Peralatan Laboratorium dan Bahan Kimia Pabrik Minyak Kelapa Sawit

Pendahuluan

Laboratorium CPO

Laboratorium CPO

Pengertian pengendalian mutu adalah kegiatan terpadu mulai dari pengendalian standar mutu bahan, standar proses produksi, barang setengah jadi,barang jadi, sampai standar pengiriman produk akhir ke konsumen agar barang (jasa) yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi mutu yang direncanakan

(Prawirosentono, 2007:74).
Tugas dan fungsi utama Laboratorium selain pencatatan dan pelaporan adalah dapat menganalisa faktor penyebab terjadinya penyimpangan kualitas CPO sehingga dapat dilakukan action pencegahan dan perbaikan oleh manajemen. faktor – faktor pembentuk kulaitas CPO adalah faktor bahan baku, metode kerja,manusia, mesin, metode kerja, serta lingkungan kerja. Di mana faktor yang secara umum paling berpengaruh adalah bahan baku, metode kerja, serta manusia.

Fungsi dan Tugas Laboratorium

  1. Analisa mutu minyak sawit (CPO) dan inti sawit (Kernel)
  2. Analisa oil losses. Prosentase kehilangan minyak per FFB (Oil looses/FFB) pada :
    • Janjang kosong
    • Brondolan dalam janjang kosong
    • Janjang keras
    • Ampas fibre pada press
    • Biji / Nuts
    • Sludge ex separator
    • Solid basah ex Decanter
    • Limbah pabrik terakhir (Effluent)
  3. Analisa kernel losses. Prosentase kehilangan kernel per FFB (Kernel Loss/FFB) pada :
    • Brondolan dalam janjang kosong
    • Janjang keras
    • Fibre Cyclone
    • Cangkang Hydrocyclone
    • LTDS
  4. Menganalisa Raw water ( bahan baku air, yang pada umum nya diperoleh dari pembuatan waduk konvensional atau dari air sungai) dan Boiler water
  5. Memonitor perubahan anaerobik dengan melakukan analisa rutin limbah (PME, Palm Mill Effluent).

 

Palm Oil Mill Laboratorium

Palm Oil Mill Laboratorium

Parameter Mutu Minyak Sawit

Selama ini standart mutu yang digunakan oleh Pabrik Minyak Kelapa Sawit cenderung mengikuti kontrak kerja yang ditetapkan oleh pembeli utamanya seperti PT. Willmar.
Pemerintah melalui BSN telah menetapkan standarisasi mutu CPO yang dimuat dalam SNI-01-2901-2006 yaitu:
No Karakteristik Keterangan
1 Kadar asam lemak bebas < 5,00 %
2 Kadar air < 0,50 %
3 Kadar kotoran < 0,50 %
4 Bilangan Yodium 50 – 55 g / 100 g TBS
5 Warna CPO (crude palm oil) Jingga kemerah-merahan
Dalam prakteknya untuk menghasilkan kualitas mutu CPO yang di hasilkan dari proses pengolahan di tetapkan baku mutu sebagai berikut :
  • Nilai FFA dalam CPO sebaik nya tidak lebih dari 4%.
  • Nilai kadar air (moisture content) pada CPO sebaik nya tidak lebih dari 0,4%.
  • Nilai Kadar kotoran (dirt content) pada CPO sebaik nya tidak lebih dari 0,04%.
  • Nilai Peroxide value pada CPO sebaik nya tidak lebih dari 1 meq/kgl.
  • Nilai Dobi yang baik harus lebih dari 2,5. Semakin tinggi nilai DOBI pada CPO menunjukkan mutu CPO yang bersangkutan semakin baik.

Peralatan Laboratorium Pabrik Minyak Kelapa Sawit

No. Description MODEL/TYPE QTY
1 Analitical balance C/W

piring tunggal

Meetler AE-200, Cap. 200 gr 1
Timbangan elektronik Sartorius A200S divisi 0,0001 gr, max 200 gr
2 Triple bean balance Ohaus, 2610 gr 1
Timbangan digital Sartorius 1002, 0,1-500 gr 1
Timbangan analitic Sartorius 1702/ 1712, 0,1-200 gr 1
3 Ton pan balance Skala 1 kg, cap. 50 kg 1
4 Timbangan set 238 Ohaus %, 1mg-200 gr 1
214   – 11 USA, ½ kg-5kg
5 Ekstraksi Sokhlet Termostat kotrol 230-V, pemanas listrik u/250ml, tabung komplit tiang penyangga boss head & kle penjepit gelas kondensor, 6×150 w, cat.No.EME 6, 0250/C 2
6 Ekstraktor Quickfit 200ml, Socket 40/38, kerucut 29/32 15
7 Kondensor Quickfit 200 ml, kerucut 40/38 15
8 Flat bottom flask Quickfit : 250 gr, Socket 29/32 20
9 Hexana distilasi set :
a. Isopad isomantel Electro mantel, 1000 ml 1
b. Leibig kondensor socket & kerucut, 24/29 1
c. Deliveri adapter socket 24/29 1
d. Plain still Head socket 14/23, kerucut 24/29
e. Round bottom flask soket 24/29 1
10 VFA distilasi set :
a. Leibig kondensor NS 29/32, 500 ml 1
b. flat bottom flask NS 29/32 1
c. Still two head cone NS 29/32,u/n uap Receiver adapter 1
d. (palaintbent) NS 29/32 1
11 Oven listrik  C/W thermostat Binder F 53 T, 400 x 400, V – 53 ltr, 330 mm, 220 v, min 200 c 2
12 Flat pemanas listrik model IKAMAG RH, 220 vlt,

415 kw, 22-2000rpm, C/W stirrer magnit dan kaki buret otomatis

1
13 Pompa vacum RRC 2 x 0.5, max. tor 5×0.0001 1
14 Vacum flask schot/duran 1000 ml 2
15 Electri water still IKA DEST model 3000 1
16 Desikator dan

vacum break

memmert 350 – 6 lubang 220 v, NS 850.067, dia 25 cm 2
18 Pengukur konduktif

(TDS meter)

