Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)

SNI 04-0225-2000 PUIL 2000 dapat di unduh disini

Peraturan instalasi listrik yang pertama kali digunakan sebagai pedoman beberapa instansi yang berkaitan dengan instalasi listrik adalah AVE (Algemene Voorschriften voor Electrische Sterkstroom Instalaties) yang diterbitkan sebagai Norma N 2004 oleh Dewan Normalisasi Pemerintah Hindia Belanda. Kemudian AVE N 2004 ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan pada tahun 1964 sebagai Norma Indonesia NI6 yang kemudian dikenal sebagai Peraturan Umum Instalasi Listrik disingkat PUIL 1964, yang merupakan penerbitan pertama dan PUIL 1977 dan 1987 adalah penerbitan PUIL yang kedua dan ketiga yang merupakan hasil penyempurnaan atau revisi dari PUIL sebelumnya, maka PUIL 2000 ini merupakan terbitan ke 4. Jika dalam penerbitan PUIL 1964, 1977 dan 1987 nama buku ini adalah Peraturan Umum Instalasi Listrik, maka pada penerbitan sekarang tahun 2000, namanya menjadi Persyaratan Umum Instalasi Listrik dengan tetap mempertahankan singkatannya yang sama yaitu PUIL.

Peralatan Laboratorium dan Bahan Kimia Pabrik Minyak Kelapa Sawit

Pendahuluan

Laboratorium CPO

Laboratorium CPO

Pengertian pengendalian mutu adalah kegiatan terpadu mulai dari pengendalian standar mutu bahan, standar proses produksi, barang setengah jadi,barang jadi, sampai standar pengiriman produk akhir ke konsumen agar barang (jasa) yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi mutu yang direncanakan

(Prawirosentono, 2007:74).
Tugas dan fungsi utama Laboratorium selain pencatatan dan pelaporan adalah dapat menganalisa faktor penyebab terjadinya penyimpangan kualitas CPO sehingga dapat dilakukan action pencegahan dan perbaikan oleh manajemen. faktor – faktor pembentuk kulaitas CPO adalah faktor bahan baku, metode kerja,manusia, mesin, metode kerja, serta lingkungan kerja. Di mana faktor yang secara umum paling berpengaruh adalah bahan baku, metode kerja, serta manusia.

Fungsi dan Tugas Laboratorium

  1. Analisa mutu minyak sawit (CPO) dan inti sawit (Kernel)
  2. Analisa oil losses. Prosentase kehilangan minyak per FFB (Oil looses/FFB) pada :
    • Janjang kosong
    • Brondolan dalam janjang kosong
    • Janjang keras
    • Ampas fibre pada press
    • Biji / Nuts
    • Sludge ex separator
    • Solid basah ex Decanter
    • Limbah pabrik terakhir (Effluent)
  3. Analisa kernel losses. Prosentase kehilangan kernel per FFB (Kernel Loss/FFB) pada :
    • Brondolan dalam janjang kosong
    • Janjang keras
    • Fibre Cyclone
    • Cangkang Hydrocyclone
    • LTDS
  4. Menganalisa Raw water ( bahan baku air, yang pada umum nya diperoleh dari pembuatan waduk konvensional atau dari air sungai) dan Boiler water
  5. Memonitor perubahan anaerobik dengan melakukan analisa rutin limbah (PME, Palm Mill Effluent).

 

Palm Oil Mill Laboratorium

Palm Oil Mill Laboratorium

Parameter Mutu Minyak Sawit

Selama ini standart mutu yang digunakan oleh Pabrik Minyak Kelapa Sawit cenderung mengikuti kontrak kerja yang ditetapkan oleh pembeli utamanya seperti PT. Willmar.
Pemerintah melalui BSN telah menetapkan standarisasi mutu CPO yang dimuat dalam SNI-01-2901-2006 yaitu:
No Karakteristik Keterangan
1 Kadar asam lemak bebas < 5,00 %
2 Kadar air < 0,50 %
3 Kadar kotoran < 0,50 %
4 Bilangan Yodium 50 – 55 g / 100 g TBS
5 Warna CPO (crude palm oil) Jingga kemerah-merahan
Dalam prakteknya untuk menghasilkan kualitas mutu CPO yang di hasilkan dari proses pengolahan di tetapkan baku mutu sebagai berikut :
  • Nilai FFA dalam CPO sebaik nya tidak lebih dari 4%.
  • Nilai kadar air (moisture content) pada CPO sebaik nya tidak lebih dari 0,4%.
  • Nilai Kadar kotoran (dirt content) pada CPO sebaik nya tidak lebih dari 0,04%.
  • Nilai Peroxide value pada CPO sebaik nya tidak lebih dari 1 meq/kgl.
  • Nilai Dobi yang baik harus lebih dari 2,5. Semakin tinggi nilai DOBI pada CPO menunjukkan mutu CPO yang bersangkutan semakin baik.

