Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000)

SNI 04-0225-2000 PUIL 2000 dapat di unduh disini

Peraturan instalasi listrik yang pertama kali digunakan sebagai pedoman beberapa instansi yang berkaitan dengan instalasi listrik adalah AVE (Algemene Voorschriften voor Electrische Sterkstroom Instalaties) yang diterbitkan sebagai Norma N 2004 oleh Dewan Normalisasi Pemerintah Hindia Belanda. Kemudian AVE N 2004 ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan pada tahun 1964 sebagai Norma Indonesia NI6 yang kemudian dikenal sebagai Peraturan Umum Instalasi Listrik disingkat PUIL 1964, yang merupakan penerbitan pertama dan PUIL 1977 dan 1987 adalah penerbitan PUIL yang kedua dan ketiga yang merupakan hasil penyempurnaan atau revisi dari PUIL sebelumnya, maka PUIL 2000 ini merupakan terbitan ke 4. Jika dalam penerbitan PUIL 1964, 1977 dan 1987 nama buku ini adalah Peraturan Umum Instalasi Listrik, maka pada penerbitan sekarang tahun 2000, namanya menjadi Persyaratan Umum Instalasi Listrik dengan tetap mempertahankan singkatannya yang sama yaitu PUIL.

Iklan

Starting Motor With Auto Transformator (Auto Trafo)

Pendahuluan

Inti dari starting motor adalah bagaimana mengurangi arus start yang dapat mencapai 6 x In (arus nominal). Pada mode starting ini , tegangan awal yang dberikan pada motor mengalami pengurangan melalui sebuah autotransformator dan setelah beberapa detik kecepatan steady motor tercapai , tegangan yang menuju terminal stator motor dikembalikan keposisi nilai tegangan normal melalui perpindahan rangkaian kontak seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Auto-Transformer biasanya mempunyai 3 pilihan taps pada masing-masing fasa (50%, 65%, 80%), sehingga karakteristik start motor dapat di pilih sesuai dengan kondisi beban.

Auto Trafo Centrado

Gambar 1. Auto Trafo CENTRADO.

Alat dan Bahan

Alat kerja :

  1. Bor tangan
  2. Hole Cutter
  3. Tool kitt (obeng, tang, dll)
  4. Tang Press, Crimping atau schoen
  5. Cutter

Bahan kerja :

  • 1 bh Box Panel type MCC, Free Standing
  • 1 bh Auto Trafo, 55 kW, CENTRADO
  • 1 bh MCCB 3 phs, 150A, FUJI
  • 4 bh Magnetic Contactor, 150A, FUJI
  • 1 bh Thermal Over load,
  • 2 bh Time Delay Relay
  • 1 bh MCB 1 phs, 6A
  • 2 bh relay, LY-2, OMRON.
  • 1 bh CT 150/5A, GEA.
  • 1 bh Ampere meter, 0 – 150A, GEA.
  • 1 bh Hour Meter
  • 1 bh Push button On (hijau)
  • 1 bh Push button Off (merah)
  • 1 bh Pilot lamp On signal (hijau)
  • 1 bh pilot lamp Trip signal (kuning)
  • 1 lot cable power NYAF 1c x 35 sqmm.
  • 1 lot accessories include terminal, cable wiring, skun, bolt & nut dll.

Gambar Kerja

Autotrafo Starter Power Diagram

Gambar 2. Power Diagram Auto Trafo Starter

wiring auto trafo

Gambar 3. Wiring Diagram Auto Trafo Starter

Prinsip Kerja

Line On

Start Pertama :

MC 1 – On

MC 2 – On

Selang waktu 10 detik MC 2 – Off

MC 1 – On

MC 3 – On

Langkah kedua :

Selang waktu 10 detik

MC 1 – Off

MC 2 – Off

MC 3 – Off

Langkah ketiga : MC 4 – On

 

Panel Auto Trafo

Gambar 4. Panel Auto Trafo.

Kesimpulan

  1. Auto Trafo Starter biasanya digunakan untuk starting motor dengan daya 30kW atau lebih
  2. Selain Auto Trafo, starter motor untuk daya besar juga bisa menggunakan system soft starter.
  3. Auto trafo mempunyai keunggulan kemudahan perawatan, kehandalan dan ketahanan system jika dibanding dengan soft starter.

Pengujian Unit Pengaman OCR/EFR Type SPAJ 140c ABB Menggunakan Relay Test Unit SVERKER 750 dengan Injection Current

Pendahuluan

Proteksi didalam sistem tenaga listrik adalah untuk mengamankan peralatan/sistem sehingga kerugian akibat gangguan dapat dihindari atau dikurangi menjadi sekecil mungkin dengan cara:

a) Mendeteksi adanya gangguan atau keadaan abnormal lainnya yang dapat membahayakan peralatan atau sistem.

b) Melepaskan (memisahkan) bagian sistem yang terganggu atau yang mengalami keadaan abnormal lainnya secepat mungkin sehingga kerusakan instalasi yang terganggu yang dilalui arus gangguan dapat dihindari atau dibatasi seminimum mungkin dan bagian sistem lainnya tetap dapat beroperasi.

