediate and feeding) Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton Remote I/O Systems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Tranfer Carriage and Indexers • !P69K Proximity sensors with sensor clamp for all.

Local Panel (LP) : HPU Starter and Local operation ofTransfer Carriage (TC#2)

2.2. Sterilizer Doors, Drawbridges & Indexer.

Remote Console #1 (RC1) : Auto and Manual for Sterilizer Doors & Drawbridges & Indexers (#2 and #4) Control (FFB Bay or Dry End). Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton SmartWire-DT Remote I/O Systems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Sterilizer Doors; Drawbridges; and Indexers • Pressure transmitters c/w siphon tube for each Sterilizer end • Photo sensors of Cage of Drawbridge for each of the Drawbridge • IP69K Proximity sensors with sensor clamp for all. •Tell tale – purge valve from Alfa Hi-Flow (country of origin Australia) Ball Valve. Model 2012, DN40 (1.5”), 1000 psi, 3-piece body, F/Bore, BW Ends, SS316 Body and Trim, PTFE (max 200 degree C) Seats c/w ITQ Electric Actuator, model ITQ-0080 (220v/1Phs/50Hz), On/Off operaton c/w standard specification.This tell tale valve is installed at the Sterilizer Door outlet port

Remote Console #2 (RC2) : Auto and Manual for Sterilizer Doors & Drawbridges & Indexers (#3 and #5) Control (SFB Bay or Wet End). Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton SmartWire-DT Remote I/O Systems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Sterilizer Doors; Drawbridges; and Indexers • Pressure transmitters c/w siphon tube for each Sterilizer end • Photo sensors of Cage of Drawbridge for each of the Drawbridge • !P69K Proximity sensors with sensor clamp for all. •Tell tale – purge valve from Alfa Hi-Flow (country of origin Australia) Ball Valve. Model 2012, DN40 (1.5”), 1000 psi, 3-piece body, F/Bore, BW Ends, SS316 Body and Trim, PTFE (max 200 degree C) Seats c/w ITQ Electric Actuator, model ITQ-0080 (220v/1Phs/50Hz), On/Off operaton c/w standard specification.This tell tale valve is installed at the Sterilizer Door outlet port

2.3. Tippler.

Remote Console #3 (RC3) : Auto and Manual for Cage Tipper c/w SFB Hopper Door & Before and After Tipper Indexers (#6 and #7). Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton SmartWire-DTSystems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Tipper and Indexers • IP69K Proximity sensors with sensor clamp for all.

3. Eaton Sterilizer Automation.

One (1) set of panel sterilizer automation interlocked with Sterilizer Doors for Indexing Systems. Panel design w/ MIMIC is for 2 Sterilizers, with Eaton Galileo SCADA; Eaton XV152 Series HMI/PLC, IP65 rating, (10.4”) catered for 2 x Sterilizers with Microsoft CE Operating Systems; or efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.

Main Control Board together with proximity switches, pressure transmitter, and cabling systems.

Sterilizer Control Systems are for automation 3 Steam Valves sequencing per Sterilizer. 10 different programs possible.

  • Inlet: 8” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket
  • Exhaust: 8” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket
  • Condensate: 8” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket.

4. Eaton Automatic Back Pressure Control Panel

One set of BPV control panel c/w HMI/PLC Operator’s interface and pressure transmitter and pressure switchfor BP Vessel with standard accessories. High presure rating, low limit pressure switch. Cables, cable tray, conduits from BPC Panel to Valves. Include following Valves for Back Pressure Receiver :

  • 3” Globe Control Valve c/w Pneumatic Actuator (Positioner) a delta-P of approximately 29 Bar with positional controls (4-20mA). – Full Modulating Valve, Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket.   (Steam Make Up).
  • 6 ” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket. Flange: JIS10K / PN16 (Steam Exhaust or Surplus Valve).

Bulking Station

Pendahuluan

jetty bulking

jetty bulking

Bulking Station adalah Fasilitas penimbunan CPO yang terdiri dari beberapa tangki timbun CPO yang tempatnya berada di dekat pelabuhan. Bulking bertujuan untuk mempermudah proses bongkar muat pengapalan CPO, mengefisiensikan waktu dengan memperpendek waktu sandar kapal dan mengontrol kualitas mutu CPO sebelum di kapalkan menuju pabrik refinery.