Peralatan Laboratorium Pabrik Minyak Kelapa Sawit

No. Description MODEL/TYPE QTY
1 Analitical balance C/W

piring tunggal

Meetler AE-200, Cap. 200 gr 1
Timbangan elektronik Sartorius A200S divisi 0,0001 gr, max 200 gr
2 Triple bean balance Ohaus, 2610 gr 1
Timbangan digital Sartorius 1002, 0,1-500 gr 1
Timbangan analitic Sartorius 1702/ 1712, 0,1-200 gr 1
3 Ton pan balance Skala 1 kg, cap. 50 kg 1
4 Timbangan set 238 Ohaus %, 1mg-200 gr 1
214   – 11 USA, ½ kg-5kg
5 Ekstraksi Sokhlet Termostat kotrol 230-V, pemanas listrik u/250ml, tabung komplit tiang penyangga boss head & kle penjepit gelas kondensor, 6×150 w, cat.No.EME 6, 0250/C 2
6 Ekstraktor Quickfit 200ml, Socket 40/38, kerucut 29/32 15
7 Kondensor Quickfit 200 ml, kerucut 40/38 15
8 Flat bottom flask Quickfit : 250 gr, Socket 29/32 20
9 Hexana distilasi set :
a. Isopad isomantel Electro mantel, 1000 ml 1
b. Leibig kondensor socket & kerucut, 24/29 1
c. Deliveri adapter socket 24/29 1
d. Plain still Head socket 14/23, kerucut 24/29
e. Round bottom flask soket 24/29 1
10 VFA distilasi set :
a. Leibig kondensor NS 29/32, 500 ml 1
b. flat bottom flask NS 29/32 1
c. Still two head cone NS 29/32,u/n uap Receiver adapter 1
d. (palaintbent) NS 29/32 1
11 Oven listrik  C/W thermostat Binder F 53 T, 400 x 400, V – 53 ltr, 330 mm, 220 v, min 200 c 2
12 Flat pemanas listrik model IKAMAG RH, 220 vlt,

415 kw, 22-2000rpm, C/W stirrer magnit dan kaki buret otomatis

1
13 Pompa vacum RRC 2 x 0.5, max. tor 5×0.0001 1
14 Vacum flask schot/duran 1000 ml 2
15 Electri water still IKA DEST model 3000 1
16 Desikator dan

vacum break

memmert 350 – 6 lubang 220 v, NS 850.067, dia 25 cm 2
18 Pengukur konduktif

(TDS meter)

Myron Model 532T1/USA, 0-5000 ppm 1
19 Flokulator u/Jar test PCI (Paterson), candy int. ltd 1
20 pH meter digitalt : Corning Model 220, Digital pH meter, Range : 0.00 to-14.00 in 0.001 1
21 Centrifuge Electric 4 tabung 1
22 Silica Test Kit Merk : Lamote, Range 0-10 ppm 1
23 Alat test air boiler  c/w chemical dan reaktif 1
24 StopwatcH 2
25 Alat penghitung 4 angka 3
26 Thermometer 30 cm 0-150 C 6
27 Penjepit gelas kimia Quickfit 600 ml 1
28 Slang plastik william int dia 5/16, u/ hubungan kondensor pada suply air 10m
29 Cawan porselein 75 ml 24
30 mortar&pestle porselein RRC – dia 13 cm 2
31 Gelas ukur 1000 ml 2
32 Gelas ukur 100 ml 3
33 Gelas ukur 50 ml 3
34 Gelas ukur 25 ml 4
35 Gelas ukur 10 ml 2
36 Burete otomatis

c/w 500 ml botol plastik

Brand Germany, 15×0,1 ml 2
37 Burete otomatis

c/w 500 ml botol plastik

Brand Germany, 25×0,1 ml 2
38 Beaker gelas pirex/duran, 1000 ml 2
39 Beaker gelas pirex/duran, 500 ml 12
40 Beaker gelas pirex/duran, 250 ml 10
41 Beaker gelas pirex/duran, 100 ml 12
42 Beaker gelas pirex/duran, 50 ml 6
43 Corong plastik dia 10 cm 4
44 Corong plastik dia 6 cm 4
45 Bottol gelas droping 100 ml 4
46 Crystallising Dish Dia 70mm x T.40mm, 150 ml 18
47 Tabung centrifuge kapasitas 15 ml, 10×0,1 ml 12
48 Tabung dgn ukuran isi 1000 ml 4
49 Pipet bola 20 ml 1
50 Pipet bola 10 ml 2
51 Pipet berukuran 10 ml 2
52 Pipet berukuran 5 ml 2
53 Gooch crusible dia. Dasar 25 mm, 50 ml 12
54 Petri dish dia 100mm 10
55 Botol bahan kimia 250 ml 6
56 Erlemeyer pirex/duran, 1000 ml 2
57 Erlemeyer pirex/duran, 500 ml 2
58 Erlemeyer pirex/duran, 250 ml 12
59 Erlemeyer pirex/duran, 150 ml 12
60 Botol timbangan 15 ml 1
61 Tangkai pengaduk gelas pirex/duran, 20 cm 2
62 Bidal ekstraksi (timbel) whatman 25 pcs, 33×110 mm 6
63 Filter GF/B whatman, dia 2,5 cm 6
64 Whatman kertas filter I dia 12,5 3
65 Silika gel  u/desikator 6
66 Silikon grease  u/desikator 1
67 Spatula besi 150 mm 2
68 Botol plastik dg tutup 250 ml 350
69 Botol plastik dg tutup 1 galon 20
70 Botol pencuci d/plastik 500 ml 3
71 Corong plastik dia 1 dm3 1
72 Labu ukur 1000 ml 2
73 Labu ukur 100 ml 2
74 PIpa gelas dia 9 mm 1 kg
75 Rubber cone 1”x 4 cm 2
76 Pipet dg penekan karet 2
77 Pemadam kebakaran 6 kg 1
78 Kantong plastik tebal lbr 26 cm, T 40 cm 5 kg
79 Nampan sampel Aluminium 2
80 Tempat mengambil

sampel storage tank

200 ml 1
81 Pisau Stainless steel 2
82 Kampak 0,5 kg 1
83 Sikat tabung percobaan 2