ACB 2500A FUJI

Gambar 1. ACB 2500A Fuji (covered open)

Proteksi terdiri dari perangkat peralatan yang merupakan sistem yang terdiri dari komponen komponen berikut :

a) Relay utama dan Relay Bantu (auxiliary relay)

b) CT dan VT

c) Pemutus Tenaga (ACB/MCCB)

d) Power supply AC dan atau DC

e) Rangkaian control

Jika salah satu komponen dari perangkat proteksi tidak bekerja sebagaimana mestinya, maka proteksi tersebut akan gagal bekerja.

Peralatan pengaman yang terpasang pada Mainswitch Board (MSB) adalah :

  1. Over Under Voltage Relay (OUVR)
  2. Reverse Power Relay (RPR)
  3. Over Current Relay (OCR)
  4. Earth Fault Relay (EFR)

SPAJ 140c Merk ABB adalah peralatan pengaman yang menggabungkan Fungsi Over Current Relay (OCR) dan fungsi Earth Fault Relay (EFR). OCR tujuannya memproteksi pada beban lebih dan hubung singkat, sedangkan untuk EFR memproteksi arus bocor ke tanah.

SPAJ 140C

Gambar 2. Unit SPAJ 140C ABB

Maksud dan Tujuan

Kalibrasi Protection Relay biasanya dilakukan secara berkala misalnya setiap 2 tahun sekali (atau disesuaikan dengan Standard yg berlaku) dengan maksud dan tujuan sebagai berikut :

a) Memastikan Relay tersebut bekerja saat terjadinya gangguan.

b) Waktu dan Nilai Setting untuk Trip sesuai yang diinginkan.

c) Mengecek Karekteristik Relay

d) Memastikan semua rangkaian & peralatan control terhubung dan bekerja dengan baik.

 

Alat dan Bahan

Untuk Test dan Kalibrasi Relay diperlukan alat-alat sebagai berikut :

a) Relay Test Unit (SVERKER 750)

sverker 750

 Gambar 3. Relay Test Unit SVERKER 750

b) Insulation Resistance Tester (Megger Tester)

c) Test Pen, Multi Tester & Tang Amper.

d) Tang, Kunci Pas & Obeng (+/-)

e) Control Cable (Cable Set)

f) Stabilizer 1000 VA.

 

Pelaksanaan

Persiapan sebelum melakukan pengetesan relay dan kalibrasi, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :

a) Pastikan Alat-alat Test sudah lengkap dan dapat dioperasikan.

b) Switch off Power yang masuk ke Panel yang akan dikalibrasi.

c) Grounding-kan Main Busbar untuk membuang arus yang tersimpan pada Capacitor Bank.

d) Pastikan Main Busbar sudah tidak berarus listrik dengan cara mengukur dengan Voltmeter/Test Pen.

e) Lepaskan kabel dari CT pada terminal Relay dan ujung ujung kabel di short untuk menghindari kerusakan CT.

f) Selanjutnya ikuti prosedur kalibrasi pada Item

 

Pelaksanaan kalibrasi

Kalibrasi yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan metode Secondary Injection. Metode ini dilakukan dengan menyalurkan Arus (Ampere) atau inject langsung pada unit SPAJ untuk signal on operation of the overcurrent unit dan signal on operation of the eart-fault unit. Sedang besarnya Arus yang diinject harus disesuaikan dengan hasil perhitungan.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Hari                :   …………….

Tanggal          :   …………….

Jam                 :   08.00 – 16.00

Tempat          :

1. Workshop Fabricator Panel

2. di Site Project

 

Kalibrasi Over Current Relay (OCR) & Earth Fault Relay (EFR) Unit SPAJ 140C ABB.

Langkah-langkah pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

a) Catat spesifikasi yang tercantum pada name plate machineries yang akan diprotect misalnya untuk Generator (kW, Rating Ampere) dan ratio CT yang dihubungkan pada OCR

b) Dari data yang didapat hitung nilai kalibrasi yang akan di-inject ke OCR

c) Pastikan bahwa input OCR dari Current Transformer (CT) sudah dilepas (open) dari hubungan ketiga phasenya (R, S dan T) dan diberikan label/tanda untuk memudahkan re-connection. Untuk keamanan dari CT, kabel dari terminal CT dihubung-singkatkan.

d) Check auxiliary contact dan coil OCR tersebut terhadap adanya kerusakan. Untuk memastikannya, ukur dengan menggunakan Ohm Meter untuk mengecek apakah auxiliary contact dan coil OCR berfungsi dengan baik.

e) Jika dalam pelaksanaan kalibrasi mengalami kesulitan karena posisi relay yang sulit dijangkau maka unit OCR bisa dilepas terlebih dahulu setelah itu baru dikalibrasi.

wiring SPAJ 140C

Gambar 4. Conection diagram for the combined OCR and EFR type SPAJ 140C ABB

 

Nilai Setting Kalibrasi

Nilai Kalibrasi yang dikehendaki untuk Relay Proteksi ditentukan berdasarkan kapasitas mesin yang diproteksi, misalnya berapa % mesin itu dapat beroperasi terus menerus tanpa trip dan akan trip jika arus yang mengalir pada mesin tersebut melebihi nilai setting

 

pengujian SPAJ

Gambar 5. Pengujian SPAJ 140c dengan Relay Test Unit (INJECT CURRENT)

 

Pencatatan dan Pengesahan Hasil Kalibrasi

Kalibrasi yang telah dilakukan dicatat dalam Format disediakan dan dilaporkan hasilnya.