Dalam satu group perusahaan sering kali memiliki dua atau lebih pabrik kelapa sawit yang jarak antara Pabrik dengan pelabuhan memerlukan perjalanan kurang lebih 2 – 3 jam perjalanan. kapasitas mobil tangki CPO adalah 6 – 8 kL sehingga diperlukan banyak armada truk dengan beberapa kali rate untuk memenuhi kapasitas kapal 2000 – 5000 dwt. Dengan jarak tersebut, jika tidak terdapat bulking maka waktu sandar kapal akan lama dan temperatur CPO akan turun.

Denah Lokasi

BULKING STATION LAYOUT

BULKING STATION LAYOUT

Keterangan

 No. Description  No. Description
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

 

Pos jaga

Rumah Manager

Rumah Staff

Jembatan timbang

Office and lab

Gudang kernel

Gudang shell / bahan bakar

 

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

 

Boiler and demin plant

Engine Room

Pompa pengiriman CPO

Water Treatment Plant

Tangki Solar

Penerimaan CPO (Drop Tank)

Storage Tank

 

Peralatan Utama

1. Stasiun Penerimaan Minyak

CPO yang diangkut dalam Truck harus melewati Jembatan timbang untuk di ukur beratnya kemudian di tuang secara grafitisai dalam “Tangki penampungan”. Tangki ini terletak under ground, terbuat dari concrete berukuran 16x3x2 dilengkapi  dengan instalasi pipa, steam Coil dan valve. CPO yang terkumpul dari beberapa truck tanki selanjutnya oleh “Pompa transfer” dengan kapasitas 130 m3/hr, 22 kW di transfer ke Tangki Timbun CPO (Storage Tank). Tangki timbung CPO kapasitas masing-masing 2000 Ton dilengkapi dengan instalasi pipa, steam Coil dan Mixer yang di gerakkan motor 2.2 kW.

CPO Collecting Tank

CPO Collecting Tank

Bulking Storage Tank

Bulking Storage Tank

2. Stasiun Pengiriman CPO

Stasiun ini berfungsi untuk mengirimkan CPO dari Storage Tank menuju kapal tanker CPO yang sandar di pelabuhan. Stasiun ini di lengkapi dengan Pompa pengiriman CPO kapasitas 250 m3/hr, 45 kW.

Shipping Pump

Shipping Pump

Selain Pompa juga di lengkapi dengan Air compressor c/w receiver berfungsi mendorong peluru (bola busa/karet) dalam intalasi pipa untuk memebersihkan kotoran sisa pengelasan, kotoran plastik atau sisa minyak dalam pipa. Peluru ini di masukkan melalui pig launcher kemudian terdorong udara bertekanan sepanjang instalasi pipa menuju pig receiver.

Air Compressor

Air Compressor

3. Stasiun Boiler

Stasiun Boiler adalah stasiun pembangkit tenaga uap yang di gunakan untuk pemanasan CPO agar tetap pada temperatur yang di inginkan. Stasun ini dilengkapi dengan instalasi Demineralization plant untuk memurnikan kualitas Air sesuai dengan baku mutu air yang di rekomendasikan boiler. kelengkapan standart Demin Plant adalah :

  • Boiler feed water tank
  • Deaerator
  • Boiler chemical doosing pump
  • Steam condensate return system
  • Elevated water storage tank
  • Water transfer pump
Water Treatment Plant

Water Treatment Plant

Boiler yang di gunakan adalah Saturated Boiler dari INDOMARINE, Type HRC – 60, Max. Allowable working pressure 10 kg/cm2G, Steam temperature Saturated. Heat surface 182 m2, Capacity 6000 kg/hr, Serial No. FS 620 IM, Year built 2012.

saturated boiler

saturated boiler

4. Engine Room

Stasiun pembangkit tenaga listrik diperlukan untuk menyediakan energi listrik untuk Pompa dan peralatan listrik yang ada, juga untuk kebutuhan penerangan bangunan penunjang yang di kontrol dari Main Switchboard, Panel MCC dan SDP. Engine Room ini dilengkapi dengan :

  • Tangki timbun solar
  • Diesel fuel pump
  • Tangki solar harian
  • Diesel genset 250 kva
  • Diesel genset 45 kva
Engine Room

Engine Room

5. Water Treatment Plant

Berfungsi untuk penjernihan air yang di ambil dari air tanah melalui sumur bor. Air tanah di pompa oleh“Deep Well Pump” kemudian di tampung dan di endapkan di “Water basin“. Air yang ada di proses menggunakan system “Reverse Osmosis” dengan kapasitas 5 m3/hr.