 

Laboratorium PMKS

 

Bahan Kimia Laboratorium Pabrik Minyak Kelapa Sawit

No. Description Model/Type QTY
1 Pellets NaOH merck ART.5033, 1000 gr/b 1 btl
2 Pottasium hydrogen phthalate merk ART.4874, 500 gr/b 1 btl
3 Bubu phenophthalein merk ART.7233, 100 gr/b 1 btl
4 Bubuk methil orange merk ART.1322, 100 gr/b 1 btl
5 Iso propil alkohol AR.grade 96%, 2,5 ltr/b 2 btl
6 Hexana Commercial grade, 250 ltr/dr 1 drum
7 Konsentrat asam sulfat AR. Grade 95-97%, 5 ltr/btl 2 btl
8 Asam asetat, glacial UNIVAR UN 2789, 2,5 ltr/b 1 btl
9 Ethanol UNIVAR 95% murni, 2,5 ltr/b 1 btl
10 Wol katun 4 kg
11 Bubuk ammonium molybdat UNIVAR (81-83%), 10 gr/100 cc H20, 500 gr/btl 1 btl
C. Spares
1 Mantel pemanas untuk ekstraksi dg soklet 150 watt 6

Starting Motor With Auto Transformator (Auto Trafo)

Pendahuluan

Inti dari starting motor adalah bagaimana mengurangi arus start yang dapat mencapai 6 x In (arus nominal). Pada mode starting ini , tegangan awal yang dberikan pada motor mengalami pengurangan melalui sebuah autotransformator dan setelah beberapa detik kecepatan steady motor tercapai , tegangan yang menuju terminal stator motor dikembalikan keposisi nilai tegangan normal melalui perpindahan rangkaian kontak seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Auto-Transformer biasanya mempunyai 3 pilihan taps pada masing-masing fasa (50%, 65%, 80%), sehingga karakteristik start motor dapat di pilih sesuai dengan kondisi beban.

Auto Trafo Centrado

Gambar 1. Auto Trafo CENTRADO.

Alat dan Bahan

Alat kerja :

  1. Bor tangan
  2. Hole Cutter
  3. Tool kitt (obeng, tang, dll)
  4. Tang Press, Crimping atau schoen
  5. Cutter

Bahan kerja :

  • 1 bh Box Panel type MCC, Free Standing
  • 1 bh Auto Trafo, 55 kW, CENTRADO
  • 1 bh MCCB 3 phs, 150A, FUJI
  • 4 bh Magnetic Contactor, 150A, FUJI
  • 1 bh Thermal Over load,
  • 2 bh Time Delay Relay
  • 1 bh MCB 1 phs, 6A
  • 2 bh relay, LY-2, OMRON.
  • 1 bh CT 150/5A, GEA.
  • 1 bh Ampere meter, 0 – 150A, GEA.
  • 1 bh Hour Meter
  • 1 bh Push button On (hijau)
  • 1 bh Push button Off (merah)
  • 1 bh Pilot lamp On signal (hijau)
  • 1 bh pilot lamp Trip signal (kuning)
  • 1 lot cable power NYAF 1c x 35 sqmm.
  • 1 lot accessories include terminal, cable wiring, skun, bolt & nut dll.

Gambar Kerja

Autotrafo Starter Power Diagram

Gambar 2. Power Diagram Auto Trafo Starter

wiring auto trafo

Gambar 3. Wiring Diagram Auto Trafo Starter

Prinsip Kerja

Line On

Start Pertama :

MC 1 – On

MC 2 – On

Selang waktu 10 detik MC 2 – Off

MC 1 – On

MC 3 – On

Langkah kedua :

Selang waktu 10 detik

MC 1 – Off

MC 2 – Off

MC 3 – Off

Langkah ketiga : MC 4 – On

 

Panel Auto Trafo

Gambar 4. Panel Auto Trafo.

Kesimpulan

  1. Auto Trafo Starter biasanya digunakan untuk starting motor dengan daya 30kW atau lebih
  2. Selain Auto Trafo, starter motor untuk daya besar juga bisa menggunakan system soft starter.
  3. Auto trafo mempunyai keunggulan kemudahan perawatan, kehandalan dan ketahanan system jika dibanding dengan soft starter.

Pengujian Unit Pengaman OCR/EFR Type SPAJ 140c ABB Menggunakan Relay Test Unit SVERKER 750 dengan Injection Current

Pendahuluan

Proteksi didalam sistem tenaga listrik adalah untuk mengamankan peralatan/sistem sehingga kerugian akibat gangguan dapat dihindari atau dikurangi menjadi sekecil mungkin dengan cara:

a) Mendeteksi adanya gangguan atau keadaan abnormal lainnya yang dapat membahayakan peralatan atau sistem.

b) Melepaskan (memisahkan) bagian sistem yang terganggu atau yang mengalami keadaan abnormal lainnya secepat mungkin sehingga kerusakan instalasi yang terganggu yang dilalui arus gangguan dapat dihindari atau dibatasi seminimum mungkin dan bagian sistem lainnya tetap dapat beroperasi.