 

Lampiran

  1. Nilai setting kalibrasi
  2. Hasil kalibrasi

 

calibration report

PENGOPERASIAN GENSET 2 X 400 kW dan 1 x 200 kW CUMMIN

Genset CUMMIN

Genset CUMMIN

1. Cek engine system : Fuel, oil, coolent, electrical system (batteray, air accu 6 bulan, alternator 25 V, kode trauble). Mechanical ( belt, air cleaner, kebocoran).

2. System operation.

2.1. Local Start.

  • Tekan tombol manual.
  • Tekan tombol start. (engine idle sampai temperatur 38 oC.).

2.2. Local close breaker.

  • Naikkan knife switch untuk memasukkan netral panel
  • Tekan tombol close untuk masuk breaker.
  • Tekan tombol open untuk melepas breaker.

3. Local synchrone.

  • Lakukan operasi (2a).
  • Pilih menu pararel.
  • Plih synchrone check pada nilai derajat terkecil.
  • Lakukan local close breaker (2b).

4. Remote operation.

CUMMIN Operation Module

CUMMIN Operation Module

  • Tekan tombol auto pada display Genset.
  • Tekan tombol start engine pada MSB (tekan sampai frekuaensi normal 50 Hz)
  • Tekan tombol stop engine untuk mematikan Genset.
  • Tekan tombol close breaker pada MSB untuk memasukkan power.
  • Tekan tombol open breaker pada MSB untuk memutuskan power.

5. Remote synchrone.

  • Lakukan operasi (4a).
  • Pilih nomer pada selector switch pada panel synchrone sesuai dengan Genset yang akan di masukkan.
  • Putar key switch pada panel MSB Genset yang mau di synchrone
  • Pilih nilai derajat terkecil pada synchronoscope meter dan lampu synchrone padam.
  • Tombol close breaker pada genset yang akan di synchrone.

6. System pembebanan / load system.

Cummin load share module

Cummin load share module

  • Load share system yaitu melakukan pararel 2 (dua) genset 400 kW untuk genset no. 2 dan no. 3. System ini bersifat membagi beban secara merata.
  • Base load system yaitu melakukan pararel 2 genset atau lebih no. 1, 2, 3 dan turbine. System ini bersifat membagi beban sesuai kebutuhan.
  • Load share hanya berlaku untuk genset no. 2 dan no. 3. Namun jika genset no. 1 atau turbine sudah masuk di main bus semua menjadi hubungan system base load.
Main Switchboard

Main Switchboard

7. Pengaturan beban/ base load.

  • Kondisi genset 1 200 kw atau turbine running (on bus), Point 2, 3, 4 telah dilakukan.
  • Kondisikan potensio 0 – 5 Vdc untuk pengambilan beban (0 berarti 0% load, 5 berarti max load)
  • Operator harus bisa membaca beban yang akan di ambil, jika beban total hanya 200 kW jangan posisikan di 5 Vdc karena akan terjadi reverse power.
  • Pengaturan kVAR. Adalah pengaturan cos Q/ ampere sesuai dengan kebutuhan, berlaku untuk base load dan bersifat konstan. Contoh : saat pembebanan cos Q dengan menggunakan potensio kVAR kita posisikan 0,8 leaging (induktif), seterusnya genset akan mempertahankannya 0,8. Selebihnya akan di berikan pada genset no. 1 atau turbine dan capasitor bank.

HORIZONTAL STERILIZER WITH INDEXER SYSTEM

Flow Diagram Indexer System

Flow Diagram Indexer System

I. STASIUN LOADING RAMP

1. Loading Ramp (12-doors) Hydraulics Systems

12 Doors Loading Ramp

12 Doors Loading Ramp

Each lot consist of :

  • 5kW Vickers Hydraulic Power Unit Twin Systems (160 liter) c/w valves and accessories
  • 6 Nos Vickers Hydraulic manual control valve (Part # CM11N02R15-DDE-21)
  • 12 Nos Vickers Hydraulic cylinders (Bore 63 x Rod 35 x Stroke 914mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for 12doors site installation
  • 1 No of Starter Panel for 2×5.5kW (Incoming wiring not included)

2. FFB Conveyor #2, 5 x Hopper Door (Feeding).

Hopper feedeng for 3 Cages Feeding (each Cage with 2 Hopper Door) – Last Door always open 5 x Hopper door mec structures

5 x Hopper Door Hydraulic Systems, consist of:

  • 4kW (or 5.5 HP) Vickers Hydraulic Power Unit (80 liter) c/w valves and accessories
  • 5 Nos Vickers Hydraulic manual control valve (Part # CM11-N02-R15-DE-21)
  • 5 Nos Vickers Hydraulic cylinder (Bore 63 x Rod 35 x Stroke 914mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for 5-doors site installation
  • 1 No of Starter Panel for 4Kw
FFB Hooper Door