Myron Model 532T1/USA, 0-5000 ppm 1
19 Flokulator u/Jar test PCI (Paterson), candy int. ltd 1
20 pH meter digitalt : Corning Model 220, Digital pH meter, Range : 0.00 to-14.00 in 0.001 1
21 Centrifuge Electric 4 tabung 1
22 Silica Test Kit Merk : Lamote, Range 0-10 ppm 1
23 Alat test air boiler  c/w chemical dan reaktif 1
24 StopwatcH 2
25 Alat penghitung 4 angka 3
26 Thermometer 30 cm 0-150 C 6
27 Penjepit gelas kimia Quickfit 600 ml 1
28 Slang plastik william int dia 5/16, u/ hubungan kondensor pada suply air 10m
29 Cawan porselein 75 ml 24
30 mortar&pestle porselein RRC – dia 13 cm 2
31 Gelas ukur 1000 ml 2
32 Gelas ukur 100 ml 3
33 Gelas ukur 50 ml 3
34 Gelas ukur 25 ml 4
35 Gelas ukur 10 ml 2
36 Burete otomatis

c/w 500 ml botol plastik

Brand Germany, 15×0,1 ml 2
37 Burete otomatis

c/w 500 ml botol plastik

Brand Germany, 25×0,1 ml 2
38 Beaker gelas pirex/duran, 1000 ml 2
39 Beaker gelas pirex/duran, 500 ml 12
40 Beaker gelas pirex/duran, 250 ml 10
41 Beaker gelas pirex/duran, 100 ml 12
42 Beaker gelas pirex/duran, 50 ml 6
43 Corong plastik dia 10 cm 4
44 Corong plastik dia 6 cm 4
45 Bottol gelas droping 100 ml 4
46 Crystallising Dish Dia 70mm x T.40mm, 150 ml 18
47 Tabung centrifuge kapasitas 15 ml, 10×0,1 ml 12
48 Tabung dgn ukuran isi 1000 ml 4
49 Pipet bola 20 ml 1
50 Pipet bola 10 ml 2
51 Pipet berukuran 10 ml 2
52 Pipet berukuran 5 ml 2
53 Gooch crusible dia. Dasar 25 mm, 50 ml 12
54 Petri dish dia 100mm 10
55 Botol bahan kimia 250 ml 6
56 Erlemeyer pirex/duran, 1000 ml 2
57 Erlemeyer pirex/duran, 500 ml 2
58 Erlemeyer pirex/duran, 250 ml 12
59 Erlemeyer pirex/duran, 150 ml 12
60 Botol timbangan 15 ml 1
61 Tangkai pengaduk gelas pirex/duran, 20 cm 2
62 Bidal ekstraksi (timbel) whatman 25 pcs, 33×110 mm 6
63 Filter GF/B whatman, dia 2,5 cm 6
64 Whatman kertas filter I dia 12,5 3
65 Silika gel  u/desikator 6
66 Silikon grease  u/desikator 1
67 Spatula besi 150 mm 2
68 Botol plastik dg tutup 250 ml 350
69 Botol plastik dg tutup 1 galon 20
70 Botol pencuci d/plastik 500 ml 3
71 Corong plastik dia 1 dm3 1
72 Labu ukur 1000 ml 2
73 Labu ukur 100 ml 2
74 PIpa gelas dia 9 mm 1 kg
75 Rubber cone 1”x 4 cm 2
76 Pipet dg penekan karet 2
77 Pemadam kebakaran 6 kg 1
78 Kantong plastik tebal lbr 26 cm, T 40 cm 5 kg
79 Nampan sampel Aluminium 2
80 Tempat mengambil

sampel storage tank

200 ml 1
81 Pisau Stainless steel 2
82 Kampak 0,5 kg 1
83 Sikat tabung percobaan 2

 

Laboratorium PMKS

 

Bahan Kimia Laboratorium Pabrik Minyak Kelapa Sawit

No. Description Model/Type QTY
1 Pellets NaOH merck ART.5033, 1000 gr/b 1 btl
2 Pottasium hydrogen phthalate merk ART.4874, 500 gr/b 1 btl
3 Bubu phenophthalein merk ART.7233, 100 gr/b 1 btl
4 Bubuk methil orange merk ART.1322, 100 gr/b 1 btl
5 Iso propil alkohol AR.grade 96%, 2,5 ltr/b 2 btl
6 Hexana Commercial grade, 250 ltr/dr 1 drum
7 Konsentrat asam sulfat AR. Grade 95-97%, 5 ltr/btl 2 btl
8 Asam asetat, glacial UNIVAR UN 2789, 2,5 ltr/b 1 btl
9 Ethanol UNIVAR 95% murni, 2,5 ltr/b 1 btl
10 Wol katun 4 kg
11 Bubuk ammonium molybdat UNIVAR (81-83%), 10 gr/100 cc H20, 500 gr/btl 1 btl
C. Spares
1 Mantel pemanas untuk ekstraksi dg soklet 150 watt 6

commissioning pabrik kelapa sawit

Pendahuluan

Tahap terakhir dari perjalanan panjang proses pembangunan pabrik kelapa sawit yang di mulai dengan proses desain drawing, pengadaan raw material dan vendor part, transport material ke site, proses konstruksi bangunan, erection mechanical, instalasi listrik dan pipa adalah commissioning.

Commissioning adalah suatu proses dan tahapan yang dilakukan sehingga peralatan yang terinstal dapat beroperasi dan bekerja. Serangkaian kegiatan tersebut untuk menguji dan menjamin semua system dan komponen yang terpasang pada pabrik kelapa sawit sesuai dengan desain rencana, pemasangan, operasi, fungsi, perawatan dan performa mesin maupun system keseluruhan sesuai dengan kapasitas yang di harapkan.

Jadwal Pelaksanaan

schedule commissionig

Pelaksanaan

Tahapan kegiatan commissioning pabrik kelapa sawit adalah :

Mechanical completion

Penyelesaian mekanik definisikan sebagai keadaan di mana semua sistem termasuk perlengkapan dan fasilitas tambahan telah mencapai kondisi lengkap secara mekanik dan mendapat persetujuan dari perusahaan.

Penyelesaian mekanis dari suatu sistem meliputi hal-hal berikut namun tidak terbatas pada:

  • Semua desain dan rekayasa telah selesai
  • Semua pekerjaan instalasi untuk sistem termasuk semua peralatan telah diselesaikan sesuai dengan gambar “Approved for Construction”, spesifikasi, kode aplikasi dan peraturan yang berlaku serta penerapan teknik yang baik.
  • Semua instrumen telah diinstal.
  • Semua koneksi tie-in telah dibuat.
  • Semua tes penerimaan pabrik dan semua kegiatan pengujian dan inspeksi lainnya telah selesai.
  • Studi Keamanan telah dilakukan dan “Persyaratan Keamanan” telah dipenuhi termasuk dokumentasi yang di perlukan
  • Semua dokumentasi dan sertifikasi dokumen yang diperlukan telah disediakan.
  • Semua prosedur operasi dan prosedur perawatan telah diteruskan dan di review oleh perusahaan
  • Semua item yang menjadi tanggung jawab kontraktor yang berhubungan dengan pihak ketiga, regulasi pemerintah atau persetujuan vendor telah dipenuhi dan memperoleh konfirmasi dokumentasi dari Perusahaan.