ACB 2500A FUJI

Gambar 1. ACB 2500A Fuji (covered open)

Proteksi terdiri dari perangkat peralatan yang merupakan sistem yang terdiri dari komponen komponen berikut :

a) Relay utama dan Relay Bantu (auxiliary relay)

b) CT dan VT

c) Pemutus Tenaga (ACB/MCCB)

d) Power supply AC dan atau DC

e) Rangkaian control

Jika salah satu komponen dari perangkat proteksi tidak bekerja sebagaimana mestinya, maka proteksi tersebut akan gagal bekerja.

Peralatan pengaman yang terpasang pada Mainswitch Board (MSB) adalah :

  1. Over Under Voltage Relay (OUVR)
  2. Reverse Power Relay (RPR)
  3. Over Current Relay (OCR)
  4. Earth Fault Relay (EFR)

SPAJ 140c Merk ABB adalah peralatan pengaman yang menggabungkan Fungsi Over Current Relay (OCR) dan fungsi Earth Fault Relay (EFR). OCR tujuannya memproteksi pada beban lebih dan hubung singkat, sedangkan untuk EFR memproteksi arus bocor ke tanah.

SPAJ 140C

Gambar 2. Unit SPAJ 140C ABB

Maksud dan Tujuan

Kalibrasi Protection Relay biasanya dilakukan secara berkala misalnya setiap 2 tahun sekali (atau disesuaikan dengan Standard yg berlaku) dengan maksud dan tujuan sebagai berikut :

a) Memastikan Relay tersebut bekerja saat terjadinya gangguan.

b) Waktu dan Nilai Setting untuk Trip sesuai yang diinginkan.

c) Mengecek Karekteristik Relay

d) Memastikan semua rangkaian & peralatan control terhubung dan bekerja dengan baik.

 

Alat dan Bahan

Untuk Test dan Kalibrasi Relay diperlukan alat-alat sebagai berikut :

a) Relay Test Unit (SVERKER 750)

sverker 750

 Gambar 3. Relay Test Unit SVERKER 750

b) Insulation Resistance Tester (Megger Tester)

c) Test Pen, Multi Tester & Tang Amper.

d) Tang, Kunci Pas & Obeng (+/-)

e) Control Cable (Cable Set)

f) Stabilizer 1000 VA.

 

Pelaksanaan

Persiapan sebelum melakukan pengetesan relay dan kalibrasi, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :

a) Pastikan Alat-alat Test sudah lengkap dan dapat dioperasikan.

b) Switch off Power yang masuk ke Panel yang akan dikalibrasi.

c) Grounding-kan Main Busbar untuk membuang arus yang tersimpan pada Capacitor Bank.

d) Pastikan Main Busbar sudah tidak berarus listrik dengan cara mengukur dengan Voltmeter/Test Pen.

e) Lepaskan kabel dari CT pada terminal Relay dan ujung ujung kabel di short untuk menghindari kerusakan CT.

f) Selanjutnya ikuti prosedur kalibrasi pada Item

 

Pelaksanaan kalibrasi

Kalibrasi yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan metode Secondary Injection. Metode ini dilakukan dengan menyalurkan Arus (Ampere) atau inject langsung pada unit SPAJ untuk signal on operation of the overcurrent unit dan signal on operation of the eart-fault unit. Sedang besarnya Arus yang diinject harus disesuaikan dengan hasil perhitungan.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari                :   …………….

Tanggal          :   …………….

Jam                 :   08.00 – 16.00

Tempat          :

1. Workshop Fabricator Panel

2. di Site Project

 

Kalibrasi Over Current Relay (OCR) & Earth Fault Relay (EFR) Unit SPAJ 140C ABB.

Langkah-langkah pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

a) Catat spesifikasi yang tercantum pada name plate machineries yang akan diprotect misalnya untuk Generator (kW, Rating Ampere) dan ratio CT yang dihubungkan pada OCR

b) Dari data yang didapat hitung nilai kalibrasi yang akan di-inject ke OCR

c) Pastikan bahwa input OCR dari Current Transformer (CT) sudah dilepas (open) dari hubungan ketiga phasenya (R, S dan T) dan diberikan label/tanda untuk memudahkan re-connection. Untuk keamanan dari CT, kabel dari terminal CT dihubung-singkatkan.

d) Check auxiliary contact dan coil OCR tersebut terhadap adanya kerusakan. Untuk memastikannya, ukur dengan menggunakan Ohm Meter untuk mengecek apakah auxiliary contact dan coil OCR berfungsi dengan baik.

e) Jika dalam pelaksanaan kalibrasi mengalami kesulitan karena posisi relay yang sulit dijangkau maka unit OCR bisa dilepas terlebih dahulu setelah itu baru dikalibrasi.

wiring SPAJ 140C

Gambar 4. Conection diagram for the combined OCR and EFR type SPAJ 140C ABB

 

Nilai Setting Kalibrasi

Nilai Kalibrasi yang dikehendaki untuk Relay Proteksi ditentukan berdasarkan kapasitas mesin yang diproteksi, misalnya berapa % mesin itu dapat beroperasi terus menerus tanpa trip dan akan trip jika arus yang mengalir pada mesin tersebut melebihi nilai setting

 

pengujian SPAJ

Gambar 5. Pengujian SPAJ 140c dengan Relay Test Unit (INJECT CURRENT)

 

Pencatatan dan Pengesahan Hasil Kalibrasi

Kalibrasi yang telah dilakukan dicatat dalam Format disediakan dan dilaporkan hasilnya.