FFB Hooper Door

3. Intermediate And FFB Feeding Line Indexer.

Indexer #7 & #8: Indexer Structure c/w frame; roller and pulling pad. a) One indexer at Feeding Line to push loaded cages to Dry End Transfer Carriage. Movable trolley with pulling and pushing pad sitting on it

FFB Feeding Line Indexer Hydraulic Systems

Each lot consist of:

  • 15kW (or 20HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 liter) c/w valves and accessories
  • 1 No Vickers hydraulic cylinders (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for installation

II. STATION STERILIZERS

Criteria as following…Sterilizer 30ton (2x15t FFB Cage), sterilizer door 3200mm; Dished End body & Insulation). Each sterilizer door has two door lock/unlock cylinders bracket provided by Door OEM and a door open/close cylinderbracket

1. Transfer Carriage (Dry End & Wet End)

10-ton Transfer Carriage Structure (Rotary Lock; Sprocket (Drive and Driven); Wheels a) Transfer carriage length 6.8m, width 1.6 meter, height 1m, 2 pillar block with wheels driven by hydraulisc, with hydraulics driven rotary lock. 2 sets of rotary lock structure, bumper hump to align transfer carriage structure while loading and unloading cage. b) Indexer structure c/w frame; roller and pulling pad. (Indexer TC #1 & TC#2)
Hydraulic Group TC : 10-ton Transfer Carriage (Indexer, Rotary Lock n Travelling) Hydraulics Systems

Dry End Transfer Carriage

Dry End Transfer Carriage

Each lot consist of:

  • 15kW Vickers Hydraulic Power Unit (160 liter) c/w valves and accessories
  • 2 Nos. Char-Lynn Hydraulic motors for travelling drive (Part #: 112-1068-006)
  • 2 Nos. Char-Lynn Hydraulic motors for rotary lock – self-aligning locking mechaniniscm (Part # 112-1068-006)
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for installation
Wet End Transfer Carriage

Wet End Transfer Carriage

2. FFB Bay (Dry End) Drawbridge And Indexer.

Drawbridge 3.6 meter length w/ Drawbridge structure, base plate sitting double pillar block for trunnion drawbridge. Indexer Structure (#1; #3) at FFB Bay c/w frame; roller and pulling pad at dry end to push Cages into each Steriliser (FFB Bay) Movable trolley with pushing pad siiting into it. Base plate for trunnioin mounting included.

Hyd Grouping: Single HPU to be shared by 2 x Sterilizer Doors; 2 x Drawbridge and 2 x Indexer (facing Sterilizer) Hydraulic Systems

FFB BAY (DRY END) DRAWBRIDGE AND INDEXER

FFB BAY (DRY END) DRAWBRIDGE AND INDEXER

Each lot would consist of:

  • 15kW (or 20 HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 ltr) c/w valves and accessories
  • 2 Nos. Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door opening/closing (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 540*mm stroke cylinder)
  • 4 Nos.Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door locking/locking (Bore 80 x Rod 50 x Stroke 225*mm stroke cylinder)
  • 2 Nos. Vickes hydraulic cylinders for 2 x Drawbridge (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 657mm stroke cylinder)
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders for 2 x Indexers (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • = final cylinder stroke to suit specs of St Door OEM chosen
  • 1 lot of connecting materials for installation

3. SFB Bay (Wet End) Drawbridge And Indexer.

Drawbridge 3.6 meter length w/ Drawbridge structure, base plate sitting double pillar block for trunnion drawbridge. Indexer Structure (#2; #4) at SFB Bay c/w frame, roller and pulling pad to push Cages out of Sterilizers (SFB Bay). Movable trolley with pushing pad siiting into i. Base plate for trunnioin mounting included.

Hyd Grouping: Single HPU to be shared by 2 x Sterilizer Doors; 2 x Drawbridge and 2 x Indexer (facing Sterilizer) Hydraulic Systems

SFB BAY WET END DRAWBRIDGE AND INDEXER

SFB BAY WET END DRAWBRIDGE AND INDEXER

Each lot would consist of:

  • 15kW (or 20 HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 ltr) c/w valves and accessories
  • 2 Nos. Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door opening/closing (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 540*mm stroke cylinder)
  • 4 Nos.Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door locking/locking (Bore 80 x Rod 50 x Stroke 225*mm stroke cylinder)
  • 2 Nos. Vickes hydraulic cylinders for 2 x Drawbridge (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 657mm stroke cylinder)
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders for 2 x Indexers (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • = final cylinder stroke to suit specs of St Door OEM chosen
  • All cylinders in SFB Bay are using stainless steel barrel and rod
  • 1 lot of connecting materials for installation

4. Before And After Tippler Indexer.

Single HPU to be shared by two indexers (Indexer # 5 and #6)

  • Indexer #5: Indexer Structure c/w frame; roller and pulling pad. indexer Before Tipper to push loaded cage precisely to Tipper. Movable trolley with pushing pad sitting on it.
  • Indexer #6: Indexer Structure c/w frame; roller and pulling pad. indexer After Tipper to push cage to Feeding Line. Movable trolley with pulling and pushing pad sitting on it.