 

Individual test

Kegiatan yang dilakukan setelah Penyelesaian Mekanis sebuah peralatan atau sistem adalah menguji secara individu apakah peralatan tersebut siap untuk menerima bahan baik berupa buah, nut, fiber, kernel atau fluida berupa air, steam, Crude Oil maupun Sludge .  kegiatan pengujian secara individu antara lain :

  • Penyelesaian dan pengujian peralatan & platform sistem.
  • Pengujian semua bagian dan sistem dari Pekerjaan termasuk komunikasi sistem (jika diperlukan).
  • Penyediaan mengisi awal kemasan, bahan kimia, inhibitor, pelumas, Greas, air dan lainnya yang diperlukan.
  • Memeriksa putaran motor, geared motor, gear box dan pompa.
  • Flushing pembersihan vessels & pipe
  • Kalibrasi PSVs.
  • Kalibrasisemua instrumen .
  • Memeriksa loop.
  • Pemeriksaan lengkap pada sistem keamanan.
  • Cek pada sistem listrik dan paket vendor lainnya.
  • Hydrotest dan pneumatik test pada vessels.
  • Pelatihan dan pengarahan personel yang terlibat di commissioning.
  • Penghapusan semua puing-puing dan peralatan konstruksi.

Loading test

Performance test

Lampiran

Precommissioning Ceck List :

  1. General Procedures
  2. Packing and Seals
  3. Removal of Temporary Supports
  4. Alignment of Rotating Equipment
  5. System Check/Inspection
  6. Site Modifications
  7. Flushing
  8. Temporary Screens, Strainers and Blinds
  9. Vacuum Test
  10. Safety Devices
  11. Purging
  12. Drying out
  13. Lubricants and chemicals
  14. House keeping
  15. Equipment Protection and Spare Parts
  16. Chemical Cleaning
  17. Fire Fighting & Life Saving Equipment

PENGOPERASIAN GENSET 2 X 400 kW dan 1 x 200 kW CUMMIN

Genset CUMMIN

Genset CUMMIN

1. Cek engine system : Fuel, oil, coolent, electrical system (batteray, air accu 6 bulan, alternator 25 V, kode trauble). Mechanical ( belt, air cleaner, kebocoran).

2. System operation.

2.1. Local Start.

  • Tekan tombol manual.
  • Tekan tombol start. (engine idle sampai temperatur 38 oC.).

2.2. Local close breaker.

  • Naikkan knife switch untuk memasukkan netral panel
  • Tekan tombol close untuk masuk breaker.
  • Tekan tombol open untuk melepas breaker.

3. Local synchrone.

  • Lakukan operasi (2a).
  • Pilih menu pararel.
  • Plih synchrone check pada nilai derajat terkecil.
  • Lakukan local close breaker (2b).

4. Remote operation.

CUMMIN Operation Module

CUMMIN Operation Module

  • Tekan tombol auto pada display Genset.
  • Tekan tombol start engine pada MSB (tekan sampai frekuaensi normal 50 Hz)
  • Tekan tombol stop engine untuk mematikan Genset.
  • Tekan tombol close breaker pada MSB untuk memasukkan power.
  • Tekan tombol open breaker pada MSB untuk memutuskan power.

5. Remote synchrone.

  • Lakukan operasi (4a).
  • Pilih nomer pada selector switch pada panel synchrone sesuai dengan Genset yang akan di masukkan.
  • Putar key switch pada panel MSB Genset yang mau di synchrone
  • Pilih nilai derajat terkecil pada synchronoscope meter dan lampu synchrone padam.
  • Tombol close breaker pada genset yang akan di synchrone.

6. System pembebanan / load system.

Cummin load share module

Cummin load share module

  • Load share system yaitu melakukan pararel 2 (dua) genset 400 kW untuk genset no. 2 dan no. 3. System ini bersifat membagi beban secara merata.
  • Base load system yaitu melakukan pararel 2 genset atau lebih no. 1, 2, 3 dan turbine. System ini bersifat membagi beban sesuai kebutuhan.
  • Load share hanya berlaku untuk genset no. 2 dan no. 3. Namun jika genset no. 1 atau turbine sudah masuk di main bus semua menjadi hubungan system base load.
Main Switchboard

Main Switchboard

7. Pengaturan beban/ base load.

  • Kondisi genset 1 200 kw atau turbine running (on bus), Point 2, 3, 4 telah dilakukan.
  • Kondisikan potensio 0 – 5 Vdc untuk pengambilan beban (0 berarti 0% load, 5 berarti max load)
  • Operator harus bisa membaca beban yang akan di ambil, jika beban total hanya 200 kW jangan posisikan di 5 Vdc karena akan terjadi reverse power.
  • Pengaturan kVAR. Adalah pengaturan cos Q/ ampere sesuai dengan kebutuhan, berlaku untuk base load dan bersifat konstan. Contoh : saat pembebanan cos Q dengan menggunakan potensio kVAR kita posisikan 0,8 leaging (induktif), seterusnya genset akan mempertahankannya 0,8. Selebihnya akan di berikan pada genset no. 1 atau turbine dan capasitor bank.

HORIZONTAL STERILIZER WITH INDEXER SYSTEM

Flow Diagram Indexer System

Flow Diagram Indexer System

I. STASIUN LOADING RAMP

1. Loading Ramp (12-doors) Hydraulics Systems

12 Doors Loading Ramp

12 Doors Loading Ramp

Each lot consist of :

  • 5kW Vickers Hydraulic Power Unit Twin Systems (160 liter) c/w valves and accessories
  • 6 Nos Vickers Hydraulic manual control valve (Part # CM11N02R15-DDE-21)
  • 12 Nos Vickers Hydraulic cylinders (Bore 63 x Rod 35 x Stroke 914mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for 12doors site installation
  • 1 No of Starter Panel for 2×5.5kW (Incoming wiring not included)

2. FFB Conveyor #2, 5 x Hopper Door (Feeding).

Hopper feedeng for 3 Cages Feeding (each Cage with 2 Hopper Door) – Last Door always open 5 x Hopper door mec structures

5 x Hopper Door Hydraulic Systems, consist of:

  • 4kW (or 5.5 HP) Vickers Hydraulic Power Unit (80 liter) c/w valves and accessories
  • 5 Nos Vickers Hydraulic manual control valve (Part # CM11-N02-R15-DE-21)
  • 5 Nos Vickers Hydraulic cylinder (Bore 63 x Rod 35 x Stroke 914mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for 5-doors site installation
  • 1 No of Starter Panel for 4Kw
FFB Hooper Door

FFB Hooper Door

3. Intermediate And FFB Feeding Line Indexer.

Indexer #7 & #8: Indexer Structure c/w frame; roller and pulling pad. a) One indexer at Feeding Line to push loaded cages to Dry End Transfer Carriage. Movable trolley with pulling and pushing pad sitting on it

FFB Feeding Line Indexer Hydraulic Systems

Each lot consist of:

  • 15kW (or 20HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 liter) c/w valves and accessories
  • 1 No Vickers hydraulic cylinders (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for installation

II. STATION STERILIZERS

Criteria as following…Sterilizer 30ton (2x15t FFB Cage), sterilizer door 3200mm; Dished End body & Insulation). Each sterilizer door has two door lock/unlock cylinders bracket provided by Door OEM and a door open/close cylinderbracket

1. Transfer Carriage (Dry End & Wet End)

10-ton Transfer Carriage Structure (Rotary Lock; Sprocket (Drive and Driven); Wheels a) Transfer carriage length 6.8m, width 1.6 meter, height 1m, 2 pillar block with wheels driven by hydraulisc, with hydraulics driven rotary lock. 2 sets of rotary lock structure, bumper hump to align transfer carriage structure while loading and unloading cage. b) Indexer structure c/w frame; roller and pulling pad. (Indexer TC #1 & TC#2)
Hydraulic Group TC : 10-ton Transfer Carriage (Indexer, Rotary Lock n Travelling) Hydraulics Systems

Dry End Transfer Carriage

Dry End Transfer Carriage

Each lot consist of:

  • 15kW Vickers Hydraulic Power Unit (160 liter) c/w valves and accessories
  • 2 Nos. Char-Lynn Hydraulic motors for travelling drive (Part #: 112-1068-006)
  • 2 Nos. Char-Lynn Hydraulic motors for rotary lock – self-aligning locking mechaniniscm (Part # 112-1068-006)
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for installation
Wet End Transfer Carriage

Wet End Transfer Carriage

2. FFB Bay (Dry End) Drawbridge And Indexer.

Drawbridge 3.6 meter length w/ Drawbridge structure, base plate sitting double pillar block for trunnion drawbridge. Indexer Structure (#1; #3) at FFB Bay c/w frame; roller and pulling pad at dry end to push Cages into each Steriliser (FFB Bay) Movable trolley with pushing pad siiting into it. Base plate for trunnioin mounting included.

Hyd Grouping: Single HPU to be shared by 2 x Sterilizer Doors; 2 x Drawbridge and 2 x Indexer (facing Sterilizer) Hydraulic Systems

FFB BAY (DRY END) DRAWBRIDGE AND INDEXER

FFB BAY (DRY END) DRAWBRIDGE AND INDEXER

Each lot would consist of:

  • 15kW (or 20 HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 ltr) c/w valves and accessories
  • 2 Nos. Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door opening/closing (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 540*mm stroke cylinder)
  • 4 Nos.Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door locking/locking (Bore 80 x Rod 50 x Stroke 225*mm stroke cylinder)
  • 2 Nos. Vickes hydraulic cylinders for 2 x Drawbridge (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 657mm stroke cylinder)
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders for 2 x Indexers (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • = final cylinder stroke to suit specs of St Door OEM chosen
  • 1 lot of connecting materials for installation

3. SFB Bay (Wet End) Drawbridge And Indexer.

Drawbridge 3.6 meter length w/ Drawbridge structure, base plate sitting double pillar block for trunnion drawbridge. Indexer Structure (#2; #4) at SFB Bay c/w frame, roller and pulling pad to push Cages out of Sterilizers (SFB Bay). Movable trolley with pushing pad siiting into i. Base plate for trunnioin mounting included.

Hyd Grouping: Single HPU to be shared by 2 x Sterilizer Doors; 2 x Drawbridge and 2 x Indexer (facing Sterilizer) Hydraulic Systems

SFB BAY WET END DRAWBRIDGE AND INDEXER

SFB BAY WET END DRAWBRIDGE AND INDEXER

Each lot would consist of:

  • 15kW (or 20 HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 ltr) c/w valves and accessories
  • 2 Nos. Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door opening/closing (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 540*mm stroke cylinder)
  • 4 Nos.Vickers hydraulic cylinders for 2 x Door locking/locking (Bore 80 x Rod 50 x Stroke 225*mm stroke cylinder)
  • 2 Nos. Vickes hydraulic cylinders for 2 x Drawbridge (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 657mm stroke cylinder)
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders for 2 x Indexers (Bore 100 x Rod 70 x Stroke 2100mm stroke cylinder)
  • = final cylinder stroke to suit specs of St Door OEM chosen
  • All cylinders in SFB Bay are using stainless steel barrel and rod
  • 1 lot of connecting materials for installation

4. Before And After Tippler Indexer.

Single HPU to be shared by two indexers (Indexer # 5 and #6)

  • Indexer #5: Indexer Structure c/w frame; roller and pulling pad. indexer Before Tipper to push loaded cage precisely to Tipper. Movable trolley with pushing pad sitting on it.
  • Indexer #6: Indexer Structure c/w frame; roller and pulling pad. indexer After Tipper to push cage to Feeding Line. Movable trolley with pulling and pushing pad sitting on it.

Hydraulic Grouping : 2 Indexers Hydraulics Systems

Tippler Indexer

Tippler Indexer

Each lot consist of:

  • 15kW (or 20HP) Vickers Hydraulic Power Unit (250 liter) valves and accessories
  • 2 Nos Vickers hydraulic cylinders for 2 x Indexers (Bore 100 x Rod 70 x Stroke2100mm stroke cylinder)
  • 1 lot of connecting materials for installation

5. Cage Tippler.

10-ton Cage Tipper with Diameter 3.3mm, length 6.5m with fixed based roller for tipper web plate 32mm to sit. Well engineering designed steel structured to ensure light weight and rigid feature. Tipper capable of rotating the single Cage with full SFB inside Cage without vibration. Counterweight is installed to ensure smooth downturn. Calculation provided. Scope of supply complete with accessories as stated in drawing provided (tensioner; tipper chain), inclusive of Hydraulics Drive Foot bracket adn Drive Coupling.

10-ton Tipper & SFB hopper Autofeeder   Hydraulic Systems

TIPPLER

TIPPLER

Each lot consist of :

  • 15kW VickersHydraulic Power Unit (twin pump systems) c/w valves and accessories c/w valves and accessories
  • 1 Nos Vickers Hydraulic motor + reducer (Part # GM54BZD120221)
  • 1 Nos Vickers Hydraulic cylinder M3000-25-1200
  • 1 lot of connecting materials for installation

6. Indexer Trench and Rail Track

  • Sterilizer line indexer trench (length 2x33m) consist of Indexer Trench (UNP150x75)
  • Tipper and Feeding line indexer trench (length 2x52m) consist of Indexer Trench (UNP150x75)

III. Automation & Control

1. Electrical and Control Integration Works and Automation

Control Stations for Indexer Systems: Eaton proposed design comes with Feeder Panel (Qty: 1 Lot); Individual Remote Consoles (Qty: 5 Sets), to be located on-top catwalk platform and Panels for Remote IOs, to be located on the ground. Feeder Paenl is proposed to be located in Control Room together with Sterilizer Automation Panel. Each Remote Console is solid floor standing type and equipped with MIMIC diagram showing the operations on relevant equipments for Auto / Manual Control. Local Panel for each Transfer Carriage provide. Principle of design is based on Distributed Control and running on Eaton SmartWire-DT commmunication.