 

Lampiran

  1. Nilai setting kalibrasi
  2. Hasil kalibrasi

 

calibration report

commissioning pabrik kelapa sawit

Pendahuluan

Tahap terakhir dari perjalanan panjang proses pembangunan pabrik kelapa sawit yang di mulai dengan proses desain drawing, pengadaan raw material dan vendor part, transport material ke site, proses konstruksi bangunan, erection mechanical, instalasi listrik dan pipa adalah commissioning.

Commissioning adalah suatu proses dan tahapan yang dilakukan sehingga peralatan yang terinstal dapat beroperasi dan bekerja. Serangkaian kegiatan tersebut untuk menguji dan menjamin semua system dan komponen yang terpasang pada pabrik kelapa sawit sesuai dengan desain rencana, pemasangan, operasi, fungsi, perawatan dan performa mesin maupun system keseluruhan sesuai dengan kapasitas yang di harapkan.

Jadwal Pelaksanaan

schedule commissionig

Pelaksanaan

Tahapan kegiatan commissioning pabrik kelapa sawit adalah :

Mechanical completion

Penyelesaian mekanik definisikan sebagai keadaan di mana semua sistem termasuk perlengkapan dan fasilitas tambahan telah mencapai kondisi lengkap secara mekanik dan mendapat persetujuan dari perusahaan.

Penyelesaian mekanis dari suatu sistem meliputi hal-hal berikut namun tidak terbatas pada:

  • Semua desain dan rekayasa telah selesai
  • Semua pekerjaan instalasi untuk sistem termasuk semua peralatan telah diselesaikan sesuai dengan gambar “Approved for Construction”, spesifikasi, kode aplikasi dan peraturan yang berlaku serta penerapan teknik yang baik.
  • Semua instrumen telah diinstal.
  • Semua koneksi tie-in telah dibuat.
  • Semua tes penerimaan pabrik dan semua kegiatan pengujian dan inspeksi lainnya telah selesai.
  • Studi Keamanan telah dilakukan dan “Persyaratan Keamanan” telah dipenuhi termasuk dokumentasi yang di perlukan
  • Semua dokumentasi dan sertifikasi dokumen yang diperlukan telah disediakan.
  • Semua prosedur operasi dan prosedur perawatan telah diteruskan dan di review oleh perusahaan
  • Semua item yang menjadi tanggung jawab kontraktor yang berhubungan dengan pihak ketiga, regulasi pemerintah atau persetujuan vendor telah dipenuhi dan memperoleh konfirmasi dokumentasi dari Perusahaan.

 

Individual test

Kegiatan yang dilakukan setelah Penyelesaian Mekanis sebuah peralatan atau sistem adalah menguji secara individu apakah peralatan tersebut siap untuk menerima bahan baik berupa buah, nut, fiber, kernel atau fluida berupa air, steam, Crude Oil maupun Sludge .  kegiatan pengujian secara individu antara lain :

  • Penyelesaian dan pengujian peralatan & platform sistem.
  • Pengujian semua bagian dan sistem dari Pekerjaan termasuk komunikasi sistem (jika diperlukan).
  • Penyediaan mengisi awal kemasan, bahan kimia, inhibitor, pelumas, Greas, air dan lainnya yang diperlukan.
  • Memeriksa putaran motor, geared motor, gear box dan pompa.
  • Flushing pembersihan vessels & pipe
  • Kalibrasi PSVs.
  • Kalibrasisemua instrumen .
  • Memeriksa loop.
  • Pemeriksaan lengkap pada sistem keamanan.
  • Cek pada sistem listrik dan paket vendor lainnya.
  • Hydrotest dan pneumatik test pada vessels.
  • Pelatihan dan pengarahan personel yang terlibat di commissioning.
  • Penghapusan semua puing-puing dan peralatan konstruksi.

Loading test

Performance test

Lampiran

Precommissioning Ceck List :

  1. General Procedures
  2. Packing and Seals
  3. Removal of Temporary Supports
  4. Alignment of Rotating Equipment
  5. System Check/Inspection
  6. Site Modifications
  7. Flushing
  8. Temporary Screens, Strainers and Blinds
  9. Vacuum Test
  10. Safety Devices
  11. Purging
  12. Drying out
  13. Lubricants and chemicals
  14. House keeping
  15. Equipment Protection and Spare Parts
  16. Chemical Cleaning
  17. Fire Fighting & Life Saving Equipment

PENGOPERASIAN GENSET 2 X 400 kW dan 1 x 200 kW CUMMIN

Genset CUMMIN

Genset CUMMIN

1. Cek engine system : Fuel, oil, coolent, electrical system (batteray, air accu 6 bulan, alternator 25 V, kode trauble). Mechanical ( belt, air cleaner, kebocoran).