Hydraulic Grouping : 2 Indexers Hydraulics Systems

Tippler Indexer

Tippler Indexer

Each lot consist of:

  • 15kW (or 20HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 liter) valves and accessories
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders for 2 x Indexers (Bore 100 x Rod 70 x Stroke2100mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for installation

5. Cage Tippler.

10-ton Cage Tipper with Diameter 3.3mm, length 6.5m with fixed based roller for tipper web plate 32mm to sit. Well engineering designed steel structured to ensure light weight and rigid feature. Tipper capable of rotating the single Cage with full SFB inside Cage without vibration. Counterweight is installed to ensure smooth downturn. Calculation provided. Scope of supply complete with accessories as stated in drawing provided (tensioner; tipper chain), inclusive of Hydraulics Drive Foot bracket adn Drive Coupling.

10-ton Tipper & SFB hopper Autofeeder   Hydraulic Systems

TIPPLER

TIPPLER

Each lot consist of :

  • 15kW VickersHydraulic Power Unit (twin pump systems) c/w valves and accessories c/w valves and accessories
  • 1 Nos Vickers Hydraulic motor + reducer (Part # GM54BZD120221)
  • 1 Nos Vickers Hydraulic cylinder M3000-25-1200
  • 1 lot of connecting materials for installation

6. Indexer Trench and Rail Track

  • Sterilizer line indexer trench (length 2x33m) consist of Indexer Trench (UNP150x75)
  • Tipper and Feeding line indexer trench (length 2x52m) consist of Indexer Trench (UNP150x75)

III. Automation & Control

1. Electrical and Control Integration Works and Automation

Control Stations for Indexer Systems: Eaton proposed design comes with Feeder Panel (Qty: 1 Lot); Individual Remote Consoles (Qty: 5 Sets), to be located on-top catwalk platform and Panels for Remote IOs, to be located on the ground. Feeder Paenl is proposed to be located in Control Room together with Sterilizer Automation Panel. Each Remote Console is solid floor standing type and equipped with MIMIC diagram showing the operations on relevant equipments for Auto / Manual Control. Local Panel for each Transfer Carriage provide. Principle of design is based on Distributed Control and running on Eaton SmartWire-DT commmunication.

PANEL FEEDER WITH PLC AUTOMATION

PANEL FEEDER WITH PLC AUTOMATION

2. Feeder Panel with Starter (in CONTROL ROOM)

2.1. Transfer Carriage.

Remote Console #4 (RC4) : Auto and Manual for Transfer Carriage (TC#1), Indexers (#1) (FFB Bay or Dry End). and Indexers (#9) (intermediate and feeding) Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton Remote I/O Systems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Tranfer Carriage and Indexers • !P69K Proximity sensors with sensor clamp for all.

Local Panel (LP) : HPU Starter and Local operation ofTransfer Carriage (TC#2)

2.2. Sterilizer Doors, Drawbridges & Indexer.

Remote Console #1 (RC1) : Auto and Manual for Sterilizer Doors & Drawbridges & Indexers (#2 and #4) Control (FFB Bay or Dry End). Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton SmartWire-DT Remote I/O Systems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Sterilizer Doors; Drawbridges; and Indexers • Pressure transmitters c/w siphon tube for each Sterilizer end • Photo sensors of Cage of Drawbridge for each of the Drawbridge • IP69K Proximity sensors with sensor clamp for all. •Tell tale – purge valve from Alfa Hi-Flow (country of origin Australia) Ball Valve. Model 2012, DN40 (1.5”), 1000 psi, 3-piece body, F/Bore, BW Ends, SS316 Body and Trim, PTFE (max 200 degree C) Seats c/w ITQ Electric Actuator, model ITQ-0080 (220v/1Phs/50Hz), On/Off operaton c/w standard specification.This tell tale valve is installed at the Sterilizer Door outlet port

Remote Console #2 (RC2) : Auto and Manual for Sterilizer Doors & Drawbridges & Indexers (#3 and #5) Control (SFB Bay or Wet End). Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton SmartWire-DT Remote I/O Systems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Sterilizer Doors; Drawbridges; and Indexers • Pressure transmitters c/w siphon tube for each Sterilizer end • Photo sensors of Cage of Drawbridge for each of the Drawbridge • !P69K Proximity sensors with sensor clamp for all. •Tell tale – purge valve from Alfa Hi-Flow (country of origin Australia) Ball Valve. Model 2012, DN40 (1.5”), 1000 psi, 3-piece body, F/Bore, BW Ends, SS316 Body and Trim, PTFE (max 200 degree C) Seats c/w ITQ Electric Actuator, model ITQ-0080 (220v/1Phs/50Hz), On/Off operaton c/w standard specification.This tell tale valve is installed at the Sterilizer Door outlet port

2.3. Tippler.

Remote Console #3 (RC3) : Auto and Manual for Cage Tipper c/w SFB Hopper Door & Before and After Tipper Indexers (#6 and #7). Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton SmartWire-DTSystems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Tipper and Indexers • IP69K Proximity sensors with sensor clamp for all.

3. Eaton Sterilizer Automation.

One (1) set of panel sterilizer automation interlocked with Sterilizer Doors for Indexing Systems. Panel design w/ MIMIC is for 2 Sterilizers, with Eaton Galileo SCADA; Eaton XV152 Series HMI/PLC, IP65 rating, (10.4”) catered for 2 x Sterilizers with Microsoft CE Operating Systems; or efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.