PANEL FEEDER WITH PLC AUTOMATION

PANEL FEEDER WITH PLC AUTOMATION

2. Feeder Panel with Starter (in CONTROL ROOM)

2.1. Transfer Carriage.

Remote Console #4 (RC4) : Auto and Manual for Transfer Carriage (TC#1), Indexers (#1) (FFB Bay or Dry End). and Indexers (#9) (intermediate and feeding) Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton Remote I/O Systems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Tranfer Carriage and Indexers • !P69K Proximity sensors with sensor clamp for all.

Local Panel (LP) : HPU Starter and Local operation ofTransfer Carriage (TC#2)

2.2. Sterilizer Doors, Drawbridges & Indexer.

Remote Console #1 (RC1) : Auto and Manual for Sterilizer Doors & Drawbridges & Indexers (#2 and #4) Control (FFB Bay or Dry End). Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton SmartWire-DT Remote I/O Systems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Sterilizer Doors; Drawbridges; and Indexers • Pressure transmitters c/w siphon tube for each Sterilizer end • Photo sensors of Cage of Drawbridge for each of the Drawbridge • IP69K Proximity sensors with sensor clamp for all. •Tell tale – purge valve from Alfa Hi-Flow (country of origin Australia) Ball Valve. Model 2012, DN40 (1.5”), 1000 psi, 3-piece body, F/Bore, BW Ends, SS316 Body and Trim, PTFE (max 200 degree C) Seats c/w ITQ Electric Actuator, model ITQ-0080 (220v/1Phs/50Hz), On/Off operaton c/w standard specification.This tell tale valve is installed at the Sterilizer Door outlet port

Remote Console #2 (RC2) : Auto and Manual for Sterilizer Doors & Drawbridges & Indexers (#3 and #5) Control (SFB Bay or Wet End). Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton SmartWire-DT Remote I/O Systems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Sterilizer Doors; Drawbridges; and Indexers • Pressure transmitters c/w siphon tube for each Sterilizer end • Photo sensors of Cage of Drawbridge for each of the Drawbridge • !P69K Proximity sensors with sensor clamp for all. •Tell tale – purge valve from Alfa Hi-Flow (country of origin Australia) Ball Valve. Model 2012, DN40 (1.5”), 1000 psi, 3-piece body, F/Bore, BW Ends, SS316 Body and Trim, PTFE (max 200 degree C) Seats c/w ITQ Electric Actuator, model ITQ-0080 (220v/1Phs/50Hz), On/Off operaton c/w standard specification.This tell tale valve is installed at the Sterilizer Door outlet port

2.3. Tippler.

Remote Console #3 (RC3) : Auto and Manual for Cage Tipper c/w SFB Hopper Door & Before and After Tipper Indexers (#6 and #7). Eaton XV102 Series HMI/PLC as Controller with high speed algorithm and high level of visibility for efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.• Eaton SmartWire-DTSystems.• c/w Main Junction Box and various lots of Junction Boxes for cable termination to all solenoid valves and proximity sensors for Tipper and Indexers • IP69K Proximity sensors with sensor clamp for all.

3. Eaton Sterilizer Automation.

One (1) set of panel sterilizer automation interlocked with Sterilizer Doors for Indexing Systems. Panel design w/ MIMIC is for 2 Sterilizers, with Eaton Galileo SCADA; Eaton XV152 Series HMI/PLC, IP65 rating, (10.4”) catered for 2 x Sterilizers with Microsoft CE Operating Systems; or efficient operation, which is with IEC-61131 CoDeSys language.

Main Control Board together with proximity switches, pressure transmitter, and cabling systems.

Sterilizer Control Systems are for automation 3 Steam Valves sequencing per Sterilizer. 10 different programs possible.

  • Inlet: 8” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket
  • Exhaust: 8” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket
  • Condensate: 8” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket.

4. Eaton Automatic Back Pressure Control Panel

One set of BPV control panel c/w HMI/PLC Operator’s interface and pressure transmitter and pressure switchfor BP Vessel with standard accessories. High presure rating, low limit pressure switch. Cables, cable tray, conduits from BPC Panel to Valves. Include following Valves for Back Pressure Receiver :

  • 3” Globe Control Valve c/w Pneumatic Actuator (Positioner) a delta-P of approximately 29 Bar with positional controls (4-20mA). – Full Modulating Valve, Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket.   (Steam Make Up).
  • 6 ” High Performance Butterfly Valve with Metal Seat c/w ON/Off type Pneumatic Actuator with Auto Declutchable Manual Override Handwheel and Mounting Bracket & Adaptor with matching flanges, bolts, nuts, washer and Gasket. Flange: JIS10K / PN16 (Steam Exhaust or Surplus Valve).

Palm Oil Mill 45 Ton FFB per Hour

Pabrik Minyak Kelapa Sawit Kapasitas 45 Ton TBS per Jam

Pendahuluan

Pabrik kelapa sawit ini menggunakan rebusan 4 buah vertical sterilizer dengan kapasitas masing- masing 25 ton. Untuk mengurangi losses pada rebusan di pasang Empty Bunch Shreder dan Press untuk mengutip minyak pada janjang kosong. Proses pemurnian minyak dari minyak mentah menjadi CPO digunakan Decanter 3 Phase dan Separator dengan system D3 PRO. Untuk memperoleh kualitas Kernel yang bagus dan bersih, Nut sebelum masuk Ripple Mill di sortir berdasarkan dimensi dengan Nut Grading Drum. Pemisahan campuran pecahan Kernel dan Shell setelah LTDS 2 menggunakan Hydrocycole sehingga prosesnya bersih dan tanpa menggunakan bahan kimia seperti pada Claybath.

Denah Pabrik

Factory Layout Diagram

Denah Pabrik

Keterangan

No. Description No. Description
 1.  Jembatan Timbang  14.  Boiler Station
 2.  Central Office  15.  Threshing Station
 3.  Mushollah  16.  Pressing Station
 4.  Car Park  17.  Kernel Recovery Station
 5.  Despatch Sheet  18.  Empty Bunch Shreder And Press
 6.  Loading Ramp  19.  Sludge Pit
 7.  Storage Tank  20.  Clarification Station
 8.  Canteen  21.  Kernel Storage
 9.  Mill Office  22.  Composting Plant
10.  Sterilizer Station  23.  Toilet Block
 11.  Water Treatment Plant  24.  Wharehouse
 12.  Power Station  25.  Workshop
 13.  Demineralization Plant

Stasiun Proses

1. Stasiun Penerimaan Buah (Fruit Reception) Loading Ramp

Dengan menggunakan rebusan vertical sterilizer maka untuk menerima tandan buah segar dan mengirimkannya ke rebusan cukup dengan menggunakan scrapper bar conveyor yang di gerakkan oleh Hydraulic motor. Cages (lori) tidak di gunakan seperti pada system Horizontal sehingga kebutuhan bangunan juga tidak terlalu luas.