2. System operation.

2.1. Local Start.

  • Tekan tombol manual.
  • Tekan tombol start. (engine idle sampai temperatur 38 oC.).

2.2. Local close breaker.

  • Naikkan knife switch untuk memasukkan netral panel
  • Tekan tombol close untuk masuk breaker.
  • Tekan tombol open untuk melepas breaker.

3. Local synchrone.

  • Lakukan operasi (2a).
  • Pilih menu pararel.
  • Plih synchrone check pada nilai derajat terkecil.
  • Lakukan local close breaker (2b).

4. Remote operation.

CUMMIN Operation Module

CUMMIN Operation Module

  • Tekan tombol auto pada display Genset.
  • Tekan tombol start engine pada MSB (tekan sampai frekuaensi normal 50 Hz)
  • Tekan tombol stop engine untuk mematikan Genset.
  • Tekan tombol close breaker pada MSB untuk memasukkan power.
  • Tekan tombol open breaker pada MSB untuk memutuskan power.

5. Remote synchrone.

  • Lakukan operasi (4a).
  • Pilih nomer pada selector switch pada panel synchrone sesuai dengan Genset yang akan di masukkan.
  • Putar key switch pada panel MSB Genset yang mau di synchrone
  • Pilih nilai derajat terkecil pada synchronoscope meter dan lampu synchrone padam.
  • Tombol close breaker pada genset yang akan di synchrone.

6. System pembebanan / load system.

Cummin load share module

Cummin load share module

  • Load share system yaitu melakukan pararel 2 (dua) genset 400 kW untuk genset no. 2 dan no. 3. System ini bersifat membagi beban secara merata.
  • Base load system yaitu melakukan pararel 2 genset atau lebih no. 1, 2, 3 dan turbine. System ini bersifat membagi beban sesuai kebutuhan.
  • Load share hanya berlaku untuk genset no. 2 dan no. 3. Namun jika genset no. 1 atau turbine sudah masuk di main bus semua menjadi hubungan system base load.
Main Switchboard

Main Switchboard

7. Pengaturan beban/ base load.

  • Kondisi genset 1 200 kw atau turbine running (on bus), Point 2, 3, 4 telah dilakukan.
  • Kondisikan potensio 0 – 5 Vdc untuk pengambilan beban (0 berarti 0% load, 5 berarti max load)
  • Operator harus bisa membaca beban yang akan di ambil, jika beban total hanya 200 kW jangan posisikan di 5 Vdc karena akan terjadi reverse power.
  • Pengaturan kVAR. Adalah pengaturan cos Q/ ampere sesuai dengan kebutuhan, berlaku untuk base load dan bersifat konstan. Contoh : saat pembebanan cos Q dengan menggunakan potensio kVAR kita posisikan 0,8 leaging (induktif), seterusnya genset akan mempertahankannya 0,8. Selebihnya akan di berikan pada genset no. 1 atau turbine dan capasitor bank.

HORIZONTAL STERILIZER WITH INDEXER SYSTEM

Flow Diagram Indexer System

Flow Diagram Indexer System

I. STASIUN LOADING RAMP

1. Loading Ramp (12-doors) Hydraulics Systems

12 Doors Loading Ramp

12 Doors Loading Ramp

Each lot consist of :

  • 5kW Vickers Hydraulic Power Unit Twin Systems (160 liter) c/w valves and accessories
  • 6 Nos Vickers Hydraulic manual control valve (Part # CM11N02R15-DDE-21)
  • 12 Nos Vickers Hydraulic cylinders (Bore 63 x Rod 35 x Stroke 914mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for 12doors site installation
  • 1 No of Starter Panel for 2×5.5kW (Incoming wiring not included)

2. FFB Conveyor #2, 5 x Hopper Door (Feeding).

Hopper feedeng for 3 Cages Feeding (each Cage with 2 Hopper Door) – Last Door always open 5 x Hopper door mec structures

5 x Hopper Door Hydraulic Systems, consist of:

  • 4kW (or 5.5 HP) Vickers Hydraulic Power Unit (80 liter) c/w valves and accessories
  • 5 Nos Vickers Hydraulic manual control valve (Part # CM11-N02-R15-DE-21)
  • 5 Nos Vickers Hydraulic cylinder (Bore 63 x Rod 35 x Stroke 914mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for 5-doors site installation
  • 1 No of Starter Panel for 4Kw
FFB Hooper Door

FFB Hooper Door

3. Intermediate And FFB Feeding Line Indexer.

Indexer #7 & #8: Indexer Structure c/w frame; roller and pulling pad. a) One indexer at Feeding Line to push loaded cages to Dry End Transfer Carriage. Movable trolley with pulling and pushing pad sitting on it

FFB Feeding Line Indexer Hydraulic Systems

Each lot consist of:

  • 15kW (or 20HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 liter) c/w valves and accessories
  • 1 No Vickers hydraulic cylinders (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for installation

II. STATION STERILIZERS

Criteria as following…Sterilizer 30ton (2x15t FFB Cage), sterilizer door 3200mm; Dished End body & Insulation). Each sterilizer door has two door lock/unlock cylinders bracket provided by Door OEM and a door open/close cylinderbracket