Main Control Board together with proximity switches, pressure transmitter, and cabling systems.

Sterilizer Control Systems are for automation 3 Steam Valves sequencing per Sterilizer. 10 different programs possible.

  • Inlet: 8” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket
  • Exhaust: 8” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket
  • Condensate: 8” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket.

4. Eaton Automatic Back Pressure Control Panel

One set of BPV control panel c/w HMI/PLC Operator’s interface and pressure transmitter and pressure switchfor BP Vessel with standard accessories. High presure rating, low limit pressure switch. Cables, cable tray, conduits from BPC Panel to Valves. Include following Valves for Back Pressure Receiver :

  • 3” Globe Control Valve c/w Pneumatic Actuator (Positioner) a delta-P of approximately 29 Bar with positional controls (4-20mA). – Full Modulating Valve, Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket.   (Steam Make Up).
  • 6 ” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket. Flange: JIS10K / PN16 (Steam Exhaust or Surplus Valve).

AUTOMATIC FIRE HYDRANT CONTROL

Fire Hydrant

Fire Hydrant

Pendahuluan

Pencegahan bahaya kebakaran sangat penting untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan. Namun demikian jika kebakaran itu sampai terjadi maka kita harus siap dalam menghadapi dan memadamkan api tersebut secepat mungkin sebelum memakan lebih banyak korban baik manusia, peralatan dan bangunan.

Pada lingkungan Pabrik Minyak kelapa Sawit terdapat banyak sumber dan potensi yang dapat menyebakan timbulnya api. Lingkungan di sekitar ruang bakar boiler, kamar mesin, Threshing, Pressing banyak terdapat Fiber dan Kernel yang sangat rentan terhadap kebakaran. Waspadai saat terjadi perbaikan dan pengelasan pada area Fiber seperti Elevator, Thresher Drum dan CBC harus segera di siram dengan air washer agar percikan las tidak membakar fiber yang tersisa.

Selain Pemasangan dan ketersediaan Fire Extinguser di setiap Station. Peralatan Fire Hydrant dan instalasi pipa harus tersedia dan terjangkau di semua titik di dalam Pabrik. Unit pompa electric dan Diesel pump juga peralatan utama dalam pencegahan kebakaran. Disarankan pemasangan perangkat ini, ditempatkan diluar bangunan Pabrik, biasanya ditempatkan di area Water Treatment Plant agar terhindar dari kebakaran.

Peraturan dan Referensi

Departemen Pekerjaan Umum, Skep Menteri Pekerjaan Umum No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya  Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.

National Fire Codes,

1.    NFPA-10, Standard for Portable Fire Extinguisher

2.    NFPA-13, Standard for The Installation of Sprinkler Systems

3.    NFPA-14, Standard for The Installation of Standpipe and Hose Systems

4.    NFPA-20, Standard for The Installation of Centrifugal Fire Pumps

5.   SNI  03-1735-2000

6.   SNI  03-1745-2000

b.    Mc. Guiness, Stein & Reynolds

Mechanical & Electrical for Buildings

 Peralatan Utama

Fire Fighting System

Fire Fighting System

1. Fire Hydrant Pump

No.

Description

Qty

Power

Kapasitas Head

Unit

kW

m3/hr

1

Diesel Pump

1

18.5

80

45 m

2

Electric Pump

1

18.5

80

45 m

3

Jockey Pump

1

3

40

5 bar

Fire Hydrant Panel

Fire Hydrant Panel

2. Fire Pump Control

Panel kontrol merupakan kelengkapan unit tiap-tiap fire Fighting pump yang dapat mengatur kerja pompa secara automatic baik jockey pump sebagai pompa pembantu, pompa utama penggerak electric maupun pompa penggerak engine masing-masingn mempunyai Fire Pump Controller tersendiri. Khusus pompa penggerak engine akan bekerja secara automatic bila saluran daya listrik terputus pada saat terjadi kebakaran. Fire Pump Controller harus standard NFPA-20.

Fire Hydrant Panel

Fire Hydrant Panel

3. Fighting Fixtures

  • Hydrant Pillar
  • Fire Hydrant Box
  • Seamese Connection

4. Pipa, Fitting dan Valve

Cara Kerja Control Fire Hydrant Pump

fire hydrant system

fire hydrant system

  • Jockey pump gunanya untuk mempertahankan tekanan tertentu pada pipa besar A umpama tekanan tersebut sebesar 8 kg/cm², jika ada kebocoran pada pipa besar A, maka tekanan air akan turun, umpamanya pada 7 kg/cm² tugas jockey pump untuk menaikkan kembali menjadi 8 kg/cm², jadi titik kerja jockey pump pada 7-8 kg/cm².
  • Electric fire hydrant pump, akan bekerja pada tekanan air dibawah dari tekanan kerja Jockey Pump. Untuk contoh diatas umpanya 6 kg/cm². Jadi jika terjadi kebakaran dan kran B dibuka, maka tekanan air cepat turun mencapai 6 kg/cm², dengan demikian Electric fire hydrant pump bekerja. Rangkaian control jockey pump dibuat sedemikian rupa, sehingga jika Electric fire hydrant pump atau diesel pump bekerja, jockey pump stop.
  • Diesel pump, bekerja sebagai cadangan jika Electric fire hydrant pump, karena sesuatu hal tidak dapat bekerja. Umpama PLN padam atau dipadamkan. Titik kerja diesel pump dibawah titik kerja Electric fire hydrant pump jika diesel pump bekerja, maka Electric fire hydrant pump dan jockey pump stop.
  • Untuk lebih jelasnya bisa di lihat tabel di bawah ini.