2. Stasiun Rebusan (Sterilizer Station)

Terpasang 4 buah unit Vertical Sterilizer kapasitas masing-masing 25 ton yang di kontrol secara interlock melalui Cylinder Hydraulic dan valve menggunakan control Pneumatic. Control system menggunakan unit PLC dan untuk berkomunikasi (menginput variable yang di perlukan) antara mesin dengan operator terdapat piranti HMI yang terpasang panel panel kontrol.

Stasiun Rebusan

Stasiun Rebusan

3. Stasiun Penebah (Threshing Station)

Pemisahan antara buah dengan janjang kosong menggunakan 2 unit Thresher Drum dengan kapasitas masing-masing 45 ton/jam yang di gerakkan oleh geared motor 22 kW. Janjang kosong yang ada tidak langsung di buang tetapi melewati mesin pencacah dan pemeras untuk mengutip sisa minyak yang ada sehingga hasil akhir dari proses ini janjang kosong sudah berubah menjadi fiber.

Stasiun Penebah

Stasiun Penebah

4. Stasiun Kempa (Pressing Station)

Pengutipan minyak dari buah menggunakan 4 buah Digester dengan kapasitas masing-masing 4500 liter  dan mesin Press dengan kapasitas masing-masing 15 Ton/jam yang di gerakkan oleh geared motor 30 kW.

Pressing Station

Stasiun Kempa

5. Stasiun Pengutipan Inti (Kernel Recovery Station)

Hal yang penting menjadi catatan dari stasiun ini adalah terdapat Nut Grading Drum untuk membagi berdasarkan besaran Nut sehingga mempermudah dalam penyetelan Ripple MIll. Penggunaan Hydrocyclone untuk membuat proses pemisahan menjadi bersih dan tidak menggunakan bahan kimia.

Kernel Recobery Station

Stasiun Pengutipan Inti

6. Stasiun Klarifikasi (Clarification Station)

Proses pemurnian minyak menggunakan 1 buah Decanter 3 Phase yang di gerakkan oleh motor 55 kW dan 1 buah Separator 45 kW untuk mengutip minyak pada slude. Dengan Proses D3 PRO selain menghasilkan CPO dengan kualitas bagus dan Sludge juga menghasilkan limbah solid sehingga memerlukan conveyor solid dan sebuah Hooper penampung limbah solid.

Clarification Station

Stasiun Pemurnian Minyak

7. Stasiun Boiler (Boiler Station and Demineralization Plant)

Uap diperlukan untuk membangkitkan listrik, proses memasak dan proses pabrik. Digunakan 1 buh Boiler kapasitas 27 Ton /jam. Boiler memerlukan Bahan Bakar berupa Fiber dan Shel sehingga di perlukan Material Handling berupa Conveyor untuk melengkapinya. Air yang di supplay dari Water Treatment Plant untuk di masak pada boiler sebelumnya harus melalui proses Demineralization untuk menetralkan mineral air yang ada.

Boiler Station

Stasiun Pembangkit Tenaga Uap

8. Stasiun Tenaga (Power Station)

Dalam proses normal, kebutuhan power listrik pabrik di supplay oleh 1 buah Turbine Uap kapasitas 1400 kW. Untuk pembangkitan awal sebelum boiler siap dan turbine belum beroperasi digunakan 2 buah Generator Set kapasitas 500 kW dan 1 buah Generator Set 200 kW.

Engine Room

Stasiun Pembangkit Tenaga Listrik

9. Stasiun Penjernihan Air (Water Treatment Plant)

Kebutuhan air untuk pabrik di suplay dari sungai terdekat dari area kebun kemudian di tampung oleh waduk buatan. Air dalam waduk di pompa dengan menggunakan multistage pump kapasitas 45 kW ke pabrik melalui proses injeksi kimia dan di endapkan pada water basin. air yang terdapat pada water basin kemudian di pompakan melewati penyaringan pada presure sand filter yang di dalamnya terdapat pasir kuarsa menuju Over Head Water Tank. Air Ini di gunakan untuk Boiler, Kebutuhan Proses Panas dan dingin, Keperluan Domestik, Washer (bersih-bersih pabrik) dan suplay untuk Fire Hydrant.

Water Treatment Plant

Stasiun Penjernihan Air

10. Kolam Limbah (Effluent Treatment Plant)

Effluent Treatment Plant

Kolam Pengolahan Limbah

Kolam limbah terdiri dari :

  • 2 unit kolam pendinginan (Cooling pond)
  • 3 unit kolam pembiakan bakteri (Mixing Pond)
  • 2 unit kolam Anaerobic
  • 3 unit kolam pengendapan
  • 1 unit kolam aerasi
  • 1 unit kolam pelepasan

Bangunan Penunjang

1. Weightbridge 11. Canteen dan Locker Karyawan
2. Loading Ramp 12. Mushola
3. Condensate Pit and Sludge Pit 13. Toilet
4.Acces Road, Culvet and Drainasee 14. Power Panel Control Room
5. Gate and Fencing 15. Raw Water River Pump House
6. Guard House 16. Water Treatment Pump House
7. Car Port 17. Raw Water Reservoir ( waduk air )
8. Head Office 18. Water Clarifier Resevoir kap 600 sd 800 m3
9. Work Shop dan  Ware House 19. Pump sheed for Condensate, Sludge Pit, Effluent Pump
10. Mill Office dan Laboratorium

Pemisahan Minyak Dengan Decanter dan Separator

  1. Introduction

D3 PRO adalah suatu system pengolahan minyak tanpa menambahkan air pengencer setelah Minyak kotor keluar dari screw press (sedangkan steam dan hot water di proses sebelumnya tidak di ubah, tidak ada perubahan di dalam extraction efficiency).

UNDILUTED CRUDE hasil screw press setelah melalui desander cyclone akan langsung di dimasukkan ke decanter yg mempunyai gaya centrifugal ~3000 G force, dimana apapun jenis dan- merk decanter nya , crude oil ini akan terpisah-kan dan membentuk lapisan berdasarkan perbedaan berat jenis menjadi:

a. Oil (light phase)

b. Emulsion if any + water with nos (heavy Phase)

c. Solid

decanter 3 phase

decanter 3 phase

2. Process Flow

Clarification Station

Stasiun Pemurnian Minyak

Crude oil dari press masuk ke sand trap tank. Overflow dari sand trap tank mengalir ke COT pertama yang berkapasitas 7 m3. dengan terlebih dahulu melalui Vibrating screen double deck dengan mesh 20 untuk ke dua deck.