WTP PUMP HOUSE

WTP PUMP HOUSE

REVERSE OSMOSIS KAP 5 M3 PERHOUR

REVERSE OSMOSIS KAP 5 M3 PERHOUR

Bangunan Penunjang

  • Bangunan Utama (Main Building) ukuran 42 x 12 m. di gunakan untuk gudang bahan Bakar Boiler, Stasiun Boiler, Engine Room dan Stasiun Pengiriman CPO.
Main Building

Main Building

  • Bangunan Gudang Kernel ukuran 12 x 12 m, tinggi 6 m.
Kernel Store

Kernel Store

  • Bangunan Kantor Bulking ukuran 11 x 10 m, tinggi dinding 4 m. c/w Jembatan Timbang.
Office And Lab

Office And Lab

  • Bangunan Pos Jaga ukuran 4 x 6 m, tinggi dinding 4 m.
  • Bangunan Rumah Tinggal Manager ukuran 14 x 10 m, tinggi dinding 4 m.
  • Bangunan Rumah Tinggal Staff ukuran 10 x 10 m, tinggi dinding 4 m.
Manager And Staff House

Manager And Staff House

Palm Oil Mill 45 Ton FFB per Hour

Pabrik Minyak Kelapa Sawit Kapasitas 45 Ton TBS per Jam

Pendahuluan

Pabrik kelapa sawit ini menggunakan rebusan 4 buah vertical sterilizer dengan kapasitas masing- masing 25 ton. Untuk mengurangi losses pada rebusan di pasang Empty Bunch Shreder dan Press untuk mengutip minyak pada janjang kosong. Proses pemurnian minyak dari minyak mentah menjadi CPO digunakan Decanter 3 Phase dan Separator dengan system D3 PRO. Untuk memperoleh kualitas Kernel yang bagus dan bersih, Nut sebelum masuk Ripple Mill di sortir berdasarkan dimensi dengan Nut Grading Drum. Pemisahan campuran pecahan Kernel dan Shell setelah LTDS 2 menggunakan Hydrocycole sehingga prosesnya bersih dan tanpa menggunakan bahan kimia seperti pada Claybath.

Denah Pabrik

Factory Layout Diagram

Denah Pabrik

Keterangan

No. Description No. Description
 1.  Jembatan Timbang  14.  Boiler Station
 2.  Central Office  15.  Threshing Station
 3.  Mushollah  16.  Pressing Station
 4.  Car Park  17.  Kernel Recovery Station
 5.  Despatch Sheet  18.  Empty Bunch Shreder And Press
 6.  Loading Ramp  19.  Sludge Pit
 7.  Storage Tank  20.  Clarification Station
 8.  Canteen  21.  Kernel Storage
 9.  Mill Office  22.  Composting Plant
10.  Sterilizer Station  23.  Toilet Block
 11.  Water Treatment Plant  24.  Wharehouse
 12.  Power Station  25.  Workshop
 13.  Demineralization Plant

Stasiun Proses

1. Stasiun Penerimaan Buah (Fruit Reception) Loading Ramp

Dengan menggunakan rebusan vertical sterilizer maka untuk menerima tandan buah segar dan mengirimkannya ke rebusan cukup dengan menggunakan scrapper bar conveyor yang di gerakkan oleh Hydraulic motor. Cages (lori) tidak di gunakan seperti pada system Horizontal sehingga kebutuhan bangunan juga tidak terlalu luas.

2. Stasiun Rebusan (Sterilizer Station)

Terpasang 4 buah unit Vertical Sterilizer kapasitas masing-masing 25 ton yang di kontrol secara interlock melalui Cylinder Hydraulic dan valve menggunakan control Pneumatic. Control system menggunakan unit PLC dan untuk berkomunikasi (menginput variable yang di perlukan) antara mesin dengan operator terdapat piranti HMI yang terpasang panel panel kontrol.

Stasiun Rebusan

Stasiun Rebusan

3. Stasiun Penebah (Threshing Station)

Pemisahan antara buah dengan janjang kosong menggunakan 2 unit Thresher Drum dengan kapasitas masing-masing 45 ton/jam yang di gerakkan oleh geared motor 22 kW. Janjang kosong yang ada tidak langsung di buang tetapi melewati mesin pencacah dan pemeras untuk mengutip sisa minyak yang ada sehingga hasil akhir dari proses ini janjang kosong sudah berubah menjadi fiber.