1. Transfer Carriage (Dry End & Wet End)

10-ton Transfer Carriage Structure (Rotary Lock; Sprocket (Drive and Driven); Wheels a) Transfer carriage length 6.8m, width 1.6 meter, height 1m, 2 pillar block with wheels driven by hydraulisc, with hydraulics driven rotary lock. 2 sets of rotary lock structure, bumper hump to align transfer carriage structure while loading and unloading cage. b) Indexer structure c/w frame; roller and pulling pad. (Indexer TC #1 & TC#2)
Hydraulic Group TC : 10-ton Transfer Carriage (Indexer, Rotary Lock n Travelling) Hydraulics Systems

Dry End Transfer Carriage

Dry End Transfer Carriage

Each lot consist of:

  • 15kW Vickers Hydraulic Power Unit (160 liter) c/w valves and accessories
  • 2 Nos. Char-Lynn Hydraulic motors for travelling drive (Part #: 112-1068-006)
  • 2 Nos. Char-Lynn Hydraulic motors for rotary lock – self-aligning locking mechaniniscm (Part # 112-1068-006)
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for installation
Wet End Transfer Carriage

Wet End Transfer Carriage

2. FFB Bay (Dry End) Drawbridge And Indexer.

Drawbridge 3.6 meter length w/ Drawbridge structure, base plate sitting double pillar block for trunnion drawbridge. Indexer Structure (#1; #3) at FFB Bay c/w frame; roller and pulling pad at dry end to push Cages into each Steriliser (FFB Bay) Movable trolley with pushing pad siiting into it. Base plate for trunnioin mounting included.

Hyd Grouping: Single HPU to be shared by 2 x Sterilizer Doors; 2 x Drawbridge and 2 x Indexer (facing Sterilizer) Hydraulic Systems

FFB BAY (DRY END) DRAWBRIDGE AND INDEXER

FFB BAY (DRY END) DRAWBRIDGE AND INDEXER

Each lot would consist of:

  • 15kW (or 20 HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 ltr) c/w valves and accessories
  • 2 Nos. Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door opening/closing (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 540*mm stroke cylinder)
  • 4 Nos.Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door locking/locking (Bore 80 x Rod 50 x Stroke 225*mm stroke cylinder)
  • 2 Nos. Vickes hydraulic cylinders for 2 x Drawbridge (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 657mm stroke cylinder)
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders for 2 x Indexers (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • = final cylinder stroke to suit specs of St Door OEM chosen
  • 1 lot of connecting materials for installation

3. SFB Bay (Wet End) Drawbridge And Indexer.

Drawbridge 3.6 meter length w/ Drawbridge structure, base plate sitting double pillar block for trunnion drawbridge. Indexer Structure (#2; #4) at SFB Bay c/w frame, roller and pulling pad to push Cages out of Sterilizers (SFB Bay). Movable trolley with pushing pad siiting into i. Base plate for trunnioin mounting included.

Hyd Grouping: Single HPU to be shared by 2 x Sterilizer Doors; 2 x Drawbridge and 2 x Indexer (facing Sterilizer) Hydraulic Systems

SFB BAY WET END DRAWBRIDGE AND INDEXER

SFB BAY WET END DRAWBRIDGE AND INDEXER

Each lot would consist of:

  • 15kW (or 20 HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 ltr) c/w valves and accessories
  • 2 Nos. Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door opening/closing (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 540*mm stroke cylinder)
  • 4 Nos.Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door locking/locking (Bore 80 x Rod 50 x Stroke 225*mm stroke cylinder)
  • 2 Nos. Vickes hydraulic cylinders for 2 x Drawbridge (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 657mm stroke cylinder)
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders for 2 x Indexers (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • = final cylinder stroke to suit specs of St Door OEM chosen
  • All cylinders in SFB Bay are using stainless steel barrel and rod
  • 1 lot of connecting materials for installation

4. Before And After Tippler Indexer.

Single HPU to be shared by two indexers (Indexer # 5 and #6)

  • Indexer #5: Indexer Structure c/w frame; roller and pulling pad. indexer Before Tipper to push loaded cage precisely to Tipper. Movable trolley with pushing pad sitting on it.
  • Indexer #6: Indexer Structure c/w frame; roller and pulling pad. indexer After Tipper to push cage to Feeding Line. Movable trolley with pulling and pushing pad sitting on it.

Hydraulic Grouping : 2 Indexers Hydraulics Systems

Tippler Indexer

Tippler Indexer

Each lot consist of:

  • 15kW (or 20HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 liter) valves and accessories
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders for 2 x Indexers (Bore 100 x Rod 70 x Stroke2100mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for installation

5. Cage Tippler.

10-ton Cage Tipper with Diameter 3.3mm, length 6.5m with fixed based roller for tipper web plate 32mm to sit. Well engineering designed steel structured to ensure light weight and rigid feature. Tipper capable of rotating the single Cage with full SFB inside Cage without vibration. Counterweight is installed to ensure smooth downturn. Calculation provided. Scope of supply complete with accessories as stated in drawing provided (tensioner; tipper chain), inclusive of Hydraulics Drive Foot bracket adn Drive Coupling.