Dari COT 1 di pompakan ke COT 2 yang mempunyai kapasitas sama dengan COT 1 melalui Sand Cyclone Singgle Stage (SSC). Dari COT 2 crude oil dipompakan ke Decanter buffer tank yang berkapasitas 3-6 M3 dengan terlebih dahulu melalui sand cyclone double stage. Dari Decanter feed tank crude oil di proses oleh decanter, dimana out put dari decanter terdiri dari 3 phase :

  1. Solid (biasanya di tampung di hopper seberum diaplikasi ke lapangan).
Solid Hooper

Solid Hooper

  1. Light phase dengan kandungan kotoran di bawah 0.05 persen akan di tampung di light phase tank untuk di simpan ke skimming tank dengan kapasitas 30 ton. Setelah itu minyak murni tersebut akan di proses oleh vacuum drier untuk di kurangi kandungan moistnya menjadi di bawah 0.2 persen. Hasil dari Vacuum drier akan di kirim ke oil storage tank untuk selanjutnya dijual ke customer
  2. Heavy phase dengan kandungan minyak di bawah 8 persen akan di tampung di heavy phase tank, untuk selanjutnya di tampung di sludge tank dengan kapasitas 30 ton, untuk selanjutnya di pompakan ke sludge buffer tank dengan kapasitas 3-5 M3 sebagai umpan dari slude separator. Light phase dari sludge separator akan di kirim kembali ke process yang sebelumnya akan di koleksi di reclaimed tank, sedangkan heavy phase separator dengan kandungan minyak di bawah 1 persen to O/WM akan dikirimkan ke final effluent, untuk selanjutnya di kirim ke kolam limbah.

Untuk condensate dari sterilizer akan di kutip di fat-pit untuk di ambil minyaknya dan di kumpulkan di reclaimed tank, untuk selanjutnya di olah kembali ke process bersamaan dengan light phase separator.

Sludge Separator

Sludge Separator

3. D3 PRO Unit

Heavy Phase Pump

Heavy Phase Pump

Standart unit yang dipakai untuk system D3 PRO adalah :

  1. Sand trap tank dengan kapasitas 10 M3 (by kontraktor)
  2. Vibrating screen double deck dengan mesh 20 (by kontraktor)
  3. Crude oil tank 1 kapasitas 7 M3 (by kontraktor)
  4. Sand cyclone singgle stage/SSC c/w pompa (by AIfa Laval)
  5. Crude oil tank 2 kapasitas 7 M3 (by Kontraktor)
  6. Sand cyclone second stage/STC c/w pompa (by Alfa Laval)
  7. Decanter feed tank kapasitas 5 M3 (by kontraktor)
  8. Decanter (by Alfa Laval)
  9. Light phase tank kap 3 M3 (by kontraktor)
  10. Pompa dari light phase tank ke pure oil tank (by kontraktor)
  11. Pure oil tank kapasitas 30 M3 (by kontraktor)
  12. Pompa pure oil tank ke skimmed tank (by kontraktor)
  13. Skimmed oil tank kapasitas 30 M3 + stand by pump (by kontraktor)
  14. Vacuum drier c/w vacuum pump & drier oil pump (alfa laval)
  15. Heavy phase tank kap 3 M3 (by kontraktor)
  16. Pompa dari heavy phase tank ke sludge tank (by kontraktor)
  17. Sludge tank kap 30 M3 (by kontraktor)
  18. Hot water tank kapasitas 3 M3 (by kontraktor)
  19. Sludge separator PASX 710 (by Alfa laval)
  20. Solid conveyor (by kontraktor)
  21. Reclaimed oil tank kapasitas 3 M3 (by Kontraktor)

 

4. Lay Out Dimention

D3 PRO LAYOUT

D3 PRO LAYOUT

  1. Luas bangunan stasiun klarifikasi : 21 x28 M2
  2. Ketinggian dari lantai ke ujung buffer tank : 13 M
  3. Luas platform decanter & vacuum Drier 5 x 10 M2 dengan ketinggian 3.5 M dari lantai
  4. Luas plat form untuk decanter feed tank : 5 x 6 M2 dengan ketinggian dari lantai 11 M

5. Referensi

Alfa Laval D3 Pro System Project

“CHD” Vertical Sterilizer

CHD VERTICAL STERILIZER PATENT

CHD VERTICAL STERILIZER PATENT

Penjelasan Umum

Vertical Sterilizer Body

Vertical Sterilizer Body

Ketel rebusan jenis Vertical Sterilizer ini di desain untuk tekanan kerja uap 3.5 bar berkapasitas 25 ton TBS per Cycle perebusan dengan pintu charge atas dan discharge bawah jenis clutch door system buka tutup dan lock ring menggunakan hydraulic power pack.

Untuk memasukkan buah, ketel rebusan ini di lengkapi dengan telescopic chute dan sliding dor yang terpasang pada conveyor pembagi yang digerakkan oleh hydraulic cylinder. Pada posisi pintu discharge dilengkapi dengan ” Auger” screw conveyor untuk bantu keluarkan TBS yang sudah masak yang dapat di atur kecepatannya melalui inverter (variable speed control). Pasa posisi tengah tabung rebusan dilengkapi dengan ” Arch Breaker ” jenis screw conveyor untuk membantu menurunkan TBS masak dengan cover plate untuk melindungi hantaman TBS saat pengisian rebusan.

Rebusan ini dilengkapi dengan system hydraulic dan pneumatic yang akan di kendalikan oleh sebuah panel pusat PLC dengan mimic diagram dan display record juga lokal panel yang terpasang pada lantai atas dan lantai bawah rebusan.

Konstruksi pembuatan ketel rebusan ini mengikuti peraturan IPNKK ( Depnaker ) atau setara dengannya dan dapat diterima.

VERTICAL STERILIZER DIAGRAM

VERTICAL STERILIZER DIAGRAM

Konstruksi dan perlengkapannya.

1. Badan ketel rebusan

Stasiun Rebusan

Stasiun Rebusan

  • Ukuran dari Vertical Sterilizer adalah 3200 mm I/D dengan tinggi 6700 mm setara dengan kapasitas 25 Ton TBS per Cycle rebusan
  • Unit VS terbuat dari material boiler SA516 G70 x 14 mm tebal. Pabrikasi dan machinery material yang dipakai mengacu pada standart unfired pressure vessel yang telah di sahkan oleh peraturan pemerintah
  • Didasar ketel rebusan dibuat lubang-lubang pengeluaran air kondensate.
  • Badan ketel rebusan dibungkus isolasi rockwool, tebal ninimal 50 mm dan kepadatan 90 kg/rn3, diikat dengan plat strip kemudian dibungkus plat aluminium tebal 0,7 mm sedemikian rupa khusus pada bagian las-lasan memanjang dan keliling dapat dibuka/ditutup kembali guna pemeriksaan INPKK ( Depnaker ).