 

AUTO

MANUAL

<5,5

6

6,5

>7

AC

POWER

ON

JOCKEY PUMP

ON

ON

ON

OFF

DEPEND ON – OFF SWITCH

DUTY PUMP

ON

OFF

OFF

OFF

DEPEND ON – OFF SWITCH

DIESEL PUMP

OFF

OFF

OFF

OFF

OFF

AC

POWER

ON

JOCKEY PUMP

OFF

OFF

OFF

OFF

OFF

DUTY PUMP

OFF

OFF

OFF

OFF

OFF

DIESEL PUMP

ON

OFF

OFF

OFF

DEPEND ON – OFF SWITCH

 

KELISTRIKAN PABRIK KELAPA SAWIT

Pendahuluan

Proses pengolahan kelapa sawit menjadi CPO melalui beberapa tahapan yang memerlukan konsumsi energi listrik. Semakin besar kapasitas produksi, kompleksitas proses dan automation, konsumsi energi listrik yang di perlukan semakin tinggi. Parameter umum konsumsi energi listrik  (power consumption) di pabrik pengolahan kelapa sawit yakni sebesar 17-19 kWh/ton TBS.

Penggunaan konsumsi energi listrik yang tinggi otomatis mempengaruhi biaya operasional yang semakin tinggi. Bila biaya operasional terhadap pemenuhan energi listrik yang tinggi lantas tidak diimbangi dengan peningkatan produksi dan kapasitas pabrik, maka bakal menimbulkan kerugian yang besar. Olehkarenanya  perlu dilakukan upaya guna mengindentifikasi penyebab tingginya penggunaan energi listrik di PKS. Dampak dari nilai konsumsi listrik yang diatas standar bisa mengindikasikan adanya pemborosan energi atau penggunaan beban yang besar, tetapi perlu pula ditinjau terlebih dahulu dari pembebanan yang ada, selain itu konsumsi listrik yang tinggi bisa menyebabkan tingginya biaya operasional jika penyumbang energi listrik banyak ditanggung dari generator.

Power Plant

Idealnya pabrik kelapa sawit mampu mandiri memenuhi kebutuhan energinya. Limbah serabut (fiber) dan cangkang (shell) sawit digunakan untuk bahan bakar boiler sebagai penghasil uap yang digunakan untuk penggerak turbin pembangkit tenaga listrik juga sumber uap untuk proses perebusan dan pengolahan.

Sumber energi yang terpasang pada parik kelapa sawit kapasitas 30 ton per jam adalah 2 (dua) buah genset 400 kW, 1 (satu) buah genset 200 kW dan 1 (satu) buah steam turbine generator 1200 kW yang dapat beroperasi secara bergantian maupun bersama-sama. Genset dengan kapasitas 200 kW dioperasikan untuk mensuplay kebutuhan domestik dan penerangan ketika pabrik dalam kondisi belum aktif dan turbine belum bisa bekerja. Genset dengan kapasitas 2 x 400 kW dioperasikan untuk penyalaan dan proses pertama pabrik hingga pabrik menghasilkan fiber dan shell untuk bahan bakar boiler dan boiler mampu menghasilkan steam dengan kapasitas yang diharapkan untuk menggerakkan steam turbine hingga menghasilkan energi listrik secara continue.

Turbine dapat beroperasi normal jika tekanan steam berkisar 18 – 21 bar. Jika tekanan kerja boiler menunjukkan tren penurunan hingga 15 bar maka turbine tidak mampu di bebani untuk proses pabrik dan akan terjadi trib sehingga untuk menjaga proses tidak berhenti secara mendadak, maka operator engine room segera mengaktifkan genset 400 kw untuk di sinkron dengan turbine.

Jika keadaan ini sering terjadi konsekuensinya adalah naiknya biaya operasional akibat pemakaian solar dan menambah kecapekan operator boilller karena harus segera menyekrop bahan bakar ke dalam tungku boiler untuk meningkatkan panas pembakaran dan meningkatkan kembali tekanan steam yang seharusnya cukup di supplay dari fuel feedeng konveyor.

Distribution System

System distribusi tenaga listrik pada pabrik kelapa sawit digambarkan secara sederhana dengan mengirimkan sumber power yaitu genset dan turbine pada Main Switchboard. Main Switchboard ini terhubung menjadi satu dengan Main Distribution Board yang dilengkapi dengan pengaman berupa OCR, UVR, EFR, RPR dan peralatan sinkron dan switching dan juga capasitor bank untuk perbaikan factor daya. Kemudian melalui Main Distribution Board (MDB) akan di distribusikan menuju Motor Control Centre (MCC) dan Sub Distribution Board (SDB) pada masing-masing Station proses untuk kemudian mensuplay listrik pada beban berupa gear motor, pompa, fan. untuk beban penerangan, Office dan domestic akan di supplay dari Sub Distribution Board (SDB). Untuk beban yang letaknya jauh dari sumber yaitu Raw Water Pump dan Effluent Treatment Plant, drop voltage tegangan lebih dari 5 % maka dipasang trafo Step-Up dan Step-Down untuk perbaikan tegangan.