10-ton Tipper & SFB hopper Autofeeder   Hydraulic Systems

TIPPLER

TIPPLER

Each lot consist of :

  • 15kW VickersHydraulic Power Unit (twin pump systems) c/w valves and accessories c/w valves and accessories
  • 1 Nos Vickers Hydraulic motor + reducer (Part # GM54BZD120221)
  • 1 Nos Vickers Hydraulic cylinder M3000-25-1200
  • 1 lot of connecting materials for installation

6. Indexer Trench and Rail Track

  • Sterilizer line indexer trench (length 2x33m) consist of Indexer Trench (UNP150x75)
  • Tipper and Feeding line indexer trench (length 2x52m) consist of Indexer Trench (UNP150x75)

III. Automation & Control

1. Electrical and Control Integration Works and Automation

Control Stations for Indexer Systems: Eaton proposed design comes with Feeder Panel (Qty: 1 Lot); Individual Remote Consoles (Qty: 5 Sets), to be located on-top catwalk platform and Panels for Remote IOs, to be located on the ground. Feeder Paenl is proposed to be located in Control Room together with Sterilizer Automation Panel. Each Remote Console is solid floor standing type and equipped with MIMIC diagram showing the operations on relevant equipments for Auto / Manual Control. Local Panel for each Transfer Carriage provide. Principle of design is based on Distributed Control and running on Eaton SmartWire-DT commmunication.

PANEL FEEDER WITH PLC AUTOMATION

PANEL FEEDER WITH PLC AUTOMATION

2. Feeder Panel with Starter (in CONTROL ROOM)

2.1. Transfer Carriage.

Remote Console #4 (RC4) : Auto and Manual for Transfer Carriage (TC#1), Indexers (#1) (FFB Bay or Dry End). and Indexers (#9) (intermediate and feeding) Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton Remote I/O Systems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Tranfer Carriage and Indexers • !P69K Proximity sensors with sensor clamp for all.

Local Panel (LP) : HPU Starter and Local operation ofTransfer Carriage (TC#2)

2.2. Sterilizer Doors, Drawbridges & Indexer.

Remote Console #1 (RC1) : Auto and Manual for Sterilizer Doors & Drawbridges & Indexers (#2 and #4) Control (FFB Bay or Dry End). Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton SmartWire-DT Remote I/O Systems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Sterilizer Doors; Drawbridges; and Indexers • Pressure transmitters c/w siphon tube for each Sterilizer end • Photo sensors of Cage of Drawbridge for each of the Drawbridge • IP69K Proximity sensors with sensor clamp for all. •Tell tale – purge valve from Alfa Hi-Flow (country of origin Australia) Ball Valve. Model 2012, DN40 (1.5”), 1000 psi, 3-piece body, F/Bore, BW Ends, SS316 Body and Trim, PTFE (max 200 degree C) Seats c/w ITQ Electric Actuator, model ITQ-0080 (220v/1Phs/50Hz), On/Off operaton c/w standard specification.This tell tale valve is installed at the Sterilizer Door outlet port

Remote Console #2 (RC2) : Auto and Manual for Sterilizer Doors & Drawbridges & Indexers (#3 and #5) Control (SFB Bay or Wet End). Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton SmartWire-DT Remote I/O Systems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Sterilizer Doors; Drawbridges; and Indexers • Pressure transmitters c/w siphon tube for each Sterilizer end • Photo sensors of Cage of Drawbridge for each of the Drawbridge • !P69K Proximity sensors with sensor clamp for all. •Tell tale – purge valve from Alfa Hi-Flow (country of origin Australia) Ball Valve. Model 2012, DN40 (1.5”), 1000 psi, 3-piece body, F/Bore, BW Ends, SS316 Body and Trim, PTFE (max 200 degree C) Seats c/w ITQ Electric Actuator, model ITQ-0080 (220v/1Phs/50Hz), On/Off operaton c/w standard specification.This tell tale valve is installed at the Sterilizer Door outlet port

2.3. Tippler.

Remote Console #3 (RC3) : Auto and Manual for Cage Tipper c/w SFB Hopper Door & Before and After Tipper Indexers (#6 and #7). Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton SmartWire-DTSystems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Tipper and Indexers • IP69K Proximity sensors with sensor clamp for all.

3. Eaton Sterilizer Automation.

One (1) set of panel sterilizer automation interlocked with Sterilizer Doors for Indexing Systems. Panel design w/ MIMIC is for 2 Sterilizers, with Eaton Galileo SCADA; Eaton XV152 Series HMI/PLC, IP65 rating, (10.4”) catered for 2 x Sterilizers with Microsoft CE Operating Systems; or efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.

Main Control Board together with proximity switches, pressure transmitter, and cabling systems.

Sterilizer Control Systems are for automation 3 Steam Valves sequencing per Sterilizer. 10 different programs possible.

  • Inlet: 8” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket
  • Exhaust: 8” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket
  • Condensate: 8” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket.

4. Eaton Automatic Back Pressure Control Panel

One set of BPV control panel c/w HMI/PLC Operator’s interface and pressure transmitter and pressure switchfor BP Vessel with standard accessories. High presure rating, low limit pressure switch. Cables, cable tray, conduits from BPC Panel to Valves. Include following Valves for Back Pressure Receiver :

  • 3” Globe Control Valve c/w Pneumatic Actuator (Positioner) a delta-P of approximately 29 Bar with positional controls (4-20mA). – Full Modulating Valve, Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket.   (Steam Make Up).
  • 6 ” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket. Flange: JIS10K / PN16 (Steam Exhaust or Surplus Valve).