2. Dish end & bottom cone

The top dished end and bottom cone will be lined with 3mm thick STAINLESS STEEL G304 plate.

3. Sterilizer doors

  • 2 x 1200 mm I/D SFB discharge quick actuating safety STAINLESS STEEL G304 door
  • One discharge regulator
  • Arch breaker device
  • The door will be actuated by manual or hydraulic device.

4. SFB Discharge Regulator & Arch Breaker

  • 1 ( satu ) buah Arch breaker jenis screw conveyor dipasang lengkap dengan packing pelindung uap (air tight packing) yang di gerakkan oleh electric motor 5.5 kW lengkap dengan pulley, belt, pulley guard dan base plate motor.
  • 1 ( satu ) buah discharge auger jenis screw conveyor dipasang lengkap dengan packing pelindung uap (air tight packing) yang digerakkan oleh reduction gearmotor 11 kW, di control oleh panel inverter (variable speed control)

5. Susunan katup ( valve ) pipa uap dan Condensate

  • Uap masuk melalui Header 8” pipa uap seamless sch 40 dicabangkan menjadi 3 pipa lingkar 6” masuk ke rebusan dan di ujung pipa header vertical dipasang steam trap menuju drainase.
  • Katup uap ( steam valve ) masuk dari jenis butterfly diameter 8” dapat dioperasikan secara manual atau pneumatic ( automatic control ), instalasi pipa ini dilengkapi dengan katup jenis globe valve dan katup pencegah balik ( check valve ) diameter 8” kemudian di reducer pipa diameter 6”.
  • 1 ( satu ) katup pengaman diameter 6” jenis double bore relief valve dipasang di salah satu ujung ketel dan dapat distel/diadjust sampai tekanan maksimun 4 kg/cm2.
  • Uap keluar ( exhaust ) melalui katup uap diameter 8” jenis butterfly dan dapat dioperasikan secara manual ataupun pnuematic ( automatic control ). Katup uap ( steam valve ) diameter 2” juga terpasang secara by pass pada exhaust.
  • Instalasi pipa keluar ( exhaust) menuju blow down chamber dilengkapi dengan katup pencegah balik ( check valve ) diameter 8”.
CHD VS Top Deck

CHD VS Top Deck

6. Instruments

2 ( dua ) manometer model bulat ( Pressure Gauge ) dengan penunjukan jarum, berdiameter 203 mm, range tekanan 0 – 4kg/cm2, masing-masing dipasang di kedua ujung rebusan posisi diatas pintu lengkap dengan O-siphon, 1/2 “ ball valve dan nipple.

1 ( satu ) termometer model bulat ( Temperature Gauge ) dengan penunjuk jarum, diameter 152 mm, suhu 0 – 200 derajat celcius untuk mengukur dibagian bawah rebusan dan terpasang ditengah rebusan.

Pada posisi Blind Flange bagian atas VS terdapat 3 ( tiga ) sock drat untuk :

  • Temperature transmitter.
  • Pressure gauge lengkap dengan O-siphon, ½” ball valve, nipple.
  • Pressure transmitter lengkap dengan O-siphon, ½” ball valve, nipple.

7. Air Compressor dan Air dryer

Satu (1) unit air compressor jenis single stage dan air dryer kapasitas 700 litre/minute, tekanan 8 bar lengkap dengan receiver tank, relief valve, pressure gauge, air hose, pressure differential sensor for automatic stop/start. Digerakkan oleh electric motor 5 HP, 3 Phase, 380 VAC, 50 Hz.

Telescopic Chute dan Sliding door

Setiap vertical sterilizer dilengkapi dengan telescopic chute ( corong ) pemasukan TBS dan sliding dor pada Conveyor Distributor ke Vertical Sterilizer. Chute ini dirancang sedemikian rupa dapat bergerak turun saat pintu atas VS di buka, kemudian sliding dor yang terpasang pada bottom conveyor distribusi akan membuka jalannya TBS untuk turun saat pengisian. Apabila pengisian VS selesai ( penuh ), sliding dor akan menutup disusul telescopic chute akan bergerak naik kemudian pintu atas sterilizer akan menutup dan ring lock akan mengunci pintu sterilizer.

VS Mimic Diagram

VS Mimic Diagram

Programmable Logic Control (PLC) Centre Control Board

Rebusan yang terpasang akan dilengkapi dengan Panel Pusat ( pengatur perebusan otomatis ) lengkap dengan Mimic Diagram, PLC,

CHD Automation Control Panel

CHD Automation Control Panel

HMI/Touch screen dan accessories di dalamnya. Fungsi dari panel utama adalah :

  • Time and Pressure

  • Parallel Control Mechanical and electrical installation of instrumentation system,pneumatic tubing, copper tubing and electrical wiring.

  • Back Pressure Control system (Modulating System)

  • Pressure recorder

Pada posisi atas terdapat remote panel lengkap dengan push button dan indicator lamp pada setiap rebusan untuk menggerakkan 4 cylinder hydraulic yaitu : sliding door, telescopic chute, door open dan ring lock.

Pada posisi bawah terdapat remote panel ( 1 set 2 rebusan) untuk menggerakkan cylinder hydraulic door, ring lock, arch breaker screw, auger screw untuk rebusan 1 dan 2.

Sistem Hydraulic

Hydraulic Panel Top Dor

Hydraulic Panel Top Dor

Sebuah sistem instalasi hydraulic yang terdiri dari Hydraulic power pack, hose, tubing, fittings, manifold dan solenoid valve untuk menggerakkan cylinder.  Cylinder tersebut terpasang pada tiap individual door, lock ring, sliding door dan telescopic chute yang bekerja secara interlock. System interlock bekerja melalui proximity switch yang terpasang 2 (dua) unit pada tiap cylinder hydraulic.

Sistem Pneumatic

Sebuah sistem instalasi pneumatic yang terdiri dari air compressor, air dryer, hose, tubing dan fittings untuk menggerakkan pneumatic valve yang di control secara electric dari panel PLC. Pneumatic valve tersebut terpasang pada tiap inlet pipa steam dan pipa exhaust rebusan. Instalasi pneumatic juga di gunakan untuk air guns pada pintu atas dan bawah untuk memebersihkan pintu dari kotoran sebelum di tutup.

Sumber :

CHD Manual Book (CHD IP TECHNOLOGY sdn bhd)

Rencana Kerja dan Syarat (TIMBERKAH)

Foto Proyek PT. Boma Bisma Indra (PERSERO)