Stasiun Penebah

Stasiun Penebah

4. Stasiun Kempa (Pressing Station)

Pengutipan minyak dari buah menggunakan 4 buah Digester dengan kapasitas masing-masing 4500 liter  dan mesin Press dengan kapasitas masing-masing 15 Ton/jam yang di gerakkan oleh geared motor 30 kW.

Pressing Station

Stasiun Kempa

5. Stasiun Pengutipan Inti (Kernel Recovery Station)

Hal yang penting menjadi catatan dari stasiun ini adalah terdapat Nut Grading Drum untuk membagi berdasarkan besaran Nut sehingga mempermudah dalam penyetelan Ripple MIll. Penggunaan Hydrocyclone untuk membuat proses pemisahan menjadi bersih dan tidak menggunakan bahan kimia.

Kernel Recobery Station

Stasiun Pengutipan Inti

6. Stasiun Klarifikasi (Clarification Station)

Proses pemurnian minyak menggunakan 1 buah Decanter 3 Phase yang di gerakkan oleh motor 55 kW dan 1 buah Separator 45 kW untuk mengutip minyak pada slude. Dengan Proses D3 PRO selain menghasilkan CPO dengan kualitas bagus dan Sludge juga menghasilkan limbah solid sehingga memerlukan conveyor solid dan sebuah Hooper penampung limbah solid.

Clarification Station

Stasiun Pemurnian Minyak

7. Stasiun Boiler (Boiler Station and Demineralization Plant)

Uap diperlukan untuk membangkitkan listrik, proses memasak dan proses pabrik. Digunakan 1 buh Boiler kapasitas 27 Ton /jam. Boiler memerlukan Bahan Bakar berupa Fiber dan Shel sehingga di perlukan Material Handling berupa Conveyor untuk melengkapinya. Air yang di supplay dari Water Treatment Plant untuk di masak pada boiler sebelumnya harus melalui proses Demineralization untuk menetralkan mineral air yang ada.

Boiler Station

Stasiun Pembangkit Tenaga Uap

8. Stasiun Tenaga (Power Station)

Dalam proses normal, kebutuhan power listrik pabrik di supplay oleh 1 buah Turbine Uap kapasitas 1400 kW. Untuk pembangkitan awal sebelum boiler siap dan turbine belum beroperasi digunakan 2 buah Generator Set kapasitas 500 kW dan 1 buah Generator Set 200 kW.

Engine Room

Stasiun Pembangkit Tenaga Listrik

9. Stasiun Penjernihan Air (Water Treatment Plant)

Kebutuhan air untuk pabrik di suplay dari sungai terdekat dari area kebun kemudian di tampung oleh waduk buatan. Air dalam waduk di pompa dengan menggunakan multistage pump kapasitas 45 kW ke pabrik melalui proses injeksi kimia dan di endapkan pada water basin. air yang terdapat pada water basin kemudian di pompakan melewati penyaringan pada presure sand filter yang di dalamnya terdapat pasir kuarsa menuju Over Head Water Tank. Air Ini di gunakan untuk Boiler, Kebutuhan Proses Panas dan dingin, Keperluan Domestik, Washer (bersih-bersih pabrik) dan suplay untuk Fire Hydrant.

Water Treatment Plant

Stasiun Penjernihan Air

10. Kolam Limbah (Effluent Treatment Plant)

Effluent Treatment Plant

Kolam Pengolahan Limbah

Kolam limbah terdiri dari :

  • 2 unit kolam pendinginan (Cooling pond)
  • 3 unit kolam pembiakan bakteri (Mixing Pond)
  • 2 unit kolam Anaerobic
  • 3 unit kolam pengendapan
  • 1 unit kolam aerasi
  • 1 unit kolam pelepasan

Bangunan Penunjang

1. Weightbridge 11. Canteen dan Locker Karyawan
2. Loading Ramp 12. Mushola
3. Condensate Pit and Sludge Pit 13. Toilet
4.Acces Road, Culvet and Drainasee 14. Power Panel Control Room
5. Gate and Fencing 15. Raw Water River Pump House
6. Guard House 16. Water Treatment Pump House
7. Car Port 17. Raw Water Reservoir ( waduk air )
8. Head Office 18. Water Clarifier Resevoir kap 600 sd 800 m3
9. Work Shop dan  Ware House 19. Pump sheed for Condensate, Sludge Pit, Effluent Pump
10. Mill Office dan Laboratorium
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 137 pengikut lainnya