Distribution SystemDistribution System Diagram

Power Consumption

Untuk mengetahui karakteristik dan pemakaian beban listrik dapat dibaca dengan alat ukur yang terpasang dipanel kamar mesin berupa kW-meter dan amperemeter. Sedangkan energi listrik yang terpakai terukur melalui kWh-meter yang terdapat dipanel masing-masing pembangkit. Beban bakal mengalami fluktuasi dan menyesuaikan kebutuhan daya terhadap mesin atau listrik yang digunakan masing-masing unit. Penggunaan daya listrik untuk proses pengolahan lebih dominan sebesar 77,62 %. Beban domestik menempati urutan kedua mencapai 16,75 %. Sedangkan beban lain berupa head office, kantor PKS, Workshop KB,  dan penerangan jalan memiliki nilai yang kecil berkisar 0,5-3%. Sehingga penggunaan untuk beban ini tidak terlalu berpengaruh besar terhadap daya yang ditanggung terhadap pembangkit.

No.

STATION

Terpasang

Beroperasi

Demand

Factor

Df (%)

Power

In

I Terukur

Power

kW

A

A

kW

1.

Reception & Sterilizer

147

279

175

92

 63

2.

Threshing

149

283

88

46

 31

3.

Pressing

240

456

200

105

 44

4.

Clarification

171

325

30

16

 9

5.

Oil Storage

23

44

12

6

 27

6.

Depericarper & Kernel

281

534

280

147

 52

7.

Boiler Control

230

437

320

168

 73

8.

WTP

193

367

63

33

 17

9.

Boiler Demint

76

144

20

11

 14

10.

Effluent Treatment

60

114

45

24

 31

11.

Factory Lighting

75

142

50

26

 35

12.

Domestic Lighting

50

95

40

21

 42

Total

1695

705

 42

Tabel 1. Power Consumtion for Palm Oil Mill Capacity 30 Ton FFB/Hour

Beban listrik untuk domestik cukup besar dalam menyumbang penggunaan daya listrik. Penggunaan daya listrik dari beban domestik ini ditanggung oleh PKS sehingga perhitungan konsumsi energi listrik terhadap kWh/ton TBS juga akan terpengaruh.

No.

STATION

Terpasang

Beroperasi

Demand

Factor

Df

Power

In

I Terukur

Power

kW

A

A

kW

1.

Reception & Sterilizer

198

376

25

13

7

2.

Threshing

121

229

95

50

42

3.

Pressing Line 1

293

556

130

68

23

4.

Preassing Line 2

293

556

140

74

25

5.

Clarification

143

270

200

105

74

6.

Oil Storage

33

63

12

6

19

7.

Kernel Line 1

239

455

300

158

66

8.

Kernel Line 2

240

456

225

118

49

9.

Boiler Control

330

627

300

158

48

10.

WTP

120

227

125

66

55

11.

Boiler Demint

170

323

55

29

17

12.

Effluent Treatment

66

125

40

21

32

13.

Factory Lighting

75

142

50

26

35

14.

Domestic Lighting

40

76

40

21

53

Total

2360

915

39

Tabel 2. Power Consumtion for Palm Oil Mill Capacity 60 Ton FFB/Hour Two (2) Line.

Kondisi pabrik, dalam keadaan mengolah dengan menggunakan operasional 2 line. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan untuk beban Head Office, Workshop Kantor Besar, Office DB (PKS), Oil storage, Workshop DB (PKS), daya tidak secara terus menerus terhadap beban yang digunakan selama proses pengolahan berlangsung. Pada kondisi aktual untuk beban domestik, tingginya penggunaan listrik tercatat rata-rata pada pukul 17.30-21.00. Ini terjadi lantaran waktu tersebut adalah waktu istirahat dan kebanyakan masyarakat cenderung menggunakan listrik guna menyalakan lampu rumah, menonton televisi atau perangkat lain yang membutuhkan listrik. Sedangkan untuk proses pengolahan di pabrik kondisi operasional tetap  stabil. Adapun perbedaan daya listrik  di pabrik digunakan untuk beban lampu penerangan. Pengaman  pada panel domestik digunakan untuk memenuhi beban seluruh domestik. Saat satu jalur distribusi listrik dilakukan terhadap kantor dan perumahan, otomatis  panel domestik tidak boleh dimatikan.

Asumsi untuk beban domestik jika kebutuhan daya listrik untuk kantor tetap, sedangkan untuk beban perumahan dimatikan maka memberikan pengaruh terhadap konsumsi aktual. Asumsi ini tidak terikat terhadap penerapan waktu jika listrik perumahan dimatikan karena penggunaan listrik di PKS untuk domestik selama 24 jam. Dan asumsi ini bisa diterapkan jika hanya jalur distribusi listrik atau pengaman untuk perumahan dan kantor dipisahkan.